
Bada masih malu akan kejadian tadi jadi ia senyum senyum sendiri dan hyunjin menatapnya seraya ikut tersenyum tapi pada saat bada melihat ke arahnya, ia pura-pura seperti tidak terjadi ada apa-apa diantara mereka, mereka pun terus berlatih gerakan dance dan lee know memperhatikan mereka seraya tersenyum dan mereka saling bertukar pandang satu sama lain ke arah hyunjin.
"Ada apa tuh..?" bisik lee know pelan, dan seungmin hanya menggeleng pelan seraya menaikkan kedua lengannya tidak tau.
Han masih bertanya.
"Ada apa?" dengan gestur wajahnya in menggeleng tidak tau seraya menaikkan sebelah tangannya dan changbin hanya mondar mandir karna bingung, dan felix tersenyum palsu, ia tau pasti sudah ada apa-apa di antara mereka, mereka masih saling mengode satu sama lain.
Hyunjin pun menyadari sesuatu dan segera menjauh dari bada, gadis itu melihat ke arah hyunjin yang menjauh darinya menghampiri teman-temannya lalu mereka kembali bertindak normal pura-pura tidak tau apa-apa.
"Ok semuanya sudah bisa..?" lee know bertanya pada semua anak dance.
"Iyaa kak.."
Sedangkan bada menggeleng pelan seraya panik, hyunjin hanya tersenyum melihat tingkahnya, teman-teman hyunjin saling mengode lagi melihat tingkah hyunjin yang sedikit berbeda dari biasanya.
"Oh tidak ini lebih susah dari pada lagu kemarin" batin bada, bada merasa kesulitan saat mempelajarinya
"Ini berbeda sekali dari gerakan yang aku pelajari sebelumnya yaitu gerakan dance Twice-what is love huaah DNA - BTS sangat susah T_T" batin bada seraya menghela nafas panjang.
Tidak hanya bada kelihatannya sieun juga sama kesulitannya dengan bada apalagi ia sebelumnya juga gagal dalam tes kemarin, sepertinya ia telah kehilangan mood saat ini bada bisa melihat itu, mungkin karna ada kak lee know laah ia berusaha berlatih keras saat ini.
"Sieun.. sieun.." seru bada menggeleng pelan tapi naasnya dia juga sama seperti sieun, ada di eskul dance karna hyunjin tapi setidaknya ia sedikit lebih unggul karna lulus tes hehe.
Hyunjin juga sadar ia sedikit berubah saat ini karna bada, tidak tau sejak kapan, tapi ia merasa harus bersama dengan gadis ini ia merasa tertarik padanya.
Mungkin bada tidak tau tapi sebenarnya hyunjin sudah memperhatikan gadis itu sejak lama. Sejak masuk ke sekolah ia selalu melihat gadis itu seorang diri, tidak ada seorang pun disisinya, dan terlebih dia selalu memperhatikannya secara diam-diam tanpa bada tau sebenarnya ternyata ia lebih peka dari yang terlihat dan sadar akan sikap dan perasaannya selama ini.
Mungkin pada awalnya ia sedikit risih tapi lama-lama ia jadi tertarik dan penasaran pada bada, dirinya tidak munafik sebagai seorang pria ia juga melihat bada sebagai gadis yang cantik dan menggemaskan, selama 2 tahun terakhir ini ia hanya memperhatikannya diam-diam sama seperti bada tapi tanpa di ketahui siapapun dengan caranya.
Ia selalu bersikap cuek namun sebenarnya ia hangat di dalam, hanya karna ia tidak menunjukkan perasaannya saja pada bada.
Dan akhir-akhir ini karna satu kelas dengan bada akhirnya ia jadi dekat dengan gadis itu, ia juga senang akhirnya bada tidak sendiri lagi dan memiliki seorang teman yaitu sieun.
Karna sieun, bada jadi lebih terbuka dan ceria. Tapi sampai saat ini ia masih belum yakin pada perasaannya, ia masih belum tau apakah ia perduli karna simpati atau karna ia cinta padanya, yang jelas perasaanya kali ini pada bada masih pada tahap rasa suka yang belum terlalu mendalam.
Hyunjin tau ia sedikit kejam pada bada karna telah mempermainkannya dengan menciumnya, mungkin saat ini gadis itu telah berespektasi tinggi padanya, ia tidak tau saat itu ia hanya ingin gadis itu yakin bahwa ia perduli padanya. Tapi sikapnya yang memang cuek sedikit sulit di ubah, mungkin bada harus sedikit bersabar padanya saat ini.
