
Aku bukan tak bangga dia mendapat dua beasiswa. Tentu itu prestasi yang sangat dibanggakan. Yang aku sesali saat aku sedang sulit menghubungi, dia malah akan pisah kota denganku. Bagaimana nasib cintaku kelak? ~Ashoery Rustamaji~
DARI SEDAYU ~JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI
\~\~\~\~\~
“Kita sampai dia akhir acara pentas seni ya teman-teman. Semoga semua suka. Sebelum satu lagi penampil. Sekali lagi kami adik-adik dari kelas sepuluh dan sebelas mengucapkan selamat bagi seluruh siswa kelas dua belas yang akan meninggalkan sekolah kita tercinta. Doa kami semua kakak akan sukses di jenjang pendidikan berikutnya!”
“Aaaamiiiiiiiiiiiiin,” mayoritas yang hadir mengamini doa sang MC untuk para kakak kelas yang siap berlayar ke samudra perjuangan tingkat belajar lebih tinggi.
“Setelah barusan sumbangan acara meriah dan sumbangan dana dari para alumni, kita akan sampai di acara puncak nih teman-teman. Hari sudah larut malam. Sebelum acara terakhir, maka saya panggilkan seorang tokoh sekolah yang ingin memberi acara tambahan atas nama pribadinya. Walau dia terhitung sebagai alumni. Tanpa banyak kata, kita tampilkan kak Ashoery Rustamaji!” MC mempersilakan seorang pemuda yang ingin memberi kenangan bagi almamater tercintanya.
“Hallo selamat malam semua. Benar saya alumni. Dan sejak tadi juga beberapa kali saya tampil atas nama alumni. Tapi kali ini, dipenutupan acara seni untuk pesta perpisahan sekolah kita kali ini, saya tampil atas nama pribadi. Atas nama Ashoery Rustamaji!,” Arie membuka kata awal sebelum dia memberikan pertunjukkannya. Dia memegang sebuah gitar listrik dan duduk di tengah panggung.
“Untuk kamu, gadis manis yang aku damba, dan malam ini tetiba marah hingga memblokir nomor ponselku,” Arie menatap penonton mencari sosok yang dia tuju tapi tak dia temukan. Dia mulai memetik sebuah tali gitar dan menarik napas panjang. Sungguh Aire merasa sangat berat beban yang harus dia tanggung saat ini. Dia terluka akibat sahabat sendiri.
Serena yang mendengar kata-kata Arie makin merasa sangat bersalah pada sahabatnya itu.
Sementara di belakang, disudut yang cukup gelap, Vella mendengar dan melihat dengan jelas apa yang Arie ucapkan. Dia sadar sosok yang Arie katakan adalah dirinya. Karena dia lah yang langsung memblokir nomor Arie sejak tahu Arie membohonginya.
‘Mengapa kak Arie dengan gampangnya berkata gadis yang memblokirnya adalah gadis yang dia ‘damba’? Bagaimana perasaan kak Serena?’ pikir Vella. Saat itu dia dan Helmi sedang makan snack karena mereka berdua kelaparan.
Waktu pertama kali ku lihat dirimu hadir
Rasa hati ini inginkan dirimu
Hati tenang mendengar suara indah menyapa
Geloranya hati ini tak ku sangka
Arie mulai melantunkan ungkapan hatinya yang tertuang seperti lagu dari Andmesh Kamaleng berjudul Cinta luar biasa ( yang penasaran cari di youtube aja deh ). Arie memejamkan matanya. Dia mulai terhanyut dengan perasaannya sendiri. Rasa yang memang tak tertahan seperti isi lagu yang dia dendangkan saat ini.
Vella tentu hafal isi lagu ini. Karena dia memang menyukai kata-katanya. Vella merasa lagu ini sangat pas dengan dirinya. Dan sejak pertama mendengar dia membayangkan ada lelaki yang mengatakan kalau lelaki itu hanya laki-laki biasa dengan cinta yang sangat luar biasa. Sekarang dia tak menyangka ada yang benar-benar memberikan lagu ini untuknya.
Terimalah lagu ini dari orang biasa
Tapi cintaku padamu luar biasa
Aku tak punya bunga aku tak punya harta
Yang kupunya hanyalah hati yang setia
Tulus padamu
“Kereeeeeen!”
“Aku enggak blokir nomormu lho Yank!”
