
Pagi pun tiba seperti biasa milo membangunkan bada di pagi hari dengan menciumi wajah bada lalu alarm pun berbunyi dan ibu masuk membukakkan gorden kamar bada sehingga cahaya masuk dengan leluasa, bada dan kak seo-ah masih sama-sama tertidur pulas, kalo soal tidur mereka memang sama persis sulit dibangunkan saat pagi hari.
"Ayo bangun.. bangun.. udah pagi" Mereka pun menggeliat lalu bada bangun lebih dulu ia mengambil ponselnya dan melihat jam sudah menunjukkan pukul 06:30 pagi, wah bada pun langsung gercep bangun, tapi berjalan pelan ke kamar mandi membawa anduknya.
Sedangkan kak seo-ah masih tertidur di kasur lalu saat bada sedang mandi ia pun bangun dan membuka pintu kamar mandi tapi terkunci di dalam, jadi ia pun mengetuknya.
Tok.. Tok..
"De.. de.. kamu di dalam yaa?" bada pun kaget panik dan segera menjawab.
"Iyaa kak, aku lagi mandi"
"Oh yaudah deh.. kakak ke bawah aja"
"hmm" gumam bada seraya mengangguk.
Dengan rasa kantuk yang masih menguasainya kak seo-ah pun pergi ke bawah untuk cuci muka di kamar mandi bawah dan sarapan pagi.
Selesai mandi seperti biasa bada gercep bersiap dalam waktu 15 menit, setelah di rasa siap ia pun segera pergi ke bawah untuk sarapan tapi mana sempat alhasil ia hanya mengambil roti isi coklat dan meminum susunya sembarang hingga meninggalkan sisa di pipinya, saat akan berangkat.
"Eh tunggu, kamu ke sekolah naik apa de?"
"Kadang taksi kadang bus"
"Yaudah kali ini biar kakak anter"
"bener nih kak?"
"Hmm"
"Yes!! uang jajan utuh.." seru bada pelan.
"Ayo kak.." Mereka pun langsung pergi ke tempat mobil kak seo-ah di parkirkan lalu segera masuk.
"Ayo pakai sabuk pengaman" sabuk pengaman pun di pasangkan.
"Hati-hati.." sahut ibu melambai pada mereka lalu kak seo-ah membalas lambaiannya dan segera pergi dengan mobilnya dengan bada menuju sekolah.
...****************...
Setelah sampai bada pun turun, kak seo-ah juga turun para siswa langsung saling berbisik terutama siswa pria.
"Wah siapa kakak yang bersama bada itu, cantik sekali sama seperti bada, bak seorang dewi" seru mereka penasaran.
Sieun tiba dan ia melambai pada bada dari jauh dan bada membalasnya, saat akan menghampiri sieun.
"Bada tunggu.." bada pun menoleh ke arah kak seo-ah.
"Ada apa kak?"
"Pakai ini.." melemparkan masker pada bada.
"Oh iyaa" bada memukul kepalanya pelan lalu segera memakai maskernya, sieun yang jauh pun telah mendekat menghampiri bada lalu ia membungkuk menghormati kak seo-ah.
"Wah da dia siapa?" bisik sieun menyenggol bada menggunakan siku pelan.
"Itu kakak ku kak seo-ah" kak seo-ah pun menatap sieun lalu ia tersenyum manis.
"Oh hi kak.. aku sieun teman bada"
"Oh iyaa sieun salam kenal aku seo-ah kakak bada"
"Oh iyaa" sieun pun menunduk sopan.
"Kalo gitu kakak duluan yaa bada, sieun"
"Oh iyaa kak hati-hati.."
"Iyaa kamu juga.. nanti pulang sekolah kakak jemput disini" Seraya masuk ke dalam mobil menggunakan kacamata hitamnya lalu mengklakson dan pergi dengan mobilnya.
"Wah da daebak emang gen gak akan bohong yaa, kakak kamu cantik banget.. aku naksir lhoo kalo jadi cowo" bada terkekeh.
"Oh jadi kalo aku gimana?"
"Kamu ngeledek yaa.. gausah nanya laah kamu cantik, imut" seru sieun seraya mencubit kedua pipi bada gemas.
"Aaaa sakit.. masa sih?" bada merengek tapi setelahnya tersipu malu.
"Enggak.." bada cemberut lalu setelahnya sieun tersenyum.
