WAITING FOR YOU(Hwang Hyunjin)

WAITING FOR YOU(Hwang Hyunjin)
Semakin dekat



Bada masuk ke dalam rumahnya dengan pelan-pelan bukan karna kakinya yang sedang sakit tapi karna ia takut jika ibu tau bahwa ia pulang terlambat.


Miaw!!


Tapi karna ia tidak sengaja menginjak Milo kucing persia jantan berwarna putih yang sangat menggemaskan miliknya itu akhirnya ibu pun tau bahwa ia pulang terlambat.



"Bada! kamu dari mana aja nak?! ibu dari tadi nungguin kamu tapi kamu lama gak pulang pulang jadi ibu ketiduran di sofa, liat tuh Milo nyariin kamu dari tadi! ayo cerita sama ibu kamu dari mana aja?!"


"Nanti aja bu ceritanya aku mau mandi dulu, ya ya ya.." Bada mengeluarkan puppy eyes andalannya untuk membujuk ibu lalu ibu pun menyerah dan lebih memilih menuruti apa kata putrinya itu, ia tau putrinya itu kecapean dan ingin istirahat tapi setelahnya ibu menyadari sesuatu.


"Oh ya tunggu.. itu kaki kamu udah di gips berarti kamu dari rumah sakit?" Bada pun tak kuasa menahan senyumnya yang mengembang disana, karna malu ia pun langsung mengambil Milo dan segera pergi masuk ke kamarnya yang berada di lantai 2.


"Oh jangan-jangan sama cowo kemarin yang siapa itu namanya oh hyunjin kan?" Teriak ibu dari bawah dan bada hanya tersenyum senang, menari-nari pelan dengan milo lalu memeluk dan menciumnya gemas dan menguyel-uyel milo tapi kucing lucu itu hanya menatapnya diam.


Setelahnya ia sadar kakinya sedang sakit jadi ia berhenti melakukan semua itu, ia berjalan pelan menuju kursi di meja belajar lalu duduk disana, ia mengambil pulpen lalu menuliskan sesuatu di gipsnya.


"2 Februari 2017 bersama dengan hyunjin seharian" Lalu ia pun menulis diary di bukunya tentang hari ini, ia memang jarang membuat diary tapi jika di hari special seperti hari ini tidak lengkap rasanya jika tidak menulis diary.


Setelahnya bada memainkan ponselnya dan melihat beberapa notifikasi disana dan semua dari sieun karna bada tidak menunjukkan story nya untuk semua orang jadi hanya orang tertentu saja yang bisa melihatnya, salah satunya adalah sieun.


Ia pun merasa menyesal dan merasa bersalah padanya setelah apa yang telah ia tulis di story dan sieun jadi khawatir padanya. Ia pun segera menghubungi sieun untuk menghilangkan kekhawatiran sieun padanya fikir bada.


Tut.. Tut..


"Halo.."


"Astaga bada!! kamu gak apa-apa kan?! sekarang kamu dimana?! gimana penculiknya?!" bada hanya diam menahan senyumnya.


"Oi bada ayo jawab dong!! jangan bikin aku khawatir." Bada pun terfikir sesuatu dan tersenyum usil.


"Aku bukan bada hahaha" seru bada menjaili sieun dengan mengubah suaranya menjadi deep seperti felix.


"Eh mana teman saya?! dimana dia?! jangan sakitin teman saya ok atau nanti saya lapor polisi!!" Seru sieun dengan polos bada pun akhirnya tertawa puas karna berhasil telah menjahili sieun.


"Eh bada? itu suara bada kan? bada da!! kamu ga apa-apa kan??" Sieun diam tak mengerti dan bada masih tertawa.


"Ih bada kamu isengin aku ya?! gak lucu tau!!"


"Hahaha iyaa sieun maaf yaa.. abis kamu lucu bangat sih.."


"Ih tau ah aku marah sama kamu da!"


"Eh eh jangan dong! iyaa maaf, maaf deh.. buy the way kamu polos banget sih sieun.. aku itu baik-baik aja kok."


"Terus tadi kenapa kamu bikin story aku di culik itu mau kemana? dan sama siapa? jangan-jangan....??" Bada seketika diam.


"Jangan-jangan apa?"


"Hyunjin yaaaa.." senyum kembali merekah di wajah bada.


"Kok kamu tau sih.." seru bada keceplosan.


"Tuh kan?! whaaaat jadi itu bener?! kamu ngapain aja sama hyunjin da?! cerita dong sama aku.."


"Engga ah.."


"Ih ayolah pelit banget sih sama temen sendiri.."


