
Malam hari telah tiba. Menurut peraturan yang ada di akademi semua murid kembali ke kelas masing-masing untuk mengikuti mata pelajaran pertama. Akademi Night Brow sekolah terbaik di kekaisaran Voreioton.
Akademi Night Brow hanya murid keturunan vampir dan serigala yang bisa masuk ke sana dengan memiliki kekuatan mana yang mereka miliki untuk lolos masuk di akademi Night Brow. Namun, seketika seseorang yang bukan keturunan vampir masuk ke akademi tanpa kekuatan mana membuat satu sekolah terkejut mendengar tentang itu.
“Apa? Mana ada seseorang bisa masuk ke akademi ini? Gila!” ujar gadis berambut panjang terurai.
“Iya, aku juga tidak percaya dengan berita itu. Bagaimana bisa dia masuk ke akademi ini?” balas teman di sampingnya dengan ekspresi tidak percaya.
Seorang gadis berambut sebahu berjalan di lorong akademi bersama guru di samping nya.
“Hei-hei lihat deh dia, apakah dia murid di sini?” kata gadis melirik tajam ke arah seorang gadis yang berjalan di lorong bersama seorang guru.
“Haha, mana mungkin,” semua orang tertawa dengan ekspresi tidak percaya.
Gadis itu hanya terdiam mendengar ocehan orang-orang di akademi Night Brow. Mereka berdua berhenti di ruang Kepala sekolah dan masuk ke dalam ruangan.
“Selamat malam Pak, saya sudah membawa murid baru ini,” ucap Ibu guru. Gadis itu hanya berdiri diam sambil menunggu.
“Baik, terima kasih Ibu Lies. Kamu silakan duduk,” kata kepala sekolah dengan membawa beberapa dokumen.
Gadis itu menurutin perkataan kepala sekolah, “Baik, nama kamu Setz Sakamaki. Apakah kamu keturunan vampir atau setengah manusia?” tanya Kepala sekolah membuka dokumen data pribadi Setz.
“Saya keturunan manusia,” jawab Setz ringan.
“Apa? Tapi nama keluarga Sakamaki bangsawan kaki kanan Raja, bagaimana bisa manusia seperti kamu memiliki nama keluarga Sakamaki?” tanya Kepala sekolah tidak percaya.
“Maaf saya tidak bisa mengatakan alasan nya pak, saya hanya manusia biasa tidak memiliki kekuatan mana maupun kekuatan dewa.” Jawab Setz tanpa ragu-ragu.
Kepala sekolah terdiam mendengar jawaban dari Setz namun dari data dokumen miliknya dia memiliki nilai terbaik dari akademi sebelumnya. Akhirnya, kepala sekolah menyetujui persyaratan untuk menerima Setz sebagai murid di akademi Night Brow.
“Saya menerima kamu sebagai murid di sini, kamu harus mengikuti peraturan di sini dan kamu masuk ke kelas X-A bagian Selatan. Saya sudah memanggil seseorang untuk mengantar kamu ke kelas.” ucap Kepala sekolah menutup dokumen data siswa.
“Baik, terima kasih pak,” Setz berdiri sambil memberi salam.
Seseorang mengetuk pintu ruangan dan masuk ke dalam ruangan.
“Permisi pak,”
“Oh, kamu Killian masuk, perkenalkan gadis ini namanya Setz dia murid baru di sini. Saya berharap kamu bisa membantu murid baru ini,” ucap Kepala sekolah memegang bahu Setz.
“....”
“Baik Pak, saya Setz salam kenal,” Setz menjulurkan tangan ke arah Killian.
Killian mengabaikan jabatan tangan Setz dia berjalan duluan.
“Kamu ikutin dia dan jangan ambil hati dengan sikap Killian ya, dia murid terbaik di akademi ini.” kata Kepala sekolah menyemangati Setz yang masih bingung dengan sikap pemuda yang sudah jalan duluan.
Setz memberi salam dan berlari mengikuti pemuda sombong dan angkuh.
Mereka berdua hanya diam tanpa mengatakan sepatah katapun, Setz melihat sekeliling lorong akademi dengan raut wajah berbinar-binar melihat arsitektur akademi yang berbeda dengan akademi yang lain di kekaisaran Voreioton.
“Apakah kamu tau jika arsitektur akademi sangat berbeda dengan akademi lain?” tanya Setz.
“..., maksud kamu apakah akademi ini memiliki hal yang seru untuk dibicarakan oleh orang dari kalangan kaum kamu?” jawab Killian singkat.
“Huh? Kamu tau aku bukan keturunan vampir? Haha, tidak mungkin, kan? “ Setz terkejut ternyata pemuda itu tau jika dirinya bukan keturunan bangsawan pada umumnya.