"Bercanda.. iyaa laah yaudah ayo masuk.."
"Yuk!!"
Mereka pun masuk ke kelas, saat sampai di kelas tiba-tiba para siswa pria mendekati bada .
"Wah bada udah masuk.. udah sembuh da?" bada hanya mengangguk ragu seraya tersenyum.
"Hmm"
"Buy the way tadi kakak cantik yang sama kamu itu siapa da?" seru mereka terus terang mata bada membulat.
"Oh itu kak seo-ah kakaknya bada" seru sieun antusias menjawab mewakili bada.
"Oh gitu.. Pantesan, oh iyaa kakaknya masih single apa udah punya pasangan da?"
"Hmm udah nikah" seru bada seraya tersenyum canggung.
"Yaaaaah" gema kecewa dari para siswa pria teman bada, dan bada hanya menggaruk lehernya yang tak gatal baru kali ini mereka bersikap begini padanya dan baru kali ini bada berinteraksi dengan pria sebanyak ini membuatnya sangat canggung sekali.
"Yaudah kalo gak dapet kakaknya adiknya aja deh" seru erik mewakili para pria lalu mereka bersorak riuh.
"Iyaa bener tuh.."
"Kita kira kamu udah punya pacar da, jadi selama ini kita diam aja gak berani nyapa kamu padahal kita suka sama kamu, kamunya sih pendiem banget" bada tersenyum canggung tak tau harus bagaimana ia baru sadar ternyata telah disukai pria sebanyak ini selama ini, wah luar biasa.
Lalu tak lama ada orang menggebrak pintu masuk dan ternyata itu adalah hyunjin dan felix di belakangnya, mereka pun memperhatikan ekspresi wajah hyunjin yang terlihat tidak suka, lalu mereka bubar mengurungkan niatnya untuk mendekati bada.
Rupanya hyunjin telah mendengar percakapan mereka sedari tadi dan
"Mengapa ia terlihat tidak suka dan marah? apakah ia cemburu?" fikir bada.
"Entahlah.." batinnya.
Kita hanya bisa menunggu jawabannya seiring berjalannya waktu.
Para pria takut pada hyunjin karena ia memiliki banyak fans wanita dan ia sangat berpengaruh, karna sebagian besar pacar mereka adalah penggemar hyunjin, karna tidak bisa dapat idolanya jadi mereka melampiaskannya dengan berpacaran dengan pria lain, jadi mereka takut jika membuat hyunjin marah maka pacar mereka akan memutuskan mereka dan kembali mengejar hyunjin. Wah kasian cuma jadi pelampiasan huhu.
Bada menatap hyunjin yang terlihat gutsar dan duduk di kursinya.
"Oh hi badaaaa" Felix pun menghampiri bada.
"How? feel better?" bada tersenyum membuka maskernya seraya mengangguk. Lalu felix pun menyadari ada sesuatu di pipi bada dan ternyata itu adalah sisa susu tadi.
"What is that?" Felix pun membersihkan sisa bekas sisa susu di pipi bada dengan tangannya dan bada hanya diam tak bergeming ia sangat kaget.
Begitupun hyunjin ia kaget membulatkan kedua matanya tapi hanya bisa diam mengingat itu adalah felix sahabatnya dan bada juga bukan siapa-siapanya jadi ia bebas bersama siapapun termasuk felix.
"Oh glad to hear that, ok sampai nanti aku ke sana dulu" bada kembali mengangguk seraya malu-malu lalu ia pun tersenyum.
"Wow daebak" seru sieun dan bada hanya diam memikirkan sesuatu seraya memegang pipinya yang di pegang felix.
"Felix sweet.. andai aja itu hyunjin" batinnya. Lalu bada pun terduduk di kursinya seraya memasangkan headset di telinganya kembali memakai masker lalu mendengarkan lagu, ia tidak ingin mendengarkan keributan yang terjadi karna dirinya dan fokus mendengarkan lagu.
Saat menatap ke arah hyunjin ia jadi teringat akan pesan kakaknya.
"Oh gawat" serunya pelan. Ia berniat memberi tau sieun tentang keluh kesahnya saat ini namun tidak bisa karna berisik jadi ia akan membicarakannya saat istirahat saja nanti karna sekarang situasinya belum pas dan juga sebentar lagi masuk.
Ting...Tong..Ting..Tong..
Bel masuk pun berbunyi saatnya mereka memulai pelajaran dan dimulai dengan guru yang mengabsen para siswa, pada saat giliran bada.