"Iyaa deh nanti aja ceritanya di sekolah soalnya panjaaang bangeet"


"Hehe yaudah iyaa"


"Yaudah bye sieun sampai ketemu di sekolah..." Bada segera mematikan telfonnya lalu menaruh ponselnya ke kasur.


Tapi setelahnya bada malah mengetik panjang lebar tentang semua kisahnya hari ini bersama dengan hyunjin jadi lebih mirip dengan cerita novel, lalu setelah selesai ia pun segera pergi untuk mandi dan bergegas makan malam selanjutnya tidur tanpa membaca pesan balasan dari sieun.


"Aku harap aku mimpiin hyunjin malam ini" batin bada seraya mencoba tertidur tapi senyum masih mengembang disana.


...****************...


Besok adalah hari festival di selenggarakan, dan hyunjin juga teman-temannya akan tampil disana.


Bada sedang menyiapkan apa saja yang harus di pakai besok, dan baju dress putih sepaha dan tangannya sesiku dengan tas kecil putih dan sepatu sneakers putih jadi pilihan bada untuk ia pakai besok, lalu ia pun mengirim pesan pada sieun.


"See you tomorrow" oh ya festival itu di mulai jam 16:00 sore jadi masih ada banyak waktu untuk bada bersiap-siap, ia pun membuat alarm baru di ponselnya lalu segera tidur di kasurnya, seperti biasa di grup chat ada felix yang mengirim video video lucu dari tok tok tapi tidak ada yang membalas pesan felix, lalu bada iseng membalas emoticon tertawa untuk felix dan tak lama kemudian.


Ting.. Tong..


Felix mengirim pesan balasan padanya tapi lewat chat pribadi membuat bada kaget.


"Oh hi bada, belum tidur?"


"Belum.."


"Why? eh besok kamu ikut kan?"


"Hmm gak tau deh.."


"Kok gak tau?"


"Kalo di bolehin sih mau ikut😂V"


"Ya boleh dong masa cewe seimut bada gak boleh ikut" felix membuat bada seketika terdiam tanpa kata.


"Maksudnya?"


"Nothing..."


"Yaudah lix kalo gitu aku tidur duluan yaa udah malem nih"


"Yaa sweet dream bada, mimpiin aku yaa"


"Ih apaan sih felix" Seru bada merasa ada yang aneh lalu setelahnya tersenyum, baru kali ini ada pria yang seperti ini padanya apalagi felix tampan dan cute kan siapa yang tidak akan meleleh hanya saja bada hanya menyukai hyunjin seorang, pokoknya tidak ada yang lebih tampan dari hyunjin fikirnya.


...****************...


Sinar mentari pun telah terbit di ufuk timur sinarnya masuk melalui celah-celah jendela kamar bada, suara alarm dari ponsel membuatnya seketika terbangun.


Terlebih Milo masuk ke kamar bada dan membangunkan tuannya dengan mencium-cium wajahnya beberapa kali agar bada bangun.


"Ah ini hari minggu biarkan aku tidur lebih lama.. Oh milo good morning.." bada dengan matanya yang masih lengket dengan kantuk itu pun bangun, alhasil milo pun turun dari kasur pergi berlari ke luar kamar tapi bada tidur kembali.


"Bada.. Ayo bangun..!!"


"Ah ibu ini kan hari minggu, biarkan aku tidur lebih lama"


"Bukannya kamu bilang mau pergi ke festival?" bada pun seketika bangun tapi teringat festival di mulai pukul 16:00 alhasil ia tidur lagi.


"Ayo banguuun" ibu pun masuk ke kamar dan menggoyang-goyangkan tubuh bada agar bangun seketika.


Ting.. Tong..


Bada dengan kantuk yang masih menguasainya itu pun melihat ke arah ponselnya, disana ada beberapa notifikasi dari grup chat.


"Guys udah ready belum? jam 8 kita berangkat yaa soalnya banyak yang harus dipersiapkan belum lagi perjalanan dan kita harus rehersal latihan sebelum tampil disana, jadi guys di tunggu di halte bus dekat sekolah semua ngumpul di sana yaa. Dah bye!" Tulis han membuat bada sontak kaget seketika bangun dari tidurnya mengerjapkan matanya beberapa kali.


"Jam 8?" Lalu setelah mengerti dan benar-benar sadar ia pun ia pun bangkit dari posisinya saat ini seraya kelabakan.


"Kenapa gak bilang dari semalem sih! ini jam berapa?!"


"Jam 06:42. Huft masih ada waktu." Bada menghela nafas panjang lalu berhenti untuk berfikir apa yang harus ia lakukan pertama kali.


