
Ia pun tersenyum canggung melihat hyunjin yang kini berada di sampingnya.
"Ayo.." Ajaknya dengan suara datar. Dan bada hanya mengangguk mengiyakan ajakan hyunjin.
Demi apa ini pertama kalinya dia ngomong secara langsung sama hyunjin, omg omg dia bingung harus apa dan bagaimana caranya bersikap, ia takut jika salah sedikit saja hyunjin bisa eilfeel dengannya.
"Enggak enggak itu ga boleh" batin bada menggeleng cepat menghela nafas panjang menyusul langkah kaki jenjang hyunjin berjalan ke depan, kini pria itu sedang menunggunya yang bingung sedari tadi.
Mereka pun sampai di kelas kosong yang ditinggalkan, ya karna sudah jam pulang sekolah jadi tidak digunakan untuk sementara waktu, dan tempat itu kini digunakan untuk latihan dance mereka.
Hyunjin menaruh barang-barangnya di meja guru yang ada di samping kanan mereka. Bada menutup kedua matanya lalu tersenyum kecil.
"Yaa tuhan ini mimpi kan? tolong kasih tau aku ini mimpi, aku gak mau bangun kalo ini mimpi.." batin bada, kedua tangannya ia satukan seperti sedang memohon sesuatu. Hyunjin hanya diam sekilas memperhatikan bada.
"Ekhem.. jadi, sebelumnya udah ada pengalaman dance?" Seru hyunjin, bada terkesiap melihat ke arah wajah hyunjin yang tampan ia pun kembali tidak sadar dalam lamunannya.
"Hey.. " Hyunjin melambaikan satu tangannya ke arah wajah bada, namun gadis itu hanya diam tak bergeming pipinya kini berubah menjadi merah tomat, setelah sepersekian detik ia pun akhirnya sadar.
"Eh iya kenapa?" Hyunjin hanya diam tak bergeming seraya memperhatikannya tajam.
"Eh aku salah yaa?" Batin bada tak mengerti menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Ekhem.." Dehem hyunjin lagi mencairkan suasana canggung di antara mereka. Bada
sadar dan ia hanya menggeleng pelan.
Hyunjin menghela nafas panjang.
"Huft.."
"Ok, jadi ini pertama kalinya?" bada pun mengangguk mengiyakan perkataan hyunjin.
"Kalo gitu mau belajar dance apa?" ucap hyunjin lagi. Sedangkan bada kembali diam dalam lamunannya.
"Duh gimana nih.. apa hyunjin eilfeel ya sama dia" batinnya saat ini, tapi tidak bisa menyembunyikan rona bahagia yang menyembul di pipinya dan di sisi lain ia sedikit khawatir dengan sikapnya yang canggung pada hyunjin.
"Ekhem.."
"E-eh iya a-aku aku gak tau gimana kamu aja.." seru bada pelan dengan rasa gugupnya yang berlebih sedang berusaha ia kendalikan sedari tadi.
"Ok kalo gitu yang mudah aja ya.. gimana kalo Twice-What is love? Setuju?" seru hyunjin kini meminta persetujuan bada seraya menaikkan kedua alisnya ke atas, dan gadis itu kembali menggangguk pelan seraya tersenyum malu mengiyakan perkataan hyunjin pertanda setuju.
"Ayo.."
Bada pun mulai berlatih gerakan demi gerakan sambil melihat video dance practice di ponselnya, ia cukup tanggap seraya di awasi oleh sang pelatihnya hyunjin.
"Bukan gitu tangannya, gini" seru hyunjin seraya mencontohkan gerakan yang benar pada bada dan lagi-lagi gadis itu hanya tersenyum seraya mengangguk.
Setelah beberapa lama berlatih, akhirnya bada pun menguasai seluruh gerakannya tapi karna masih kaku hyunjin pun bangkit dari kursinya reflek membenarkan gerakan bada secara langsung dan tanpa sengaja menyentuh bada dari belakang membuat bada seketika kaget, ia akan jatuh tapi lengan panjang hyunjin menarik tubuh bada dan alhasil ia pun ikut terjatuh.
Brukk!! bada terjatuh tepat di atas tubuh hyunjin membuat ia seketika memeluk tubuh hyunjin.
"Hangat.." fikirnya, ia bisa mendengarkan detak jantung hyunjin saat ini, setelah tersadar ia pun sedikit bangun begitupun hyunjin membuat mata mereka bertemu kembali, hyunjin hanya diam tak bergeming saat ini.
Ia tersadar menggerakkan matanya ke kanan dan ke kiri lalu mendorong tubuh bada pelan agar ia bisa bangun, mereka pun bangun dalam posisi duduk.
