WAITING FOR YOU(Hwang Hyunjin)

WAITING FOR YOU(Hwang Hyunjin)
Kecupan Tersembunyi



Lalu mereka pun melanjutkan acaranya berfoto bersama dengan para fans tidak terkecuali fans wanita dan hyunjin oh no!! karna harus profesional jadi hyunjin juga ikut berfoto bersama mereka.


Bada terdiam seraya terfikir sesuatu.


"Diantara banyaknya fans gadis cantik yang berfoto dengan hyunjin disana, jadi apakah aku special?" Sangat tidak mungkin bagi bada untuk tidak cemburu dengan mereka tapi naasnya ia bukan siapa-siapa hyunjin hiks, ia juga tidak bisa apa-apa.


Jauh di luar sana ia hanya seorang fans seperti mereka, tadi bedanya ia beruntung bisa lumayan dekat dan satu sekolah dengan hyunjin. Walaupun begitu ia merasa sangat special dan bahagia.


Oh yaa bahkan ada yang meminta mereka membuat challenge dance yang terkenal akhir-akhir ini di tok tok dengan mereka, lalu mengirimkan dan menandai akun instagram pribadi mereka masing-masing.


Bada pun memainkan ponselnya seraya mencari akun instagram hyunjin dan menandainya di postingannya dan mengirim story di setiap akun sosial medianya.



Saking bangganya ia akhirnya bisa berfoto dengan gebetannya selama ini. Ini suatu pencapaian fikir bada seraya tersenyum memandangi fotonya dengan hyunjin.


Sieun yang datang dari toilet pun memergoki bada yang sedang memandangi fotonya dengan hyunjin seraya tersenyum sumringah.


"Woy!!"


"Astaga!" Bada kaget segera menyembunyikan ponselnya ke bawah kakinya takut jika sieun tau ia sedang memandangi fotonya dengan hyunjin sedari tadi. Padahal mah sieun udah tau muehehehe.


Karna bada tau akan lama menunggu hyunjin dan teman-teman dalam sesi foto dengan penggemar alhasil ia pun lebih memilih menunggu mereka di ruang tunggu. Ia pun duduk di salah satu sofa disana, karna tempatnya sangat nyaman ia pun ketiduran, sedangkan sieun lebih memilih menunggu seraya mengabadikan setiap moment lee know di ponselnya di tempat sesi fotonya.


Bada pun tidur terlelap lalu ia bermimpi indah, ia membangun suatu hubungan bersama dengan hyunjin, mereka menikah ada di sebuah taman dan..


Cup!


Hyunjin mengecup pipi bada dalam mimpinya karna kaget ia pun terbangun.


"Wah mimpi yang sangat indah, andai saja ini nyata pasti aku akan sangat bahagia hehe"


"Tapi mengapa mimpi tadi terasa begitu nyata?" fikir bada.


"Bahkan ia bisa merasakan bekas kecupan bibir hyunjin di pipinya, ini aneh." fikirnya lagi.


Bada pun membuka kamera di ponselnya dan melihat ke arah pipinya.


"Oh pipiku memerah.. ini pasti karena mimpi dengan hyunjin tadi aaaah aku sangat malu.."


Lalu felix pun tiba-tiba muncul disana dengan ekspresi gutsar seperti tidak berselera


"Oh hi felix.. kenapa kamu ada disini?"


"Hi.. aaaaah ini" jawabnya dengan nada datar, ia mengambil jaketnya yang tertinggal disana.


"Aku ingin mengambil jaketku yang tertinggal disini" seru felix lagi seraya tersenyum tapi tidak tulus seperti biasanya cenderung seperti terpaksa dan bada menyadari itu ia nampak lesu.


"Aneh.. tumben sekali felix bersikap seperti ini, biasanya dia kan selalu ceria, ah mungkin sedang ada masalah, aku tidak berhak ikut campur atas masalah felix" batin gadis itu.


"Oh gitu..." seru bada seraya mengangguk beberapa kali.


"Yaudah kalo gitu i gotta go.." seru felix seraya menunjuk ke arah belakang dengan jempolnya seakan mengatakan aku harus pergi, ia melambaikan sebelah tangannya pada bada, lalu pergi.


Bada memperhatikannya jauh dan semakin jauh sampai tidak terlihat lagi olehnya lalu ia teringat akan sieun.


"Oh yaa sieun dimana yaa? aku cari aja deh.."