"Ok mandi.." Ia segera mengambil handuk dan melenggang pergi ke kamar mandi.


Setelah selesai mandi ia langsung memakai dress yang ia pilih semalam dan berdandan secantik mungkin kini tinggal memakai sepatu sneakernya.


"Tunggu nak sarapan dulu.."


"Gak ada waktu bu.. Handphone mana handphone..?" Seraya memakai sepatu sneakernya bada pun menelpon sieun.


Tut.. Tut..


Terangkat.


"Sieun kamu dimana?" Sieun yang masih bersantai di rumah pun tersenyum usil ia berniat balas menjahili bada.


"Aku ada di halte.. Ayo cepetan tinggal kamu doang kita udah mau berangkat!!" Bada pun semakin kelabakan.


"Haaa?! serius?! Tunggu please ini bentar lagi aku kesana, please tungguin aku"


"Iyaa ayo cepet!!"


"Iyaa iyaa" Bada pun segera bergegas pergi setelah memakai semua yang harus di pakai.



Dan saat sampai di halte sudah ada 7 pria tampan sedang menunggunya ada hyunjin, changbin, han, felix, seungmin, lee know dan IN.



"Apakah ia salah kostum?" fikirnya.


"Sini bada! kenapa diam saja disitu.." bada pun menghampiri mereka dengan malu-malu, hyunjin dan yang lain sebagai pria normal mereka memperhatikan penampilan bada dari atas hingga bawah.


"Wah sangat cantik.." seru IN dan seungmin pun menutup mulutnya.


"Aish" IN pergi menghindari seungmin.


Bada hanya diam meneguk salivanya karna gugup menautkan rambutnya ke telinganya karna malu, Felix terpukau oleh kecantikan dan keimutan bada saat ini ia terus menatapnya seraya menganga dengan ekspresi yang cute dan tak terkeculi hyunjin juga tersenyum namun ia mengenakan masker jadi tidak terlihat jika ia tersenyum pada bada.


"Apa semua sudah berkumpul?" bada mengangkat tangannya ke atas.


"Belum, sieun masih belum datang kak"


"Oh ok tinggal sieun aja?" Bada mengangguk.


"Sieun gimana sih katanya dia undah disini, tinggal aku doang ternyata dia yang belum datang huft sieun sieun.." seru bada pelan seraya menggeleng pelan.


Bada pun reflek tidak sengaja mendekat ke arah hyunjin dan teman-teman tapi entah mengapa dan tanpa bada sadari semua orang di dekat hyunjin pergi menjauhinya kecuali hyunjin sendiri, hanya tersisa mereka berdua disana seperti mereka memberikan ruang untuk mereka berduaan fikir bada.


Oh ya saat ini bada telah melepas gips kakinya karna kakinya sudah bisa berjalan dengan normal dan juga tidak ada patah tulang jadi tidak apa-apa melepas gips lebih awal, ia pun telah berkonsultasi sebelumnya dengan dokter.


"Ah lama banget.. masih lama gak sih?!" Seru IN merasa bosan tapi setelahnya terkekeh.


"Aaaah aku lapar belum makan apapun sejak tadi.." rengek changbin membuat semua orang terkekeh tidak terkecuali hyunjin, baginya changbin merupakan sumber kebahagiaannya.


"Bada coba telfon sieun.."


"Oh iyaa kak.." Bada mengangguk segera menelfon sieun dan sebelum itu akhirnya sieun pun tiba.


"Duh maaf yaa tadi aku bangun kesiangan, aku kira bakal pada ngaret ternyata aku doang yang ngaret maaf yaa" bada hanya menggeleng beberapa kali.


"Yaudah kalo gitu karna semua sudah lengkap, yang belum sarapan ayo sarapan dulu.. aku beri waktu setengah jam untuk sarapan."


"Yeay!!" Semua pun terpencar terbagi menjadi dua kelompok lee know, hyunjin, felix, bada, sieun kelompok 1 dan sisanya han, seungmin, changbin, IN kelompok 2.


"Nanti jam 9 kumpul lagi disini!"


"Ok"


"Da pokoknya kamu harus selalu sama aku yaa.."


"Gak mau ah.. abisnya kamu ngerjain aku tadi."


"Oh hehe ya maaf aku kan cuma bales kamu, waktu kamu bilang udah di culik sama hyun--" Bada menutup mulut sieun dengan tangannya sebelum sieun melanjutkan omongannya.


"Untung hyunjin gak denger perkataan sieun" fikir bada tapi sebenarnya ia pura-pura tidak dengar saja.


Lalu hyunjin pun membuka maskernya



Membuat bada hanya menganga tak percaya melihat ketampanan hyunjin.


"Ini hyunjin sebenarnya mau tebar pesona atau gimana sih?" bisik sieun pelan dan bada hanya menautkan jari telunjuknya di mulutnya pertanda sieun harus diam.


"ssst"


"Buy the way kak lino ganteng banget yaa da.." bisik sieun lagi. Dan bada hanya mengangguk setuju.



"Ekhem.. " Felix yang sejak tadi di belakang bada dan sieun pun akhirnya bersuara.


"Eh ada felix.. aku kira gak ada siapa-siapa di belakang hehe" Felix tersenyum dan beralih menatap ke arah bada yang terlihat sangat cantik dan cute sekaligus hari ini, bada hanya diam tersipu malu.


Kebetulan di depan ada toko donat, lee know pun memanggil felix untuk menemaninya memesan donat dan sieun ikut dengan lee know dan felix untuk mewakili pesanannya dengan bada sehingga hanya tersisa bada dan hyunjin saja disana sedang berdiri menunggu pesanan donatnya datang.


Bada berdiri di sisi kanan dan hyunjin di sisi kiri, dan tiba-tiba ada segerombol orang yang lewat di sisi kanan sehingga bada pun reflej mengeser posisinya ke sisi kiri dan karna orang-orangnya sangat gragas seperti sedang terburu-buru dan akhirnya.


Dug!!


Bada jatuh dan hyunjin pun reflek menangkap tubuh bada yang tersentuh di bagian pinggangnya dengan tangan panjangnya menuju ke pelukannya mendekapnya erat sepersekian detik mata mereka kembali bertemu.


Setelah beberapa lama terhanyut dalam tatapan masing-masing mereka pun akhirnya sadar lalu segera saling menjauh satu sama lain. Bada menyelipkan sebelah poni rambutnya ke telinganya.


"Oi ini pesanan kalian.."


"Da ini.." Bada pun segera beralih berlari ke arah sieun lalu mengambil donatnya begitu pun hyunjin yang mengikutinya dari arah belakang, ia pun tersenyum ke arah bada.


Lalu mereka duduk di salah satu bangku umum dekat pohon besar disana sambil makan donat. Hyunjin kembali melihat pipi bada yang penuh oleh donat seperti tupai dan han fikirnya sama seperti dirinya juga.



Akhirnya waktu sarapan pun selesai dan ini saatnya mereka berkumpul di halte bus, karna mereka naik bus akhirinya bus pun tiba mereka segera naik kesana, semua orang telah duduk di tempat pilihannya masing-masing tinggal sieun dan bada yang belum kebagian tempat duduk, lalu beberapa orang pun turun, sieun pun akhirnya dapat tempat duduk tapi saat bada akan duduk di samping sieun ternyata sudah ada yang lebih dulu duduk disana, bada pun kebingungan.


Lalu hyunjin yang melihat itu segera bangkit dan menyuruh bada untuk duduk ditempatnya, bada pun menggeleng pelan awalnya ia menolak tapi karna bus akan segera berjalan, bada pun menurut segera duduk di bangku hyunjin.


Senyum kembali merekah di sana, bada duduk dengan seorang wanita yang sudah cukup dewasa sepertinya sudah bekerja mungkin karna lelah ia pun tertidur di sisi kanan dan di sisi kiri saat ini ada hyunjin di sampingnya sedang berdiri disana, hyunjin sangat gentleman.


Bada menengok ke arah hyunjin beberapa kali begitupun hyunjin mereka saling menatap diam-diam, tiba-tiba bus pun ngerem mendadak membuat hyunjin terjatuh ke arah bada dan memeluknya dan tak sengaja sekaligus membangunkan wanita di sisi kanan bada dan memang ia telah sampai di tempat tujuannya alhasil ia pun turun, otomatis bada bergeser ke sisi kanan dekat jendela dan hyunjin otomatis duduk di sampingnya.


Bada pun menengok ke arah jendela seraya menyembunyikan rona merah di pipinya, hyunjin hanya diam lalu ia pun kembali memakai hoodie dan maskernya untuk tidur agar tidak terlihat jelek saat sedang tidur, tapi sepertinya memang ga akan jelek hehe. Ia pun tertidur karna perjalanan masih cukup jauh.


Bada pun menatap ke arahnya dan diam-diam mengambil potret hyunjin yang sedang tertidur disampingnya.