Yang jelas hyunjin belum menyadari perasaanya pada bada, ia hanya merasa harus berada di sampingnya dan melindunginya.
Hyunjin terhanyut dalam lamunannya lalu felix menyadarkannya dengan menepuk pundaknya, lalu ia pun tersadar.
"What's wrong with you man?!"
Hyunjin pun tersenyum dan menggeleng pelan.
"Ok ayo semuanya bentuk kelompok 7 orang 7 orang.." seru lee know.
"Duh gimana nih aku belum bisa, gerakannya susah banget" Bada juga mengangguk setuju dengan perkataan sieun.
"Yaudah kalo gitu coba kamu bilang dong ke kak lee know.."
"E-eh kok aku? oh iyaa aku inget kamu kan selalu nyuruh aku buat nurut sama kamu dan akhirnya kamu liat aku jatuh kan.. nah gimana sekarang aku yang nyuruh kamu buat nurut sama aku, gantian dong.."
"Iyaa da tapi jangan sekarang deh, aku gak berani nanya ke kak lee know sekarang, liat noh lagi serius banget mukanya takutnya nanti dia marah"
"Huft yaudah deh iyaa biar aku aja.." sieun tersenyum sumringah, bada me roll eyes matanya.
Lalu bada pun menghampiri lee know yang sedang serius membentuk, lalu fokus lee know teralih ke arah bada yang menghampirinya.
"Iyaa bada ada apa?"
Lee know memang sedikit galak apalagi pada hyunjin, ia tidak segan segan melototinya jika hyunjin salah gerakan dancenya, tapi tidak hanya hyunjin saja, semuanya juga di perlakukan sama tapi sedikit berbeda jika dengan han hehe minsung addicted.
"Kak maaf aku masih belum bisa gerakannya.." seru bada pelan dengan ragu, dan lee know hanya diam seraya berfikir.
"Jadi gimana yaa kak..?"
"Hmm yaudah kamu belajar lagi aja sama hyunjin" Seru lee know meledek pada bada seraya menyindirnya ia tersenyum kecil seperti kucing, lalu bada pun kembali seraya bengong, saat lee know akan kembali fokus ke pembentukan tim kelompok, bada pun balik lagi.
"Tapi kak emang gak apa-apa kalo aku masih latihan sedangkan yang lain udah mulai tes" lee know kembali lagi ke arah bada.
"Iyaa gak papa, soalnya kamu itu kan tim cadangan jadi gak terlalu wajib untuk ikut latihan dance" Seru lee know seraya mengangguk beberapa kali lalu bada kembali pergi saat lee know kembali fokus pada pembentukan kelompok tiba-tiba bada balik lagi.
"Ada apa lagi badaaaa...?"
"Maaf kak tapi yang gak bisa itu ada 2 orang aku sama sieun" lee know menutup matanya lalu menghela nafas panjang.
"Iyaa kamu kan sama sieun tim cadangan, dan gak wajib ikut latihan jadi gak apa-apa yaa.. "
"Oh gitu yaa kak yaudah" saat akan fokus bada balik lagi.
"Apa lagi..?"
"Engga kak cuma mau bilang makasih atas pengertiannya hehe"
"Hmmm" seru lee know seraya mengangguk lalu bada pun pergi tapi han menghampiri lee know menepuk pundaknya.
"Bada nanti kakak marah nih.." saat melihat ke arah belakang ternyata itu han lalu lee know pun terkekeh dan han hanya diam tidak mengerti lalu lee know memijat pundak han.
"Ayo urus kelompoknya.." lalu han pun mulai membentuk kelompok dance.
Bada menghampiri sieun.
"Gimana da?"
"Tadi kata kak lee know kita itu tim cadangan dan gak diwajibin ikut latihan"
"Oh gitu.. tapi kok tim cadangan gak di prioritasin sih? bukannya kita juga kan harus bisa dance dengan baik ya? kalo seumpama tim inti gak bisa ikut kan kita yang ngehandle. Apa jangan-jangan kita jadi tim cadangan yang gak penting yaa buat kak lee know? atau jangan-jangan kita gabung di grup dance cuma sebagai penonton aja..?" bada sedikit berfikir.