"Ekhem.." Hyunjin langsung bangun seraya membersihkan tubuhnya dari debu yang menempel di bajunya.
Ia pun melihat ke arah bada yang masih dalam posisi duduk. Bada kembali menyembunyikan rona merah bahagia yang menyembul di pipinya. Ia menggulum bibirnya seraya sesekali tersenyum, memegang pipi kanannya.
"Ya tuhan ya tuhan.." batinnya. ia sangat malu pada hyunjin.
Setelah beberapa detik.
"Kamu gak apa-apa?" akhirnya hyunjin bicara mencairkan suasana canggung di antara mereka.
"Uhm hmm" Seru bada mengangguk mengiyakan perkataan hyunjin. bada ingin bangkit namun ia menyernyitkan dahinya menahan sakit.
"Aaaa" Ia sedikit berteriak kesakitan saat kakinya di gerakkan, hyunjin dengan sigap langsung membopoh tubuh mungil bada dengan kedua lengannya.
"Ada apa?" Seru hyunjin khawatir.
Bada hanya diam sambil memijat pelan kaki kanannya yang sepertinya terkilir saat terjatuh tadi.
Hyunjin segera memastikan dengan memijat pelan kaki kanan bada membuatnya melengguh kesakitan.
"Apakah sakit?" Tanya hyunjin.
"uhmm" gumam bada mengangguk seraya menahan rasa sakitnya.
Tanpa fikir panjang hyunjin pun langsung menggendong bada dengan posisi seperti pengantin pria menggendong pengantin wanitanya, dan bada hanya shock dengan tindakan hyunjin rasanya kembali seperti ada kupu-kupu yang beterbangan di perutnya, ia memejamkan kedua matanya tak percaya.
"Apakah ini mimpi?!!" Fikirnya lagi, ia pun reflek memperhatikan wajah tampan hyunjin yang kini sedang menggendongnya dari jarak sedekat ini, sungguh keajaiban fikirnya.
Semua mata tertuju pada bada yang sedang digendong oleh hyunjin, setelah sampai di tempat latihan ia pun di turunkan, ia di duduk kan di kursi yang telah ada disana, Sieun hanya diam tak percaya.
"Wow daebak" fikirnya lalu segera menghampiri bada.
Lee know segera menghampiri hyunjin dan bada.
"Ada apa ini jin?"
"kakinya terkilir, tadi ia tidak sengaja jatuh saat latihan dance dan mungkin ia belum bisa mengikuti tes ini"
"Hmm sayang sekali.. yaudah jangan di paksa, mungkin lain kali di lain kesempatan" seru lee know seraya menepuk pundak hyunjin beberapa kali.
"Enggak kak tunggu.. aku bisa" seru bada yang membuat semua orang menatapnya dengan tatapan khawatir. Terlebih hyunjin segera menatapnya tajam.
"kamu yakin?"
"E-eh" seru sieun kaget dengan tindakan bada, ia takut bada terkena patah tulang tapi ia bangkit seraya menahan rasa sakitnya berusaha meyakinkan lee know bahwa ia baik-baik saja dan bisa mengikuti tesnya, ia tidak ingin mengecewakan hyunjin yang telah susah payah melatihnya fikir bada.
"Yaudah kalo gitu.." Hyunjin menatap lee know tajam, ia kaget mengapa lee know mengizinkan gadis dengan kaki terkilir itu untuk menari, ia takut jika keadaan kakinya jadi semakin parah.
"Tapi da kamu yakin..? kaki kamu terkilir lhoo nanti takutnya jadi bengkak.." seru sieun khawatir.
"Ssst engga aku bisa kok!" Seru bada yakin. Hyunjin me roll eyes matanya tanda menyerah lalu pergi menghampiri teman-temannya.
"Oh yaudah semangat bada!" Seru sieun.
Bada tersenyum manis mengangkat kedua tangannya pertanda semangat.
Tiba-tiba felix tiba dengan wajah yang tidak berselera.
"Felix oy bro ada apa?" Seru han dan felix hanya menunduk pasrah seperti orang yang telah gagal melakukan sesuatu.
"Haaaaaa" serunya dengan cute kedua lengannya ia angkat ke atas membuat sieun menyatukan kedua lengannya memohon pada felix dan felix hanya tersenyum pasrah mengiyakan maksud sieun.
"Aah ok ok" ia mengangguk setuju, bada hanya diam tak mengerti pada mereka.
...****************...
Melihat semua telah berkumpul ia pun segera bersiap untuk mengetes mereka, yaitu bada dan sieun.
