TWISTED FAKE TIME

TWISTED FAKE TIME
Ch 9 : Hukuman lanjutan Ch 1



Setetes air hujan turun deras membasahi seluruh Ibukota kekaisaran, Setz terdiam terbendung melihat kejadian tadi malam di ruang musik yang terbayang-bayang di pikirannya membuat dirinya merasakan sesuatu yang sudah lama terlupakan.


“Aku tidak percaya akan semua ini. Apakah dunia fantasi begitu kejam? Aku tidak ingin mengingat momen di ruang musik itu, aku memikirkan cara untuk bisa membalas dendam dan keluar dari kekejaman ini.” Batin Setz menggengam tangan dengan tekat kuat.


Setz keluar dari kelas, berjalan di koridor yang cukup ramai banyak murid-murid mulai membicarakan hal tentang ketua osis di akademi Night Brow. Setz berjalan tanpa melihat ke depan tiba-tiba dirinya tidak sengaja menabrak seseorang.


“Eh? Kamu? Apakah kamu punya mata kenapa berjalan tidak menggunakan mata? Kamu mentang-mentang masuk ke akademi ini dengan bantuan keluarga kekaisaran dan seenaknya saja kamu bersikap tidak sopan. Apakah kamu tidak memiliki etika? Dasar manusia rendahan!” bentak gadis mendorong tubuh Setz ke tanah.


Semua murid-murid tertawa melihat kejadian langka, Setz menahannya langsung berdiri sambil menarik napas pelan sembari berkata, “Maaf aku tidak sengaja menabrakmu tapi aku sebagai manusia tidak serendah kalian bangsa vampir, aku mengingatkanmu jika kamu tidak suka melihat aku silakan kamu jangan muncul di hadapanku.”


Mereka terus bertengkar di koridor tiba-tiba murid-murid bertumpu kaki menghormati sekelompok orang menghampiri pertengkaran kecil di koridor.


“Selamat siang, kenapa kalian berdiri di koridor? Bukannya koridor ini untuk berlalu lalang murid-murid di akademi ini, dan kenapa kalian bertengkar di tempat ini?” tanya seseorang berhenti di belakang gadis yang kesakitan akibat di dorong.


“H– selamat siang tuan dan nona osis,” Gadis itu langsung memberikan hormat kepada sekelompok orang-orang.


“Hahaha, kamu juga memiliki harga diri ya sampai memberikan hormat kepadaku,” Setz tertawa kecil melihat gadis yang bertengkar dengan tiba-tiba mengubah sikap.


Seseorang memegang bahu gadis di depannya dengan erat membuat gadis itu sedikit terkejut dan perlahan-lahan membalikkan badan.


“H-halo?” sapa Setz terbeku melihat sosok pemuda dengan beberapa orang di belakang pemuda yang memegang bahunya.


“Sepertinya kamu senang sekali ya, gadis? Apakah pertemuan kita di koridor ujung itu kamu tidak melupakan sesuatu yang penting?” tanya seorang pemuda di hadapan Setz dengan tersenyum.


‘Sial! Senyuman itu membuat aku merinding.’


“Emm?” Pemuda itu mendekati wajah ke gadis di depannya dengan ekspresi meminta jawaban dari sang gadis.


“Ah? Aku baru ingat ada hal yang aku urus, kalau begitu aku permisi dulu, selamat siang tuan Killian,” ucap Setz mengalihkan topik pembicaraan.


Setz bersiap kabur dari para osis dan murid-murid di sekitar koridor akademi serius melihat suasana yang cukup intens dengan pembicaraan mereka. Namun, ketua osis menahan gadis itu yang ingin melarikan diri membuat gadis itu terkejut sekujur tubuhnya berkeringat dingin bertemu dengan ketua osis.


“Ah, ada apa ya, tuan Killian?”


“Kamu ingin melarikan diri lagi? Kamu berpikir bisa kamu dari aku?”


“Hah? Maksudnya?” tanya Setz tampak bingung dengan perkataan ketua osis.


Semua murid yang mendengar perkataan ketua osis kepada gadis manusia itu juga kebingungan dengan perkataan ketua osis, tapi ketua osis membawa gadis itu ke balkon koridor dengan paksa. '


“Dengarkan semua! Mulai hari ini gadis yang aku pegang ini kalian bebas menyiksa gadis ini ataupun menyuruh gadis ini, aku mengatas namakan Killian Devonshire akan bertanggung jawab untuk memberikan kalian kebebasan untuk menyiksa gadis ini selama kalian inginkan, dan aku tidak akan memperdulikan apapun terjadi atas gadis ini.”


“Gadis itu benar-benar berani menyinggung yang mulia Killian, sangat sungguh merepotkan.” Jean merasakan aura kemarahan.


“Dia tidak tahu betapa sombong dan beraninya dia melawan Yang mulia, kita lihat apa yang terjadi padanya?” kata Wan dengan tersenyum licik.


“Meskipun gadis itu tidak sesuai dengan standarku, tapi karena yang mulia Killian sudah muak dengannya. Aku akan bermain-main sementara waktu, hmm,” kata gadis bangsawan di ruang vip dengan senyum licik sambil memantau situasi di bawah.


