WAITING FOR YOU(Hwang Hyunjin)

WAITING FOR YOU(Hwang Hyunjin)
Menjenguk Felix



Braakk!!


Semua makanan yang sebelumnya felix makan saat bermain game tadi semuanya jatuh ke lantai, karna sebelumnya felix menyimpan semuanya asal begitu saja di lemari pendingin, ia tidak berekspektasi bahwa teman-temannya akan datang hari ini untuk menjenguknya, jadi felix pun bersantai dan bermain game tapi pada akhirnya jadi berakhir seperti ini.


Felix menutup wajahnya dengan satu tangan menahan rasa malunya dengan ekspresi wajah yang cute, tapi masih terlihat karna sebelah matanya mengintip lewat celah-celah tangannya, semua sontak menoleh ke arah changbin dan lemari pendingin.


"O-O-W.." seru han dan jeongin bersamaan.


"O-o-w.." seru seungmin menambahkan.


"Maaf" seru changbin seraya mengangkat kedua tangannya ke atas pertanda bahwa ia tidak akan menyentuh apapun lagi.


Sieun pun seketika segera menghampiri changbin dan berniat untuk membersihkan makanan yang terjatuh tadi begitupun changbin, tapi di tahan oleh felix yang juga telah menghampiri mereka dan segera membersihkan sisa makanan yang terjatuh tadi lebih dulu.


Mengumpulkan semuanya jadi satu, bada juga tadinya ingin berniat membantu, namun felix menghentikannya seraya tersenyum.


"It's okay.. biar aku saja yang bersihkan semuanya, please wait a moment everyone.." seru felix penuh keramahan tersenyum pada semua orang sedangkan hyunjin menatap tajam ke arah bada dan felix terlihat tidak suka melihat kedekatan mereka.


Felix segera mengambil sarung tangan, sapu kecil juga tempat sampah dan serokan kecil, ia segera membersihkan semuanya dan memasukkannya ke tempat sampah, beralih mengambil kain pel dan mengepel hingga bersih sampai akhirnya jadi kinclong.


Saat semua telah kinclong bada dan sieun pun melanjutkan kembali kegiatan mereka yaitu memotong buah, setelah selesai bebersih felix pun duduk dengan lelah di sofa seraya mengelap keringat yang bercucuran di dahinya, changbin menghampiri anak-anak yang sedang bermain game han, jeongin dan seungmin.


"Jadi apa yang kau lakukan sebelumnya? mengapa ada banyak sisa makanan di lemari pendinginmu felix?" Felix pun menghela nafas panjang.


"Actually tadi aku bangun kesiangan, so i didn't go to school, and then i played games sambil makan makanan, when i knew you would come to visit dengan panik aku pun memasukkan sisa makanan itu ke lemari pendingin, finally you guys see what happens next"


"I'm sorry guys for all my lies" felix memenjamkan kedua matanya lalu meminta maaf atas kebohongan yang ia katakan sebelumnya, tapi hyunjin jadi kesal padanya.


"Mengapa kau bisa bangun kesiangan?! bukankah kau selalu memasang alarm di ponselmu?! katakan padaku apa alasannya?! biasanya kau selalu tepat waktu, tapi hari ini!" felix hanya diam tidak menjawab pertanyaan hyunjin, sangat tidak mungkin baginya untuk menjawab pertanyaan itu saat ini, jika ia mengatakan alasan sebenarnya ia bangun kesiangan adalah karna mabuk berat cemburu pada mereka berdua, pasti hyunjin akan jadi gutsar dan marah padanya.


Apalagi sebelumnya lee know berkata bahwa mereka telah menjalin suatu hubungan, apakah mungkin ia bisa mengatakan itu semua saat ini? semua pun pasti berfikiran sama sepertinya dan jawabannya adalah tidak! itu semua malah akan semakin memperkeruh suasana pertemanan di antara mereka yang kini sedang terguncang karna seorang gadis itu.


"Hey jawab aku! Semalam kau habis dari mana hingga bangun kesiangan?! Cepat katakan!" Semua mata tertuju pada hyunjin yang sedang bertanya tegas pada felix.


"Ok ok i'll be honest with you guys, but wait, why are you so angry with me hyunjin?! What is your problem?! Do you know anything?" Hyunjin pun seketika jadi gugup ia takut ketahuan oleh mereka, ia marah karna kesal pada felix, karna dirinya posisinya kini terpojok, ia jadi di manfaatkan dan di peras oleh erik agar menjauhi bada.


"Tidak, hanya tumben saja kau bangun kesiangan hari ini." seru hyunjin berubah dengan nada datar.


"Ayolah setiap orang pasti ada masanya bangun kesiangan, contohnya aku" seru han mengedipkan sebelah matanya seraya bergaya dengan menunjukkan angka 2 ditangannya, hyunjin hanya me roll eyes matanya.


"Benarkan hyung?" seru han pada lee know, lee know mengangguk setuju membuat sieun memperhatikan ke arah mereka curiga dan dengan ekspresi kesal, karna ucapan seungmin sebelumnya ia jadi mengira lee know itu penyuka sesama jenis jadi ia kesal melihat kedekatan lee know dan han, bada hanya menatapnya heran karna ia memotong buah dengan kesal.


"Hmm benar-benar, lalu apa masalahmu hyunjin?! mengapa kau tiba-tiba marah padanya?! Apakah ada sesuatu yang kau sembunyikan dari kami semua?" seru lee know dengan nada tegas, semua pun menatap ke arah hyunjin dengan tatapan penasaran karna memang sikap hyunjin terlihat aneh akhir-akhir ini mereka jadi cemas dan berasumsi pasti ada sesuatu yang terjadi padanya, hyunjin pun hanya menggeleng ragu.


"Baiklah kalo begitu biarkan felix jelaskan dulu apa alasannya?, mengapa ia bisa bangun kesiangan? Setelah itu baru kau timbali, kalau begitu, ayo felix bicaralah" felix mengangguk.


"Tunggu dulu.. Taraaaaa!! buah sudah siap..." seru sieun seraya membawa buah dan menaruhnya di meja depan sofa, begitupun dengan bada, lalu felix tersenyum ke arah bada dan mereka ikut duduk di sofa yang berada di sebelah kanan hyunjin.


"Ow thank you" seru felix, hyunjin hanya diam dengan ekspresi kesal, lalu lee know pun mengambil garpu kecil yang di tusukkan di atas buah, dan memakan buah itu perlahan.


"Hmm ok, jadi malam tadi, aku pergi ke kedai minuman, dan minum disana.." semua pun terkejut dengan penuturan felix.


"Whaaaat?!" seru han kaget, jeongin menganga kaget dan seungmin menutup mulutnya dengan kedua tangan seraya berekspresi cute keget sedangkan changbin pun diam dengan ekspresi kagetnya.


"Benarkah?" Seru han lagi.


Gotcha! hyunjin telah mengetahui informasi itu sebelumnya, ternyata benar apa yang dikatakan erik, tapi ia tidak percaya sepenuhnya pada keseluruhan cerita erik ia hanya percaya pada felix, sebelum felix yang mengatakan keseluruhan ceritanya padanya ia tidak akan percaya pada siapapun, kini ia jadi teringat kembali apa yang erik katakan padanya sebelumnya bahwa ia harus menjauh dari bada, ia pun menatap hangat ke arah bada dan saat bada melihat ke arahnya ia menatap ke arah lain.


"Mengapa kau minum-minum di usia begini?! apa kau sudah merasa legal huh?! memangnya mengapa kau minum? apa kau memiliki masalah? ceritalah pada kami siapa tau kami bisa bantu" seru lee know.


"Aaah tidak ada masalah apapun hyung hanya ingin saja, maybe i just miss my family a lot, especially my younger sister, my older sister dan my mother"


"Aaaa jadi begitu... kau sudah dengarkan alasannya hyunjin?" hyunjin pun hanya diam tidak menjawab dengan ekspresi kesal lalu membuang muka pelan.


Felix sedikit berbohong lagi tapi ini semua demi kebaikan mereka fikirnya, tapi lee know tidak percaya begitu saja padanya ia tau felix berbohong, ia tau felix pasti memiliki alasan lain mengapa ia sampai minum-minum seperti itu, pasti ini semua ada sangkut pautnya dengan hyunjin, ia yakin pasti ada sesuatu yang terjadi diantara hyunjin dan felix.


Sedangkan felix sendiri bingung mengapa hyunjin jadi marah padanya? ia tidak tau mengapa? apakah hyunjin tau alasan mengapa ia minum semalam? entahlah tapi menurutnya biarkan saja dulu jika ia bertanya padanya malah akan semakin menambah masalah apalagi saat ini hyunjin sedang marah seperti ini.