“Aku padamu Kak!”
Dan banyak komentar penonton saat Adhi selesai melantunkan lagu ini. Penampilan Arie diakhir acara seni sangat memukau. Semua sangat menyukainya, kecuali Vella. Dia berupaya tak tergetar dengar semua kelakuan Arie. Dia tak mau terseret oleh pusaran cinta Serena dan Arie.
“Itu barusan pertunjukan seni terakhir ya teman-teman,” sang MC memberitahu kalau penampilan Arie adalah penampilan paket seni pamungkas untuk malam ini.
“Akhirnya kita tiba di acara puncak ya teman-teman. Sebelumnya tolong ambil semua sampah disekitar anda dan nanti saat kalian keluar dari aula ini ada banyak plastik sampah yang siap menerima sampah itu. Budayakan kebersihan dilingkungan kita ya,” dengan tegas MC meminta semua peduli pada sampah. Dan beberapa siswa terlihata langsung bergerak tak menunda. Mereka membuang sampah yang ada di sekitar mereka.
“Sekarang mari kita panggilkan yang terhormat Bapak Kepala sekolah dan Ibu Ketua yayasan untuk membacakan siapa saja siswa berprestasi dari sekolah tercinta kita tahun ini. Waktu dan tempat saya persilakan,” MC memanggil kepala sekolah dan ketua yayasan untuk memberi pengumuman siswa berprestasi tahun ini.
“Baik selamat jelang pergantian tanggal ya. Karena saat ini hampir tengah malam. Terima kasih masih setia di acara ini. Saya sebagai kepala sekolah sejak tadi telah mengapresiasi semua kerja keras siswa. Dan sekali lagi kami dari sekolah dan yayasan menyampaikan terima kasih karena prestasi kalian sangat membawa nama yayasan menjadi lebih dipercaya di mata umum,” kepala sekolah bersiap membuka kertas yang dia pegang.
“Anak-anak. Ini adalah rangkuman daftar penerima beasiswa. Nanti yang namanya dipanggil harap bersiap naik ke panggung. Dan orang tuanya juga bersiap. Orang tua akan naik saat penyerahan amplop asli beasiswa dari universitas ya. Setelah foto nanti orang tuanya turun lagi dan siswa tetap di panggung. Kalau semua orang tua tetap di panggung, panggungnya enggak cukup,” ibu ketua yayasan memberitahu aturan naik panggungnya.
“Baik. Saya dan Ibu Harni akan membacakan berseling ya. Saya baca Siswa IPS dan Ibu Harni akan baca siswa IPA,” jelas bapak kepala sekolah.
Satu persatu siswa berprestasi naik ke panggung. Tak terkecuali Helmi dan Vella. Helmi mendapat beasiswa di UGM untuk fakultas Hukum. Dan Vella mendapat dua beasiswa yaitu fakultas Kedokteran UNDIP dan fakultas Hukum di UGM.
“Kalau kamu ambil yang di UGM, kita bakal satu kampus bahkan satu fakultas ya Vel,” bisik Helmi. Suara di panggung terlalu ramai jadi kalau tak bicara langsung di telinga memang tak akan terdengar.
“Aku belum tahu ambil yang mana. Eyangku maunya aku ke Paris,” sahut Vella pada Helmi.
‘Dia akan jauh denganku, karena dua beasiswa yang dia peroleh berada di dua kota besar selain Jakarta,’ keluh Arie saat mendengar Vella diterima di UGM dan UNDIP.
Pesta perpisahan pun usai setelah sesi foto para siswa berprestasi. Baik siswa dengan orang tuanya maupun siswa dengan kepala sekolah dan ketua yayasan. Besok Senin mereka para penerima beasiswa diminta kehadirannya untuk menerima surat pengantar dari sekolah agar semua lebih mudah saat mengurus beasiswa yang merea dapatkan barusan.
Prasojo dan Nungky bahagia Vella termasuk yang mendapat prestasi. Malah dapat di dua universitas besar. Tentu saja soal pilihan mereka tak akan ikut campur. Semua keputusan ada ditangan Vella sendiri. Mereka tetap akan memberi saran, tapi tak akan memaksa.
\=================================================================
SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI\, KITA MAMPIR KE CERITA YANKTIE YANG LAIN BERJUDUL **BETWEEN QATAR AND JOGJA ** YOK!
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta