TWISTED FAKE TIME

TWISTED FAKE TIME
Ch 8 : Lanjutan ch 1



Keesokan hari, semua murid-murid di asrama mulai satu per satu menuju akademi dengan berjalan bersama teman-teman. Setz berjalan kaki menikmati danau sekitar akademi sambil bernyanyi kecil.


“Hei, lihat dia kan gadis yang masuk ke sini sama Yang muda pangeran Killian?” bisik gadis bersama temannya dengan melirik ke arah gadis berjalan sendiri di lorong.


“Iya dia orang nya kenapa dia masih di sini? Aku kira dia sudah di tendang sama kepala akademi, haha,” balas teman di samping dengan nada ejek.


Setz sedikit kesal mendengar pembicaraan mereka, tetapi Setz harus menahan ejekan dari murid-murid di akademi untuk bertahan lama sehingga bisa menyelesaikan misi dari kepala keluarga Sakamaki dengan memikirkan cara untuk mengambil tongkat sihir langka yang tersimpan di keluarga kekaisaran.


“Selamat pagi semua, duduk. Baik hari ini kita mulai kelas,” ucap Pak guru memulai kelas.


Jam pertama kelas di mulai, semua murid kelas X-A mengikuti kegiatan belajar dengan serius. Jam istrirahat berbunyi murid-murid berbincang satu sama lain. Setz menghiraukan perbincangan teman-teman sekelasnya dengan tertidur.


“Argh! Tidak! Cepat para bangsawan datang,” teriak warga dengan menutup seluruh pintu rumah untuk bersembunyi dari bangsawan yang ingin memangsa warga darah manusia.


“Cepat kalian berdua masuk ke dalam lemari jangan keluar sampai keadaannya damai. Cepat!” teriak ayah mengunci lemari dengan menutupi dirinya untuk dua orang di dalam nya tidak terkena darah.


Brugh!


Tendangan kencang membuat pintu masuk rusak, sekumpulan lima orang berjubah hitam masuk ke dalam dengan merusak barang-barang mencari manusia di sekitar dalam.


“Argh!”


“Baron Alexa ternyata kamu penghianat bangsa vampir sudah melanggar aturan kebangsawanan karena menikah dengan seorang manusia sambil melarikan diri ke pendesaan terkecil untuk menghindari hukuman dari sang kaisar. Mulai malam ini kamu akan merasakan hukuman yang harus kamu bayar!” kata pemuda berjubah hitam mencekik leher baron Alexa dengan menusuk belati perak ke arah jantung.


“Aya-ghmm.” Setz memanggil ayahnya, namun ibu langsung menutup mulut putrinya.


Pemuda itu menyadari seseorang sedang mengintip dari lemari, mata mereka bertemu membuat Setz ketakutan melihat mata merah pemuda tersebut. Pemuda itu menyuruh rekannya untuk berpindah tempat mencari mangsa selanjutnya.


“Ah, tidak! Astaga tadi itu mimpi,” sontak Setz terbangun akibat mimpi.


“Aku tadi bersama Yang mulia pangeran Killian di ruang musik dan pangeran bilang darahnya begitu segar, aku langsung senang mendengar hal itu,” ucap gadis berkuncir kuda memberitahu ke teman nya dirinya bersama pangeran Killian.


“Hahaha, mana mungkin Yang mulia pangeran berkata seperti itu, kemungkinan pangeran bilang jika darahmu menjijikkan,” balas gadis berambut pendek mengejeknya.


“Dasar gadis, setiap hari mereka berbincang tentang pangeran, dan selalu ingin bisa mendekat dari pangeran walaupun bertaruhan nyawa. Hahah,” ejek pemuda melirik ke arah kumpulan gosip tentang pangeran.


Setz menghiraukan perbincangan yang selalu membanggakan Pangeran, melangkah keluar dari kelas.


“Tunggu, kamu,” panggil Pak guru memanggil siswa yang ingin keluar dari kelas.


“Hmm? Iya, pak?” tanya Setz membalikkan badan karena dirinya di panggil.


“Bisa tolong berikan lembaran kertas ini ke ruang musik, dan taruh lembaran kertas ini di atas meja,” ucap Pak guru memberikan lembaran kertas ke siswi bernama Setz.


Setz menjawab dengan anggukkan kepala, berjalan menuju ruang musik yang berada di ujung lorong sambil membawa lembaran kertas yang begitu banyak dan berat.


Setz membuka perlahan pintu ruang musik, terkejut melihat gadis-gadis di lantai dan melihat pangeran sedang menghis*p kulit gadis dengan melemparkan nya ke lantai sambil meludah.