Hyunjin masih diam dengan ekspresi kesal yang serius seraya mengusap-usap bibirnya saat berfikir itu merupakan suatu kebiasaan hyunjin.


Saat ini ia ingin sekali bertanya pada felix mengapa ia mencium seorang gadis yang tidak ia kenal? apakah gadis itu adalah kekasihnya? Tapi itu tidak mungkin, karna felix tidak pernah bercerita apapun soal gadis itu pada mereka sebelumnya, biasanya ia selalu bercerita soal apapun pada mereka, atau karna saat itu ia sedang mabuk berat? jadi ia melakukan semua itu tanpa sadar?


Tapi jika berfikir lagi jika ia jadi felix, ia tidak mungkin sembarangan mencium seorang gadis yang tidak ia kenal, apalagi ia tau felix orangnya seperti apa, selama ini juga yang ia tau felix tidak pernah menjalin hubungan dengan siapapun, walaupun ia memang selalu bersikap baik pada semua orang tapi ia tidak mungkin berani bersikap tidak sopan seperti itu pada seorang gadis yang tidak ia kenal, karna felix anaknya sangat sopan dan polos, hyunjin harus menemukan apa alasan felix melakukan itu semua?.


"Ia pasti memiliki sebuah alasan di balik tindakannya" batin hyunjin. Ia percaya pada felix karna ia adalah teman yang sudah ia anggap seperti saudaranya sendiri.


"Aaaaah aku juga mau buahnya.." seru changbin, semuanya pun jadi tersenyum karnanya, tapi felix dan hyunjin masih saling diam karna canggung.


"Kemarilah hyung.." seru felix memanggil changbin, lalu ia pun berjalan malas menghampiri mereka dan memakan buahnya.


"Hmmmmmmm enak" seru changbin seraya aegyo dan tersenyum manis mencairkan suasana mereka yang sedang canggung.


"Aku juga mauuuu" seru han, lalu lee know mengambil satu buah di garpu kecil dan menunjukkannya pada han agar ia menghampirinya lalu han pun menganga.


"Aaaaaaaaa" Tapi lee know memakan buahnya.


"Aaaaaah hyung ayolah aku mauu.." lee know memanggil dengan tangannya yang melambai pada han, lalu han pun segera melepaskan stick gamenya dan beralih berjalan cepat ke arah lee know dengan berlari lalu lee know menyuapinya buah.


"Aaaaaammmm mmmmm" gumam han selagi makan seraya tersenyum, pipinya sebelah seperti hamster, sieun hanya melihat dengan tatapan cemburu pada han dan lee know lalu ia pun mencubit bajunya lalu ditarik ke atas beberapa kali dengan kesal, bada hanya menatapnya heran lalu menggeleng pelan beberapa kali.


"Enak?" Seru lee know bertanya pada han.


"Hmm!" Han mengangguk, lalu lee know pun tersenyum.


Kali ini felix menatap ke arah bada dan saat bada menatap balik ke arahnya felix bertanya padanya dengan bahasa isyarat takut ketauan oleh hyunjin, ia bertanya seakan-akan berkata


"Kamu gak makan?" Lalu bada pun ternotice dan segera mengambil satu tusukan buah dan memakannya gemas, pipinya seketika sama seperti han mirip hamster dan ikan buntal.


Hyunjin yang sedang diam pun seketika tersenyum manis melihat ke arah bada begitupun felix, lalu hyunjin menatap ke arah felix yang tersenyum dan ia pun kini jadi diam tanpa ekspresi, ia takut jika hyunjin tidak mengizinkannya berinteraksi dengan bada karna kini mereka telah menjalin suatu hubungan.


Saat hyunjin beralih ke arah lain, felix pun tersenyum lagi pada bada dan bada tersenyum balik seraya menawarkan buah pada felix dan felix pun memakan buahnya seraya terus kontak mata dengan bada dengan tersenyum.


Seungmin dan jeongin juga bergabung dengan mereka untuk makan buah.


"Aaaah aku masih lapar!!" seru changbin.


"Me too hyung.." seru han lalu memeluk changbin dari belakang


"AAAAAAAA!!" Teriak changbin merasa risih dan melepaskan pelukannya, lalu han pun terkekeh geli.