Bada merenggangkan dan menegakkan tubuhnya meletakkan punggungnya ke bangku, karna ada polisi tidur bis pun kembali terguncang sehingga kepala hyunjin tidak sengaja jatuh di pundak bada membuat bada kaget seketika matanya membulat, ia berusaha untuk tetap duduk tegap agar hyunjin tidak jatuh tapi karna perjalanan yang cukup jauh akhirnya kantuk pun datang sehingga bada tertidur dan meletakkan kepalanya di atas kepala hyunjin mereka saling bersandar satu sama lain.


...****************...


Akhirnya mereka pun sampai di tempat tujuan, hyunjin bangun lebih dulu ia kaget melihat posisinya saat ini bersandar pada bada namun karna tidak ingin membuat bada terbangun ia pun pura-pura belum bangun.


Tak lama bada pun terbangun, ia melihat ke arah sampingnya dan ada hyunjin disana yang masih tertidur.


"Syukurlah aku bangun lebih dulu" fikirnya. Lalu bada memperhatikan wajah hyunjin yang sedang tertidur intens.


"Yaa ampun hyunjin cute banget pas lagi tidur, bagaimana bisa ada orang yang sesempurna ini" batin bada.


Lalu setelah beberapa detik hyunjin pun terbangun membuka kedua matanya membuat bada yang sedang memperhatikannya pun kalang kabut, ia malu dan takut ketauan olehnya.


Lalu hyunjin pun melihat ke arah bada yang pura-pura melihat ke luar jendela.


"Hyunjin ayo!!" teriak lee know dari arah depan.


"Iyaa hyung.." Hyunjin pun segera bangkit dan pergi menghampiri lee know dan meninggalkan bada yang masih malu karnanya.


"Ayo da kita keluar.."


"Umm! ayo.." seru bada antusias. Mereka pun keluar dari bus.


"Oh iyaa tadi kamu duduk dimana da?" bada tersenyum.


"Ummm sssst rahasia" lalu bada pun berlari meninggalkan sieun seraya tersenyum senang membuat sieun menatapnya dengan tatapan bingung.


Mereka sampai sekitar pukul 12:42 siang masih ada banyak waktu dan mereka memutuskan untuk latihan rehersal disana.


Bada dan sieun duduk di bangku paling depan yang masih kosong karna orang-orang belum masuk kesana masih ada di luar gerbang karna belum di bukakan oleh security. Mereka berlagak seperti seorang penggemar yang menonton konser idolanya. Ya memang pada kenyataannya mereka adalah penggemar rahasia hyunjin dan lee know.


Hyunjin dan teman-temannya pun berlatih dengan sungguh-sungguh mereka membawakan lagu cover dari grup-grup senior dan di remix menjadi medley dan di jamin keren.


...****************...


Akhirnya latihan rehersal pun selesai mereka segera masuk ke ruangannya untuk memakai kostum dan make up agar menyempurnakan penampilan mereka.


Dan make up hyunjin pun sangat keren karena ada seperti bekas luka-luka di wajahnya.


Bada dan sieun pergi untuk melihat-lihat ke belakang panggung, banyak orang disana ada juga yang mengcover dance sama seperti hyunjin tapi bedanya hyunjin kali ini menari seraya menyanyi saat mengcover lagunya, ada juga yang menggoda bada dan sieun karna mereka memang keliatan cantik hari ini.


Tidak hari ini saja tapi setiap harinya mereka senantiasa keliatan cantik, hanya saja terlihat berbeda di hari ini.


Saat sampai di ruangan make up bada melihat hyunjin disisi yang berbeda kali ini, dia sangat kelihatan tampan dan keren.



Bada bahkan sampai iri pada penata rias hyunjin karna telah berani dan bisa menyentuh-nyentuh wajah hyunjin dengan sukarela, sedangkan jika ia tidak mungkin melakukannya apalagi dengan sukarela.


Bada bahkan terfikir sesaat ingin mengubah cita-citanya menjadi penata rias hyunjin saat ini. Tapi buy the way felix juga tidak kalah keren fikir bada.



Setelah mereka kembali ke bangku penonton ternyata sudah penuh hanya tersisa sedikit tempat untuk mereka tapi untung masih muat, dan ternyata ada yang membawa beberapa poster disana.


"Ternyata mereka sepopuler itu yaa.. hebat!"


"Apalagi kalo jadi idol yaa" seru sieun membuat bada terdiam jadi berfikir keras.


"Iyaa juga yaa.. pasti nanti kesempatan untuk bertemu hyunjin jadi semakin sedikit" fikir bada.


"Kita doakan yang terbaik saja untuk mereka" Bada dan sieun pun mengangguk setuju.