"Park bada.." Bada mengangkat tangannya pendek jadi tidak terlihat oleh guru terlebih ia memakai masker.
"Oh masih sakit yaa?"
"No.. pak aku disini" seru bada yang pelan terdengar seperti pemeran perempuan kawaii di anime itu tidak terdengar oleh siswa karna berisik, yaa emang volume suara bada kecil dan imut apalagi di saat situasi ribut seperti ini pasti tidak akan terdengar.
"Yang kenceng dong da.." seru erik.
"Park bada masuk pa"
"Oh ada, bilang dong dari tadi.." semua pun tertawa tidak terkecuali felix, hyunjin dan sieun.
"She's so adorable" seru felix dan hyunjin pun menggangguk setuju, tapi setelahnya ia melihat curiga pada felix karna tindakannya tadi pada bada lalu pelajaran mengasah otak pun dimulai.
...****************...
Ting..Tong..Ting..Tong..
Setelah cukup lama mengasah otak akhirnya bel istirahat pun berbunyi, selama pelajaran berlangsung bada hanya bengong tidak fokus sehingga guru sering memanggil namanya, ia tidak fokus karna kepikiran amanat kakaknya tapi karna bada baru sembuh dari sakit jadi para guru pun memakluminya.
"Mungkin bada masih belum bisa fokus karna masih lemah" fikir mereka.
Tapi hyunjin dan felix tersenyum karna tingkahnya yang menggemaskan, jadi setelah bel istirahat berbunyi bada pun segera menarik lengan sieun keluar kelas ke tempat yang aman untuknya membicarakan amanat kakaknya yang sangat kurang masuk akal itu baginya.
Tak lama mereka pun tiba di atap rooftop sekolah.
"Aduduh apasih da kok narik-narik sampai kesini, buru-buru banget, pelan-pelan kenapa sakit tau.. "
"Iyaa iyaa maaf sieun soalnya ini penting banget.. harus buru-buru dan menurutku disini lah tempat teraman untuk bicara soal ini."
"Emang ada apa sih? emangnya sepenting itu yaa sampai kamu mau bicara sama aku aja sampai di tempat sepi kaya gini?"
"Hmm! penting banget"
"Yaudah kenapa? ayo cerita.."
"Jadi gini, kakak aku kan semalem dateng kesini itu untuk jenguk aku sekaligus beli hadiah buat kak hyunbin di acara anniversary mereka yang ke 5 tahun.."
"Hmm terus..?"
"Dan kamu tau apa?" mata sieun membulat seketika karna penasaran.
"Hmm! apa?"
"Kakak minta aku nganter dia buat beli hadiah itu, terus pas acara anniversarynya di rayakan aku harus dateng bawa pasangan!!"
"Oh wow terus?"
"Ibu terus mojokin aku buat ngajak hyunjin ke acara anniv kakak! aaaaa" bada menjenggut rambutnya frustasi.
"Hah? what? are you seriously?" sieun mendadak jago berbahasa Inggris.
"Hmm iyaa terus aku harus gimana? sieun aku bingung gimana caranya supaya hyunjin mau buat di ajak ke acara anniv kakak sedangkan dia kan.."
"Hmm iyaa sih aku ngerti kalo ada di posisi kamu karna kita sama kak lino juga gitu.. Tapi seharusnya kamu langsung bilang aja kakak nyuruh aku bawa hyunjin ke acara annivnya.. yaelah da sampai muter-muter gitu ngomongnya"
"Heee sorry sieun abisnya aku lagi bingung harus gimana?"
"Udahlah jangan di bahas" bada me roll eyes matanya.
"So, kasih aku saran dong sieun.."
"Ok kalo menurut aku sih mendingan kamu ngomong langsung aja sama hyunjin, udah beres kan?"
"Tapi kan gak se simple itu sieun.. Oh apa aku chat aja yaa?"
"Boleh.. Tapi menurutku lebih baik ngomong langsung aja biar pasti, kalo di chat mah aku gak yakin dia bakal cepet bales chat kamu da, secara hyunjin kan cuek gitu iya kan?"
"Hmm iyaa sih.. yaudah aku chat aja deh" seru bada seraya tersenyum sedangkan sieun hanya bengong.
"Kan aku bilang ngomong langsung, terus kamu bilang iyaa, tapi masih juga milih buat ngechat? wah bada..bada.. Yaudah jangan minta saran dari aku lagi kalo gitu"
"Hehe jangan ngambek dong.." bada menunjukkan puppy eyes andalannya membuat sieun pun kembali tersenyum karna gemas.
"Gemes anet sih temen aku yang satu ini" mencubit pipi bada gemas, bada pun cemberut merasa sakit, lalu sieun melepaskan cubitannya.
"Yaudah ayo balik ke kelas"
"Yaudah iyaa...." Bada berjalan seraya mengambil dan memainkan ponselnya untuk mengchat hyunjin tapi kembali ia hapus beberapa kali karna takut salah pada penulisan kata-katanya.
Sieun pun menarik lengan bada untuk cepat pergi ke bawah.
"Tunggu.. tunggu.." Ia pun menghentikan langkah sieun untuk menulis sesuatu di keyboard ponselnya untuk di kirim pada hyunjin, karna sieun mengajaknya berlari ia takut salah nulis dan akhirnya jadi kacau.
"Hi hyunjin.. maaf aku ganggu kamu ga? Kalo engga kira-kira minggu ini kamu punya waktu gak?" send kirim ke hyunjin, sieun me roll eyes matanya lalu bada kembali mengajak sieun berlari lagi.
Ting..Tong..
Hyunjin yang sedang ada di kantin pun menerima pesan bada dan ia segera membacanya, ia tersenyum saat membaca lalu yang lain pun ingin tau karna melihat hyunjin tersenyum saat membaca pesan itu.
Saat changbin dan in mengintip pesan hyunjin, ia pun segera menyembunyikan ponselnya dan memasukkannya ke saku celananya.
"Siapa hyung?" Hyunjin pun menggeleng seraya meluruskan bibirnya.
Bada dan sieun sampai di kelas, bada cemberut karna hyunjin tidak membalas pesannya lalu ia pun meletakkan ponselnya di meja dan duduk juga tertidur di meja kursinya dengan kepala menempel di meja melihat ke arah meja hyunjin tapi ia tidak ada disana.
Lalu sieun pun memiliki sebuah ide cemerlang solusi untuk masalah bada, ia menepuk pundak bada lalu bada pun terbangun.
"Eh da gimana kalo kita adain sayembara aja buat cari pasangan kamu ke acara anniversary kakak kamu, gimana?" Bada masih tidak bersemangat mendengar usulan dari sieun karna yang ia inginkan hanya hyunjin yang datang ke acara itu bersamanya.
"Eeeh kenapa kok lesu gitu?" Bada pun berbisik pada sieun.
"Aku cuma pengen hyunjin yang jadi pasangan aku kesana.." Bada pun merengek kecil pura-pura menangis gemas lalu ia kembali tertidur di mejanya, sieun membangunkan bada dengan menegakkan tubuhnya di bangku.
"Yeh siapa tau hyunjin ngajuin diri buat ikut sayembara"
"Gak mungkin laah, dia gak mungkin mau ikut acara begituan.." saat bada akan kembali tidur di meja lalu sieun menahan tubuhnya agar tetap tegak.
"Oh iyaa da siapa tau walaupun dia gak ngajuin diri ikut sayembara kan nanti kamu dapet pasangan nah bisa jadi dia cemburu dan gagalin orang itu buat jadi pasangan kamu alhasil dia yang jadi pasangan kamu, itu mungkin aja kan terjadi? gimana?" Bada pun jadi kembali terfikir.
"Iyaa juga yaa" fikirnya, disini juga dia jadi bisa mengetest apakah hyunjin serius suka padanya atau tidak.
"Baiklah" seru bada yakin seraya mengangguk.
"Ok ayo buat pengumuman sayembara, nanti aku pasang pengumumannya di mading"
Sieun segera mengeluarkan sebuah kertas lalu segera membuat sebuah pengumuman sayembara untuk sahabat barunya bada yang sedang mengalami kesulitan itu, dan tentunya seraya di bantu olehnya.
Setelah selesai mereka pun segera menempelkannya di mading sekolah dan para siswa langsung mengerumuni dan membacanya terutama siswa pria.
"Wah apa nih?"
"Sayembara untuk mencari pasangan bada yang akan di ajak ke acara anniversary kakaknya ke 5 tahun, bagi yang ingin berpartisipasi ditunggu selepas pulang sekolah di kelas 12 A.. kriteria pasangannya lebih tinggi dari bada, berumur sama dengan bada dan dari kelas 12."
