WAITING FOR YOU(Hwang Hyunjin)

WAITING FOR YOU(Hwang Hyunjin)
Ikan buntal



Ting.. Tong.. Ting.. Tong..


Akhirnya bel istirahat pun berbunyi, semua siswa rehat sejenak dari semua pelajaran yang bikin otak ngebul tidak terkecuali bada, sieun, felix dan hyunjin.


Ting.. Tong..


Ada satu notifikasi dari ponselnya dan ternyata itu dari grup chat.


"Ayo ke kantin aku lapar euaaaang ใ… ใ… " tulis han disana.


"Asik yeay makaaaaan.." balas changbin.


"Hyung mau traktir?" balas IN dengan beberapa sticker lucu.


"Iyaa aku yang traktir hahaha" balas han ponselnya di bajak oleh seungmin, karna mereka satu kelas.


"Aaaaa tidaaak... seungmin bajak ponselku guys" balas han.


"Ayolah guys ini akhir bulan, aku tidak memiliki cukup uang" balas han lagi.


Bada melirik ke arah hyunjin dan ternyata pria itu sedang memainkan ponselnya dan sedang membaca pesan dari grup chat seraya mengobrol dengan felix.


"Tolong aku lee know hyung ๐Ÿ˜ญ" Han memanggil lee know untuk membelanya karna ia memang lebih dekat dengan lee know ketimbang hyunjin yang seperti tom and jerry dengan lee know.


Dan lee know hanya membaca pesan dari han lalu setelahnya membalas mengirimkan foto-foto kucingnya yaitu Sondongdor singkatan dari soonie dongie dan dori. Tingkah lee know memang random.


"Wah lucu-lucu banget kucingnya kak.." balas sieun.


"Iyaa dong hahaha" balas lee know, kini sieun sudah tidak kudet lagi tentang grup chat.


"Ayo da ke kantin.." Seru sieun.


"Eh tunggu tapi aku bawa bekal.."


"Gapapa laaah bawa aja nanti makan disana.. ayo aku laper nih.." seru sieun.


"Ciee yang baru gabung di grup hehe" seru bada kini menggoda sieun.


"Hehe iyaa.." Hyunjin dan felix pun berjalan melewati bada dan sieun untuk pergi ke kantin, sieun menunjuk mereka dengan wajahnya dan menyuruh bada untuk mengikutinya.


"Duluan yaa.." seru felix seraya tersenyum melambaikan tangannya ke bada dan sieun. Bada mengangguk seraya tersenyum pada felix.


"Hmm yaudah ayo.." Bada pun setuju dengan sieun lalu mengikuti ajakannya.


...****************...


Mereka pun tiba di kantin begitupun hyunjin dan teman-temannya, lalu pada saat bada akan duduk di bangku yang sedikit lebih jauh dari mereka, felix pun mengangkat tangannya.


"Bada, sieun, disini.." serunya seraya sedikit berteriak, alhasil semua mata tertuju pada mereka.


"Duh gimana nih da.. felix manggil kita buat duduk disana" Bada hanya menunduk malu lalu anak-anak pria teman dari felix dan yang lain menarik lengan bada dan sieun untuk duduk di bangku dengan hyunjin and the gang.


Mereka pun mengikuti kemana arah pria itu membawa mereka lalu akhirnya sampai di meja felix hyunjin juga teman-temannya.


"Ayo duduk" seru felix penuh keramahan, lalu mereka pun duduk seraya malu-malu dan yang lain hanya tersenyum ke arah mereka.


Bada melihat ke arah hyunjin yang ada di hadapannya tapi pria itu hanya fokus pada ponselnya.


"Sudah makan? mau aku pesankan?"


"E-eh gak perlu lix.. kita bawa bekal kok.."


"Oh ok mana bekalnya? ayo makan.." Sieun pun mengeluarkan bekal bada yang ia sembunyikan di bawah meja sedari tadi.


"Cuma 1 bekalnya?"


"Eee i-iya ini berdua hehe" Sedangkan saat di buka di bekal itu hanya terisi sekotak sandwich yang hanya di peruntukkan untuk satu orang. Felix tersenyum manis melihat tingkah mereka berdua.


"Ayo makan sieun.." bisik bada pelan.


"Kamu aja da yang makan.. aku tiba-tiba kenyang" Bada memejamkan kedua matanya seraya menggulum bibir bawahnya, lalu mengambil satu sandwich dan memakan sandwich itu sekaligus, kini pipinya mengembung sudah mirip seperti ikan buntal.


Hyunjin berusaha menahan senyum namun pada akhirnya dia tersenyum juga dan bada yang melihat hanya diam menahan malu. Dan sieun juga tersenyum.


"Dasar bada.." Serunya pelan.


IN juga terkekeh seraya menatap han


Hyunjin hanya diam sedari tadi tapi diam-diam memperhatikan bada dan felix menyadarinya.


"Ekhem.." Mereka semua tersenyum mendengar deheman dari felix sepertinya mereka semua tau bahwa bada dan hyunjin ada sesuatu, In dan felix telah cerita soal kejadian kemarin pada han, changbin. seungmin dan lee know kecuali bada, sieun dan hyunjin.


Hyunjin beralih menatap ke arah ponselnya saat bada berbalik menatap kearahnya.


"Gimana da enak?"


