TWISTED FAKE TIME

TWISTED FAKE TIME
Ch 7 : Kedatangan Kaisar



Shin memegang tangan Setz menuju ke sebuah kursi dan meja yang sudah di persiapkan pelayan. Shin menyuruh pelayan mengambil beberapa cemilan dan secangkir teh menikmati waktu berdua di taman, Setz sedikit terkejut dengan tingkah pangeran ketiga keluarga Bizantium yang membuat nya merasa sedikit risih namun Setz harus bersikap biasa.


“Gadis kok kamu diam saja? Kenapa? Ada hal yang membuatmu tidak nyaman? Makan macaron yang enak ini,” ucap Shin memberikan macaron dengan tangannya.


“Nyam, nyam. Ini ternyata enak dan lembut sekali,” Setz mengambil dengan mulut, membuat Shin sedikit terkejut melihat gadis di depannya memakan macaron di tangannya.


“Ah, ada masalah di wajah aku, Tuan muda ketiga?” tanya Setz menyadari jika ada rona merah di wajah Shin.


“Ah, tidak kok, kamu cantik jika kamu tersenyum gadis, eh ma…, maksud aku kamu suka dengan macaron ini? Panggil saja aku Shin, aku tidak kamu bersikap formal seperti ini, apakah ada yang mau kamu inginkan?” tanya Shin mengubah topik pembicaraan.


“Haha, anda bisa saja tuan Shin, aku tidak bisa memanggil anda selain bahasa formal tuan, nama saya Setz dan saya tidak tau ingin apa dan terima kasih atas penawaran anda, Tuan muda ketiga,” sambung Setz meneguk secangkir teh.


“Yang mulia hamba memohon maaf menganggu waktu istirahat anda dengan nona muda, ada surat undangan dari kaisar untuk nona datang ke istana Bluewings, Yang mulia,” kata Ksatria memberikan surat undangan kepada Shin.


‘Akhirnya datang undangan dari kaisar, aku akan memanfaatkan ini untuk mencari dimana letak benda pusaka berada dan aku akan memberitahu kepada paman.’


“Kenapa di saat ini ada penggangu sih? Dan maksud kamu kaisar memanggil Setz, kamu serius, Kev?” keluh Shin mendengar berita omong kosong.


“Keluarga Kaisar Voreioton telah datang,”


Pelayan, dan ksatria berbaris hormat dengan kedatangan keluarga kaisar ke tempat taman, Setz mengikuti untuk memberikan hormat kepada keluarga kaisar.


“Salam baginda kaisar Raja Keitel Del Voreioton semoga keberkahan seluruh negeri Bluewings menjadi cahaya yang diberikan dewa Cerht.” Salam seluruh orang kepada Kaisar yang memimpin negeri Bluewings.


“Apakah anda bernama Setz?” tanya kaisar Keitel berdiri di depan Setz.


“Benar, Yang mulia kaisar. Saya memperkenalkan diri kepada anda, Yang mulia kaisar. Saya Setz Sakamaki keturunan bangsa manusia sepupu Miko Sakamaki, nama paman saya Ayato Sakamaki. Yang mulia kaisar,” salam Setz memberikan hormat.


“Tunggu nama pamanmu siapa?” tanya Keitel terkejut mendengar nama yang diucapin oleh gadis di depannya.


“Nama paman saya Ayato Sakamaki. Yang mulia kaisar,”


“Eh, serius paman kamu bernama Ayato? Kalian semua keluar dari tempat ini dan tidak ada satu pun diizinkan memasuki tempat ini tanpa seizin dariku.”


Semua pelayan dan keluarga Bizantium meninggalkan Setz dengan baginda kaisar sementara waktu, mereka menunggu di luar pintu taman menunggu kaisar Keitel dan Setz selesai berdiskusi.


“Astaga, kamu bangsa manusia bukan vampir maupun serigala kok bisa Ayato memiliki keponakan keturunan manusia? Coba kamu cerita aku akan mendengar kenapa pamanmu itu bisa memiliki keponakan sepertimu,” tanya Keitel terkejut dengan menunggu cerita dari Setz.


“Pada waktu sebelum peperangan berlangsung aku memiliki keluarga yang juga keturunan vampir dan manusia, mereka berdua sebelum menikah semua keluarga tidak setuju akan terjadi pernikahan beda bangsa, dan ras akan mempengaruhi jika mereka menikah akan memiliki keturunan antara bangsa vampir dan manusia. Tapi mereka tidak memperdulikan tentang rumor yang beredar di kalangan bangsawan dan akhirnya mereka melangsungkan pernikahan di desa kecil, awalnya sesudah pernikahan mereka terlihat sebagai pasangan pada umumnya, hal yang di rumorkan benar-benar terjadi. Aku lahir dengan selamat walaupun orang tua kandung saya ras yang mengakibatkan atas kelahiranku tanda-tanda terjadinya malapetaka di desa pun terjadi yang diramalkan oleh pendeta.”


“Ayah kandungku mengobarkan diri melindungi ibu dan saya dari amukan warga di desa, tiba-tiba bangsa vampir datang ke desa tempat lahir saya dan memangsa mereka pada terjadinya bulan purnama,  ayahku menyembunyikan aku dan ibu di dalam lemari. Ayah dimangsa mereka karena sudah menghianati seluruh ras vampir akibat menikah dengan ras manusia.”