“Dasar bodoh. Semua orang juga merasakan hal yang serupa hanya dengan melihat sekejap mereka bisa merasakan bahwa kamu itu manusia,” Killian tertawa kecil melihat ekspresi gadis di belakangnya.
“Tidak mungkin,” gumam Setz mengigit bibir bawah.
Mereka sudah tiba di kelas, semua orang menatap gadis di belakang pemuda berambut hitam bermata ungu.
“Apakah itu gadis yang membuat rumor bahwa dia manusia? Bagaimana bisa dia berada di kelas yang suci ini?” semua orang di dalam kelas membicarakan tentang Setz.
“Kalian semua berisik!” teriak pemuda yang terbangun dari tidur.
Semuanya langsung seketika terdiam, pemuda terbangun dari tidur itu langsung berdiri berhadapan gadis yang baru tiba di kelas.
“Kamu benar-benar cantik? Tapi kamu memiliki aroma yang sangat berbeda, wanginya aku suka. Aku sangat menyukai dirimu.” kata pemuda menghirup aroma tubuh gadis yang baru tiba di kelas.
“Argh, minggir!”
Setz mendorong tubuh pemuda yang menggoda dirinya, Killian langsung melindungi gadis itu dengan tatapan mata tajam ke arah teman yang menggoda gadis itu.
“Jika kamu menggoda wanitaku kamu akan tahu akibatnya!” Killian berbisik di telinga pemuda yang menggoda gadis itu dengan ekspresi dingin.
“Ayo,” Killian menarik tangan gadis itu ke tempat kursinya.
“Kamu duduk di sini,” ucap Killian menarik kursi dan menarik gadis itu duduk di kursi yang sudah di tarik Killian.
Setz langsung menurutin perkataan Killian, bel jam pertama berbunyi semua langsung duduk di kursi mereka.
“Kamu kemarilah,” ucap Killian melambaikan tangan ke arah Setz.
Setz berjalan menuju Killian, “Ada apa?”
“Berikan tanganmu,”
“Ah, mau apa kamu?” Setz terkejut mendengar perkataan Killian.
“Sudah jangan banyak bicara, cepatlah berikan tanganmu.”
Setz langsung memberikan tangannya ke Killian. Killian menarik tangannya sambil memegang erat telapak tangan Setz.
“Kamu akan menjadi wanitaku, dan kamu jangan beralih ke pria lain selain diriku, ingat dan panggilah namaku di manapun kamu berada aku selalu berada di sampingmu. Namaku Killian Devonshire. Kamu jangan lupakan itu.”
Perkataan Killian dengan membuat pola di telapak tangan Setz itu bukan sumpah janji namun itu sihir perlindungan supaya Setz tidak dalam berbahaya, dan Killian akan melindungi Setz dari siapapun walaupun dirinya harus berkorban untuk mati.
“Apa yang terjadi?” Setz langsung bangun kepalanya terasa nyeri.
“Kamu akhirnya tersadar, apakah kamu tau apa yang terjadi?” kata Perawat UKS berdiri di samping tempat tidur nya.
“Aku benar-benar tidak mengingat apa yang telah terjadi,” Setz bingung dengan perkataan perawat UKS.
“Sudah lupakan, kamu hanya sedikit kelelahan dan tubuhmu baik-baik saja tapi jangan sampai kelelahan lagi dan kembalilah ke kelas,” ucap Perawat mengalihkan topik pembicaraan.
“Ah baik, terima kasih,” Setz bangkit dari tempat tidur dan kembali ke kelas.
“Bagaimana dengan tubuhmu?” ucap seseorang yang berdiri di samping ruang UKS.
“Argh, kenapa sih kamu berbicara tanpa kode, aku jadi terkejut,” Setz kaget dengan seseorang berdiri di samping ruang UKS.
“Maafkan aku, bagaimana dengan tubuhmu?” tanya Killian sekali.
“Ah, tubuh? Kamu mau apa dengan tubuhku? Jangan aneh-aneh,” Setz langsung menutup tubuhnya dengan kedua tangannya.
“Ah, syukurlah tubuhmu baik-baik saja, ayo kita pergi,” Killian mengerti keadaan Setz baik-baik saja.
“Aneh,” gumam Setz dengan bingung perkataan Killian.
“Aku akan membantu dirimu jangan peduli tentang orang-orang bodoh itu yang selalu membicarakan hal tidak masuk akal, dan aku akan mengantar kamu ke asrama putri. Di akademi ini memiliki peraturan yang sangat aneh jadi lupakan itu, dan setiap akhir pekan akademi ini akan menyelenggarakan acara kegiatan olahraga untuk laki-laki. Apakah kamu ingin datang ke acara itu?” tanya Killian memberitahu kegiatan di akademi Night Brow.
“Aku ..., aku akhir pekan depan ada acara jadi tidak bisa datang ke acara itu, maaf. Tapi jika ada waktu luang aku akan ke sana,” jawab Setz mengingat janji dari kepala keluarga Sakamaki.
