Unrequited Love

Unrequited Love
Episode 5 Perasaan Arsya



Saat acara sedang berlangsung, tiba-tiba afifa merasakan pusing dan hampir ingin pingsan. Namun, dengan cepat ramzi langsung menahan tubuh afifa agar tidak terjatuh. Ramzi langsung menyuruh afifa untuk duduk, dan dia akan mengambil obat di uks.


Saat akan memasuki uks, ramzi melihat sepatu perempuan dan dia tidak asing dengan sepatu itu; namun dia tidak peduli siapa pemilik sepatu itu. Saat masuk uks, tanpa mengetuk ramzi langsung memasuki ruangan; Arsya yang terkejut langsung menghapus air matanya karena dia tidak ingin orang lain melihat dia menangis. Arsya menengok ke arah pintu dan terkejut karena yang memasuki uks adalah ramzi. Ramzi tidak menyadari kalau orang itu adalah arsya, namun ketika arsya menengok dia juga terkejut namun dengan wajah datar.


Ramzi hanya melihat arsya sebentar, lalu langsung mengambil obat tanpa mempedulikan arsya. Selesai mengambil obat ramzi segera keluar karena afifa sudah menunggunya. Arsya yang melihat wajah ramzi seperti itu tambah membuat hatinya semakin sedih dan langsung menangis.


Ramzi:"fa, ini obatnya lo minum dulu"


Afifa:"thanks zi, tapi gue mau ke uks aja deh ga kuat pusing banget"


Ramzi:"ya udah ayo gua anterin"


Afifa mengangguk tanda mengiyakan.


Sampai di uks, arsya tidak mempedulikan siapa orang itu; namun dia mengenali pemilik suara itu.


Ramzi:"fa lu tiduran disini aja ya, ga sendirian kok lu"


Afifa:"iya zi, makasih banget ya udah anterin gue"


Ramzi:(mengangguk)


Arsya mengetahui kalau ramzi mengantarkan afifa ke uks, dia hanya diam tiduran menghadap tembok sambil terus menangis.Afifa mengenali bentuk tubuh arsya, dia langsung memanggil.


Afifa:"sya, ini arsya kan?"


Arsya langsung segera menghapus air matanya dan menghadap ke arah afifa.


Arsya:"iya, ini gua.. Lu kenapa kok ke uks?"


Arsya:"ooh, gitu"


Arsya yang mendengarnya tambah merasa sakit hati dan cemburu, tapi menahannya karena tidak ingin afifa tau keadaannya saat ini.


Arsya:"gua keluar ya fa, udah mendingan badan gua soalnya"


Afifa:"ok sya"


Arsya langsung keluar dan segera menemui alisha, dia langsung mengajak alisha ke tempat rahasia mereka berdua. Disana arsya langsung menangis dengan memeluk alisha. Alisha terkejut, tapi dia sudah tahu apa yang membuat arsya menangis. Karena arsya jarang dan bahkan tidak pernah menangis, namun semenjak arsya mengetahui kalau afifa juga mempunyai rasa terhadap ramzi arsya jadi sering menangis karena menahan cemburu.


Alisha langsung segeran menenangkan arsya tanpa berkata apapun. Arsya langsung melepaskan pelukannya dan menghapus air matanya.


Arsya:"sha, tadi ramzi kasih obat dan nganterin afifa ke uks, dari muka-mukanya dja keliatan peduli banget sama afifa.Bahkan dia ngeliata aku aja mukanya datar dan cuek banget"


Alisha:"mungkin dia cuma bantuin afifa sya, positif thinking ya jangan berfikir macam-macam dulu kamu yaa.. tenangin diri dulu ya"


Arsya:"iya sha, makasih banget ya"


Alisha langsung segera mengajak arsya untuk kembali ke acara, karena akan ada penampilan dance kpop. Dan alisha tahu, kalau arsya sangat menyukai itu.


Penampilan dance dimulai, ara, aura, dan alisha ikut menyanyikan lagu yang digunakan untuk mengiringi dance. Ara, sang fangirl akut, langsung menggoyangkan tubuh arsya untuk menyanyi, begitu juga dengan aura dan alisha.Mereka mencoba menghiburnya karena wajah arsya yang terlihat tidak semangat dan sedang menyembunyikan masalah. Arsya yang melihat mereka bertiga bernyanyi langsung ikut untuk menyanyi juga; arsya seakan-akan langsung melupakan perasaan sakit hatinya dan ikut tertawa-tawa bersama sahabatnya.


Alisha:"nah gitu dong sya, senyum jangan nangis melulu"


Arsya:"(tersenyum)"


Sebagai penutup acara, sekolah mempunyai kejutan yaitu mengundang penyanyi ternama untuk acara sekolah kali ini. Saat penyanyi itu naik ke atas panggung, seluruh anak-anak langsung menjerit kesenangan. Penyanyi itu membawakan lagu salah satu favorite mereka karena keinginan seorang siswa. Lagu diputar dan mereka langsung menyanyikannya bersama-sama dengan perasaan terharu dan bahagia.