"Benar juga yaa apa kata sieun.. tapi gak papa laah lagian awalnya juga mereka gabung niatnya cuma karna cowo" jadi bada mengabaikan ucapan sieun.
"Yaudahlah sieun gak papa jadi kita bisa santai tapi tetep gabung di grup mereka kan seru juga, jadi bisa di ajak dan liat event-event kaya kemarin tanpa harus ikut dance"
"Iyaa juga sih.. yaudah laah"
Mereka pun duduk di barisan paling akhir untuk bersantai bada memperhatikan hyunjin yang sibuk kesana kemari mengurusi kelompok dance dengan yang lain.
Lalu tibalah saatnya mereka di tes per grup menarikan lagu DNA milik BTS, setiap penampilan selesai bada dan sieun bertepuk tangan sepertinya mereka bukan tim cadangan melainkan tim sorak sorai di grup dance, akhirnya semua selesai.
"Wah mereka hebat-hebat yaa.." seru sieun.
"Iyaa keren banget dalam waktu sesingkat itu bisa nguasain gerakan sesulit itu.. wah keren banget sih.."
"Gimana bada, sieun mau maju?" seru lee know jail membuat mata bada membulat seketika dan menggeleng sedikit cepat bersamaan dengan sieun seraya tersenyum menyipitkan kedua matanya, lalu lee know pun terkekeh begitupun dengan yang lain.
"Yaudah udah beres semua kan? ayo kita penutupan latihan.."
"Ok semuanya terima kasih atas kehadiran dan partisipasi kalian untuk latihan kali ini, latihan kakak tutup ayo saatnya kita..."
"Pulaang!!" mereka pun bersiap-siap untuk pulang begitupun bada dan sieun, setelah semua sudah pulang bada dan sieun menunggu tim inti dan yaitu hyunjin dan teman-teman juga pelatihnya lee know untuk pulang.
Saat mereka keluar.
"Eh kok kalian masih disini.."
"Oh engga kak kita kan pengurus kelas jadi sambil meriksa kelas dulu udah bersih apa belum.." lee know terkekeh.
"Apa hubungannya pengurus kelas sama kalian nungguin kita..?" sieun kalah telak sedangkan bada hanya diam seraya tersenyum.
"Eeeee ada kok kak sebelum kakak keluar tadi kita udah habis meriksa kelas"
"Yaudah kenapa gak langsung pulang aja?"
"Kan sekalian aja kak bareng"
"Nah itu emang pengen bareng kan?" Sieun terkekeh bada tepok jidat ketauan niat terselubungnya.
"Yaudah deh ayo bareng.." sieun tersenyum sumringah.
"Ayo kak!" Serunya antusias.
"Oh iyaa kak ada hubungannya tau pengurus kelas sama latihan dance.. sama-sama pulangnya telat hehe" lee know tersenyum menunjukkan gigi putihnya yang rapih seraya menyunggingkan sebelah bibirnya ke atas.
Yang lain terkekeh, lalu mereka pun berjalan bersama, bada melambatkan langkahnya menunggu hyunjin di belakang dengan teman-temannya sedangkan felix diam sedari tadi, saat sampai dekat parkiran mereka pun mengambil kendaraan masing-masing.
Saat telah sampai di depan gerbang sekolah mereka pun berpisah, bada berharap hyunjin mengantarnya pulang tapi ia tidak berani bicara pada hyunjin begitupun hyunjin yang diam saja, lee know pergi dengan mobilnya yang telah dikembalikan bersama dengan han, changbin, seungmin, in sedangkan felix naik motor mungkin mereka sedang sibuk ada kegitan di luar jadi hyunjin juga pergi melewati bada dengan motornya.
Felix mengklakson motornya dan membuka helmnya.
"Da duluan yaa.." bada pun mengangguk mengiyakan maksud felix.
"Hyunjin gimana sih kok masih cuek.. Huft" Bada mengira setelah kejadian di uks tadi, ia akan berubah jadi hangat, tapi ternyata malah semakin dingin.
"Sebenarnya aku ini siapanya sih? dia anggap aku apa?" Bada mendengus kesal sepanjang jalan sampai di halte bus, lalu bada pun naik bus dan akhirnya sampai dirumah.
Saat sampai di rumah bada cemberut tapi setelahnya tersenyum senang dan tersipu malu dan ibu memperhatikannya lekat.
"Itu anak kenapa? pertama sedih lalu setelahnya senyam senyum gajelas.." seru ibu heran.