“Dua tahun setelah kepergian ayah, kami berdua pergi ke sebuah desa yang gersang, warga di desa tersebut tampak pasrah dengan keadaan yang terjadi di desa lain. Kami menepati sebuah rumah kecil yang bangunan nya hampir rubuh, namun ibu tetap ingin tinggal di rumah tersebut. Kami berdua memiliki kehidupan yang cukup sederhana, dan aku membantu ibu bekerja. Hari-hari begitu cepat berlalu malam hari tiba aku sedang berbincang bersama ibu di ruang makan aku mendengar jeritan warga sekitar membuat kami takut, Ibu membawa aku ke basement bawah tanah untuk melindungiku dari bahaya yang datang.”


“Setz, nak kamu jangan bersuara dan kamu tenang dulu di sini sampai keadaan mulai membaik, dan jangan keluar dari tempat ini sebelum ibu memanggil nama kamu. Ibu dan ayah menyayangimu dan bangga kamu sudah lahir di dunia ini, Sayang. Aku mencintaimu.” pesan Ibu menutup sambil mengunci basement bawah tanah.


“Maafkan saya, Yang mulia kaisar. Saya sudah tidak sopan kepada anda sudah menangis di depan anda, saya menerima hukuman dari anda. Saya mohon maaf ketidaksopanan dan saya akan menanggung kesalahan saya kepada anda, Yang mulia,” mohon Setz bersujud di hadapan Kaisar Keitel.


Shin berusaha untuk bisa masuk ke taman untuk melihat apa yang terjadi di dalam, pengawal melarang satu pun memasuki taman tanpa seizin dari kaisar Keitel. Pengawal mendengar kode di dalam untuk mengizinkan semua yang berada di luar untuk masuk ke dalam.


“Setz! Kamu kenapa?” tanya Shin terkejut melihat gadis itu bersujud di hadapan kaisar.


“Aku tidak percaya bahwa kamu keponakan keluarga Sakamaki, aku berikan kamu waktu tiga bulan untuk membuktikan bahwa kamu benar-benar keponakan Ayato Sakamaki jika kamu berbohong yang atas perkataanmu. Aku akan mengirimmu ke penjara di istana!” tegas Keitel berbalik badan dan seluruh anggota keluarga kaisar mengikuti kaisar pergi dari kediaman Bizantium.


Ketika Shin ingin membantu Setz berdiri tiba-tiba seseorang membantu gadis yang sudah bersujud lama dengan menenangkan gadis yang sedang bersedih, Shin melihat pemuda itu seperti adik keempat.


“Kino?”


“Kakak, aku tidak percaya bahwa kamu suka sama Setz. Aku adalah calon suaminya berhak menerima kelakuan, kesedihan dan kebahagiaan Setz sebagai istriku. Kamu adalah kakakku dan kakak ipar Setz dengan kata lain kamu tidak berhak mengurusi masalah kami, Kak,” jelas Kino memeluk erat Setz sambil memberikan tanda sayang.


“Ck, aku sudah tau dia istrimu. Aku berharap kamu jangan membuat dia bersedih jika aku melihat dia bersedih aku tidak akan mengampuni dirimu walaupun kamu adik kandungku. Ingat itu.” Shin menepuk bahu Kino dan pergi meninggalkan mereka berdua sambil melirik diam-diam ke arah Setz dengan mengepalkan tangan.


Kino menenangkan Setz yang sedikit emosi sambil memegang tangan menuju kursi memberikan secangkir cokelat panas.


“Kamu sudah lebih baik?” tanya Kino membantu menaruh cangkir di atas meja.


“Iya, sudah, maaf jika aku merepotkan kamu,” jawab Setz dengan lesu.


“Kamu tidak merepotkan aku, sebagai calon suami aku membantu kamu untuk meringankan beban pikiran kamu coba kamu cerita apa yang terjadi,” ucap Kino memegang lembut telapak tangan Setz.


“Aku tidak apa-apa, aku mau beristirahat di kamar terlebih dahulu,”


“Baik aku mengantar kamu ke kamar,”


Kino memegang tangan Setz seperjalanan menuju kamar, melewati setiap sudut lorong di sekitar paviliun. Para pelayan memberi salam kepada mereka berdua sambil berbisik-bisik tentang seorang gadis di samping tuan muda keempat, Kino.


“Sebenarnya nona muda suka sama tuan muda Kino atau tuan muda Shin, kenapa gadis seperti dia tidak tau malu bisa-bisa nya menyakiti perasaan laki-laki dengan begitu mudah. Aku jijik melihat dia menyebar pesona pada hal dia tidak begitu cantik,” bisik Pelayan berambut pendek berwarna abu-abu.


“Aku juga jijik,” balas Pelayan di sekitar pelayan berambut pendek berwarna abu-abu.


Kino mendengar perkataan mereka dengan melirik tajam ke arah mereka sambil mengingat siapa yang mengatakan hal buruk tentang calon istrinya, Setz menggenggam tangan erat untuk memberikan kode kepada Kino untuk mengabaikan mereka.


“Setz apa kamu baik-baik saja?” tanya Kino duduk di samping Setz.


“Maaf jika aku sedikit egois, aku ingin sendirian di kamar apa kamu bisa keluar?” jawab Setz menunduk ke bawah.


“Baiklah aku akan keluar jika terjadi sesuatu panggil aku, ya? Istirahatlah,” ucap Setz menepuk pelan kepala Setz melangkah keluar dari kamar.