
“Awas kau! Aku akan menghajarmu, dan aku akan membuatmu menyesal,” ucap pemuda yang menahan sakit di lengannya.
Mereka berlima mengejar gadis yang melarikan diri, “Tangkap gadis itu!” teriak pemuda itu dengan nada kesal.
Setz sekuat tenaga berlari dengan wajah pasrah, namun seluruh siswa-siswi di akademi hanya menatap nya sambil tertawa kecil.
‘Tidak. Kenapa tidak ada satu pun dari mereka menyelamatkan diriku?’ batin Setz meminta bantuan dari orang-orang di sekitar lapangan akademi.
“Hehe, sekelompok orang di sana hanya berdiri terdiam di pinggir dan mari kita lihat pertunjukan yang menyenangkan ini. Let’s show time!” gumam gadis membawa sebuah payung berwarna merah sambil menjentikkan jari.
Seketika tiba-tiba sekelompok orang entah datang dari mana mendorong tubuh gadis yang sangat menyedihkan, Setz terguncang akibat dorongan orang di belakang nya dan dirinya tidak bisa menghindari anak tangga, namun kepalanya mengeluarkan aliran darah.
“Aku berpikir jika aku menahan semua ini, apakah semua ini akan berlalu? Aku berharap seseorang membantu diriku dari tali kekang yang membuatku seperti boneka di panggung pertunjukan ini.” Batin Setz kepalanya mengeluarkan darah sebelum menutup mata Setz melihat sedikit orang-orang yang tidak memperdulikan, maupun membantunya dengan keadaan darurat.
“Aku dengar kamu di panggil oleh para petinggi, apa kamu menerima ocehan dan nasehat dari para petinggi?” tanya Crish memandang bulan dari balkon.
“Hmph, aku hanya mendengar tentang pertunangan yang membosankan, sekarang berhenti bicara omong kosong,” jawab Killian menyenderkan tubuhnya di tiang balkon.
“Hmm, ini tentang gadis yang membuatmu kesal. Apa kamu ingin tahu yang terjadi padanya?”
“Karena kamu membicarakan hal itu katakan saja,”
“Haha, kalau begitu aku memberitahukan satu hal padamu supaya kamu tidak menyesal,”
“Gadis itu jatuh dari tangga dan darah mengalir kepalanya, pada akhirnya dia di bawa paksa oleh sekelompok orang pria dengan niat buruk yang tertulis dengan di seluruh wajah mereka, apa kamu tidak terkejut mendengar hal ini. Yang mulia Killian?”
“Apa kmu berencana untuk menyelamatkan makhluk menyedihkan itu?” kata Crish matanya melirik kearah Kiliian.
Killian sedikit terkejut mendengar yang terjadi pada gadis itu, tapi dia menahan untuk tidak memperdulikan apa yang terjadi, “Tidak.”
“Tapi, bagaimana jika mereka di paksa melakukan hal yang kamu tidak inginkan dan di suruh oleh Marya, apa kamu masih tidak ingin membantunya?” tanya Crish kepalanya melihat ke atas dengan melirik ke arah Killian.
Killian terkejut mendengar yang terjadi pada gadis itu, melangkah kaki keluar dari kediaman nya. Crish tersenyum kecil melihat sahabatnya yang sudah sedikit berubah, dan sangat paham kenapa sahabat nya pergi meninggalkan dirinya di kediaman nya yang pasti alasan itu.
Marya menarik tangan Setz dengan melemparkan dirinya di atas ranjang, ujung payung mengarahkan ke leher gadis yang sedikit ketakutan.
“Nona muda Marya,”
“Hmm, aku ingin melihat wajahnya seperti apa?”
“Seorang vampir?” batin Setz melihat sosok gadis muda dengan pakaian bangsawan, namun gadis itu menunjukkan gigi taringnya.
“Ck, ternyata wajahnya sangat menyedihkan. Haha, tidak heran ternyata Yang mulia Killian membenci dirimu,”
“Baiklah, aku memberikan gadis itu kepada kalian berempat,” ucap Marya melirik ke arah samping, melangkah ke sebuah kursi.
“Haha, baiklah. Ini hadiah yang terbaik nona muda Marya,”
Setz terdiam sejenak, “Bagaimana pun itu aku harus melawan,”
“Hentikan!”
Seorang sosok berdiri di bawah sinar bulan, teriakan seorang itu menguncang ruangan, serentak Marya dan beberapa pemuda di dekat gadis terbaring di ranjang melihat ke arah seseorang berdiri di bawah sinar bilan. Ya, benar seseorang di bawah sinar bulan itu tidak lain ketua osis di akademi Night Brow yaitu Killian Devonshire.
“Yang mulia Killian?”
“Kalian berempat menjauhlah dari gadis itu,” Killian melangkah ke arah sekelompok pemuda.
“Eh– Tapi Nona muda Marya bilang,”
“Jangan sampai aku mengatakan dua kali,” Mata Killian berubah merah menerang dengan menahan emosi.
“Enyahlah!”
“Baik-baik, Yang mulia Killian,” sekelompok pemuda langsung keluar dari ruangan.
“Yang mulia Killian, ini?” Marya perlahan-lahan mendekati Killian.
“Kau bahkan berani sekali melakukan hal ini di akademi.”