Semua siswa membacanya mereka semua menggerumut di mading, karna penasaran felix dan hyunjin yang baru dari kantin pun tertarik menghampiri mading yang di gerumuti oleh banyak siswa disana.
"Drama apalagi nih si bada? mentang-mentang sedikit deket sama hyunjin jadi bertingkah sok bisa dapetin semua cowo di sini!!"
"Iyaa ih gak banget deh.." seru seorang siswi wanita yang iri pada bada dengan kelompoknya, hyunjin dan felix pun mendengar mereka, ia melihat mereka tidak suka dan mereka pun segera bersikap ramah pada hyunjin dan felix lalu hyunjin mengalihkan pandangannya ke arah mading dengan felix, semua siswa membelah jalanan di tengah mempersilahkan mereka jalan hanya untuk hyunjin dan felix.
Felix pun membacanya pelan dan sangat terkejut tapi setelahnya ia pun tersenyum dan hyunjin membacanya seraya menyipitkan kedua matanya seketika kedua matanya membulat.
"How? Wanna join?" Seru felix seraya tersenyum menaik turunkan alisnya, Hyunjin pun tersenyum sarkatik lalu me roll eyes matanya. Mungkin di dalam hatinya ia berkata
"Ada-ada saja" lalu mereka pun melenggang pergi dari sana segera beralih pergi menuju kelas.
Bada pun hanya diam di bangku taman seraya menggigit kukunya panik dengan sieun, ia khawatir apakah akan ada yang mau ikut sayembaranya atau tidak, sieun pun mengelus punggung bada untuk menenangkannya.
"Tenang aja da.."
"Sieun aku harap apa yang kamu katakan tadi itu benar-benar terjadi"
"Iyaa tenang aja tapi kalo soal itu kita liat aja nanti hehe πβ" bada pun membungkuk dan menyembunyikan wajahnya dengan kedua tangannya ditempelkan menutupi wajahnya.
"Yaudah kita ke kelas yuk.."
"Tunggu, aku belum siap ketemu hyunjin dan yang lain, oh iyaa kira-kira dia udah baca pengumuman itu belum yaa sieun?" Sieun mengangkat kedua tangannya tidak tau dan bada pun menjenggut rambutnya frustasi.
"Udang tenang aja ok percayain sama aku.." sieun menenangkan bada padahal ia sendiri juga panik.
"Yaudah ayo kita ke kelas da, bentar lagi mau masuk nih.." sieun melihat ke arah jam tangannya, bada pun mengangguk ragu lalu mereka perlahan bangkit dan berjalan pergi menuju kelas.
Saat di kelas disana sudah ada hyunjin dan felix yang duduk di bangkunya masing-masing lalu mereka pun melihat ke arah bada dan sieun yang baru saja tiba di kelas, bada langsung melihat ke arah hyunjin tapi saat mata mereka bertemu ia pun langsung menunduk malu dan felix melambai pada mereka dan sieun membalasnya juga bada yang di beritahu oleh sieun bahwa felix melambai padanya.
lalu siswa siswi pun langsung riuh membicarakan bada. Bada duduk di bangkunya seraya memakai headset untuk mengabaikan orang-orang yang riuh membicarakannya, seraya masih mengenakan masker hyunjin melihat ke arah bada yang duduk dibangkunya.
Ting..Tong..Ting..Tong..
Bel masuk pun berbunyi mereka belajar seperti biasanya tapi bada hanya diam selama pelajaran berlangsung dan hyunjin memperhatikannya lekat.
Ting..Tong..Ting..Tong..
Dan akhirnya bel pulang pun berbunyi dan pada saat selang berapa lama banyak orang yang mengantri di luar untuk mengikuti sayembara bada membuat bada malu bukan main ia ingin menyembunyikan wajahnya yang telah mengenakan masker itu namun tidak bisa jadi ia menutupi wajahnya dengan tangannya.
Hyunjin tidak terkejut melihat banyak pria yang mengantri untuk mengikuti sayembara bada ia tau memang bada populer sebenarnya tapi karna sifatnya yang sangat pendiam sebelumnya jadi mereka kira bada sudah memiliki kekasih dan ada beberapa yang berfikir bada terlihat sedikit membosankan walau sangat cantik tapi karna sifatnya yang sangat pendiam jadi nantinya tidak ada interaksi diantara mereka tapi itu untuk pria brengsek saja, untuk pria yang baik mereka malah kagum pada bada karna sifatnya yang pendiam dan mereka lebih memilih megangumi bada dalam diam.