Saat sudah pergi cukup jauh meninggalkan bada felix pun diam di sebuah tangga yang sepi lalu kembali terfikir akan sesuatu.


FLASHBACK ON~~


"1... 2... 3... Cheese.."


cekrek!!


"Ok cukup untuk hari ini"


"Ok terima kasih untuk semuanya.." Felix tersenyum senang seraya membungkuk beberapa kali untuk menghormati semua orang.


Felix melihat ke segala arah tapi hyunjin tidak ada disana, semua telah selesai berfoto tinggal memanggil hyunjin untuk rapat akhir kegiatan karna semua telah ada disana kecuali hyunjin, tadi dia bilang ingin pergi ke toilet pada felix sebelumnya.


"Hyunjin, dimana hyunjin? ayo kita rapat dulu" Felix mengangkat satu tangannya ke atas.


"Biar aku saja yang cari hyunjin"


"Oh ok felix, cepet yaa maaf merepotkan mu"


"Ok ok"


Felix pun segera mencari hyunjin ke toilet seraya melewati ruang tunggu tapi hyunjin tidak ada di toilet, alhasil felix pun memutuskan untuk mengambil jaketnya lebih dulu yang tertinggal di ruang tunggu, tapi pada saat felix masuk tiba-tiba.


Cup!


Ia memergoki hyunjin sedang mengecup pipi bada yang sedang tertidur disana, felix pun hanya diam dengan ekspresi gutsar tidak mengerti apa yang sedang terjadi ia cemburu pada mereka.


Dan hyunjin alhasil melihat ke arah felix yang sedang melihat ke arah mereka dengan ekspresi kagetnya, hyunjin pun tersenyum seraya menautkan jari telunjuknya di bibirnya ia bilang.


"Sssstt"


Lalu ia pergi meninggalkan bada dan felix dengan ekspresi kagetnya disana.


FLASHBACK OFF~~


Felix diam dengan ekspresi gutsar menopang wajah cutenya dengan satu tangannya.


"Apakah hyunjin benar-benar menyukai bada?" batinnya.


"Ku kira dia hanya main-main dan tidak serius padanya, tapi apa yang kusaksikan barusan?" felix menutup wajahnya dengan kedua tangannya lalu menariknya ke bawah dengan tangannya yang awalnya menutup lalu terbuka dari atas ke bawah..


"Semua ini karna aku mulai menyukai bada"


Lalu ia pun bangkit dari keterpurukannya dan segera pergi menemui semua orang, takut jika kini mereka sedang menunggunya, ia tidak ingin mereka menunggunya terlalu lama.


...****************...


Bada telah menemukan sieun ia pun menghampirinya.


"Eh da kemana aja sih?! nih liat aku udah banyak dapet foto kak lee know sama hyunjin juga lhoo.. nih mau ga..? aku baik kan?"


"Hmm iya iya deh.. nanti kirim aja yaa.. semua tapi" seru bada seraya tersenyum usil.


"Eh foto kak lee know juga kamu mau??" bada terkekeh.


"Yaa engga laah heee"


"Oh kirain.. kaget aku"


"hehe"


"Oh iyaa dimana mereka sekarang?"


"Tuh lagi mau rapat evaluasi akhir acara"


Rapat akhir acara di lakukan untuk mengevaluasi keseluruhan penampilan mereka untuk mengoreksi mana yang harus ditingkatkan dan harus di tinggalkan dari penampilan mereka hari ini.


Lalu rapat pun dipimpin oleh lee know dan hyunjin sebagai ketua grup dance di sekolah jika di luar leadernya lee know.


Mereka pun saling bertukar kritik dan saran untuk kedepannya bagaimana.


"Lihat tuh da, bahkan penampilan mereka yang sekeren itu aja mesti masih ada rapat evaluasi. Ini jadi contoh buat kita, bahwa jangan merasa cepat puas dalam melakukan sesuatu, kita harus selalu merasa kurang jangan sombong karna di atas langit masih ada langit iyaa kan da..?" bada sedikt terkesan dengan penuturan sieun, ia memberi dua jempol padanya seraya membulatkan kedua matanya dengan ekspresi gemas


Yang lain antusias saling bertukar kritik saran sedangkan felix hanya diam seraya masih memikirkan hal tadi dan hyunjin menatapnya intens.


"What's wrong with you bro..?!" seru han seraya merangkul pundak felix.