“Ck, menjijikan,”


Setz perlahan-lahan mundur dengan sekuat tenaga berlari cepat dari seseorang yang bertatapan dengannya, namun pemuda itu menyadari kedatangan dirinya.


“Hmph seperti nya ada ada yang mengintip seperti kucing liar yang sedang bersembunyi seperti nya dia ingin bermain denganku? Aku akan meladeni gadis itu bermain kucing dan tikus sementara waktu, hahaha,” Killian tersenyum misterius dengan menunggu gadis itu bersembunyi.


‘Sial mata kita bertemu, apakah dia mengejarku? Aku harus pergi kemana untuk menghindar dari ketua osis pangeran Killian Devonshire. Ya Tuhan jika kamu ada di sini aku memohon semoga pangeran tidak bisa menemukan diriku dengan mudah, maka aku akan sangat berterima kasih atas semuanya.” Setz berdoa dalam hati dengan terus berlari, bersembunyi di gudang yang gelap dan sedikit pengap di dalam.


Tak, tuk.


Suara langkah berbunyi di koridor akademi, Setz mendengar suara langkah kaki tersebut terdengar begitu jelas seperti langkah kaki tersebut sudah semakin mendekat ke tempat persembunyian nya. Seketika suara kaki tidak terdengar lagi untuk memastikan hal itu Setz membuka sedikit pintu gudang melihat perlahan-lahan apakah suara kaki itu benar-benar hilang, suara detak jantung berdebar kencang dirinya sudah berkeringat dingin mendengar suara kaki yang seketika tidak ada.


“Apa itu barusan? Aku tadi benar-benar mendengar suara langkah kaki, apakah itu tadi halusinasi aku? Ah, tidak sepertinya aku sangat benar mendengar seseorang datang ke tempat ini,” Setz merasa curiga dengan kedatangan seseorang ke tempat persembunyian dengan percaya diri Setz memberanikan diri keluar dari gudang melihat sekeliling koridor yang sepi.


“Siapa di sana? Jangan bersembunyi! Aku yakin tadi ada seseorang datang, muncullah jangan bersembunyi. Aku akan memukulmu jika kamu tidak keluar sekarang.”


Setz melirik ke kanan dan kiri sekitar koridor sambil memegang tongkat baseball dengan berhati-hati sambil melangkah perlahan-lahan, Setz mengecek kebenaran suara langkah kaki yang tadi dia dengar.


“Kau mencoba lari ke mana?” seseorang bertanya, tangannya memegang bahu dengan matanya merenung ke arah nya dan ketika Setz terdiam.


Killian yang belum memutuskan kontak mata nya dengan gadis di depannya mendorong tangannya ke dinding yang sebelumnya berdiri di belakang tubuh gadis cantik yang memegang tongkat baseball, gadis itu terkejut kedatanganya yang sudah berdiri di belakang nya seketika tongkat yang di pegang terlepas dari tangan nya.


‘Kok bisa dia tiba-tiba berdiri di belakangku tanpa kode? Bagaimana mungkin bisa padahal aku tidak mendengar suara langkah kakinya, tapi bagaimana bisa pangeran Killian muncul di sini?’


Memutar tubuhnya, Killian pertama kali melihat Setz terkejut terdiam sejenak dengan menundukkan kepala. Killian perlahan-lahan mendekati wajahnya ke gadis dengn mengeluarkan gigi taring nya, Setz melihat gigi taring pemuda di depannya langsung berontak keras melepaskan diri dari hadapan pangeran Killian.


“Kau kenapa?”


“Lepaskan aku monster! Aku jijik melihat gigi taring itu! Lepaskan aku.”


Killian memegang erat kedua tangan gadis di depannya, namun gadis itu mengeluarkan jurus dengan tendangan ke arah paha pemuda di depannya.


“Argh!”


Killian merasakan kesakitan akibat tendangan dari gadis yang bersifat liar, melihat gadis itu tiba-tiba melarikan diri lagi membuat Killian merasa dirinya di rendahkan oleh gadis itu.


“Aku akan menangkap dirimu dan aku tidak akan pernah melepaskanmu. Aku akan membuatmu menderita sampai kamu menjadi pet darah pribadiku, wahai gadis liar tunggu sampai aku tidak akan membuatmu melarikan diri lagi dan kamu akan menjadi pet darah pribadiku. Haha.” Suaranya menggelegar seluruh koridor.


Bersambung…


Happy Reading~.