
Setz terus-menerus mengetukkan pintu dengan sekuat tenaga, namun kedua pelayan tetap berpura-pura untuk tidak mendengar ketukan pintu, seorang pemuda berjalan menuju kamar yang di jaga ketat.
“Kenapa ribut sekali di pagi hari?” tanya Killian berjalan ke kamar dengan menatap ke arah kedua pelayan wanita.
“Maafkan kami, Tuan muda. Nona muda terus-menerus meminta untuk keluar dari kamar Tuan,” jawab salah satu pelayan dengan memberikan hormat kepada atasan mereka, Killian.
“Buka pintunya,”
Kedua pelayan membukakan pintu kamar, Setz berkesempatan untuk mencoba melarikan diri dengan singap Killian memegang erat tangan Setz lalu membawanya kembali ke kamar sambil melemparkan Setz ke atas ranjang.
“Kau kucing liar yang menyebalkan apa kau berpikir masih ingin untuk melarikan diri?” Killian memegang erat kedua tangan gadis di bawah tubuhnya.
“Siapa yang kemarin berkata bahwa seseorang rela menawariku untuk mengambil darah dari tubuhnya? Itu aku suka tawaranmu yang sangat sungguh ingin aku rasakan apakah rasanya manis atau tidak?” ucap Killian perlahan-lahan membisikkan sesuatu telinga.
‘Ah, aku mengingat kejadian kemarin malam aku mencoba melarikan diri, kemudian tiba-tiba sekumpulan burung gagak menyerangku membuat tubuhku tidak seimbang lalu terjatuh ke jurang. Dan kami mencari cara keluar dari hutan secara bersama, seketika aku tidak bisa mengingat apa yang terjadi.’
Setz menyadari bahwa kejadian di mimpinya bukan halusinasi sesaat, “Kamu terkena racun,” sambung Killian memberitahu kepada gadis di bawah tubuhnya.
“Manusia yang memasuki kawasan hutan terlarang akan terkena racun dengan cara berhalusinasi, lalu perlahan-lahan kehilangan kesadaran membuat mereka terbayang-bayang sebuah mimpi menjadi kenyataan. Pada akhirnya mereka akan mati membusuk di tempat itu.”
“Inilah hukuman yang sesuai denganmu, karena berusaha melarikan diri dari genggaman tanganku, apa kamu mengerti maksudku?” tanya Killian menatap wajah Setz.
“Aku memohon padamu untuk melepaskan aku dan jangan ganggu aku lagi untuk kedepannya,” ucap Setz dengan nada suara rendah.
Killian melepaskan kedua tangan gadis yang terlihat menyedihkan dengan duduk di samping tubuhnya sambil melirik ke gadis.
“Aku sudah mengatakan berulang kali padamu, jadilah budak darahku, atau kau akan aku kurung di sisiku untuk selamanya sampai membuatku merasa muak denganmu. Dan kau bisa bebas.” Killian bangkit dari ranjang lalu melangkah keluar kamar.
“Awasi dan jaga dia jangan sampai melarikan diri lagi.” Perintah Killian sebelum pergi.
“Baik, kami melaksanakan perintah anda. Tuan muda,” jawab Kedua pelayan memberi salam kepada Killian.
Pintu kamar kembali terkunci rapat, Setz terdiam membisu mendengar jawaban dari Killian sambil menangis tersedu-sedu.
Keesokan hari di pagi yang cerah, Killian berjalan menuju ke tempat kamar yang di gunakan oleh seorang gadis yang di bawanya kurang lebih empat hari. Namun, kedua pelayan memberi salam kepada Killian dengan memberikan sebuah kabar.
“Apa gadis itu membuat masalah?”
“Lapor Tuan muda, Nona muda Setz belum sarapan selama tiga hari yang lalu. Kami sudah mengetuk pintu kamar dan kami tidak mendengar jawaban dari nona muda. Tuan muda,” jawab salah satu pelayan sambil membawa nampan yang di atasnya ada beberapa nasi, lauk pauk, dam segelas air.
