
Pertandingan akademi Night Brow melawan Light Brow di mulai, seluruh peserta setiap tim mengoper dan memasukkan bola ke dalam ring dengan skor yang beda satu angka.
“Ayo, pangeran Killian jangan sampai kalah!”
Teriakan antusias penonton di kursi kanan mulai bergemuruh membuat Setz ingin memberikan semangat kepada tim pangeran.
Pergantian pemain membuat suasana semakin canggung, Killian melihat gadis yang duduk di antara penonton wanita dengan memberikan sedikit senyuman kepada salah satu diantara penonton, namun tiba-tiba teriakan gadis di kursi penonton terlalu bersemangat melihat senyuman maut dari ketua osis di akademi, Killian.
Pertandingan mulai sengit, Setz berdiri dari kursi penonton berjalan menuju luar dari station penonton. Berjalan sendirian sekitar gedung station basket sambil menikmati suasana malam yang menyegarkan pikiran.
“Hmmm, ngantuk banget. Sekarang jam berapa?” Setz melihat cahaya bulan sambil terus-menerus menguap.
Tanpa di sadari beberapa orang diam-diam melihat ke arah gadis yang sedang duduk di kursi taman, salah satu dari mereka memberikan kode untuk membawa gadis di taman yang menjadi target mereka.
“Itu gadis yang di carikan Tuan besar?” tanya salah satu dari mereka dengan menujuk ke gadis yang masih di kursi taman.
“Benar itu gadis yang di cari-cari oleh Tuan besar. Tapi bagaimana kita bisa menculik gadis itu tanpa ketahuan orang lain?” jawab pria yang sendari tadi melihat sekeliling taman.
Setz merasakan sesuatu yang buruk sambil melihat sekeliling nya untuk mencari seseorang yang mencurigakan.
“Sial! Kita hampir ketahuan. Ayo kita mulai pergerakan.”
Sekitar sepuluh orang mulai bergerak menculik gadis yang duduk di taman, Setz mencoba melawan namun salah satu dari mereka memberikan sapu tangan yang sudah di siram dengan obat tidur. Mereka langsung pergi dari taman.
Pertandingan terus berlanjut, perlawanan antara kedua tim semakin sengit tim Light memasukkan bola di menit 20 sorakan para penonton memberikan semangat kepada tim mereka.
Di pertandingan berakhir tim Night memenangkan pertandingan dengan skor 4 dan tim Light memenangkan pertandingan dengan skor 3 semua penonton bersorak gembira atas kemenangan antara kedua tim.
“Yeah… Akhirnya kita menang melawan tim mereka.” ucap Sebatin merangkul teman di samping nya.
‘Setz? Ha, di mana Setz? Kenapa dia tidak ada di kursi penonton?’ Killian menyadari kursi tempat Setz duduk tidak ada.
Kedua tim menyalam atas kemenangan pertandingan mereka. Killian langsung meninggalkan lapangan basket dengan terburu-buru sambil mencari seorang gadis yang meninggalkan tempat kursinya.
“Lian! Kenapa kamu pergi meninggalkan lapangan?” tanya teman memakai telepati.
“Gadis yang bersamaku tidak ada di kursi penonton. Aku sedang mencari nya, kalian saja yang bersenang-senang, aku ingin mencari gadis itu. Sudah aku mau lanjut cari.” Killian memutuskan telepati bersama sahabat nya untuk melanjutkan pencarian gadis yang di cintainya.
Di lapangan teman setim Killian terkejut mendengar alasan Killian yang sudah kabur. Pemuda berambut biru tua memberikan kode kepada manajer tim untuk bubar, dan mereka bisa membantu Killian mencari gadis yang di sembunyikannya.
“Terima kasih kalian sudah berusaha keras, dan terima kasih kepada penonton yang sudah mendukung tim Night.” kata Manajer memberikan jawaban kepada wartawan yang sudah merekam momen pertandingan pada malam hari ini.
Temannya Killian teleport meninggalkan lapangan perlombaan menuju ke tempat Killian untuk membantu nya mencari seorang gadis yang sangat dirindukan oleh sahabatnya.
“Kak Lian, apa kakak sudah ketemu tempat gadis itu berada?” ucap pemuda berambut pirang ke emasan.
“Tidak, Jhon. Kalian pasti mengikuti aku untuk mencari gadis yang bersamaku? Aku tidak ingin kalian membantu aku untuk mencarinya,” balas Killian berpindah setiap pohon.