Killian memberitahukan kepada seluruh siswa-siswi seluruh jurusan di akademi untuk memberikan hukuman bagi gadis yang sudah membuatnya merasa kesal, Setz tercengang mendengar perintah dari ketua osis.


‘Tempat ini adalah dunia di mana kaum bangsa vampir, serigala dan manusia berdampingan di satu tempat berbeda wilayah. Namun, kaum bangsa manusia kalah di peperangan kudeta kaisar terdahulu. Kaum bangsa manusia terpaksa di reduksi menjadi sebuah alat makanan dan menjadi sebuah alat kudeta intelektual liberal bagi vampir dan serigala.’


Killian melemparkan Setz ke lantai dengan menatap dingin membuat gadis di samping Killian terkejut dan terdiam dengan tindakan pemuda yang melemparkan diri nya ke lantai.


‘Aku membenci manusia dengan alasan semua kaum manusia serakah dan pengecut. Manusia hanya bisa melarikan diri dari kenyataan dan juga manusia tidak pernah menepati janjinya. Aku ingin sekali mengingkat seorang gadis dan memasukan gadis itu ke dalam sangkar dengan itu kamu akan menjadi milikku suatu hari nanti.’


Killian menatap ke arah gadis yang melarikan diri setelah dirinya tercengang yang di lakukan ketua osis padanya di balkon akademi Night Brow.


“Gadis ini kurang ajar sekali! Beraninya dia mempermalukan yang mulia Killian di depan semua orang di akademi, kamu harus membayar semua tanggung jawab atas perbuatanmu kepada yang mulia Killian. Dasar ******!” bentak kelompok gadis mencegat gadis yang diberitahu oleh yang mulia Killian di balkon.


“Jangan menyentuhku!”


“Ke sini kamu, mulai melawan kita, ya?”


“Hahaha, itu akan lebih menarik. Kita lihat bagaimana dia melawan kita.”


“Kenapa kalian menyiksa aku? Aku akan memberitahu kepada kalian berempat.”


Setz menutup mata menahan siksaan dari teman-teman beda kelas di luar pintu masuk, “Kenapa kita sebagai manusia harus menurutin perintah kaum vampir? Apakah kalian tidak memiliki harga diri sebagai manusia?”


“Hah? Harga diri?”


“Mmm…, kalau begitu izinkan aku bertanya kepadamu bisa kah harga diri yang kamu maksudkan untuk bisa mendekati yang mulia Killian dengan semudah yang kamu lakukan?” tanya gadis berambut pendek mendekati wajahnya ke gadis yang sedang ketakutan dengan menjambak rambut gadis di depannya.


Setz mendorong tubuh gadis yang menyiksa dirinya. Namun, gadis itu bersama teman-teman menarik bahunya sambil mengangkat dagu.


“Kamu mau lari kemana?”


Gadis itu bersama teman-temannya menampar pipi kanan dengan menendang kaki ke arah tubuh gadis yang ingin melarikan diri, di sisi lain Killian melihat gadis yang disiksa itu terkejut apa yang terjadi dengannya.


“Lagipula sebentar lagi dia akan berlari ke arahku sambil menangis dan memohon ampun kepadaku. Aku ingin lihat apakah dia bisa bebas dari hukuman dariku? Hmm … Menarik.”


 Seketika momen yang lama terlupakan kini tiba-tiba muncul di dalam otak, ketukan pintu di ruang belajar membuat Killian tersadar.


“Yang mulia, sore hari ini ada undangan dari para petinggi dan jangan lupa membawa bros keluarga. Para petinggi sudah menunggu anda di ruang konferensi,” kata ajudan nya memberitahu jadwal selajutnya.


“Cih!”


Killian berbalik badan, berjalan keluar dari ruang belajar tiba-tiba ajudan menghentikan langkah kakinya, “Tuan muda apa yang sedang anda lakuk—“


“Jangan ikut campur urusanku!”


Setz terus-menerus berlari menjauhkan diri dari gadis yang sudah menarik rambutnya berhenti di belakang gedung utama dengan merefleksikan diri,


“Yo, apakah kamu gadis yang membuat yang mulia Killian marah?”


“Mungkin? Sepertinya dia benar-benar gadis itu, apakah kamu membutuhkan kami?”


“Jangan mendekatiku, menjauhlah.”


Salah satu dari lima orang pemuda mendekati gadis yang terpojok sambil memegang bahu dan berisik di telinga, “Aku sarankan kepadamu daripada kamu mendekati yang mulia Killian lebih baik kamu bersamaku, dan aku janji akan membuat kamu lebih bersemangat menjalani kehidupanmu di akademi ini.”


“Jika tidak, aku tidak memastikan apa yang terjadi selanjutnya.”


“Kalian semua brengs*k!”


“Sakit!


“Sial!”


“Jangan lari! Tangkap gadis itu!”


Setz mengig*t tangan pemuda yang memegang bahu nya dengan kencang, pemuda itu kesakitan dengan mengejar gadis yang mengig*t tangannya.


Bersambung…


Happy Reading~.