Felix menganga tak percaya dengan apa yang dia lihat saat ini, begitu ramai disana, felix pun kembali menanyakan hal yang sama pada hyunjin.
"Wanna join?" Hyunjin hanya tersenyum seraya menyisir rambutnya ke belakang.
Saat kelas sudah lumayan kosong dan diberi sinyal oleh sieun mereka pun masuk ke dalam kelas, kini kelas jadi ramai seketika lalu mereka pun duduk disana.
Sieun pun langsung mempersilahkan bada untuk duduk di depan kelas di bangku guru dan bada menutupi wajahnya dengan buku absen. Bada tidak sadar hyunjin dan felix masih disana belum pulang hingga ia masih menunduk menutupi wajahnya dengan buku absen lalu acara pun di handle oleh sieun.
"Ok sebelumnya semuanya terima kasih banyak udah menyempatkan waktu untuk datang ke acara sayembara bada, gimana da?" bada pun hanya tersenyum membuka maskernya seraya menunduk malu pada semua orang lalu kembali menyembunyikan wajahnya di balik masker dan buku absen, hyunjin dan felix tersenyum memperhatikannya.
"Gimana kalian udah liat kan kriterianya harus lebih tinggi dari bada dan berumur 17 tahun juga kelas 12"
"Ini semua kelas 12 kan?"
"Yaa!!" seru semua siswa pria.
"Yaudah kalo gitu pertama-tama kita ukur dulu apakah kalian lebih tinggi dari bada atau tidak"
Sieun sebelumnya sudah menyiapkan alat pengukur yang ia pinjam dari kelas olahraga, lalu alat pun dipasangkan dan bada lebih dulu di ukur tingginya ternyata tingginya hanya 165 cm.
Lalu satu persatu pria maju ke depan untuk di ukur oleh sieun dan tinggi mereka rata-rata 170 ke atas tapi ada juga beberapa yang tereliminasi, saat bagian felix bada terkejut bukan main.
"Wah ternyata ada felix juga ikut sayembara ini" seru sieun antusias karna tidak melihat felix sebelumnya. Bada hanya menganga tak percaya dan felix tersenyum pada bada.
"Kenapa felix mau repot-repot ikut sayembara ini? apa jangan-jangan.." batin bada ingin mengatakan felix suka padanya namun tidak jadi ia pun menggeleng beberapa kali memukul kepalanya pelan.
"Gak mungkin kan kalo felix... Ah aku ini terlalu banyak berfikir" batin bada lagi.
Lalu sieun pun dengan hati-hati mengukur tinggi felix seraya tersenyum-senyum memikirkan sesuatu yang sama dengan bada.
"Jangan-jangan felix suka nih sama bada.." batinnya seraya menengok ke arah bada beberapa kali dan bada hanya diam tak mengerti apa maksud sieun.
"Oh 171 cm masuk nih kriteria.." felix pun mengepalkan tangannya dan mengatakan.
"Yes!!" Dengan terang-terangan membuat semua pria disana ketar ketir termasuk hyunjin ini kedua kalinya felix bersikap seolah ingin mendekati bada, ia jadi curiga padanya.
"Apa dia suka pada bada?" fikirnya, tapi ia abaikan saja karna ini felix, ia tidak ingin memiliki pikiran buruk pada sahabat yang sudah ia anggap sebagai keluarganya itu karna ia tau mungkin felix hanya sedang bercanda saat ini padahal mah muehehehe.
Oh yaa hyunjin tidak ikut karna menurutnya untuk apa ikut acara seperti itu kalau ia tau hati bada hanya untuknya seorang wahahaha tawa jahat π
Lalu selanjutnya tes untuk mengetahui seberapa tau mereka tentang bada.
"Ada yang tau gak siapa nama lengkap bada?" Ternyata banyak yang tidak tau nama lengkap bada karna mungkin mereka beda kelas dengan bada karna kebetulan orang yang ikut sayembara banyak dari kelas yang berbeda dengan bada dan tidak pernah satu kelas dengannya ada juga yang sekelas tapi karna tidak memperhatikan saat bada di absen jadi tidak ingat dan ada juga yang tidak tau karna alasan mereka lupa mencari tau soal bada sebelumnya karna bada memang biasanya selalu di panggil bada saja, jadi banyak yang tereliminasi padahal pada pertanyaan segampang itu.