Setelah bada masuk ia pun menggendong milo yang menunggunya di pintu masuk.
"Bada.. kamu kenapa sih nak tadi cemberut, lalu tiba-tiba senyam senyum kaya orang aneh tau.." Bada berfikir sejenak.
"Emang aku gitu yaa?" batinnya.
"Huft aku gak tau harus senang apa sedih hari ini, au ah ini semua gara-gara hyunjin." batinnya lagi.
Bada pun mengabaikan ucapan ibu lalu segera masuk ke kamarnya dengan milo lalu sesampai ke kamar ia pun menyimpan milo di kasurnya dan menghempaskan tubuhnya ke kasur ia cemberut seraya menggembungkan kedua pipinya gemas.
"Sebenarnya aku ini siapa dimata hyunjin?" lalu ia pun tersenyum mengingat hyunjin saat menciumnya tapi teringat kembali akan sikapnya tadi, setiap gadis pasti ingin memiliki kepastian setelah apa yang dilakukan pria itu padanya tadi.
Bada pun segera bangun dan mengambil ponselnya dan membuka grup chat, tidak ada notifikasi disana.
"Lihat, bahkan menghubungi lebih dulu pun tidak."
"Apa benar yaa hyunjin hanya ingin mempermainkannya saja? dia hanya ingin membuatnya baper saja?!" batin bada.
"Kalo benar aku akan melupakan dan mencapakannya lebih dulu." seru bada kesal tapi setelahnya.
"Aaaaa tapi gak bisaaa.. "
"Aku sudah terlalu lama memendam perasaan ini padanya, aku tidak bisa mencampakannya begitu saja" bada pun melempar ponselnya ke kasur sembarang lalu menjenggut rambutnya dengan kedua tangannya dan kedua kakinya menendang-nendang selimut, ia pun mengumpat dirinya dalam hati seraya mendengus kesal.
Jadi bada pun bertanya pada sieun dan meminta saran padanya.
"Sieun kamu udah nyampe rumah belum? balas"
Ting.. Tong..
"Oh bada.." Lalu sieun pun mengetikkan beberapa kata di keyboard ponselnya.
"Udah baru aja, ada apa?"
Ting.. Tong..
Lalu bada pun menelpon sieun membuatnya kaget lalu menekan tombol hijau untuk membalas telpon dari bada.
"Iyaa ada apa da?"
"Sieun..." bada pun merengek seraya menangis sesegukan.
"Kamu kenapa da? ada apa?"
"Sieun aku harus gimana aku bingung.." masih merengek.
"Bingung kenapa?" sieun langsung mengerti.
"Oh soal hyunjin ya..? kenapa dia ngapain kamu?"
"Kok kamu tau sih?"
"Iyaa laaah sieun, aku kan punya indra ke 7 hehe"
"Ih apasih sieun jangan ngelucu aku lagi galau nih huaaa"
"Galau kenapa? hyunjin ngapain kamu?"
"Engga ngapa-ngapain cuma dia bikin hati aku sakit, aku bingung setelah kejadian itu dia malah tambah cuek, harusnya kan dia ngasih kepastian ke aku tapi malah di cuekin dan gak di kasih perhatian, gak ada perubahan apapun huaa"
"Oh harusnya tadi juga dia nganterin kamu pulang kan? Tapi dia malah pulang duluan yaa.."
"Nah iyaa kan? terus aku harus gimana sieun?" masih merengek.
"Bahkan ngomong dan ngechat pun engga, sebenarnya aku ini siapa sih buat dia? masa gak berarti apa-apa sih.. huaa"
"Udah udah jangan nangis berisik tau.. kalo gitu kamu chat duluan aja"
"Ih masa cewe duluan sih? gengsi tau.."
"Ya gak papa lah dari pada kamu setres mikirin ini terus"
"Oh gitu yaa yaudah aku chat deh duluan.."
"Nah gitu dong jangan gengsi-gengsi kalo dua-duanya gengsi yang ada gak akan pernah dimulai hubungan diantara kalian berdua.." bada berfikir.
"Iyaa juga yaa terus chatnya gimana?"
"Terserah kamu laah.. kalo soal itu aku gak mau ikut campur.."
"Hmm yaudah deh iyaa.. makacih yaa cieun udah bikin aku tenang, aku mau langsung chat hyunjin, tapi kalo dia gak bales gimana?"