‘Tapi, bukankah anda yang mengatakan sebelumnya pada kami,”
“Ba–baiklah, Yang mulia Killian,”
Marya meninggalkan Killian dengan gadis yang terbaring di ranjang dengan berat hati, Killian mendekati gadis yang sedikit berantakan dengan mengelus kepala, Tubuhnya perlahan-lahan mendekati tubuh gadis di bawah tubuhnya dengan melihat luka di sekitar dahi. Killian menjulurkan lidah ke luka di sekitar dahi dengan perlahan-lahan luka itu sembuh.
“Kamu sangat menyedihkan sekali Setz Sakamaki,” ucap Killian dengan sedikit tersenyum, namun hatinya sedikit perih melihat gadis yang di bencinya kini dalam keadaan berantakan.
Killian membawa Setz keluar dari siksaan dengan teleport ke sebuah villa yang jaraknya kurang lebih 50 meter dari akademi.
“Tuan muda Killian, dia?” tanya salah satu pelayan terkejut melihat atasan nya membawa seorang gadis.
“Bersihkan dia, lalu bawa dia ke tempat tidur pribadiku,” perintah Killian perlahan-lahan membaringkan tubuh gadis yang di bawanya ke sofa.
“Baiklah, Tuan muda,” jawab kedua pelaya untuk melaksanakan perintah dari Killian.
Killian meninggalkan gadis itu bersama kedua pelayan ke sebuah perpustakaan sambil menunggu gadis itu selesai di urus oleh kedua pelayan di villa nya.
“Hmph, Aku mendengar kamu membawa gadis itu bersamamu ke villa ini?” tanya seorang pria yang sedang menikmati teh sendirian di bawah sinar bulan.
“Aku berpikir ini bukan urusanmu,” balas Killian berhenti dengan melirik ke arah pria di pinggir taman.
“Aku sangat mengkhawatirkan dirimu sebagai ketua akademi, aku sudah memperingatkanmu lebih dari sekali untuk tidak terlalu gegabah dalam bertindak, dan kau sekarang bukan seperti anak kecil, tidak bisakah kau sedikit tenang dalam menangani urusan?” kata pria itu dengan berjalan menuju ke Killian.
Pria itu berhenti melangkah di belakang Killian dengan melirik kearah pemuda di samping nya, “Yang mengatakan ke seluruh siswa-siswi di akademi itu kau, tapi yang menyelematkan dia itu juga kau mau sampai kapan kau berhenti keras kepala?”
“Aku tidak perlu menjelaskan kepadamu, apa pun yang aku lakukan itu tidak ada haknya memberitahu kepadamu,”
“Kau melihat sosok gadis itu yang membuatmu mengingat seorang budak pet darahmu yang selalu bersamamu sepuluh tahun lalu yang bernama Selfty, iya kan?”
“Jangan kau mengatakan nama itu lagi,” Killin geram mendengar ocehan dari pria itu dengan matanya berubah menjadi merah sambil melirik tajam ke samping.
Killian meninggalkan pria itu dengan melanjutkan perjalanan menuju perpustakaan, seketika pikiran tentang sepuluh tahun itu datang membuat perasaannya sedikit berantakan. Killian berjalan melewati perpustakaan yang tadinya ingin menyelesaikan sesuatu di sana, namun karena ceramaham dari pria itu Killian memutuskan kembali ke kamar pribadinya.
“Tuan muda, kami menyelesaikan sesuai dengan perintah dari anda,” Kedua pelayan memberitahu sambil memberikan hormat.
Killian membuka pintu kamar terkejut melihat di dalam kamar tidak ada seseorang menempati kamarnya sambil melihat sekeliling kamar, Killian melihat selimut di atas kasur kini menjadi seutas tali di jendela. Killian berjalan ke arah jendela melihat ujung seutas tali itu hampir mengenai tanah, “Sepertinya aku meremehkan dia,” ucap Killian dengan sedikit tertawa.
Setz melarikan diri ke dalam hutan sambil melihat sekeliling untuk mencari ujung hutan ini berharap ada sebuah desa untuk sementara memutuskan untuk tinggal di sana dengan segala cara kabur dari akademi.
“Pintu keluar, di mana pintu keluar dari hutan ini? Mengapa burung gagak mengikutiku?”
Burung gagak itu terus-menerus mengikuti sambil memantau gadis yang sedang berusaha melarikan diri, “Sial, burung gagak itu?” Killian menjatuhkan lentera dengan sekuat tenaga mengikuti perginya burung gagak.
“Yang mulia Killian?”
Setz tidak sengaja menginjak batu, tubuhnya tidak seimbang membuatnya terjatuh ke jurang. Killian menangkap tangan Setz dengan tangan satunya menahan dahan kayu.
“Ah, Killian?”
“Benar-benar gadis yang keras kepala dan merepotkan,”
Dahan kayu perlahan-lahan putus, Killian melihat dahan itu hampir terjatuh dengan sekejap Killian membalikkan badan sambil memeluk erat tubuh Setz.
“Argh,”
Brugh.
Tubuh Killian mengenai batu di dasar jurang dengan melepaskan tubuh gadis yang di peluknya, “Gadis liar, menyingkirlah dariku,”
Setz perlahan-lahan bangun dari tubuh pria yang di bawah tubuhnya tiba-tiba Setz merasakan aliran di telapak tangannya.
“Ah, Darah?”
“Vampir juga bisa mengalirkan dari tubuhnya?” Setz melihat tangan nya ada noda darah sambil melihat ke arah pria di depannya.
“Sial, jika aku banyak kehilangan banyak darah kemungkinan regenerasi penyembuhannya terhambat bekerja, enyahlah,” Killian perlahan-lahan bangun dengan menahan aliran darah di bagian perutnya.
Bersambung…
Happy Reading~.