"Aah nothing nothing" seru felix seraya berusaha tersenyum.


Felix tidak bisa apa-apa, jauh di lubuk hatinya ia tidak ingin merebut bada dari hyunjin yang sudah ia anggap seperti saudaranya sendiri, jadi ia pun tersenyum pada hyunjin seraya gestur wajahnya mengatakan.


"Aku akan mendukungmu man!" menatap intens ke arah hyunjin.


"Tapi jika kau menyakitinya aku tidak akan segan-segan merebut dia darimu!" batin felix seraya tersenyum kembali menunjukkan ekspresi cerianya.


Ok dari felix, hyunjin juga bada kita dapat pelajaran hidup disini bahwa mencintai tak harus memiliki, jika orang yang kita cintai mencintai orang lain sudah seharusnya kita relakan dia bersama orang itu demi kebahagiannya, bukan justru mengekangnya dan memaksakan kehendak agar ia balik mencintai kita.


Tapi jika orang itu tidak baik untuknya kita bisa mencoba mendekatinya ia agar ia suka pada kita, tapi ingat kita juga pun belum tentu baik untuknya itu lah hidup hehe.


Dan mereka pun masih melanjutkan rapatnya.


"Hyung jadi bagaimana soal tawaran tadi?" Seru seungmin seraya menaik turunkan alisnya menggoda lee know.


"Oh soal itu kita fikirkan nanti saja, minta izin dulu pada orang tua kalian masing-masing jika diizinkan lanjut tapi jika tidak jangan.. jangan sampai mengganggu waktu belajar kalian ok"


"Ok!!! Dan sekarang saatnya kita.."


"Pulang..... yeay!!"


"Huft akhirnya pulang juga.. udah malem ni bisa-bisa aku dimarahin mama" seru sieun dan bada mengangguk setuju.


Mereka pun bersiap-siap untuk pulang lalu menunggu bus, tak lama bus pun tiba lalu bada dan sieun naik lebih dulu ladies first.


Kali ini mereka dapat tempat duduk, mereka duduk di samping kanan barisan kedua dari depan, sieun dekat jendela dan bada disampingnya, sedangkan hyunjin duduk di bangku paling belakang dengan lee know mereka membiarkan yang lain lebih dulu dapat bangku terutama IN adik kelas 11 satu-satunya yang sangat menggemaskan harus diutamakan, karna bagi mereka yang muda harus selalu di utamakan, yang muda yang di atas, maknae on top hehe 😁.


Bus pun berjalan, sangat telah setengah perjalanan kantuk pun datang alhasil mereka jadi tertidur karna lelah, tapi tidak untuk bada.


Ia menengok ke arah belakang dan ternyata hyunjin ada di belakang bersama dengan lee know sedang mendengarkan musik di earphonenya seraya tertidur di pundak lee know.


Seketika ia pun bangun tidak sengaja melihat ke arah bada dan gadis itu segera bersembunyi di balik bangkunya hyunjin tersenyum dan kembali tidur menutup wajahnya dengan penutup kepala hoodienya.


Bada kembali menegakkan tubuhnya lalu tertidur ke pundak sieun sedangkan sieun telah tidur sejak tadi.


...****************...


Akhirnya bus pun sebentar lagi sampai di depan gang rumah bada karna melewatinya lebih dulu bada pun terbangun, merasa ternotice karna ini arah menuju rumahnya. Bada pun perlahan membangunkan sieun untuk pamitan dengannya.


"Hmmm?" sieun bangun setengah sadar.


"Aku pulang duluan yaa" lalu ia melambaikan tangannya ke arah bada tapi masih dalam keadaan tidur.


"Yaudah aku duluan yaa.." Bada pun bangkit dari bangkunya, hyunjin juga bangun ia melihat ke arah bada, akhirnya sampai.


"Aku duluan ya semua.."


"Iyaa bye.." seru mereka bersamaan masih dalam kantuk yang menguasai mereka.


"Be careful yaa.." seru felix yang bangun.


"Ummm" seru bada seraya mengangguk dan tersenyum, lalu bada menatap ke arah hyunjin dan ia pun mengangguk seraya melambai pada bada.


"Whaaat?! ini aku gak salah liat kan?" bada kembali menatap ke arah hyunjin ia masih melambai padanya, lalu bada pun turun sedangkan bus berjalan lagi.


