TWISTED FAKE TIME

TWISTED FAKE TIME
Ch 6 : Misteri?



Ruang Macnigh ruangan khusus untuk para anggota keluarga yang mendapatkan hukuman untuk menjadi seorang pewaris takhta yang meninggalkan tanggung jawabnya menjadi seorang seorang pewaris takhta, hukuman yang diberikan kepada seorang pewaris biasanya tergantung diberikan berapa lama waktu hukuman di dapatkan seorang pewaris ditentukan oleh kepala keluarga setiap bangsawan kelas atas.


“Apakah kamu sudah mengunci ruangan itu, Albert?” tanya Ayah membaca dokumen rahasia.


“Sudah Ayahanda, aku sudah memastikan ruangan itu terkunci dengan baik,” jawab Albert berdiri di hadapan sang ayah.


“Aku sudah memeriksa semua dokumen ini, kamu melakukan tugas dengan baik dan aku ingin berdiskusi satu hal denganmu anakku,” ucap Ayah menaruh kembali kacamata dengan melangkah ke sofa.


“Apakah kamu tau gadis yang dicari oleh adikmu? Siapa dia? Dan apa hubungan gadis itu dengan Killian? Biasanya dia tidak pernah menyentuh seorang gadis dan sekarang dia memiliki kekasih, apakah ini sebuah lelucon yang dibuat adikmu. Albet?


“Ayahanda sebenarnya Killian dengan gadis itu bukan seperti sepasang kekasih, Killian hanya membantu gadis itu ketika dia pertama kali masuk ke akademi Night Brow dan gadis yang dicari oleh Killian itu ada hubungannya dengan keluarga kekaisaran jadinya aku suruh Killian untuk memantau semua kegiatan yang di lakukan kaisar dari gadis tersebut. Ayahanda,” jelas Albert menyeruput secangkir teh.


“Apa maksud dari perkataan kamu? Gadis itu ada hubungannya dengan keluarga kekaisaran?”


“Iya Ayahanda, gadis itu seorang bangsa manusia tetapi dia memiliki nama bangsawan dari keluarga Sakamaki jadinya aku menyuruh Killian untuk menyelidiki apa sebenarnya yang terjadi pada keluarga Sakamaki dan apakah gadis itu bukan darah campuran antara vampir dan manusia atau benar-benar manusia. Makannya aku memberikan perintah ke Killian untuk mencoba berteman baik dengan gadis itu untuk mendapatkan sebuah informasi, Ayah,” kata Albert menatap mata Ayah dengan penuh keyakinan.


“Aku sebagai ayah bangga dengan kalian berdua tetapi kamu sebagai kakak harus memperingati kepada adikmu untuk tidak mencintai seorang manusia, kita sebagai bangsa terhormat seluruh kekaisaran menganggap bahwa manusia adalah alat untuk memuaskan keinginan kita untuk memangsa manusia dari zaman Kaisar Akihito.”


“Aku akan mengawasi adikku Killian untuk tidak berhubungan dengan gadis manusia itu, Ayah. Saya permisi,” ucap Albert bangun dari sofa dan memberikan salam kepada Ayah.


Ayah kembali menyusun dokumen yang belum selesai di periksa dengan memikirkan sebuah cara untuk menggali informasi tentang gadis yang di cari Killian.


“Nona muda, anda sudah bangun?” Salam kedua pelayan.


“Ah, Halo. Aku di mana ya?” tanya Setz melihat sekeliling ruangan.


“Anda tadi malam demam tinggi kami memberitahu kepala pelayan untuk memanggil dokter untuk anda, Nona muda,” jawab Pelayan perambut pink.


“Berapa hari aku sakit?”


“Anda demam selama 3 hari nona, saya khawatir dengan anda. Apakah anda ingin memakan seseuatu atau saya siapkan air untuk anda mandi, Nona?”


“Hm, aku ingin cuci muka terlebih dahulu dan siapkan aku sarapan. Aku mohon jangan panggil aku, Nona muda ya. Panggil saja Setz saja nama kalian siapa?” tanya Setz bangun dari tempat tidur.


“Saya Lyla, dan ini adik saya Lyle. Saya sudah siapkan air untuk anda mencuci muka nona Setz,” jawab Lyla menaruh seember air hangat di atas meja.


