
...Love kills everyone but love also brings happiness to everyone...
Derap langkah kaki mengisi ruangan sunyi menampilkan beberapa nuansa klasik di sepanjang dinding memperlihatkan pemilik rumah ini adalah orang yang menyukai gaya klasik namun memukau, seorang pria membuka pintu dan memberikan salam bersama beberapa pria di belakang nya
"Biar saya yang urus mereka kalian tetap awasi dua bocah itu dan terutama Derren ia berusa mencari sosok dirinya" tegas nya pada pria yang berkacama hitam
setelah memberikan instruksi mereka pun melangkah keluar meninggal kan seorang pria tua di dalam kamar ia menatap keluar jendela menghisap roko nya memijat pelipis yang terasa begitu sakit, Dody berjalan ke arah lemari ia mengambil sebuah kotak hitam membuka nya dan mengambil sebuah foto ia menangis melihat seorang wanita dengan gadis kecil di pangkuan nya mengingat itu emosi nya meluap.
"Kalian akan hacur di tangan ku terutama diri mu Rio Dewanto kau akan mati di tangan anak sahabat mu sendiri atau lebih sedih nya kau akan terbunuh dengan tangan anak mu sendiri" katanya dengan suara tawa menggelegar
seseorang masuk ke kamar dengan tatapan dingin membuat tawa pria tua itu terhenti dan membalik kan badan melihat seorang lelaki duduk di samping tempat tidur
"Boleh kah aku membuat permohonan ayah?" ucap lelaki itu dengan senyum miring
"Apa permohonan mu nak?" lelaki tua itu mendekati anak nya
"Aku ingin gadis itu selamat dan aku ingin gadis itu milik ku kau tau pilihan bocah itu tidak terlalu buruk bukan dia mempunyai tipekal yang cukup bagus,pikir kan saja drama ini mulai berjalan dengan sesuai keinginan mu bukan? walau kau tak menyangka jika Ripan akan menyukai gadis itu" katanya dengan menyuging kan senyuman licik
"Kau benar nak, itu mempermudah jalan cerita yang kita buat sedemian rupa aku hanya memberikan satu umpan tapi ternyata aku mendapat kan 4 ikan dalam satu umpan itu,aku tak yakin kau menyukaiku gadis itu" balas nya dengan nada tak suka
"Aku tak menyukai nya hanya saja bermain sebentar sebelum menghancurkan bocah itu lebih mengasyikan bukan"
...****************...
"Jadi menurut lu ayah Dody mempunyai anak kadung di antara kita !!! tapi siapa dia ?" Memasang wajah penasaran dan menyelidik
"Bukan kita tapi antara lu sama kak Reza jelas-jelas keluarga gw di ambil paksa oleh lelaki tua itu dan sekarang keluarga gw entah dimana apa mereka masih mengingat gw atau melupakan dan bagaimana keadaan mereka sekarang gw juga gak tau,!!!!!!!!!!" balas nya dengan wajah prustasi
"Apa tujuan semua ini namun ini adalah rencana buruk gw harus mencari tau argghhh ini semua membuat gw semakin kacau" ungkap Ripan memejam kan mata
"Jika orang tua gw sudah tiada gw masih mempunyai seorang kakak perempuan namun gw berharap keluarga gw masih utuh" ucap nya dengan suara sendu
Ripan membuka mata nya lalu menatap Derren mata bocah itu berkaca-kaca dia memang sering menangis akhir-akhir ini membuat Ripan memeluk nya merasakan sedikit apa yang ia rasakan dan andai saja ia tau dimana keluarga nya juga apakah ia juga harus mencari mereka ? terbesit pikiran itu
Ripan menatap Deren dengan tatapan sendu lalu ia berkata
"apakah Kau mempunyai saudara perempuan kau bisa mencarinya di sekolah kita dan tanyakan pada Bibi Luna Apakah saudari perempuan itu masih bersekolah atau sudah bekerja Jika ia masih bersekolah itu menggampangkan kita untuk mencari tahunya " ucapnya dengan semangat
"Lima hari lagi kau akan mengerjakan misi mu apakah kau sudaj siap?" katanya tanpa melihat ke arah lelaki yang sedang mengutak ngatik handphone nya
"Aku siap dan setelah misi ini selesai semua nya akan selesai" balas nya dengan dingin
Tidak mengerti apa yang di katakan anak asuh nya itu namun ia kembali ke wajah serius nya,ia merasa bangga sekaligus cemas bersamaan karena dari kedua anak asuh nya itu hanya Ripan yang mempunyai sisi menakutkan dan keberanian yang ia turuni ke anak itu merasa meyesal namun di sisi lain Ripan adalah anak yang cukup pintar dalam membantu misi nya.
"Apa menurut mu sebuah keluarga itu" ucap nya memperhatikan wajah pria yang sudah ia anggap ayah
pria itu tertegun dengan omongan yang baru saja bocah itu lontarkan lalu membenar kan duduk nya ia melihat ke sekeliling dan menghembuskan nafas nya
"Keluarga!!!!!!!!!!!_____ tidak menarik untuk di bicarakan"
Ripan membuang pandangan nya ke segala arah dan memutar bola mata nya
"Kau tidak akan mendefinisikan keluarga karena kau tak mempunyai orang yang kau sayangi dan aku ragu kau tak mempunyai cinta" ujar nya dengan penuh penekanan
Membuat pria paruh baya itu melotot dan emosi yang tertahan dengan ucapan anak itu
ia tak menyadari bahwa anak itu mulai berani dengan nya
"Benar begitu ayah Dody" tegas kalimat itu penuh penekanan
"Jaga ucapan mu Ripan Alexsa" menunjuk ke arah wajah yang menatap nya dingin
"Aah benar sekali baru terpikir oleh ku ayah kenapa kau menamai anak-anak mu dengan marga yang berbeda"
Ripan menyadari hal itu seketika nama akhir mereka berbeda namun ada satu hal yang mencurgai nya Aldiansyah nama akhir itu
"Dimana keluarga ku dan apa yang kau ingin kan" ia berdiri menghadap pria tua itu dengan senyuman miring
"Waaawww cukup singkat sekali kau terlalu pintar tertanya aku akan memberi tahu mu semuanya setelah kau menyelesainkan misi mu dan membebas kan kalian,selesai kan satu misi ini dengan rapih lalu aku akan memberi tahu mu Ripan Alexsa" pria tua itu pergi meninggalkan lelaki itu yang masih berdiri di tempat nya.
Apa sekarang sebentar lagi semua akan terbongkar masalah yang sangat berat atau akhir bahagia?aku akan memilih kalimat yang kedua dari pada yang pertama,memiliki keluarga utuh atau masih sendirian mempunyai tujuan atau masih tanpa tujuan membuat ku takut dengan hal yang akan datang sekaligus gugup dengan rencana tuhan yang sesulit ini untuk di pecahkan hanya takut jika sesuatu yang di inginkan tidak sama seperti rencana tuhan