"Aaaaaaa" teriak bada kencang seraya berjingkrak-jingkrak kegirangan dan hyunjin melihatnya melihat ke arah belakang bus, bada pun menutup mulutnya dengan tangannya takut jika ada orang yang mendengar teriakannya apalagi ini sudah malam.


Ia pun berjalan ke arah rumahnya dan masuk dengan perlahan takut jika ibu terbangun dan memergokinya pulang terlalu malam, sudah ada milo disana yang setia senantiasa menunggunya sepanjang hari.


Ia pun membawa milo kepelukannya dan membawanya ke kamar lalu menidurkannya di kasur empuknya, bada memainkan dan membuka galery foto di ponselnya dan disana terdapat fotonya dengan hyunjin, ia memeluk ponselnya seraya menghela nafas panjang lalu menjatuhkan tubuhnya ke kasur di belakangnya seraya senatiasa masih memeluk foto hyunjin di ponselnya.


"Aku gak sabar buat ketemu hyunjin besok.. andai saja setiap hari selalu kaya gini sikap hyunjin sama aku, pasti bakal bahagia setiap hari serasa di surga hehe"


"Oh iyaa kira-kira sieun udah sampe belum yaa? aku tanya deh.." ia pun mulai mengetikkan sesuatu di ponselnya.


"Sieun kamu udah sampe rumah belum?" lalu dengan cepat sieun membalas pesannya.


Ting.. Tong..


"Belum nih aku masih di jalan pulang, kenapa? oh soal itu yaa.. tenang nanti aku kirim semua.."


"Hmmm?" bada terdiam dan mengerjapkan matanya beberapa kali seraya berusaha mengingat sesuatu dan akhirnya ia ingat.


"Oh soal foto yaa..? hmm itu terserah kamu sieun, aku kan gak minta wlee"


"Ih bener yaa aku nanti kirim semua biar memori hp kamu penuh tuh" Bada terkekeh.


"Ok kirim aja gak takut.. "


Dan tak lama sieun pun mengirimkan banyak foto hyunjin dengan wanita cantik dengan ekspresi cute dan berbagai gaya so sweet yang membuat bada geram seketika badmood karna cemburu.


"Aaaah pengen kaya gini juga sama hyunjin" bada memanyunkan bibirnya ke depan, gadis itu mulanya bahagia karna hyunjin dan saat ini ia pun jadi sedih dan kesal karna hyunjin lengkap sudah.


Semuanya hyunjin yang ada difikirannya hanya hyunjin.


"Ih sieun kenapa foto-foto yang kaya gini sih yang malah di kirim ke aku huaaaaaa" serunya sedikit keras lalu melempar ponselnya ke sampingnya ia pun seketika bangun, karna suaranya yang sedikit keras itu terdengar oleh ibu alhasil ibu pun bangun.


"Bada..?! kamu udah pulang?? jangan berisik, cepat tidur!!" bada memukul kepalanya pelan ia segera mengambil selimut dan pura-pura tidur.


Tak lama ibu datang ke kamar bada saat tau bada telah tidur jadi ibu memutuskan kembali menutup pintu kamar bada dan kembali ke kamarnya


"Dasar anak ini.." ibu menggeleng beberapa kali, lalu kembali pergi ke kamarnya untuk melanjutkan tidurnya, karna kecapean alhasil bada pun jadi tertidur sungguhan.


...****************...


Hari sudah pagi dan jam menunjukkan pukul 06:30 bada masih belum bangun dari tidurnya, alarm berdering beberapa kali, sedangkan ibu telah bangun sedari pagi sedang menyiapkan sarapan di bawah meja makan.


"Bada!! bangun.. ini sudah siang..!" padahal milo juga sudah membangunkan bada dengan mencium wajahnya beberapa kali tapi gadis itu tak kunjung bangun juga, sepertinya karna kecapean kemarin jadi ia tidur lebih lelap dari biasanya.


"Bada...!!" emang deh alarm suara ibu kita itu emang paling ampuh buat bangunin kita di pagi hari, walaupun kita tidur sangat lelap dan tak ingin bangun percayalah alarm suara ibu itu tidak bisa di abaikan seakan-akan senantiasa menempel di kuping kita selalu terngiang-ngiang tidak berhenti sampai kita bangun, tapi bada merasa sangat beruntung dan bersyukur memiliki ibu yang sangat perduli padanya itu.


Tapi gadis itu masih bandel tidak kunjung bangun juga.