“Ck, merepotkan sekali itu, gadis.”
Killian mengambil nampan di tangan pelayan dengan membawanya ke kamar, lalu duduk di samping ranjang. Setz masih terdiam di atas kasur dengan kondisi yang begitu menyedihkan, duduk di kursi di samping ranjang dengan menaruh nampan di atas meja.
“Hei. Jangan berpikir bahwa aku akan membiarkanmu pergi, setelah kamu bertindak tidak ingin makan. Apa kau berharap jika suatu saat di mana pun kamu berpikir bahwa kau bisa terbebas dariku? Haha. Bermimpilah setinggi harapanmu.” Kata Killian peringatkan Setz.
Killian menarik selimut dengan kencang, Setz terus-menerus meneteskan air mata membuat Killian sedikit kesal. Namun, Killian tidak ingin menyiksa gadis yang sedang menangis.
“Aku ingin pulang?
“Meskipun sehari saja anda izinkan aku kembali ke akademi,”
“Pulang? Maksudmu?” tanya Killian menatap gadis.
Suara ketukan pintu membuat Killian tersadar, seorang berpakaian jas menunduk hormat kepada orang di dalam kamar, “Selamat siang Tuan Killian, ada seseorang pemuda datang ingin bertemu dengan nona Setz,”
“Apa?”
“Kata pemuda itu dia ingin berbicara dengan nona Setz. Tuan,”
“Suruh orang itu menunggu di ruang tamu aku akan ke sana,”
“Baik, saya melaksanakan perintah anda, Tuan,”
“Jaga dia baik-baik,” perintah Killian membuka pintu.
“Baik, Tuan muda,” jawab Ajudan memegang erat kedua tangan Setz.
Killian masuk ke ruang tamu dan duduk dikursi, kedua pelayan membawa pemuda yang ingin bertemu dengan gadis yang bersama ketua osis.
“Killian cepat lepaskan tunanganku,” kata pemuda dengan menarik kursi.
“Ha? Tunangan siapa? Kamu dari salah satu anggota kerajaan dari bangsa Serigala, kalau tidak salah kamu Shin Bizantium? Apa hubunganmu dengan gadis yang rela kamu cari sampai masuk ke wilayah ini?” tanya Killian mengambil segelas anggur.
“Kalau hubungan aku dengan Setz itu bukan urusanmu. Iya, aku Shin Bizantium salah satu anggota kerajaan. Aku mendengar kabar jika tunanganku di sekap olehmu dan aku ingin kamu melepaskan tunanganku,” sambung Shin meneguk segelas anggur.
“Hubunganmu dengan Setz begitu erat? Sangat mengejutkan,”
Killian bertepuk tangan dengan tertawa, lalu menyuruh pelayan membawa Setz ke ruangan. Setz sedikit terkejut kedatangan pemuda yang duduk tenang di kursi tiba-tiba Killian menarik tangan Setz untuk duduk di pangkuan nya.
“Lepaskan aku,” ucap Setz merasa tidak nyaman.
“Diam. Kalau kamu tidak bisa diam, kamu akan menanggung akibatnya,” sambung Killian dengan menatap tajam.
“Killian cepat lepaskan tunanganku.”
“Ha? Gadis ini sudah aku kendalikan, kamu tidak bisa membuat gadis ini patut kepada yang bukan majikannya.” Ucap Killian tersenyum sambil memegang dagu Setz.
“Maksud dari kendalikan itu kamu menganggap tunanganku seperti hewan peliharaan? Gila. Aku benar-benar tidak percaya,” Shin terkejut mendengar alasan dari Killian.
