
Untuk mencari menantu memang tak hanya dilihat dia bisa mendampingi anak kita atau tidak, tapi juga harus dilihat apakah anak kita nyaman atau tidak bersama calon yang kita inginkan ~Nani Susyarti~
DARI SEDAYU ~JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI
\~\~\~\~\~
“Saya tidak masalah soal jam pulang. Karena saya tahu anda butuh banyak waktu menyapa rekanan disana. Pesan saya hanya satu. Tidak boleh minum alkohol,” sahut Abdullah tegas.
“Insya Allah, kami akan menjauhi hal yang terlarang seperti itu Pak,” sahut Firza dengan pasti. Karena walau lama hidup di German, dia memang tak suka minuman beralkohol.
“Udah yok Pak, nanti kita kejebak macet,” Serena menjeda percakapan kedua lelaki yang baru pertama kali bertemu ini. Dia tahu abahnya akan terus bicara bila tidak distop.
‘Dia bilang teman kerja. Tapi diundangan tertulis dia adalah wakil CEO,’ Abdullah hanya tersenyum kecil melihat kedua anak muda itu keluar dari ruang tamu rumahnya.
‘Lagian Ren juga bilang tu orang Bos nya bukan temennya,’ Abdullah pun masuk ke ruang makan.
***
“Abang mau malam ini kamu bukan sekretaris Abang. Tap kamu patner Abang. Kalau nanti kamu lihat ada perempuan siapa pun yang ngedeketin Abang, kamu harus ‘belain’ Abang biar jauh ama tu ulet keket,” Firza menekankan perintah pada Serena sebelum mereka turun di lobby hotel.
“Jadi saya harus ngapain?” bisik Serena takut salah langkah.
“Sebagai pasangan enggak pakai saya! Pakai aku. Dan kamu harus perlihatkan kamu cemburu kalau ada yang dekat Abang. Karena tujuan Papa nyuruh Abang datang ke pesta ini buat ditawar-tawarin ke peminat,” keluh Firza.
“Ha ha ha, sampe segitunya diobral,” Serena terkekeh tapi dia sembunyikan wajahnya dibalik lengan Firza yang memang dia peluk sesuai perintah Firza saat turun mobil tadi. Serena mencium farfum khas Firza yang baru kali ini dalam jarak sangat dekat. Selama ini dia mencium tentu karena mereka sering satu ruangan saja.
“Kamu ngetawain Abang, minta dicium?” tanya Firza keqi. Tapi memang benar dirinya sedang diobral oleh papanya. Karena itu dia akan tunjukkan pada papa dan mamanya dia serius dengan Serena.
“Kebiasaan ih, main nyosor aja,” sahut Serena. Mereka sudah sampai ballroom lokasi acara.
Nani Susyarti dari kejauhan melihat putra tunggalnya masuk bersama dengan seorang perempuan cantik dan mereka menggunakan baju yang sangat serasi karena satu warna. Untuk Susy, demikian Nani Susyarti biasa dipanggil, memang hanya Firza putranya, walau dia dan Faisal memiliki tiga perempuan yang dianggap anak. Karena begitulah adat ninik mamak yang mereka anut. Tiga kakak perempuan Firza sudah berumah tangga semua. Mereka semua adalah keponakan Faisal.
“Pa, si Yudhi tu enggak perlu dijodoh-jodohin. Liat aja perlakuannya ke perempuan itu. Itu bukan cuma bawa gandengan,” bisik Susy pada Faisal.
“Dia itu Serena Ma. Sekretarisnya Yudhi,” sahut Faisal yang tak peka.
“Taruhan sama Mama. Yudhi cinta mati ke Serena sebagai perempuan, bukan sebagai sekretaris. Jangan sampai anak Mama terluka. Atau Papa akan tanggung akibatnya,” ancam Susy kesal. Tentu Faisal paham ancaman istrinya dan dia tak mau mendapat hukuman itu.
“Kita samperin papa dulu yok,” ajak Firza yang sejak masuk selalu saja harus berhenti untuk bicara sebentar dengan rekanan yang dia temui.
“Ayok, sekalian duduk. Masa selama sambutan kita berdiri,” sahut Serena.
“Hallo Ma, Pa,” Firza menyapa kedua orang tuanya.
“Sayank, kenalin ini mama aku,” dengan pede nya Firza memperkenalkan Serena pada mamanya dengan sebutan sayank.