"Bada ada temennya nih!! jemput kamu.." bada yang masih bandel tertidur itu pun seketika bangun.


"Teman? siapa? jangan-jangan.. hyun.. ah gak mungkin!" bada pun segera bangun dan mengintip ke bawah lewat balkon kamarnya memang ada seseorang disana dan itu seorang pria menggunakan hoodie hitam, bada pun segera bangun dan lekas mandi lalu bersiap-siap dengan sedikit tergesa-gesa saat sudah siap ia pun turun.


Jam masih menunjukkan pukul 06:45 saking cepatnya bada hanya bersiap dalam waktu 15 menit, ia takut jika pria itu adalah hyunjin jadi ia tidak ingin hyunjin menunggunya begitu lama.


"Nah gitu dong ayo berangkat tapi sarapan dulu.."


"Tunggu bu tadi kata ibu ada teman aku yang jemput, sekarang dia dimana?"


"Oh itu.. jadi ternyata dia itu bukan temen kamu tadi ibu salah itu kurir paket.. abisnya kamu di bangunin susah banget sih.. " Bada hanya diam tak percaya telah tertipu oleh ibu ia pun meroll eyes matanya lalu mengambil sebelah roti isi selai coklat dan memasukannya ke mulut, menyangkutkannya di bibir seraya memakannya pelan dengan menggigit sedikit demi sedikit seraya berjalan layaknya zombie yang lesu tidak berselera.


Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama bada pun sampai di sekolah untungnya ia datang tepat waktu dan tidak kesiangan juga terlambat, ini semua berkat tipuan ibu tapi alhasil ia jadi badmood kali ini karna sudah berespektasi tinggi bahwa hyunjin akan datang menjemputnya ke sekolah bersama.


Sesampainya di kelas ia hanya diam duduk lalu tidur di meja bermalas-malasan.


"Huft ditampar kenyataan.." batin bada.


"Hm hm hm hm hm~~" sieun tiba sambil bernyanyi dalam gumamannya sepertinya moodnya sangat bagus hari ini, lalu ia melihat ke arah bada dan pergi ke belakangnya untuk menutup mata bada dengan kedua tangannya.


"Tebak siapa?" Bada yang tidak berselera hanya diam lalu menjawab sembarang.


"Kurir paket.." Sieun seketika diam mengerjapkan matanya beberapa kali.


"Ih bada kok kurir paket sih..? aku sieun tauu"


"Iyaa aku tau kok kamu sieun sieun.."


"Nah gitu dong.. Tunggu emang ada apa sama kurir paket?"


"Engga kok gak apa-apa heee"


"Mana mungkin aku cerita sama sieun kalau aku ngarepin hyunjin yang datang buat jemput aku ke sekolah.. yang ada pasti nanti dia ledekin aku terus" batin bada.


"Yakin? pasti ada hubungannya sama hyunjin kan?"


"Bentar ini cuma kebetulan atau dia emang tau masalah aku.." batin bada lagi.


"Ya engga laah mana mungkin, aku lagi ada masalah sama kurir paket"


"Masalah apa yaa? cerita dong.."


"Udahlah gak usah di bahas gak penting juga hehe"


"Oh yaudah, eh iya gimana pendapat kamu soal foto yang aku kirim..? bagus bagus kan?" Bada seketika ingin marah dan berkata kasar tapi ia tahan tapi hanya bercanda karna ia kesal pada sieun.


"Hehe bagus kok sieun bagus.."


"Saking bagusnya pengen aku lempar hp aku pas liatnya" seru bada pelan seraya tersenyum menyipitkan kedua matanya.


"Kenapa da?"


"E-eh engga engga"


Tak lama hyunjin pun tiba dengan felix dibelakangnya bada yang tadinya lesu seketika duduk dengan tegap berharap di sapa olehnya atau ada kemajuan diantara hubungan mereka karna kejadian kemarin tapi ternyata hyunjin melewatinya begitu saja, bada yang duduk tegak pun seketika tidur kembali di mejanya.


"What's the point? " fikirnya.


"Dia ini sebenarnya orang atau batu es sih? kok sifatnya berubah-ubah sepanjang waktu, kadang bikin baper kadang cuek huft tapi yaudahlah.." Bada menutup wajahnya dengan kedua tangannya dan felix hanya memperhatikan bada yang sedang pura-pura tidur, lalu felix bertanya pada sieun dengan gestur wajahnya menggunakan bahasa tubuh.