"Jangan mikir macem-macem dulu, udah chat dulu aja"
"Iyaa iyaa yaudah deh aku tutup yaa"
"Hmm"
Bada pun menutup telfonnya lalu beralih mengetikkan beberapa kata untuk hyunjin.
"Hi hyunjin, ini bada.. maaf udah chat tanpa izin sebelumnya, aku chat cuma mau minta maaf soal kejadian di uks tadi, mungkin kamu lagi gak berfikir jernih makannya kamu lakuin itu ke aku, gapapa kok aku bisa ngerti dan aku gak marah, yang kamu lakuin ke aku mungkin sebuah kesalahan tapi aku gak menyesalinya sedikitpun, dan aku juga bukan siapa-siapa kamu jadi gak ada hak buat marah, gak apa-apa gak usah difikirin, tapi tolong jangan mainin perasaan aku, udah gitu aja :)" Bada pun menekan tombol kirim pada hyunjin.
Ting.. Tong..
Hyunjin tertidur lelap karna kecapean, jadi pesan bada belum ia baca dan balas sedangkan bada lama menunggu balasan darinya, pikiran-pikiran jahat berkecamuk di otaknya.
"Kenapa hyunjin belum juga membalas pesannya? apa ponselnya kehabisan batre atau memang aku tidak penting untuknya jadi tidak di prioritaskan?" fikir bada
"Oh iyaa mungkin memang begitu.." batin bada, lalu ia pun menangis sesegukan memeluk gulingnya lalu ia pun tertidur seraya masih menangis memeluk gulingnya.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Pagi pun tiba bada masih setia tertidur dengan kedua matanya yang sembab karna menangisi hyunjin semalaman, ia belum bangun sedari tadi, lalu ibu pun masuk ke kamar untuk membangunkan bada menggeser gordennya hingga cahaya matahari menyeruak masuk ke kamarnya melalui jendela.
"Bangun bada ayo udah siang.."
Bada tidak ingin bangun rasanya saat ini tubuhnya sangat lemas tidak kuasa untuk bangun.
"Ayo bangun.."
"Bu kayanya aku gak sanggup bangun badan aku lemes banget.."
"Oh yaa kenapa?" ibu pun memeriksa suhu tubuh bada lewat dahinya dan ternyata tubuh bada sangat panas.
"Badan kamu panas sekali nak, yaudah kalo gitu hari ini libur dulu aja yaa, nanti ibu telfon guru kamu.." bada pun mengangguk lesu, lalu ia tidur lagi, tapi sebelum itu ia paksakan untuk bangun mengambil ponselnya untuk menghubungi sieun lalu mengetikkan sesuatu di keyboard ponselnya.
"Sieun kayanya hari ini aku gak masuk sekolah karna demam, jangan kangen aku yaa hehe π" Setelah selesai ia pun menyimpan ponselnya di meja dekat kasur lalu kembali tertidur, ibu ke bawah dan tiba kembali membawa kompresan untuk mengompres bada.
Sieun yang sudah ada di jalan untuk pergi ke sekolah pun membaca pesan dari bada.
"Yaaah sakit, pasti karna kefikiran hyunjin terus" serunya seraya menggeleng pelan lalu segera membalas pesan bada.
Ting.. Tong..
"Iyaa da udah jangan banyak mikir macem-macem yaa istirahat aja.. selamat istirahat π nanti aku tulis sakit di absen kamu.."
Ting.. Tong..
Bada pun kembali mengambil ponselnya dan membaca pesan dari sieun.
"Mikir macem macem? iyaa sih.." lalu ia me roll eyes matanya.
"Iyaa iyaa jangan bawel aku mau istirahat dulu bye"
Ting.. Tong..
Sieun pun hanya membaca pesan bada lalu melanjutkan perjalanannya, tak lama ia pun sampai di sekolah.
Hyunjin tiba sedikit terlambat ke sekolah dengan felix lalu ia pun duduk di kursinya, semuanya telah masuk kelas ia melirik ke arah kursi bada namun kursi itu masih kosong dan bada tidak ada disana, ia fikir mungkin ia akan terlambat nanti.
Felix yang tiba sedikit heran tumben sekali bada belum tiba di kelas biasanya ia selalu tiba sebelum mereka tiba disana, lalu felix pun mengode bertanya pada sieun dengan bahasa tubuh karna sudah ada guru disana.