“Lyla dan Lyle ya? Nama kalian berdua terdengar indah. Setelah sarapan aku ingin melihat sekeliling paviliun, apakah kalian bisa membawa aku berkeliling?” Setz mengelap wajah dengan menatap kedua pelayan yang.


Kedua pelayan tampak bingung dengan melirik satu sama lain, Setz sendari menatap mereka dengan wajah berbinar-binar memberikan tingkah lucu sekali untuk bisa keluar dari kamar.


“Ka…, kami tidak bisa mengajak anda berkeliling paviliun tanpa izin dari Tuan muda kedua, Nona,” jawab Lyle.


“Aku mengerti,”


Suara ketukan pintu berbunyi seseorang masuk ke dalam kamar gadis yang sedang sedih.


“Ada apa pagi-pagi ini sudah berisik?” tanya seorang pemuda dengan berpakaian sedikit berbeda dengan sebelumnya.


“Tuan muda ketiga,” Kedua pelayan serentak terkejut dengan kehadiran pangeran ketiga dari kediaman Bizantium.


Setz melirik kearah seorang pemuda yang sedang memarahi kedua pelayan dengan serius menbuat Setz terkekeh melihat ekspresi mereka.


“Kamu? Kamu calon istri adikku, Kino? Wah, gila kenapa orang gila seperti dia bisa memiliki pasangan terlucu ini sih? Ih curang, aku akan kembali. Tunggu aku ya,” ucap Pangeran ketiga memegang tangan Setz dan langsung pergi.


“Nama kamu siapa?” Pangeran ketiga kembali ke kamar gadis dengan wajah penasaran.


“Aku tidak mau seorang gadis lucu ini memanggil aku dengan sebutan tak berguna seperti itu, gadisku. Panggil aku Shin jangan lupa namaku gadis, aku akan membawa kamu berkeliling sekitar paviliun setelah aku kembali dari suatu tempat tunggu aku, ya,” Shin mengangkat dagu seorang gadis dengan tersenyum kecil sambil keluar dari ruang kamar yang ditempatin oleh seorang gadis.


Setz menatap ke arah jendela sambil meraba-raba kaca yang membuat pikiran nya mengingat kejadian ketika dirinya bersama seorang pemuda di sebuah akademi, tetapi setiap mengingat kejadian itu kepala Setz terasa sakit dan jantung nya berdetak dengan cepat.


“Ah… Ha, ha.” Setz perlahan-lahan mengatur pernapasan dan mencoba mencari cara untuk keluar dari seseorang yang menculik dirinya.


“Hai gadis, kamu nunggu aku lama ya? Maaf tadi ada sedikit masalah, kamu kenapa duduk di lantai begitu? Ayo kita main keluar,” ucap Shin terkejut melihat gadis tiba-tiba duduk di lantai, dan langsung mengendong membawanya keluar dari kamar tidur untuk mengajak nya berkeliling sekitar paviliun.


“Er…, Tunggu Tuan, turunkan aku! Tuan.”


“Aku tidak menurunkanmu sebelum kamu memanggil namaku terlebih dahulu, baru aku bisa menurunkan kamu,” kata Shin membawanya menuju ke taman.


Beberapa pelayan serentak terkejut melihat pangeran ketiga Duke Shin Arl Bizantium bersama seorang gadis yang mereka kenal, namun mereka tidak mengakui jika gadis itu calon istri pangeran keempat keluarga Bizantium.


“Salam kepala Yang mulia pangeran Shin Arl Bizantium semoga Dewi Kinan memberikan berkah dan cahaya di kekaisaran Bizantium. Yang mulia,” salam Seorang dengan menghormati pangeran Shin sambil diam-diam melirik ke arah gadis yang di pelukan pangeran Shin.


“Oh ternyata kamu Baron Selliendra ada apa kamu ke sini?” tanya Shin membalas salam dari Baron Selliendra.


“Hamba ingin menemui Yang mulia kedua, Pangeran sendiri bersama seorang budak di cuaca panas ini anda mau kemana, Pangeran? Dan siapa budak itu?”tanya baron Salliendra melirik tajam ke arah gadis.