"Ok semua mohon perhatian, ada dua teman kita yang baru mau bergabung, coba kita lihat penampilannya.." Seru lee know mempersilahkan kepada bada dan sieun untuk maju ke depan, bada sebisa mungkin berjalan normal agar semua tidak khawatir padanya terutama hyunjin. Pria itu merasa bersalah pada bada karna telah membuatnya terluka dan tidak bisa menjadi pelatih yang baik.
"Kakak itu bukannya kakinya lagi sakit ya?" Seru salah satu anak dance.
"Apa dia bohong agar hyunjin menggendongnya?!"
"Iyaa sepertinya begitu" Seru orang yang tidak suka pada bada sejak ia dekat dekat dengan hyunjin.
Mereka pun telah maju ke depan, Felix memijat pelipisnya pelan ini pertanda tidak baik.
Pertama di mulai dengan sieun, ia menarikan tarian dari grup snsd yang simple tapi tarian sieun sangat kaku membuat felix memijat pelipis jidatnya pelan ini alasan mengapa ia tidak berselera sedari tadi, ia gagal melatih sieun.
Akhirnya lagu pun selesai. Lee know memijat pelipisnya pelan lalu melirik tajam ke arah felix, dan felix hanya melihat ke arah lain.
"Hahaha mungkin ia sedang sedikit sakit pinggang.. Selanjutnya park bada menarikan lagu what is love dari Twice" Bada berjalan sedikit pincang membuat hyunjin memperhatikannya lebih, ia khawatir.
Ia mulai menari dengan lagu yang disebutkan oleh pak pelatih dengan lumayan bagus tapi sedikit terpapah-papah karna kakinya yang sakit, semua orang pun bertepuk tangan untuknya menyemangatinya kecuali beberapa orang yang tidak suka padanya.
Setelah lagu selesai.
Hyunjin hanya tersenyum kecil lalu saat bada menatapnya dengan tatapan mengharapkan pujian ia beralih ke arah lain.
"Wah lumayan bagus.. kalo gitu kamu mau gabung eskul ini?" Bada hanya tersenyum lalu mengangguk pelan dan sieun menghampiri bada.
Ia masih tidak menyangka ternyata ia memiliki bakat menjadi seorang dancer.
"Wah tapi kamu gak apa-apa kan.. kaki kamu?" seru lee know khawatir pada keadaan bada.
"Iyaa ga papa kok kak" ucap gadis itu seraya tersenyum.
"Wah bada hebat banget sih.." seru sieun.
"Kalo aku gimana kak?"
"Kamu harus banyak belajar lagi yaa.."
"Yaaah" sieun cemberut.
"Kalo gitu nanti kamu minta admin untuk invite kamu ke grup..."
"Siapa adminnya" Seru sieun antusias.
"Kakak sama hyunjin ketua dance"
"kalo gitu sini hpnya.." bada memberikan ponselnya, lee know merebut ponsel yang sedang di mainkan oleh hyunjin, ia mengetikkan nomer bada di sana. Hyunjin melirik tajam ke arah lee know.
"Nih jin nanti masukin grup yaa.." lee know tersenyum puas dan hyunjin menghela nafas panjang.
"Aku juga yaa kak" Seru sieun seraya memohon dengan mata yang berbinar-binar.
"Hmmm yaudah iyaa tapi kamu harus banyak latihan lagi yaa"
"Ok.. kalo aku di masukin sama kakak aja"
"gak mau ah.. hehe iyaa yaudah" sieun cemberut setelahnya tersenyum.
"Yes!!" sieun sangat senang.
Tak lama kemudian hyunjin memasukkan bada ke grup dance, bada hanya tersenyum ia sangat senang.
"Yaudah kalo gitu udah sore nih.. pulang yu"
"Yes..ayo..!!"
Mereka pun segera bersiap-siap untuk pulang sedangkan felix menghampiri bada.
"Selamat ya bada, sekarang kita satu tim, mohon kerja samanya." Felix dan bada berjabat tangan lalu gadis itu mengangguk seraya tersenyum.
Hyunjin hanya diam memperhatikan mereka. Ia masih merasa tidak enak pada bada karna telah membuat kakinya terkilir terlebih ia telah meremehkannya, buktinya ia bisa menari dengan baik ia cepat belajar walaupun kakinya sedang dalam kesakitan, ternyata gadis itu tidak ingin mengecewakannya fikir hyunjin.
Mereka semua telah pulang hanya tersisa bada sieun felix hyunjin dan kak lee know. Melihat bada yang berjalan seraya tertatih-tatih akhirnya lee know pun menyarankan salah satu dari mereka untuk mengantarnya pulang.