
“Apa kamu baik-baik saja, Nona?” tanya seseorang memegang bahu gadis.
“Ah, terima kasih Tuan. Saya baik-baik saja,” balas Setz mencoba berdiri dengan seimbang tetapi kedua kakinya lemas.
Seseorang di belakang Setz membantu nya untuk duduk di sofa dengan memberikan sihir tidur dan sihir lupa ingatan sementara waktu, setelah selesai membantu seorang gadis yang tertidur pulas di sofa pemuda itu mengarahkan kekuatan untuk melenyapkan pelayan yang mencoba untuk melakukan kontrak dengan seorang gadis.
“Beraninya pelayan murahan seperti kamu menyentuh gadis takdir dari Anugerah Dewi Kanina. Kamu akan membayar semua tindakanmu di akhirat, aku berharap kamu tidak akan mencoba muncul di hadapan gadis takdir yang dipilihkan oleh Dewi Kanina.”
Kekuatan mana begitu kuat, kumpulan awan hitam menutup cahaya di seluruh Ibukota, kekuatan yang di keluarkan begitu besar menghantam seluruh Ibukota merasakan getaran yang tidak tau datang dari mana. Pemuda itu mengunakan kekuatan mana ke arah pelayan dengan emosi tak beraturan membuat paviliun Bizantium hampir rubuh.
“Kino?”
“Glen! Apa kamu merasakan kekuatan ini seperti milik Kino?” tanya Carla untuk memastikan kekuatan yang begitu besar seperti milik adik keempat.
“Iya yang mulia, seperti nya kekuatan ini seperti milik tuan muda keempat. Apakah anda ingin saya memantau keadaan tuan muda keempat, Yang mul–“
Glen menegok ke arah kursi yang di dudukin Carla kosong tanpa berpikir panjang, Glen merapikan berkas dokumen yang belum selesai di periksa oleh Carla.
“Kino!”
Carla mendobrak pintu ruang yang hancur akibat serangan kekuatan mana yang begitu kuat, Carla menghampiri sang adik dengan memukul kepala, perlahan-lahan kekuatan yang dimiliki Kino lenyap. Carla memindahkan Kino ke sebuah ruangan kecil dengan borgol untuk menahan kedua tangan dan kaki nya supaya tidak ada kekacauan akibat kekuatan dimiliki Kino.
“Sial, aku harus memperbaiki paviliun sebelum kedatangan ayah selesai berperang melawan binatang buas. Tambah kerjaan mulu itu bocah satu untung saja aku datang kalau tidak sudah lenyap nih kastil sama dia, kenapa dia bisa marah besar seperti itu? Aku harus memanggil orang-orang di kastil utama sama di paviliun.”
Carla memanggil para pekerja di lapangan dekat paviliun, semua pelayan dan pekerja lain kebingungan dengan panggilan mendadak dari atasan nya.
“Saya akan bertanya kepada kalian dengan jujur jika saya bertanya, kalau tidak kalian akan di eksekusi sesuai dengan jawaban yang kalian berikan kepadaku.”
“Diantara kalian siapa yang bertanggung jawab atas gadis yang aku perintah untuk melakukan tugasnya yang aku sampaikan kepada Glen? Cepat bawa ke hadapan aku!”
Semua pelayan dan pekerja lain terdiam dengan melirik satu sama lain, Carla menunggu sampai semua pelayan dan pekerja maju ke hadapannya.
Kepala pelayan dari paviliun menarik dua wanita yang melayani gadis yang di bawa oleh Carla.
“Yang mulia, kedua pelayan ini yang melayani gadis yang anda bawa semalam. Saya sudah memerintahkan mereka untuk melayani gadis itu dengan baik, Yang mulia,”
“Apa tadi kamu katakan? Gadis itu? Eh, siapa nama atasan kamu?” Carla marah kepala pelayan memanggil nama gadis yang di bawa nya dengan sebutan gadis itu.
“Agh, ma-maksud saya, Nona yang anda bawa semalam saya memerintahkan kedua pelayan ini untuk melayani Nona muda. Yang mulia,” Kepala pelayan merinding dengan tatapan Carla yang tajam.
“Pengawal bawa semua pelayan paviliun ke dalam penjara, dan suruh Glen mencari pelayan yang tidak ada berhubungan dengan keluarga kekaisaran dan keluarga bangsawan yang lain. Dan memperketat pengawalan untuk nona calon istri Kino. Apa kalian paham!”
“Baik, Yang mulia. Kami melaksanakan perintah Anda.”
Pengawal kediaman Bizantium membawa seluruh pelayan ke penjara bawah tanah, Carla menggunakan alat komunikasi bola sihir untuk menghubungi Glen.
“Glen apakah kamu sudah memberitahu kepala pelayan di paviliun untuk mempersiapkan kebutuhan gadis yang aku bawa ke kediaman Bizantium? “
“Saya sudah memberitahu kepada kepala pelayan yang anda perintahkan sebelum saya melanjutkan pekerjaan yang anda berikan kepada saya, Yang mulia Carla,”
“Apakah ada informasi dari keluarga kerajaan Duke Devonshire?”
“Ada Yang mulia, Tuan muda Killian sedang berusaha mencari keberadaan gadis yang dicintainya. Bahkan tuan muda Killian bekerja sama dengan pembunuhan bayaran untuk keamanan jika terjadi sesuatu kepada gadis tersebut. Yang mulia Carla,” Glen membaca dokumen informasi dari penjaga gerbang daerah barat.
“Siapa gadis yang di cari oleh Tuan muda Devonshire?” Carla penasaran dengan sososk gadis yang misterius yang di sembunyikan oleh keluarga kediaman Devonshire.
“Itu, Yang mulia—“ Glen terdiam sejenak sebelum memberitahukan indentitas gadis yang disembunyikan oleh keluarga Duke Devonshire.
“Katakan!” Carla mengubah nada bicara dengan tinggi membuat Glen berbicara seperti bergumam.
“Setz Sakamaki, nama gadis yang di cari oleh Tuan muda Duke Devonshire. Yang mulia,”
“Ha? Siapa? Cepat beritahu aku!”
“Ba…, baik Yang mulia. Setz Sakamaki, nama gadis yang di cari oleh Tuan muda Duke Devonshire. Yang mulia,”
“Apa katamu? Gadis yang di cari oleh keluarga kediaman Duke Devonshire siapa tadi?” Carla terkejut dan memastikan sekali yang dia dengar dari Glen.
“Setz Sakamaki, nama gadis yang di cari oleh Tuan muda Duke Devonshire. Yang mulia,” Glen menjawab pertanyaan dari Pangeran kedua.
“Hahaha … Aku masih tidak percaya yang aku dengar barusan. Itu pasti tipuan yang di buat oleh si Killian itu.”
Carla tertawa dengan ketidakpercayaan apa yang dikatakan oleh Glen, nama gadis yang disebutin oleh Glen sama seperti nama garis takdir dari Dewi Kanina.
Di sisi lain Killian mencoba terus-menerus mencari keberadaan Setz tanpa henti di perjalanan ada sesosok seseorang dengan berpakaian berjubah tetapi Killian langsung mengenal sesosok seseorang yang berdiri di depannya, sesosok seseorang membuka perlahan-lahan tudung jubahnya membuat Killian terdiam melihat sesosok seseorang tersebut.
“Ayah?”
Ya, sesosok seseorang yang berdiri di hadapan Killian tersebut adalah Ayah kandung Killian atau Kepala keluarga kerajaan Duke Devonshire yang bersejarah dalam peperangan tiga tahun lalu, dan merupakan seseorang yang tidak pernah memiliki rasa kemanusiaan terhadap rakyat ataupun pemerintah di bawah naungan keluarga Duke Devonshire.
“Kenapa kamu tidak kembali ke kediaman Devonshire?” tanya sang Ayah menggengam kerah baju Killian dengan erat.
“Akh, ayah aku mohon lepaskan aku. Aku ingin mencari seseorang yang aku rindukan selama ini, aku benar-benar tidak bisa kembali ke rumah. Aku memohon berikan sementara waktu sampai aku bertemu dengan dia. Ayah,” Killian menahan sesak akibat genggaman di kerah bajunya.
“Apa maksud kamu? Ha! Kamu itu pewaris takhta keluarga kita, dan seenaknya meninggalkan tanggung jawab kamu sebagai seorang pewaris takhta.” bentak Ayah dengan ekspresi marah.
“Aku tidak meninggalkan tanggung jawab aku sebagai seorang pewaris yang ayah inginkan tetapi aku akan bersikeras untuk melakukan pencarian gadis yang aku cari, Ayah. Aku memohon kepada anda untuk memberikan keringanan memohon tolong sekali ini saja aku ingin bertemu dengan gadis yang aku cari, Ayah,”
Killian mencoba memberontak terhadap Ayah untuk melepaskan diri, tetapi Ayah melemparkan dirinya ke Albert Devonshire.
“Albert ikat Killian jangan sampai melarikan diri dan kurung dia di ruangan Macnigh. Sher beritahu akademi Night Brow untuk memberikan izin tidak masuk selama 4 bulan dengan alasan Killian sedang masa percobaan untuk meningkatkan kesadaran dan efektivitas sebagai pewaris takhta, dan jangan ada mata-mata mengetahui hal ini. Paham?” jelas Ayah mengelap kedua tangan dengan sapu tangan.
“Saya akan melaksanakan perintah anda, Yang mulia. Saya permisi,” Sher langsung berbincang dengan beberapa prajurit sambil melaksanakan perintah dari Kepala keluarga Duke Devonshire.
Albert, dan ayah masuk ke dalam kereta kuda meninggalkan hutan dengan kecepatan maksimum untuk kembali ke kediaman. Albert memasukkan sebuah obat pil pelupa ke dalam mulut Killian setelah Killian meminum obat pil yang di berikan oleh sang ayah langsung membawa Killian masuk ke dalam sebuah ruangan dengan lilin sebagai cahaya, dan ada sebuah pola di atas tempat tidur tanpa sebuah kasur dan membaringkan tubuh Killian perlahan-lahan sambil menggunakan penutup mata.
“Selamat tidur panjang adikku tersayang. Aku sebagai kakak berharap kamu melupakan gadis bernama setz untuk kemungkinan selamanya, dan aku berharap kamu mencari bahagia untuk dirimu dengan menikahi seorang gadis yang akan di tentukan oleh ayah. Killian, semoga kamu mimpi indah adikku.” ucap Albert sambil perlahan-lahan menutup pintu ruangan Macnigh.