"Is she ok?" bisiknya pelan tapi tak terdengar dan dia menunjuk ke arah bada dengan tangannya yang membentuk huruf O pertanda ia mengatakan.


"Apa dia baik?" dan sieun pun mengerti.


"Oh ok ok" menunjukkan tangannya yang membentuk huruf o pada felix pertanda ia baik-baik saja. Dan felix pun mengangguk pertanda mengerti lalu ia pergi ke bangkunya. Saat tiba di bangkunya.


"Jin apa kamu tau bada kenapa?" Hyunjin melihat ke arah bada dan ia hanya tersenyum dan berbisik.


"Sssstt" menautkan jari telunjuknya di bibirnya felix menatapnya serius tapi hyunjin tidak menanggapinya lalu felix beralih menatap ke arah bada, ia khawatir padanya.


Bel masuk pun berbunyi saatnya mereka untuk belajar dan mengasah otak mereka dipelajaran matematika, di setiap pelajaran bada terlihat tidak bersemangat seperti biasanya ia hanya diam tertidur sedangkan sieun sibuk dengan tugasnya sebagai sekretaris jadi tidak ada waktu dengan bada.


Akhirnya bel istirahat pun berbunyi, sieun masih sibuk dengan tugasnya.


Bada pun keluar dari kelas untuk mencari udara segar sekaligus menjauh dari hyunjin, saat ini ia tidak tau mengapa walaupun tidak ada komitmen apapun diantara mereka, dan tidak ada siapapun yang mengatakan suka tapi bada sangat kesal pada hyunjin yang bersikap seolah-olah mereka tidak saling kenal dan berubah-ubah setiap waktu padanya, bada pun merasa hyunjin hanya ingin mempermainkannya dan membuatnya baper saja jadi ia sedikit menjauh dari hyunjin.


Setiap melihat hyunjin kini dadanya sesak dan sakit seakan-akan ingin mengutarakan sesuatu tapi tidak bisa dan hanya bisa diam saja meratapi nasibnya.


Bada pun duduk terdiam di bangku taman dengan banyak bunga-bunga disana seraya menyiram tanaman itu untuk menghilangkan rasa bosan dan memastikan taman tetap bersih karna tugasnya sebagai seksi kebersihan, tidak jauh dari taman kecil ada lapangan bola, bada melihat kesana ada siswi pria yang sedang bermain sepak bola.


Lalu ia pun kembali duduk di bangku taman seraya melamun.


"Ekhem.." Suara berat itu ah felix ia tau itu dia, lalu felix pun duduk di sampingnya seraya membawa minuman kaleng lalu memberikannya satu untuk bada.


"Ini.."


"Oh makasih lix.."


"You're welcome, buy the way ngapain disini sendirian?"


"Entahlah.. aku juga gak tau.. mungkin cuma cari udara segar aja" Felix meminum minumannya seteguk menaikkannya ke atas agar ia bisa meminumnya lalu menatap ke arah lapangan, lalu bada juga meminum minumannya sekali teguk tapi banyak dengan imut menggembungkan pipinya dengan isi minuman disana, felix memperhatikan ke arahnya seraya tersenyum manis.


"So cute.." serunya jujur dan bada sedikit kaget seraya berusaha menelan minumannya yang masih tertinggal ia simpan di kedua pipinya, lalu menatap ke arah felix dan felix menatapnya juga mata mereka pun bertemu setelah beberapa detik felix pun beralih menatap ke arah lain berusaha mengalihkan pemikirannya yang tidak-tidak pada bada.


"Ingat bada itu milik hyunjin.. aku tidak boleh memikirkan hal itu" fikir felix.


Dan bada hanya tersenyum entah mengapa ia nyaman saat berada di dekat felix, ia merasa bahwa pria itu selalu melindunginya dan selalu ada saat ia butuh seseorang disampingnya.


"Thank you felix.." seru bada pelan.


Bel masuk pun berbunyi.


"Ayo masuk.." Bada mengangguk seraya tersenyum.


Mereka pun masuk ke kelas karna pelajaran ke tiga adalah olahraga, jadi semua sibuk pergi ke toilet untuk ganti pakaian olahraga tapi hanya berlaku bagi siswi wanita saja dan tidak untuk siswi pria.


Saat bada masuk ke kelas.. tiba-tiba


"AAAAAAAAAAAAA!!!"