
...If I could be reborn I would still choose you...
Mereka duduk berdua di tepi pantai itu matahari mulai menenggelamkan cahayanya seorang pria paruh baya melihat dari ekor kacamata hitam yang ia kenakan,Iya tersenyum miring ke arah mereka iya tersenyum miring ke arah mereka Ripan menyadari seseorang itu dengan dengan was-was mengajak gadisnya untuk segera pulang.
Tanpa penolakan gadis itu tersenyum dan memegang tangan lelaki lelaki itu hanya memandang ke arah mobil hitam di seberang jalan seolah-olah orang di dalamnya sedang mengawasi mereka lelaki itu tersadar ketika melihat plat nomor rahangnya mengeras begitupun matanya dengan tetapan sedingin dengan wajah tanpa ekspresi, menyadari itu Syahsaaa mengikuti arah mata pandangan Ripan
"Kenapa? apa lu kenal orang di dalam mobil itu Pan?" Sahut nya menatap lelaki itu
"Engga,yu naik keburu malam" tegas nya dengan dingin
Dalam perjalanan lelaki itu memikirkan orang yang berada di dalam mobil tadi ke khawatiran nya semakin menyelimuti dirinya akan gadis yang sedang barada bersama dengan nya hal yang ia takuti pun kini terjadi
"Syaa,?" hening tanpa jawaban "Lu bisa berantem maksud gw lu bisa bela diri yaaa semacam tadi lu nonjok gw kenceng banget gilaa sakit tau" dengan suara lembut
Syahsaaa terkekeh dengan ucapan Ripan ia tak menyangka lelaki itu akan menanyakan hal konyol dan sekaligus ia merasa bersalah telah menonjok kekasih nya
"Sorrry,Pan gw bener-bener gak sengaja slaah lu sendiri siih ngagetin gw dengan cara kaya gitu reflek lah gw nonjok lu"
Ripan tertawa mengingat ekspresi gadis itu tadi, ketakutan tertera di wajah nya namun ia pun salut dengan keberanian tak banyak gadis yang akan melawan seperti itu untuk membela diri atau hanya sekedar melarikan diri
"Ayah gw sering ngelatih semacam bela diri kata nya buat jaga-jaga kalo gw kena musibah yaa contoh nya kaya tadi" ucap nya dengan kekehan
"Bagus gw salut sama ayah lu yang ngajarin anak perempuan nya bela diri kebanyakan yang gw tau perempuan itu lemah dan manja tapi lu beda,gw lihat lu orang yang kuat dari pandangan gw" balas nya dengan senyuman
🤣🤣🤣Syahsaaa tertawa mendengar itu entah pujian atau kata-kata yang membuat nya harus berbangga mempunyai seorang ayah seperti itu,
"Mau ketemu ayah gw gak dia baik kok gw rasa dia juga bakal menyukai lu" ucap nya dengan suara melengking
"Boleh juga tapi gak sekarang setelah misi gw kelar Syaa tunggu gw" ucap nya dengan tegas dan yakin
"Misi apa? hmm ayah gw orang nya sibuk akhir-akhir ini aaahh gw juga rindu sosok pria itu"
mengerat kan pegangan pada pinggang Ripan menempelkan pipi nya lalu merasakan harum parfum mint yang membuat nya nyaman semejak awal bertemu lelaki itu
"Syaa,jika gw bukan orang baik apa lu bakal ninggalin gw?" balasnya dengan suara pelan namun masih terdengar "apa lu bakal ninggalin gw syaa"
"Apaan sihh,lu itu orang baik Pan gw yakin jika lu merasa punya dosa terus mikir lu bukan orang baik semua orang termasuk gw juga punya dosa berarti gw juga bukan orang baik dan apa lu juga bakal ninggalin gw ?"
Ripan tidak menjawab ia tak mengerti dengan pikiran nya saat ini di satu sisi ia ingin mengatakan yang sebenarnya namun di satu sisi lain ia takut ketika Syahsaa mengetahui semuanya ia akan membenci nya itu tak ingin terjadi tapi saat ini atau hari berikut nya hidup gadis itu terancam,membuat diri nya prustasi.
Motor itu berhenti dipertigaan gadis itu turun dan membuka jaket lalu memberikan nya pada lelaki di depan ia tersenyum dan mengusap pipi lelaki itu perlakuan nya membuat Ripan merasa bersalah telah hadir di dalam kehidupan gadis itu,ia memegang tangan gadis itu dan mengecup nya
"Syaa jangan tinggalin gw" ucap nya dengan suara parau
"Gw gak akan ninggalin lu Pan,dari tadi lu ngomong itu terus seolah-olah gw bakal ninggalin lu faktanya gw masih sama lu" balas nya dengan mencubit pipi lelaki itu
"Gw takut suatu hari nanti lu bakal ninggalin gw dan____" ucapan nya terhenti
Syahsaaa mengangkat halis nya "Dan lu bakal nikahin gw itu faktanya" tegas nya senang dengan raut pipi yang memerah
Ripan tersenyum dengan kata-kata gadis itu namun bukan itu yang ia pikirkan
"Sana pulang sweetie"
Syahsaa mengerjap kan mata nya mendengar kata terakhir lelaki itu lalu tersenyum malu mencium pipi kiri lelaki itu dan berlari dengan wajah memerah.
Ripan membeku di tempat oleh perlakuan gadis itu sekilas namun membuat jantung nya berhenti sesaat ia memegang pipi yang Syahsaa cium jantung nya berdetak kencang ia tersenyum dalam diam,melajukan motor nya ke arah jalan dengan masih tersenyum
...****************...
"Apa lu nyesel udah melibatkan Syahsaa kedalam masalah kehidupan lu" ucap lelaki itu dengan tenang dan menyodorkan minuman
"Tidak tapi gw nyesel dengan kehidupan gw yang gelap dengan banyak dosa,rasa nya gw gak pantas untuk seorang gadis polos seperti dia tapi gw gak rela jika dia dengan lelaki selain gw" menatap kosong ke arah jendela
Zayn menatap sahabatnya dengan senyuman ia tak pernah melihat Ripan seperti ini,namun ia pun merasa senang jika sahabat nya itu memiliki tekad untuk keluar dari kehidupan yang tanpa tujuan itu memang ia pun sama hal nya seperti Ripan memiliki dunia gelap pembunuhan atau membunuh namun saat kehilangan gadis nya ia mulai menjauhi itu semua.
"Ikuti kata hati lu sob tidak selama nya hidup mempunyai dua warna hitam atau putih jika lu membuka mata lihat semua nya masih banyak warna yang lu jauhi"
Ripan hanya termenung dalam pikiran nya entah kemana memikirkan gadis itu,misi nya dan lelaki tua itu.
"Ayah doddy mengawasi gw entah apa tujuan nya namun gw merasa dia merencanakan sesuatu" katanya dengan rahang mengeras
Zayn menatap kaget ke arah Ripan ia mencium suatu bencana akan datang ia kembali mengingat gadis nya dan itu pun sama hal nya dengan saat ini
"Dari mana lu tau om Doddy mengawasi lu" tegas nya dengan menyenderkan kepala ke sofa
"Jalan,mobil,yaa nomor mobilnya gw kenal saat bersamaan gw sekilas melihat dia menatap syahsaa dengan wajah yang dingin"
"Gw semakin ingin mempercepat misi itu dan selesai gw akan bawa Syahsaa ke tempat yang jauh dari kota ini dan hidup bahagia" ucap nya dengan dingin
Zayn menggeleng kan kepala dan menepuk pundak sahabat nya dengan keras
"Itu tidak mungkin terjadi dengan mudah Pan,lu tau om Doddy bukan tandingan bocah seperti kita dan gw rasa lu harus ngelakuin hal yang membuat gadis itu terjaga"
Ripan mencerna kata-kata Zayn menyisir rambut nya dengan kedua tangan membuat nya semakin prustasi,hati nya benar-benar merasa kacau