Shin menyuruh ksatria untuk mengendong gadis sementara waktu kemudian mengarahkan pedang ke arah Baron, “Apa maksud perkataanmu tadi? Budak? Eh, gadis itu takdir yang diberikan oleh Dewi Kinan untuk menjadi dijadikan seorang istri, kamu mau mati mengatakan itu, hah?” teriak Shin membuat gadis yang di gendong ksatria ketakutan.


“Tuan muda ketiga, nona muda ketakutan jika anda berteriak seperti itu saya mohon anda jangan membuat nona muda ketakutan, Tuan Shin,” kata Ksatria memberitahu kepada Shin untuk menahan emosi.


“Aku akan membiarkanmu kali ini jika aku tidak tahu dengar kata “budak” dari mulut di antara kalian, aku akan memotong lidah dan seluruh anggota tubuh kalian satu per satu dan aku akan memberikan hewan peliharaan untuk memakan daging kalian, ingat itu!”


Shin kembali mengendong gadis yang sudah ketakutan akibat kemarahan Shin, gadis itu terus-menerus menolak untuk di gendong Shin.


“Gadis maafkan aku sudah membuatmu ketakutan, aku janji tidak akan membuatmu ketakutan lagi di masa depan. Aku mohon kamu jangan marah sama aku, dan aku akan mengendong kamu menuju taman,” tutur Shin menenangkan gadis yang membuang muka.


“Nona muda apakah anda sudah tenang sekarang? Tuan Shin hanya memarahi orang-orang yang berkata omong kosong untuk kebaikan anda, Nona. Saya bisa memegang janji jika tuan Shin tidak membuat anda ketakutan,” rayu Ksatria dengan tergesa-gesa untuk menyakinkan gadis yang menolak untuk di gendong karena Shin menatap tajam terus ke arahnya.


‘Ah, aku kerjain mereka lagi seru juga.” Gumam Setz perlahan-lahan melihat ekspresi wajah Shin yang sedikit kesal.


“Kenapa kamu terlihat kesal? Padahal aku tidak membuat kamu kesal tapi kamu melihat aku seperti ingin dibunuh sama kamu, Tuan muda ketiga,” pinta Setz memegang baju ksatria.


Shin menghela napas dengan terpaksa melakukan sedikit kekerasan untuk mengendong gadis yang memegang baju ksatria dengan erat, namun Setz mencoba menolak untuk digendong oleh Shin. Shin berusaha mencoba menarik pelan pergelangan tangan akhirnya Setz menyerah dan terpaksa dirinya kembali di gendong oleh Shin


“Zel sepertinya kamu sedang santai sampai kamu tidak membutuhkan jadwal latihan sebagai ksatria?” tanya Shin menatap tajam ke arah Ksatria bernama Zel.


Zel merasakan hawa dingin memasuki tubuhnya dari atasan nya dan langsung mengetahui jika atasannya sedang kesal.


“Sa…, saya akan melaksanakan perintah anda tuan Shin. Nona muda dan tuan Shin, saya permisi dulu saya ada tugas yang belum selesai,” pamit Zel dengan terburu-buru.


Shin kembali mengajak Setz menuju sebuah taman yang jaraknya tidak jauh sambil memberitahu keseluruhan tempat di paviliun yang cukup sederhana tapi arsitektur yang berbeda dengan asrama di akademi.


“Kita sudah sampai di taman Nagharau, taman ini milik Kino dengan bunga-bunga cantik berwarna biru dan kamu berhati-hati dengan danau di sekitar taman ini karena danau itu ada tempat terlarang bagi siapapun masuk ke tempat itu tidak akan kembali dengan keadaan hidup, aku berharap kamu jangan ke sana,” jelas Shin memberikan peringatan kepada gadis.


Taman Nagharau sebuah tempat memiliki kenangan yang tak terlupakan bagi pemilik nya karena hadiah dari seseorang yang sudah lama tiada, dan tempat bersaksi atas kematian seseorang dengan penuh kebencian dengan senyuman pahit di bibirnya. Kino merawat seluruh taman ini sendirian untuk mengenang kematian seseorang yang sangat dicintai dan dibenci karena mendapatkan sebuah kutukan dari Dewa Cerht yang kejadian sama seperti kematian seseorang terjadi di taman Nagharau.