WAITING FOR YOU(Hwang Hyunjin)

WAITING FOR YOU(Hwang Hyunjin)
Mengantar Pulang



"Gimana kalo hyunjin aja yang anter bada pulang.." seru lee know yang meledek pada hyunjin tapi hyunjin tidak menolak perkataan lee know, ia malah mengangguk mengiyakan perkataan lee know. Mungkin karna ia merasa bersalah pada gadis itu.


Bada menutup mulutnya yang sedikit menganga tak percaya karna hyunjin mau mengantarkannya pulang!! astaga.. Tuhan saat ini sedang melimpahkan banyak keberkahan dalam hidup bada, walaupun ia terluka tapi tidak apa-apa ia tidak menyesalinya sama sekali, apalagi karna ini ia jadi bisa sedekat ini dengan hyunjin, hal yang tidak pernah terfikirkan oleh bada sedikitpun sebelumnya, bisa bicara bahkan berinteraksi dengan hyunjin sedekat ini. Jika dulu hanya melihat ia dari kejauhan saja sudah cukup untuk bada tapi saat ini.


"Aah terima kasih tuhan.." ucapnya pelan seraya tersenyum senang.


Hyunjin pun pergi ke tempat parkir untuk mengambil motornya yang sedang terparkir disana.


Setelah beberapa menit ia pun tiba, lee know juga tiba dengan mobilnya lalu mengklakson saat sampai di depan dekat gerbang, tapi ia tidak pulang melainkan memparkir kembali mobilnya, ia keluar dari mobil membuat semua orang memperhatikannya bingung.


"Nih jin" Menyodorkan sebuah kunci pada hyunjin membuatnya diam tak mengerti.


"Udaah sini kuncinya.." Merebut kunci motor hyunjin yang telah terpasang di motornya lalu menukarnya dengan kunci mobil.


"Yakin mau bonceng cewe pake motor? Dia kan kakinya lagi sakit malah tambah sakit nanti kalau naik motor.. " Hyunjin mengangguk setuju seraya meluruskan bibirnya jadi garis lurus, ia pun turun dari motornya lalu berlari kecil menghampiri dan masuk ke mobil lee know yang terparkir disana.


Lee know menaiki motor hyunjin, kemudian felix yang sedari tadi bersih-bersih pun akhirnya menghampiri lee know dan yang lainnya.


"Oh yaudah kalo gitu kakak pulang duluan yaa.. ayo lix naik bareng ga?"


"Eh ini kan motor hyunjin, mobil hyung mana?"


"Mobil sementara di sewa dulu sama hyunjin, buat anter bada pulang.. jangan lupa bayar yaa jin!" Seru lee know sedikit berteriak seraya meledek pada hyunjin.


"Yaudah kalo gitu aku bareng hyunjin dan bada, sekalian anter dia pulang"


"Oh ok.. yaudah hyung duluan.."


"Ok hyung.."


"Eits jangan lupa soal masalah tadi inget hyung belum maafin kamu" lee know menunjuk sieun dengan wajahnya, kedua alisnya ia angkat ke atas.


"Eh eeeee i-iya hehe" seru felix, sieun hanya nyengir begitupun felix.


"Peace V.." lee know menggeleng melihat kelakuan siswa didiknya itu lalu ia menyalakan mesin motornya.


"Yaudah bye.." lee know pun pergi seraya tangan kanannya melambai-lambai pada mereka.


Tin.. Tin..


Hyunjin menekan klakson beberapa kali, sieun membopoh tubuh bada pelan-pelan berjalan menuju mobil dibantu oleh felix.


"Pelan-pelan aja.."


Lalu mereka masuk ke dalam mobil, bada duduk di kursi belakang, felix di kursi depan dengan hyunjin. Setelah mengantar bada sieun pun pamit.


"Yaudah da aku duluan yaa.."


"Eh kenapa ga bareng aja sama kita?"


"hmm emang boleh yaa?" Seru sieun sedikit menjahili bada. Ia masih mencari tau bada suka pada siapa sebenarnya.


Hyunjin dan felix menatap ke arah mereka yang sedang mengobrol tapi sieun masih di luar mobil.


"Boleh kok boleh.. Ayo masuk.." seru felix.


"Oh boleh nih yaudah yes!!" sieun duduk di kursi belakang sebelah kiri setelah bada bergeser ke sebelah kanan. Hyunjin hanya me roll eyes matanya, ia pun menyalakan mesin mobilnya lalu melenggang pergi melesat kilat.


Setelah lama di perjalanan mereka semua diam tak bergeming lalu felix berbicara memecahkan keheningan di antara mereka.


"Hyung nanti di depan belok kiri, aku turun di sana aja, dari situ nanti aku naik taksi, soalnya mendadak ada perlu, maaf yaa da aku ga bisa anter kamu sampai ke rumah"


"Hmm oh iyaa ga papa kok lix.."


"Oh iyaa aku juga sama yaa kaya felix kebetulan rumah aku dekat dari arah situ.. maaf yaa da" Seru sieun menyatukan kedua tangannya namaste meminta maaf pada bada.


"Oh yaudah iyaa gapapa, tapi emang kamu gapapa sendirian nanti?"


"Engga kok kan ada.." sieun menunjuk felix dengan wajahnya.