"What if we order food?"


"Ok i agree" seru han.


"Yeah do it!" seru seungmin seraya mengangguk.


"Yeah do it" seru in


Sieun pun hanya diam tidak mengerti apa maksud dari felix jadi ia pun bertanya pada bada, dan bada pun berbisik padanya untuk memberi taunya.


"Gimana kalo kita order makanan? itu kata felix sieun"


"Oh ok ok"


"Lix ngomongnya pake bahasa kita aja dong, aku gak faham" seru sieun polos lalu semua pun terkekeh karna kepolosan sieun, felix pun hanya memberikan ok pada tangannya.


"Ok ayo kita order makanan..!!" seru lee know, karna mereka berada di rumah felix jadi sudah tugas dan tanggung jawabnya untuk menjamu tamu jadi ia pun mentraktir mereka semua.


Felix pun segera membuka ponselnya dan memesan beberapa makanan cepat saji fast food dan junk food.


Sambil menunggu makanan tiba han pun mengambil gitar yang ada di mobil lee know dan itu miliknya, karna dirinya memiliki cita-cita menjadi seorang produser musik jadi ia membeli sebuah gitar dan telah menciptakan beberapa lagu dengan gitar itu.


Mereka pun bernyanyi dengan han yang memainkan gitarnya, menyanyikan lagu-lagu cinta yang romantis sementara bada dan sieun yang menjadi tim sorak sorai melambaikan kedua tangannya ke atas mengikuti alunan lagu yang han nyanyikan, lalu selanjutnya seungmin dan jeongin yang bernyanyi dengan suara merdu mereka.


Setelah selesai.


"Ada yang mau request?" Sieun pun mangangkat tangannya ke atas membuat bada kaget.


"Boleh, mau request apa?"


"Aku pengen kak lino nyanyi dong.." lee know pun seketika tersentak kaget lalu melambai-lambaikan tangannya tanda menolak dengan ekspresi lucu.


"Ayolah hyung ini request dari siapa? kamu siapa namanya aku lupa.." maklum stay han suka lupaan😁✌


"Sieun aku sieun.."


"Oh yaa sieun" changbin pun menarik lengan lee know agar mau menyanyi ke tengah tengah mereka, lalu ia pun maju tapi dengan terpaksa masih setengah-setengah apakah maju atau tidak, dan akhirnya ia pun maju juga, semua pun tersenyum ke arahnya, lalu lee know pun berbisik pada han memberi tau lagu apa yang akan ia nyanyikan.


"Ow nice song baby.." han pun segera memetikkan gitar dan memainkan lagu yaitu lagu dari alicia keys - if i ain't got you, sieun menatap mereka dengan gutsar ia semakin cemburu pada kedekatan mereka, lalu lee know pun mulai bernyanyi dengan feel yang kuat.


"Waaah bagus banget suara kak lino... angel voice" seru sieun seraya mendorong-dorong pundak bada pelan dan bada hanya tersenyum ke arahnya sedangkan kedua mata sieun hanya terfokus pada lee know.


Dan sampailah pada bagian.


Some people want it all


But I don't want nothing at all


If it ain't you, baby


If I ain't got you, baby


Some people want diamond rings


Some just want everything


But everything means nothing


If I ain't got you, yeah..."


"Thank you" seru lee know menunduk pada semua orang lalu semua pun bertepuk tangan seraya tertawa karnanya.


"Da.."


"Hmm?"


"Itu arti lagunya apa sih?" seru sieun bingung, bada pun juga tidak tau lalu segera mengeluarkan ponselnya dan mencari apa makna dari lagu if i ain't got you - alicia keys di pencarian internet. Lalu bada pun membacanya.


"Makna lagu If I Ain't Got You milik Alicia Keys, berusaha menjelaskan pada kita bahwa dunia ini tak ada artinya tanpa kehadiran orang yang kita sayang" sieun pun hanya mengangguk-ngangguk membaca makna lagu itu bersama dengan bada.


"Wah so sweet banget yaa da..."


"Iyaa ekhem buat siapa tuh..? jangan-jangaaaaan.. buat sieun" seru bada dengan berbisik padanya di bagian buat sieun.


"Eh apa sih, jangan bikin aku geer deh da.. malu tau hehe"


"Engga bikin geer kok buktinya aku sekarang sama hyunjin.. kan sama kejadiannya kaya gini waktu itu dia nyanyi juga" seru bada antusias.


"Oh iyaa bener, jadi gitu yaa.. Tapi tunggu, jadi bener kalian udah jadian?! Dan emang lagu waktu itu dia bilang buat kamu?"


"Gimana yaa aku juga gak tau, dan dia juga gak bilang apa-apa soal itu, aku juga gak tau lagu itu buat siapa? semoga bukan buat orang lain, nanti aku tanyain deh.." seru bada sedikit berfikir.


"Apapun itu hmm! semangat sieun.."


"Ting..Tong.."


Suara bel dari luar apartemen.


"Yeay akhirnya dateng jugaaa.."


Makanan yang mereka pesan pun akhirnya tiba lalu felix segera mengambil makanan tersebut di bantu oleh lee know dan yang lain, rupanya felix memesan makanan banyak sekali membuat mereka menganga karna kaget, lalu segera membuka makanannya satu persatu.


"Waaaaaaa keliatan lezat lezat.."


"Ayo semua makan makan.." semua pun mengambil makanan pizzanya masing-masing tapi hyunjin masih diam dan bada diambilkan oleh felix, bada ingin menerimanya tapi tidak jadi karna menjaga perasaan hyunjin, ia takut pria itu salah faham padanya.


Mereka pun akhirnya makan lalu bada membuka ponselnya dan mengetikkan sesuatu disana.


"Sebenarnya kamu kenapa sih jin? kok aku perhatiin dari di sekolah tadi kamu keliatan sangat khawatir dan cemas akan sesuatu.. apakah ada masalah? kalo ada masalah coba cerita sama aku, siapa tau aku bisa bantu.." send kirim.


Ting..Tong..


Ponsel hyunjin pun berdering ia segera memeriksanya dan itu dari bada, ia segera menatap ke arah bada, dan bada pun mengangguk meminta hyunjin membaca pesannya, lalu hyunjin pun membacanya dan tersenyum pada bada seraya menggeleng pelan, memberi tanda bahwa ia baik-baik saja saat ini tapi bada meminta hyunjin membalasnya melalui pesan di ponselnya seraya menunjuk ke arah ponsel, hyunjin pun segera mengetikkan sesuatu di ponselnya.


"Aku baik-baik saja tidak perlu khawatir" balas hyunjin disana.


Ting..Tong..


Bada membaca pesannya dan segera membalas.


"Aku boleh tanya?"


Ting..Tong..


Hyunjin segera membacanya dan segera membalas.


"Tanya apa?"


Ting. Tong..


"Waktu kamu nyanyi di depan kelas waktu itu, itu buat siapa?"


Ting..Tong..


Hyunjin pun tersenyum setelah membacanya.


"Seseorang yang aku suka sejak lama"


Ting..Tong..


Seketika bada pun keget membaca pesan dari hyunjin.


"Seseorang yang hyunjin suka sejak lama? siapa? apa bukan aku? aku kan baru saat ini dekat dengan hyunjin.. Atau apa mungkin hyunjin memang telah menyukaiku sejak lama? Tapi masa sih? selama ini dia bahkan tidak pernah menyapaku atau pun berinteraksi sedikit pun denganku, karna sikapnya yang dingin itu, apa jangan-jangqn ada orang lain di hati hyunjin? aaaaaa ini membuat ku gila sebenarnya siapa yang hyunjin maksud?" bada pun menunjukkan ekspresi kesal pada hyunjin dan hyunjin hanya tersenyum ke arahnya.


"Siapa?" balas bada.


Ting...Tong..


"Rahasia"


Ting..Tong..


Bada pun membacanya tapi ia jadi kesal dan segera menyimpan ponselnya dan tidak melanjutkan chatting mereka, hyunjin menatap ke arahnya tapi bada mengabaikannya, hyunjin pun kembali tersenyum padanya karna jika bada marah berarti ia cemburu dan benar-benar menyukainya.


Jam telah menunjukkan pukul 07:00 malam, ini saatnya mereka untuk pulang, tapi sebelum itu mereka membantu felix untuk membersihkan semuanya dulu, setelah semua bersih mereka pun pamit untuk pulang ke rumah masing-masing.


"Terima kasih lix atas semuanya, besok masuk kan ke sekolah?" seru sieun bertanya pada felix.


"Yeah sure"


"Ok kalo gitu kita pamit pulang yaa bye" semua pun pulang dan felix mengantarkan mereka sampai ke luar gedung apartemen.


Sieun, han, seungmin, jeongin changbin diantar oleh lee know dengan mobilnya, sedangkan bada bersama dengan hyunjin menaiki motornya dan mengantarkannya pulang bersama, felix hanya diam dengan ekspresi gutsar memperhatikan bada yang di bonceng oleh hyunjin.


"Duluan yaa lix..bye.."


"Hmm be careful.." seru felix seraya menunjukkan tangannya angka 5 melambai pada bada, dan mereka pun melenggang pergi ke rumah bada.


...**********...


Hyunjin pun telah sampai di rumah bada dan bada langsung turun dari motor besar hyunjin, dan perlahan membuka helmnya.


Clek!


Helm pun terbuka dan langsung memberikannya pada hyunjin.


"Mau mampir dulu?" hyunjin pun hanya menggeleng pelan membuka helmnya lalu tersenyum ke arah bada.


"Yaudah kalo gitu aku masuk." Bada pun akan masuk pergi meninggalkan hyunjin namun hyunjin menahan bada dengan memegang tangannya lalu turun dari motor dan dengan segera mendekap tubuh mungil bada ke pelukannya perlahan, mengelus pangkal rambutnya yang wangi dan lembut.¹


"Jangan marah.. orang yang ku sukai sejak lama itu adalah kamu.. bada" seru hyunjin dengan penuh kelembutan di kata-katanya, hyunjin pun mengeratkan pelukannya seakan tak ingin lepas, dan bada tersenyum dan membalas pelukannya.


Lalu setelah beberapa lama bada pun ingin melepaskan pelukannya tapi hyunjin tidak ingin melepaskan pelukannya jadi ia masih memeluk bada.


"Tapi bagaimana mungkin orang yang telah kau sukai sejak lama itu adalah aku? padahal kau kan tidak pernah menyapaku apalagi berinteraksi denganku saat itu"


"Nanti saja ceritanya, intinya aku selalu memperhatikanmu sejak lama" bisik hyunjin pada bada, lalu bada pun tersenyum tapi segera melepaskan pelukan hyunjin paksa.


"Itu yang selalu ku lakukan padamu! tapi kau selalu senantiasa dingin padaku!" serunya jujur dengan kesal dan hyunjin pun tersenyum padanya.


"Baiklah maaf" hyunjin pun segera memeluk bada lagi, dan bada membalasnya, setelah 1 menit hyunjin pun melepaskan pelukannya.


"Baiklah kalo begitu aku pulang dulu.." bada mengangguk, hyunjin pun memegang pundak bada dan mengacak-acak rambutnya seraya tersenyum, lalu memakai helmnya dan kembali menaiki motornya menyalakan mesin motornya dan pergi dari sana seraya melihat bada di spion motornya. Bada pun melambai ke arahnya.


Ternyata sedari tadi kak seo-ah memerhatikan mereka lewat jendela dengan ibu, dan mengambil beberapa foto saat mereka sedang berpelukan erat, kak seo-ah memang usil. Bada pun masuk dengan wajah sumringah dan seperti biasa disambut oleh milo, kak seo-ah dan ibu bada seketika menganga kaget.


"Apa yang sedang ibu dan kakak lakukan di situ? apa jangan-jangan kakak liat? aku dan hyun--? whoaaa"


"Rahasiaaaaa taraaaaa!!" kak seo-ah pun menunjukkan fotonya yang sedang berpelukan erat dengan hyunjin.


"Aaaaaaa kakak jangan dong, please itu kan privasi akuuuu aaaa liat tuh bu.." seru bada seraya merengek gemas pada ibu dan kak seo-ah hanya tertawa melihat bada merengek karna menurutnya gemas sekali.


"Mau kakak kirim?" bada pun seketika berhenti merengek dan mengangguk cepat.


"Hmm! ayo kirim.." bada pun menghampiri kak seo-ah dan akan mengambil ponselnya untuk mengirim foto namun di tahan oleh seo-ah.


"Eeiitssss tunggu dulu tapi ada syaratnya.."


"Haaaaa apa syaratnya?"


"Kamu harus kenalin hyunjin ke kakak, kamu kan janji mau bawa hyunjin ke acara anniversary kakak, iyaa kan?"


"Iyaa iyaa" seru bada dengan menggembungkan kedua pipinya gemas.


"Ok.. oh ini yang namanya hyunjin toh? pantes aja kamu sampai klepek klepek sama dia, cantik banget gini"


"Bener kan kak kata ibu?" Seru ibu kompor.


"Iyaa"


"Iiii kakak, ibu, dia tuh cowo.. aku tau dia emang cantik aku pun kalah cantik sama dia.. huaa" kak seo-ah pun terkekeh.


"Engga kok yang terpenting itu kamu yang beneran cewe tulen hehe"


"Iyaa gapapa yang penting dia sekarang pacar aku hehe"


"Oh udah pacaran nih? cieeeeee traktir dong traktir"


"Engga ah nanti aja hehe" saat kak seo-ah lengah bada pun segera mengambil ponselnya dan mengirim foto-foto itu padanya lalu segera menghapusnya dari ponsel kak seo-ah.


"Eh badaaaaa.." kak seo-ah pun mengejar bada sampai di kamarnya, ibu hanya menggeleng pelan beberapa kali melihat kelakuan kedua anaknya itu


...*********...


Pagi pun tiba, pagi ini wajah bada terlihat berseri-seri karna kembali di jemput oleh hyunjin untuk pergi ke sekolah, alhasil mereka pun pergi ke sekolah bersama, lalu saat sampai di kelas sieun segera menghampiri bada.


"Daaaaaa pengen curhaaaat!!!"


"Eh kenapa-kenapa? ada apa?"


"Aku lupa semalem itu aku pengen curhat sama kamu tapi malah tepar duluan jadi gak jadi deh"


"Oh iyaa emang mau curhat soal apa?"


"Soal kak lee know... da masa kemarin seungmin bilang kak lee know itu istrinya han maksudnya apa coba da? huaaaa apa bener kak lee know itu sukanya sama han (?)"


"Ooooh jadi ini toh alesannya kenapa kamu marah-marah kemarin di rumah felix? Motong buah tapi sambil marah-marah gak jelas" sieun pun mengangguk dan bada seketika tertawa lepas tapi dengan ekspresi gemas.


"Kamu kenapa da? kok malah ketawa sih.. ini serius tauuuu!"


"Abis kamu itu ada-ada aja, masa iyaa cemburu sama han dan percaya gitu aja sama seungmin, kan kamu tau sendiri mereka itu emang suka bercanda, pasti itu cuma candaan mereka aja kok"


"Oh gitu yaa, jadi itu semua bohong?!"


"Yes!!"


"Yaiyalah gak mungkin kak lee know kaya gitu ㅋㅋ"


"Oh yaudah deh aku percaya sama kamu da hehe oh iyaa gimana? kamu udah nanya sama hyunjin belum soal lagu itu?" bada pun jadi tersenyum malu lalu mengangguk pelan.


"Gimana? gimana? apa katanya?"


"Katanya itu semua.. buat aku"


"Aaaaaaaa so sweet banget sih kalian.. tapi berarti hyunjin udah suka sama kamu dari lama dong da?" bada kembali mengangguk.


"Aku juga gak yakin sih awalnya, karna liat sendiri sikap dia yang dulu aja dingin ke aku gitu, gimana yaa? tapi yaudahlah"


"Yaudah kalo gitu hehe" Lalu tak lama felix pun tiba di kelas.


"Hi bada..." Lalu semua siswa yang mengidolakan felix pun berteriak histeris melihat felix sudah kembali masuk ke sekolah.


"Hi felix" seru bada melambaikan tangannya pada felix


"Hi felix" seru sieun antusias.


"Yaudah kalo gitu aku ke kantor guru dulu" seru sieun bada pun mengangguk.


Felix pun duduk di bangkunya dan hyunjin yang baru tiba karna dari kelas han dan changbin laku duduk di bangkunya.


Ting..Tong..Ting..Tong..


Bel masuk pun berbunyi ini saatnya mereka untuk masuk ke kelasnya masing-masing dan pelajaran pertama adalah pelajaran seni budaya namun bukan guru seni budaya yang muncul melainkan wali kelas mereka dengan membawa seseorang di belakang mereka, dan itu seorang gadis cantik ketika semua melihat ke arahnya felix hyunjin dan erik seketika matanya membelalak karna kaget.


"DIA KAN?!!!"