Tapi karna felix tau karna ia selalu memperhatikan bada saat gadis itu di absensi oleh guru jadi dia ingat betul nama lengkapnya.
Felix pun mengangkat satu tangannya ke atas, semua orang memperhatikan ke arahnya dan gadis-gadis yang menyaksikan di luar pun histeris melihat felix mengangkat tangannya.
"Oh yaa felix.." sieun pun menyerahkan kuasanya pada felix untuk menjawab pertanyaannya dan bada melihat ke arah felix dan disitu ia baru menyadari bahwa ada hyunjin di sana di samping felix, seketika bada kaget dan menyembunyikan wajahnya lagi.
"Kok ada hyunjin juga sih?? sejak kapan dia disini?? apa sejak tadi dia sudah ada disini melihat semuanya? aaaa kalo gitu malu banget.. tapi kalo dia ada disini, berarti dia ikutan juga dong? Kok bisa? tapi kalo ikut dia kok gak ikutan di ukur tinggi badan sih? aaa gimana nih?" batin bada bergulat dengan fikirannya yang rumit, ia ingin acara ini segera berakhir agar ia bisa cepat pulang dan menemui kakaknya mengantarnya membeli hadiah tapi sayangnya tidak bisa, karna acara ini pun demi kakaknya juga.
Bada masih melihat ke arah hyunjin sambil sesekali bersembunyi di balik buku absen.
"Untung hari ini ia memakai masker.." fikirnya.
"Park bada.." sieun pun tersenyum antusias dan menengok ke arah bada.
"Bagaimana bada?" Bada pun mengangguk.
"Yaaa betul!!" felix tersenyum dan mengepalkan satu tangannya kembali berkata.
"Yes!!" Tapi dengan nada pelan yang yakin.
Hyunjin memperhatikan felix lekat yang bahagia karna memenangkan acara seperti ini hanya untuk bada gadis yang menyukainya selama 2 tahun lebih, ia tidak tau ia harus bersikap bagaimana saat ini, jika benar felix menyukai bada, ia tidak bisa apa-apa, tapi entah mengapa hatinya tidak rela jika bada bersama pria lain tapi jika itu felix ia jadi bingung ia sudah menganggap felix dan teman-teman lainnya sebagai keluarganya, tapi saat ini bada juga belum menjadi siapa-siapa dalam hidupnya ia tidak berhak atas bada dan ia juga belum yakin betul pada perasaannya.
"Jadi acara sayembaranya dimenangkan oleh... Felix!! Selamat yaa" Semua pun bertepuk tangan untuk felix, para gadis yang menyukai felix pun sangat gutsar pada bada.
"Kemarin hyunjin sekarang felix, kenapa sih mereka sukanya sama bada semua!"
"Iyaa bada lagi bada lagi tu anak lama-lama ngeselin yaa"
"Tau ah pulang yuk!" Mereka pun pulang dengan perasaan sebal pada bada.
Semua pun pulang kecuali bada, sieun dan felix juga hyunjin, dan petugas yang piket hari ini bada belum pulang karna harus bersih-bersih dulu sebagai seksi kebersihan dan sieun sebagai sekretaris harus melaporkan siapa saja yang gak piket hari ini dan mendendanya besok.
Felix pun menunggu bada sedangkan hyunjin menunggu felix untuk pulang bersama karna ada latihan dance di luar tapi karna bada lama felix pun memutuskan untuk pergi dengan hyunjin dan mengechatnya nanti untuk menanyakan perihal anniversary kakaknya.
Tapi karna bersih-bersih membutuhkan waktu yang sangat lama jadi bada pun memutuskan untuk meminta izin pada sieun untuk pulang lebih awal karna ini sudah sangat terlambat kakaknya pasti marah karna bada terlalu lama dan menunggunya di depan gerbang sekolah.
"Sieun aku pulang duluan yaa soalnya kamu tau Kan?"
"Apa aku gak tau, aku lupa"
"Aku ada janji sama kak seo-ah" sieun pun langsung mengerti maksud bada.
"Oh oke yaudah kamu pulang aja biar ini aku handle sama yang lain"
"Oke sieun makasih" bada pun memeluk sieun dan segera pergi berlari ke arah luar kelas.