"Oh iyaa yaudah" Akhirnya merekapun sampai di tempat felix dan sieun akan turun dan mereka pun turun.


"Duluan ya da dadah.." Sieun melambaikan tangan kanannya pada bada seraya tangan kirinya memegang tali ranselnya.


Bada melihat ke arah mereka berdua yang jauh semakin jauh tertinggal di belakang, sampai pada jarak beberapa meter dari sieun dan felix yang sudah pergi, hyunjin menghentikan mobilnya.


"Hmm..? Aaah baiklah" Bada pun dengan perlahan berjalan keluar dan pindah ke depan kursi mobil bersama dengan hyunjin, ia memakai sabuk pengamannya. Hyunjin menyalakan mesin mobilnya lalu melesat secepat kilat.


Selama perjalanan mereka hanya saling diam sedangkan bada beberapa kali melirik ke arahnya namun hyunjin tidak sadar dan hanya fokus menyetir.


"Ekhem.." Bada lagi-lagi tersentak kaget. Ada perempatan jalan di depannya lalu ia pun bertanya.


"Kita harus ke arah mana? lurus, kanan atau ke kiri?"


"Oh lu-lurus terus nanti belok kanan"


"Hm" Ia pun melanjutkan perjalanannya.


Tak lama akhirnya mereka sampai di rumah kecil bada, memang kecil namun terlihat rapi dan estetik.


Bada melepaskan sabuk pengamannya lalu perlahan segera turun, hyunjin pun melakukan demikian, turun dengan secepat kilat berlari kecil ke arah bada lalu membopoh tubuh bada ke pelukannya, gadis itu kembali tersenyum sumringah, ia bisa mencium aroma harum tubuh hyunjin saat ini.


Mereka pun masuk ke dalam mendudukkan bada di sofa panjang di ruang tamu.


Setelah mendengar suara seseorang yang masuk ke rumah ibu bada pun keluar.


"Astaga.. Ada apa ini nak.. kaki kamu kenapa?"


"Maaf tante, ini semua gara-gara aku bada tidak sengaja terkilir saat latihan dance" seru hyunjin canggung.


"Oh gitu.. Sejak kapan kamu berminat di dance nak?" ibu bada menatap bada intens


"Ssst" bada menautkan jari telunjuknya di mulutnya agar ibunya tidak bicara macam-macam tentangnya, ibu pun hanya tersenyum lalu melihat ke arah hyunjin.


"Ini siapa yaa?"


"Perkenalkan tante saya hyunjin"


"Oh hyunjin yang itu.. ganteng banget yaa.. bada sering cerita lhoo tentang kamu nak" hyunjin hanya tersenyum kikuk.


"Sssst ibu.." ibu bada hanya tersenyum usil, hyunjin mengangguk mengiyakan perkataan ibu bada sedangkan bada kini kedua pipi gadis itu lagi-lagi berubah kembali menjadi rona merah.


"Ayo duduk dulu nak.. biar ibu ambilkan makanan, kamu mau minum apa?"


"Oh engga usah tan.. aku gak akan lama, kalo gitu hyunjin pamit"


"Yaa sayang sekali.. yaudah hati-hati yaa nak, bada ayo antar hyunjin pulang."


"Oh iyaa.."


"Eh gajadi kamu kan lagi sakit, biar ibu aja" Hyunjin menunduk beberapa kali seraya tersenyum. lalu melihat sekilas ke arah bada.


"Aku pamit yaa" seru hyunjin seraya menatap bada datar.


"Aaaaa" batin bada ingin teriak namun tidak bisa.


lalu setelahnya ia melenggang pergi dengan mobilnya.


"Huft..." bada menghela nafas panjang.


"Oh itu yang namanya hyunjin toh.." Bada cemberut, ia kesal pada ibunya karna telah membocorkan rahasia pentingnya, bada sering sekali curhat soal hyunjin pada ibunya.


...****************...


Disisi lain hyunjin hanya tersenyum sedari tadi seraya menyetir.


Bada masuk ke kamarnya berjalan perlahan menuju kasur lalu menghempaskan tubuhnya di kasur empuknya yang di hias bak kamar tuan putri yang serba pink, ia pun mengambil ponsel yang ada di dalam tasnya, ia tersenyum setelah melihat notif di sana hyunjin telah menambahkan anda di grup.


Gadis itu mengambil guling lalu berguling-guling di kasurnya ke kanan dan ke kiri, meremas gulingnya gemas seraya mengangkatnya, lalu memeluknya, tapi


Tak!!!


"Aw!" Kakinya tidak sengaja terkena besi di kasurnya. ehe tidak apa fikirnya karna saat ini hatinya sedang berbunga-bunga.


"Sungguh hari yang sangat baik." Ia terus mengingat-ingat kejadian-kejadian tak terduganya bersama hyunjin sepanjang hari ini.


Apakah mungkin saat ini tuhan telah memberi kesempatan padanya untuk lebih dekat dengan hyunjin? entahlah jika iya ini adalah hadiah yang paling luar biasa dalam hidup bada! Hanya satu yang belum ia tau, andai saja jika hyunjin benar-benar memiliki perasaan yang sama dengannya itu akan menjadi pelengkap sangat menakjubkan fikirnya.