“Eh, Lian! Kami sahabat kamu kenapa kamu melarang kami untuk membantu mencari gadis yang membuatmu gila? Kami tidak peduli kamu melarang kami untuk mencari atau tidak, kami tetap akan membantu kamu untuk mencari nya. Aku akan pukul kepalamu.” Teriak Kris mengikuti jejak kaki Killian.
“Tunggu! Aku menemukan sesuatu yang mencurigakan.” ucap Jean berhenti melihat sesuatu yang mencurigakan di bawah pohon nya.
Sekelompok berjubah hitam membawa sekantong yang berisikan sesuatu di dalamnya. Kantong yang di bawa sekelompok berjubah tampak bergerak membuat Jean semakin penasaran.
“Hahaha… Akhirnya kita dapat hasil pemburuan kita, Kak,” kata salah satu rekan berjubah hitam dengan tertawa terbahak-bahak.
“Berisik! Cepat bawa kantong ini ke dalam jangan sampai seseorang mengetahui hal ini,” ujar salah satu rekan dengan menyuruh temannya untuk membawa masuk kantong yang mereka bawa.
Jean terus mengawasi gerak-gerik beberapa berjubah hitam dari kejauhan, tapi seseorang menyadari seorang yang selalu mengawasi aktivitas mereka dengan langsung memanggil kawanan mereka.
“Sial! Ada mata-mata cepat kemari dan jangan biarkan dia kabur,” teriak seseorang yang menyadari keberadaan Jean.
“Apa?!”
Kawanan berjubah hitam langsung bergerak mengikuti Jean dari belakang, Jean berbalik arah melawan mereka untuk memundurkan waktu. Mereka memulai penyerangan dengan sengit, Jean tidak bisa melawan dua puluh orang sekaligus untuk mengulurkan waktu lebih lama.
“Jean, kamu masih di sana?” tanya Wan melesat menuju ke tempat Jean.
“Kak Wan, suruh yang lain ke arah jam 9 sepertinya wanita yang bersama pangeran Killian ada di sana? Aku yang menahan mereka sementara waktu yang lain nya pergi ke sana sebelum terlambat. Aku—“
Jean belum selesai bicara tiba-tiba salah satu rekan berjubah hitam menusuk ke arah pergelangan tangan membuat Jean tersungkur ke tanah sambil menahan sakit.
“Jean, kau baik-baik saja?”
“Jean?”
“Jean!”
Wan menyadari bahwa sahabat nya mengalami kesulitan untuk melawan berjubah hitam langsung melesat menuju ke tempat Jean, berpindah satu pohon ke pohon lain dengan cepat sambil mengeluarkan pisau belati untuk menusuk seseorang berjubah hitam yang melukai Jean.
“Awas di belakangmu!”
Teriak salah satu rekan berjubah hitam membuat para hewan ketakutan mendengar teriakan, Wan langsung menghampiri Jean yang sedikit runtuh akibat terkena belati di bagian perutnya.
“Ke…, kenapa kau datang ke sini?” tanya Jean menahan luka di perutnya dengan melirik tajam ke Wan.
“Haha, kau pengecut kenapa lawan mereka kau gagal? Biasanya kau baik-baik saja tapi aku berpikir itu hal yang mengecewakan sampai terluka seperti ini. Ckckck.”
Jean membuang muka dengan mendorong tubuh Wan, sekelompok berjubah hitam langsung menghajar mereka yang sedang sedikit lengah. Wan melirik tajam ke arah sekelompok berjubah hitam yang ingin menghantam Jean dengan insting yang kuat Wan langsung melesat membawa Jean ke tempat yang jauh dari sekelompok berjubah hitam yang ingin mereka lawan.
“Kamu bod*h! Kalau kamu lengah dikit sudah mati,” teriak Jean memukul kepala Wan.
Wan hanya tertawa melihat sahabatnya sedikit menghawatirkan dirinya, “Terima kasih sudah membantu aku, Wan.” gumam Jean menggaruk kepala yang tidak gatal.
“Apa? Tadi kamu bicara apa?” tanya Wan menatap wajah Jean yang memerah sambil mengejek nya.
Killian mengikuti instruksi dari Jean menuju ke tempat Setz berada, walaupun perasaan nya kacau Killian terus mencari keberadaan gadis itu tanpa berhenti mengejar sekelompok berjubah hitam yang culik seorang wanita yang selalu bersama nya.