"Hmm? ah mmm" seru bada yang tidak bisa menjawab karna sedang makan, ia hanya menunduk malu mengiyakan perkataan felix lalu menutup mulutnya dengan tangannya. Felix sangat gemas pada bada, enggak tau aja dia juga cutenya kaya apa.


Saat sedang makan hyunjin entah kenapa saat ini ia terus memperhatikan bada dan pada saat bada menyadarinya ia pun tersedak kecil lalu batuk-batuk.


Uhuk.. Uhuk..


"Eh kamu gapapa kan da?" Bada hanya mengangguk mengiyakan sieun. Akhirnya minuman yang dipesan mereka pun tiba, felix langsung memberikannya pada bada. Bada mengangguk seraya mengatakan


"Makasih yaa.. " lalu meminum minuman yang di berikan felix. Yang lain sedang sibuk dengan ponselnya masing-masing.


"Eh iyaa guys gimana persiapannya buat minggu depan?" Seru han membuat mata bada dan sieun membulat seketika tidak mengerti.


"Iyaa udah 80%" seru seungmin seraya mengangguk.


"Emang minggu depan ada apa yaa..?" Seru sieun penasaran.


"Minggu depan kita tampil di festival kecil untuk acara ulang tahun perusahaan, oh iyaa kita belum kasih tau kamu yaa.." seru han.


"Gimana, apa kamu ada waktu minggu depan buat nonton kita?" seru felix.


"Wah pasti seru da, nonton yuk.." bisik sieun pelan.


"Ternyata mereka juga punya kegiatan dance di luar sekolah ya, wah keren banget" batin bada seraya mengangguk mengiyakan perkataan sieun.


"Wah emang kita boleh ikut yaa?"


"Boleh dong.. acara ini kan di peruntukkan untuk umum so jadi kalian boleh ikut"


"Yes..!!"


"Yaudah nanti kita omongin lebih lanjut di chat aja. Bentar lagi masuk.."


"Yaudah ok"


Mereka bersiap-siap untuk pergi ke kelas, Bada dan sieun berjalan kecil seraya terpapah-papah sedikit lebih jauh mengikuti felix dan hyunjin dari arah belakang, lagi-lagi semua mata tertuju pada bada dan sieun yang di sangka sedang membuntuti hyunjin dan felix padahal sebenarnya mereka hanya berjalan ke arah yang sama yaitu ke kelas.


Setelah sampai di depan pintu kelas felix dipersilahkan masuk lebih dulu namun pada saat hyunjin akan masuk karna terhalang tembok jadi para siswa di dalam kelas tidak melihat hyunjin di depan bada, mereka hanya melihat ke arah bada dan sieun. Mereka pun menutup pintu masuknya membuat hyunjin terhenti seketika dan.


Dug!


Bada yang berjalan sambil menunduk itu akhirnya menabrak punggung pria yang di sukainya itu, gadis itu melihat beberapa cm ke atasnya dan ternyata ia menabrak hyunjin, bada kaget seraya menganga.


"Maaf hyunjin aku ga liat jalan.. ada apa?" Di pintu terdapat tulisan "BADA DAN SIEUN DILARANG MASUK KELAS!". Dan mereka pun melihatnya, lalu saat siswa itu sadar ada hyunjin di luar merekapun membukakan pintunya.


Setelah terbuka.


"Maaf hyunjin.. aku kira tadi ga ada kamu di luar.." Hyunjin me roll eyes matanya lalu menahan pintu agar terbuka lebih luas dengan tangan kanannya, Hyunjin mengarahkan bada dan sieun agar masuk ke kelas dengan wajah tampannya dan mereka menurut dan masuk ke dalam kelas.


Lalu setelahnya hyunjin melenggang masuk melewati gadis tadi begitu saja pergi ke bangkunya, Felix mengacungkan kedua jempolnya pertanda ia bangga pada tindakan hyunjin tadi, patut di acungi jempol.


Gadis itu pun merasa kesal karna di cuekin oleh hyunjin, bada duduk dikursinya seraya tersenyum kecil ia senang karna hyunjin membelanya walaupun ia tidak mengatakan apapun.


"Hyunjin keren ya da.." bisik sieun pelan. Bada mengangguk mengiyakan perkataan sieun.


"Eh ngomong-ngomong kaki kamu udah di periksa belum ke rumah sakit da?" Hyunjin merasa tertarik dengan apa yang sedang di obrolkan sieun pada bada, karna itu adalah informasi yang ingin dia dengar, dan ia juga ingin menanyakan itu langsung pada bada namun takut jika gadis itu malah salah faham dengan maksudnya. Karna hyunjin tidak tau bagaimana caranya bertanya yang baik pada perempuan ia takut salah dalam bersikap.


"Emmm engga, nanti aku minta di pijit aja, nanti juga sembuh sieun"


"Eh jangan gitu da takutnya ada sesuatu atau nanti jadi bengkak kaki kamu kalo gak ditangani ahlinya, kan kalau ke dokter lebih aman"


"Iya sieun nanti aja.. aku masih bisa jalan kok..jadi tenang aja yaa.." seru bada seraya tersenyum.


"Dasar bada keras kepala banget sih.. yaudah terserah kamu." sieun marah karna khawatir pada bada.


"Iya..iya.. nanti aku ke rumah sakit. puas?" sieun cemberut lalu setelahnya tersenyum saat bada menurut padanya.


Hyunjin mengangguk ia tenang sekarang akhirnya bada mau memeriksakan dirinya ke dokter jadi ia tidak perlu repot repot menanyakan langsung padanya.