
Setelah 3 hari sekolah arsya mengadakan berbagai macam acara perlombaan, pentas seni, dan bazar, akhirnya hari kelulusan pun tiba. Hari yang ditunggu-tunggu oleh setiap anak sekolah. Namun, hal yang membuat arsya sedih adalah berpisah dengan para teman-temannya. Walaupun sebenarnya arsya, alisha, aura, dan ara sudah menentukan akan masuk di universitas yang sama, tetapi mereka tidak akan bisa lagi mengulang keseruan di masa-masa sma ini.
Acara dimulai pukul 08.00 dengan pembukaan oleh kepala sekolah, setelah itu ada beberapa penampilan dari siswa, dan yang terakhir adalah penyerahan bunga untuk setiap murid kelas 3. Seluruh siswa menggunakan jas dan kemeja serta celana hitam, sedangkan para siswi, mereka menggunakan kebaya.
Pada saat penampilan para siswa, Afifa mencuri kesempatan untuk dekat dengan Ramzi. Ia memilih tempat duduk bersebelahan dengan Ramzi, alasannya karena tempat duduk didepan sudah penuh. Arsya yang menatapnya dari kejauhan hanya bisa diam walaupun ketika melihat afifa dekat dengan ramzi, moodnya langsung berubah. Yang tadinya bersemangat untuk acara hari ini, tiba-tiba rasanya arsya ingin cepat pulang; tetapi waktu acara masih akan berlangsung sekitar 1 setengah jam lagi. Arsya mencoba menahan rasa cemburu dan emosiku, Arsya mengajak alisha, aura, dan ara untuk berfoto.
Disaat penyerahan bunga, Bu Laila yang memberikan Arsya bunga karena ia adalah wali kelasnya. Selesai penyerahan bunga, sesi foto setiap kelas dengan para wali kelasnya masing-masing. Beberapa saat setelah itu, Afifa mengajak ramzi untuk berfoto. Arsya sedang berjalan, tiba-tiba terhenti karena melihat mereka berdua foto dan afifa memeluk lengan ramzi. Arsya yang tidak kuat melihat itu, langsung berlari ke arah kamar mandi lalu alisha langsung mengejarnya. Dikamar mandi, alisha mengunci pintu agar tidak ada yang masuk dan arsya langsung memeluk alisha sambil menangis sekencang-kencangnya.
Arsya:"sha,kenapa sih sha afifa segitunya depan aku... hiks.. hiks.. hiks"
Alisha:"sya.. kamu tenangis diri dulu ya, aku tau kok gimana perasaan kamu"
Arsya:"tapi dia sering banget sha kayak gini, aku gk tahan"
Alisha:"kita kan udah lulus gak bakalan ketemu dia lagi kalau ketemu juga ga sesering ini kan?!"
Tangisan arsya mulai reda,alisha lalu menenangkannya sebentar dan menyuruhnya untuk cuci muka dan memberikan make up agar tidak terlihat sembab.
#Ramzi#
Ramzi yang sedang mengobrol dengan teman-temannya tiba-tiba afifa datang dan mengajaknya untuk berfoto, ramzi belum berkata apa-apa tangannya langsung ditarik oleh afifa dan lengannya dipeluk. Sebenernya ramzi merasa tidak enak dengan perlakuan afifa yang seperti itu. Saat mereka sudah selesai foto, tidak sengaja ramzi melihat arsya berlari dan diikuti oleh alisha menuju kamar mandi.
Karena penasaran, ramzi mendekat kearah kamar mandi dan mendengar suara tangisan arsya. Ramzi mendengar seluruh percakapan alisha dan arsya, ketika mereka ingin keluar ramzi langsung berlari agar tidak ketahuan.
Ramzi penasaran, hanya saja dia mencoba untuk tidak peduli.
***
Acara sudah hampir selesai.Ternyata setelah alisha dan arsya kembali dari toilet, ramzi diam-diam melirik kearah arsya, ramzi bingung dengan sikap arsya yang berbeda dari sebelum acara dimulai. Arsya mulai berubah menjadi lebih pendiam setelah menangis tadi.
Arsya:"dikelas aja boleh ga sih?"
Aura:"setau gue sih ga boleh, karena kita harus ikutin acara ini sampai selesai"
Arsya:"gw izin ke uks aja deh, gk enak badan"
Aura:"lu gk kenapa-napa kan sya?"
Arsya:"gk kok,cuma agak sedikit pusing aja"
Aura:"ywdh deh, hati-hati ya sya"
Arsya:"ok"
Sesampainya di uks, arsya hanya diam dan menangis.Tiba-tiba seseorang masuk. Arsya langsung cepat-cepat mengusap air matanya, saat arsya melihat, orang itu adalah ramzi; dia masuk karena ingin mengambil obat untuk temannya.