"Hah?" Tapi sieun tidak mengerti maksud felix jadi ia mengabaikannnya. Felix pun me roll eyes matanya dan guru pun mulai mengabsen nama siswa satu per satu dimulai dari abjad awal sampai akhir pada saat abjad huruf nama bada.
"Park Bada.." tidak ada yang menjawab, lalu tak lama sieun pun tersadar.
"Park Bada.."
"Oh Park Bada sakit bu.."
"Oh sakit apa?"
"Demam bu.."
"Oh iyaa sudah menghubungi wali kelas?"
Felix pun kini mengerti mengapa bada tidak ada hari ini karna ia sakit ia jadi tidak masuk begitupun hyunjin ia langsung memikirkan sesuatu.
"Apa ini karna dirinya?" fikir hyunjin.
"Belum bu, nanti biar aku aja ke kantor bilang sama wali kelas"
"Oh ok" lalu bu guru pun melanjutkan absennya.
Tak terasa pelajaran pertama pun telah selesai saatnya beralih dan berganti ke pelajaran kedua, hyunjin menatap ke luar jendela menatap ke arah langit yang membentang luas lalu felix pun menepuk pundak hyunjin.
"Bagimana kalo pulang sekolah kita jenguk bada.." Hyunjin pun hanya mengangguk setuju menyiyakan niat felix.
"Ok nanti aku bilang sieun"
"Hmm"
Jam istirahat pun berbunyi hyunjin membulak balikkan ponselnya ia bingung apakah ia harus menanyakan kabar bada atau tidak lalu ia pun memerika ponselnya yang sebelumnya belum ia sentuh dan ada satu notifikasi pesan disana dan ia belum membacanya bisa-bisanya belum ia baca, dan itu dari nomor yang tidak dikenal ternyaya hyunjin belum menyimpan kontak bada diponselnya ckck. Karna sebelumnya ia hapus lagi kontaknya.
Tapi ia tau saat melihat foto profil foto darwin yang ia kenakan, karna ia telah melihat kontak bada sebelumnya di grup, hyunjin membaca pesan bada dengan hati-hati, ia pun tersenyum saat bada berkata.
"Ia tidak menyesalinya" lalu hyunjin pun mengetikkan sesuatu disana beberapa kali karna selalu kembali menghapusnya.
Ting.. Tong..
Bada sedang tertidur di kasurnya lalu ibu pun tiba dengan membawa makanan dan obat untuk bada lalu menggangti kompresnya, bada menolak untuk ke rumah sakit karna ini hanya demam biasanya fikirnya tapi alasan sebenarnya di balik itu adalah karna ia takut jarum suntik.
Bada perlahan mengambil ponselnya yang ada di meja tapi ia simpan lagi karna harus memegang makanan seraya masih tidur di kasur.
"Ayo makan dulu, abis itu minum obat"
"Aaah aku sedang tidak berselera makan saat ini bu.."
"Paksain soalnya kamu harus minum obat jadi makan dulu.. kamu mau cepat sembuh gak?" Bada pun merengek dan bangun untuk duduk dan makan makanannya perlahan seraya di suapi ibu, lalu ia pun mengambil ponselnya lagi dan melihat ada satu notifikasi disana dan itu dari hyunjin?! lalu seketika ia pun tersedak.
"Uhuk.. Uhuk.."
"Kenapa sih nak? Makannya pelan-pelan dong.." Bada mengabaikan ucapan ibu lalu antusias membaca pesannya, ibu pun memberikannya minum dan bada meminumnya perlahan.
"Jangan banyak berfikir.. istirahat laah.." Tulis hyunjin disana, bada pun merasa sangat berbunga-bunga hanya dapat pesan seperti itu saja seketika ia jadi bersemangat dan melupakan kegalauannya sebelumnya pada hyunjin, lalu ia pun makan dengan lahap sampai pipinya menggembung seperti ikan buntal, hamster dan tupai juga han hehe.
Ibu hanya tersenyum melihat putrinya yang tiba-tiba sangat bersemangat itu, setelah selesai makan ia pun meminum obatnya, setelah selesai ibu pun keluar dari kamarnya lalu bada mengetikkan sesuatu disana.
"Baiklah aku akan istirahat.."
Ting.. Tong..
Hyunjin membacanya seraya tersenyum lalu bada pun menyimpan ponselnya di meja.
"Ternyata benar apa kata sieun kalo kita sama-sama gengsi dan tidak mau memulai gak akan pernah di mulai hubungan diantara aku dan hyunjin" batin bada.