“Baiklah, aku mengerti. Aku akan mengantar kamu ke tempat acara yang membosankan itu,” ujar Killian menunggu jawaban dari Setz.
“Terima kasih atas bantuannya, supir yang akan mengantar aku ke sana,” jawab Setz. Selama perjalanan menuju asrama Putri. Setz merasa sikap dari pemuda di samping nya berbeda dengan pertama kali bertemu. Setz merasa sesuatu yang aneh di dalam hati nya setiap melihat pemuda di sampingnya.
“Terima kasih sudah mengantar aku ke asrama,” ucap Setz tersenyum kecil dan melangkah menuju pintu asrama.
Grep
Seseorang menahan langkah kakinya, Setz langsung berbalik badan melihat tangan nya dipegang sama Killian.
“Ada apa? Dan tolong lepaskan tanganmu,” kata Setz menunjuk ke arah pergelangan tangan.
“Ah, maaf. Tadi aku refleks dan aku tidak sengaja memegang tanganmu. Aku ..., aku hanya ingin mengatakan semoga kamu mimpi yang indah” Killian mengalihkan pembicaraan.
“Ah, iya. Kamu juga semoga mimpi indah. Dah,” Setz lanjut masuk ke asrama.
Setz berada di lantai tiga dengan nomor kamar 1015. Setz mengetuk pintu kamar dan seseorang membuka pintu kamar.
“Siapa kamu?”
“Hai, namaku Setz apakah benar ini kamar nomor 1015?”
“Benar ini kamar nomor 1015, apakah kamu juga termaksud ingin penghuni di kamar ini?”
“Iya,”
“Sebentar,” Tiba-tiba orang itu kembali menutup pintu kamar.
“Siapa di luar Fely?” tanya gadis yang sedang berdandan.
“Bagaimana ini wanita di luar kamar kita ternyata anak baru yang bukan keturunan bangsa kita? Dan dia ingin satu kamar dengan kita, apakah kalian setuju?” jawab Fely bertanya kepada teman satu kamarnya.
“Apa? Kamu gila? Aku tidak setuju dengan hal itu,”
“Aku pun.” Mereka berempat tidak setuju dengan kedatangan anggota baru di dalam kamar.
“Sudahlah biarkan saja dia menjadi penghuni kamar ini,” tiba-tiba seseorang keluar kamar mandi mengatakan hal berbeda dengan mereka berempat.
“Tapi? Kenapa?” tanya berempat kepada gadis yang baru selesai mandi.
“Itu ..., aku tidak bisa mengatakan hal itu. Intinya biarkan saja dia menjadi penghuni di kamar ini bersama kita,” ucap gadis baru mandi sambil mengeringkan rambut.
Fely kembali membuka pintu kamar, menyuruh gadis yang diluar kamar masuk ke dalam kamar.
“Terima kasih semuanya, salam kenal aku Setz mohon bantuannya untuk kedepannya,” Setz memberi salam kepada teman-teman sekamarnya.
Mereka berempat berkumpul dengan memperkenalkan diri, Setz menjawab dengan tersenyum. Namun, dari kejauhan ada seseorang yang mengawasi asrama putri. Killian merasa lebih tenang melihat Setz bisa bergaul walaupun beda ras maupun keturunan, dan kakak laki-laki di samping dirinya melihat adiknya sudah berubah.
“Apakah kamu menyukai gadis itu?” tanya Kakak laki-laki tertua.
“Tidak.” jawabannya dengan cepat.
“Bohong, aku tau kamu menyukai gadis itu jangan pura-pura tidak tau hal itu. Dasar bocah.” Kakak tertua mengacak rambut adiknya.
“Argh lepaskan, aku bukan bocah,” Killian menyingkirkan tangan kakak tertua dari kepalanya.
“Kamu tidak lupa bahwa vampir dan manusia tidak akan bisa bersama, aku harap kamu tidak menyesal!” kata Kakak tertua sambil berbisik di telinga Killian.
Killian tau tentang perjanjian Raja terdahulu untuk tidak membuka hati kepada manusia, dan kami mengganggap manusia sebagai makanan.
“Aku akan mencari cara untuk melindungi dia dari siapapun, dan bahkan aku rela mengorbankan nyawa jika terjadi sesuatu kepadanya. Tetapi aku juga tau tentang janji itu, aku berharap kakak tidak ikut campur urusanku. Sudahlah aku lelah, selamat malam Kak.”
°°°°°
Note: Untuk naskah tentang perjanjian yang diresmikan oleh Raja terdahulu pada masa sebelum peperangan kurang lebih 7 tahun itu sebenarnya sulit diingat perjanjian yang mengatakan bahwa manusia sumber makanan paling penting untuk bangsa vampir ke intinya itu ringkasan dalam surat perjanjian.
Bersambung…
Happy Reading~