“Yah, walaupun kamu tunangan nya sekali pun, kamu tidak bisa mendapatkan gadis ini dengan semudah membalikkan tangan. Setz, benar-benar gadis yang bodoh tapi egois aku benar-benar menarik dengan melihat ekspresi yang tidak bisa aku tebak. Hmm, yang artinya gadis ini sekarang bukan tunanganmu yang sudah keluarga kerajaanmu memutuskan bahwa kalian benar-benar menjadi pasangan yang di pilih Dewi, tapi saat ini Setz akan menjadi bagian dari kerajaan. Apa kamu mengerti maksud dari perkataanku, Tuan muda Shin,” Killian tersenyum nakal sambil menyentuh bibir Setz.
“Kau!”
“Aku tidak peduli dengan omong kosongmu, cepat singkirkan tangan kotormu dari bibir tunanganku.”
Suasana begitu memanas, kedua pemuda saling bertatapan dengan tajam tiba-tiba Setz merasakan aura yang begitu kuat yang dikeluarkan mereka berdua.
“Hentikan! Kalian berdua bisa berhenti sekarang.”
Setz teriak begitu kencang membuat mereka seketika berhenti mngeluarkan aura, mereka langsung tersadar bahwa ada seorang gadis diantara mereka.
“Ah? Maafkan aku sayang, aku membuat kamu ketakutan? Aku bersalah, maafkan aku,” Shin dengan nada rendah sambil menatap wajah gadis yang duduk di pangkuan musuh dengan sedikit muka bersalah.
Killian mengusap kepala gadis di pangkuannya dengan lembut, Setz merasakan sesuatu yang tidak pernah didapatkan kasih sayang yang begitu tulus.
“Huh, aku tau kalian berdua berbeda bangsa dan ras tapi aku mohon kepada kalian berdua sebenarnya aku takut jika kalian tiba-tiba bertengkar sambil mengeluarkan aura. Aku tidak ingin ada salah satu dari kalian terluka karena diriku, dan aku meminta maaf kepada kamu, Shin. Tolong kamu kembali ke kerajaan Bizantium dan aku belum siap menjadi tunangan dari Putra mahkota maupun pemimpin seorang Duke di suatu wilayah di Ibukota. Aku ingin menjalani kehidupan tanpa paksaan untuk menikah, dan kamu seseorang yang begitu baik dan perhatian aku berharap kamu memiliki pasangan hidup yang kamu harapkan. Aku sangat berterima kasih kamu telah membantu diriku dan mencintai diriku, dan aku meminta maaf padamu untuk segalanya.”
Setz mengungkap isi hatinya yang begitu ingin menyampaikan kepada seseorang yang selalu bersama nya, Shin terkejut mendengar ucapan dari tunangan nya yang begitu baik dan sebenarnya Shin tidak ingin mendengar hal seperti ini. Namun, dengan berat hati dan Shin sangat menghormati keputusan dengan alasan yang di ucapkan Setz membuat tersadar untuk hal-hal yang sulit di pertahankan adalah memiliki seseorang yang mencintai dirinya dengan tulus akan ada waktu untuk perpisahan yang begitu pahit, dan tidak ingin melepaskan seseorang yang berarti bagi nya untuk meninggalkan perasaan yang tulus untuk dicintai.
“Setz, aku tidak ingin kamu mengatakan hal itu aku benar-benar tidak bisa melupakan dirimu dengan mudah. Aku tetap mencintai dirimu walaupun kamu tidak mencintai diriku dan aku berharap kamu suatu saat akan kembali padaku, Kekasih ku utusan Dewi. Aku sangat ingin kamu selalu disampingku, dan aku akan menunggu dirimu kembali padaku suatu saat.” Shin memberikan kehormatan sambil tersenyum manis di hadapan setz sebelum dirinya kembali ke paviliun Bizantium.
“Selamat tinggal Dewi cahaya terindah dalam hatiku, Setz Sakamaki aku mencintaimu,” ucap Shin sambil melangkah keluar dari kediaman Devonshire.
.
.
.
Bersambung…
Happy Reading~