“Ma, ini sekretarisku di kantor tapi dia juga pacar aku,” selintas Firza mengecup pelipis Serena dari samping. Membuat Faisal sang papa melihatnya dengan bengong dan Serena tersipu malu.
‘Mau jutek enggak mungkin kan didepan orang tuanya?’ batin Serena. Walau kesal dia tetap berupaya tersenyum manis.
“Selamat malam Tante, saya Serena,” dengan sopan Serena mengulurkan tangan.
Susy tak hanya menyambutnya, perempuan itu berdiri dan menarik tubuh Serena dan mencium pipi ‘calon menantu’ nya itu. Serena adalah perempuan pertama yang diperkenalkan oleh Firza secara langsung padanya sebagai kekasih..
“Sini sayang duduk sebelah Tante. Maaf selama ini enggak tahu hubungan kalian jadi Mama selalu atur bikin acara makan siang dengan anak teman-teman Mama,” sambutan ramah langsung Susy berikan.
“Met malam Om, Tante,” seorang perempuan tinggi kurus dengan dandanan super menor dan baju super sexy menyapa Faisal dan Susy.
“Eh, siapa namanya lupa. Mana ayahmu?” tanya Faisal ramah. Dia ingat beberapa kali bertemu dengan anak gadis rekannya ini.
“Saya Elisa Nursanty putri Angkasa Perkasa Om,” sahut perempuan itu dengan percaya diri.
‘Ya ampun papaaaaa, perempuan seperti ini koq lolos seleksi bakal mantu,’ Susy ingat suaminya pernah mengatur pertemuan agar Firza bertemu dengan Elisa dan Angkasa.
“Salah satu kandidat papa,” bisik Firza pada Serena.
“Putri pak Angkasa?” Serena pun berbisik di telinga Firza
“Iya. Dia tujuan utama meeting kita yang gagal. Cuma buat dikenalin ama dia. Entah malam ini ada berapa calon lagi,” sahut Firza tak nyaman. Serena yanag mengetahui itu memegang erat jemari Firza seakan memberi pesan agar kuat.
Benar saja. Ada tiga lagi putri rekanan yang diperkenalkan Faisal pada putranya malam itu diluar Elisa. Ketika para orang tua duduk di meja sendiri, maka Firza pun pindah dan keempat gadis itu mengikutinya. Memang satu meja bulan untuk enam kursi.
“Sayank kamu mau makan kue?” tanya Firza pasa Serena membuat para gadis kenalan barunya kesal. Terlebih mereka sadar pakaian Firza dan Serena adalah pakaian couple.
“Pengen dimsum aja Babe,” sahut Serena dengan santai.
“Serena?” sapa seorang lelaki pendek dengan mata sipit. Pendek untuk ukuran lelaki tetap saja cukup tinggi ya.
“Hai Oyasuminasai Hiroshi-san,” sapa Serena ramah.
“Sayank, aku ambilkan kamu dimsum. Kamu bicara saja dengan Mr Hiroshi ya,” Firza pamit pada Serena.
“Iya sayank,” sahut Serena.
“Hitori de kimashita ka?” tanya Serena. Dari gogle gini lho bahasa Jepangnya, apakah anda datang sendirian? Kalau salah penulisan yanktie minta maaf he he.
“Watashi wa watashi no shigoto chīmu to issho ni kimashita. Demo attara mazu aisatsu suru” sahut Mr Hiroshi. [ terjemahannya = saya datang dengan tim kerja saya. tapi begitu melihat anda, saya menyapa anda lebih dulu ].
Keempat kompetitor Serena hanya diam. Mereka tak saling kenal. Mau bicara juga malas karena mereka terlibat persaingan. Ditambah sekarang melihat pacar lelaki yang mau dijodohkan dengan mereka memperlihatkan kebisaannya.
“Watashi ga tsutomete iru CEO o shōkai sa sete kudasai,” Serena mengajak kenalannya ke arah Faisal dan rombongannya. [ terjemahannya seperti ini = mari saya perkenalkan dengan CEO tempat saya bekerja ].
“Maaf pak Faisal. Ini Mr Hiroshi. Beliau adalah team ahli dari Jepang untuk proyek terbaru kita,” Serena meminta waktu pada pak Faisal.
\==================================================================================
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta