Time And Past

Time And Past
fragrant



...Pada dasarnya manusia memang di ciptakan kembali ke tanah bukan !! namun kata-kata itu berlaku jika kematian nya wajar direnggut nyawa oleh sang pencipta bukan oleh manusia biadab yang tak punya belas kasih...


...****************...


seorang gadis dengan senyum yang selalu mengembang di bibirnya membuat siapa saja akan ikut merasakan kebahagiaan yang terpancar dari diri gadis itu dan sinar mentari pagi menyorot ke dalam sela-sela jendela yang masih tertutup oleh gorden putih membuat gadis itu mengucek kan mata dan membuka mata perlahan,suara langkah kaki terdengar samar di telinga nya membuat ia berlarian ke kamar mandi dan bergegas untuk menyambut hari ini dengan segala aktifitas nya.


"pagiiiiiiiiiii mah,pah______"


merasa di panggil dengan sebutan itu pria yang tak lagi remaja itu menoleh dan tersenyum disusul dengan seorang wanita yang membawa secangkir kopi di tangan nya sambil menggeleng kan kepala


"menonton drakor lagi sampai larut malam syaa"___ ucap wanita itu dengan tatapan marah namun dimata nya terselimuti kasih sayang


"engga,....hmmm bisa jadi juga sii hehehe tapi aku belajar kok mah untuk ujian hari pertama hari ini lagian kan aku juga kebagian ujian siang gpp dong bangun siang"___ menatap ibu nya dengan senyuman dan mengalih kan mata nya kepada pria yang sedang membaca koran di ruangan sebelah


"tapi kamu harus belajar sayang,biar pas ujian gak stress 😬"


ucap pria yang sedari tadi hanya membolak balik koran dan melangkah mendekati putri kesayangan nya


"siaappp kapten" syahsaa langsung berdiri dan menghormat kepada ayah nya yang akan duduk di kursi makan dan mereka pun tertawa bersama


"tapi mamah gak mau ya nanti nilai kamu ada yang merah lagi seperti tahun kemaren,ini ujian syahsaa Alena Nabila kamu harus dapet nilai tinggi biar bisa masuk universitas terbagus sayang pko nya mama gak mau liat nilai raport kamu jelek lagi mulai besok gak ada lagi nonton drakor lagi sebelum selesai ujian laptop kamu mama sita"


"iya iyaaaaaa aku mulai besok akan bener² belajar"______ setelah perdebatan kecil antara ibu dan anak semua nya hening hanya ada suara adu piring dan garpu yang berbunyi


"mah setelah ujian syahsaa mau ngumpul dulu sama osis ya,jdi pulang nya aga sorean"


"iya,apa perlu pulang kerja mama jemput atau papa lagian toko bunga hari ini bakal ramai pembeli soalnya mama kemaren ngasih informasi bakal ada diskon hari ini"


"gak perlu mah,lagian aku gak tentu juga sih pulang nya takut nya duluan aku pulang tapi nanti dikabarin lagi deh,aku berangkat dulu yaa"


melangkah pergi meninggal kan bangunan yang ku sebut dengan rumah istana ku begitu banyak kebahagiaan di dalam nya yang membuat ku enggan untuk keluar dari bangunan itu.


...****************...


"syaaaaaa" teriakan yang sangat familiar ditelinga yaa tidak salah itu adalah Chelsea dia sahabat aku mungkin aku tidak banyak mengenal orang atau berbaur di sekolah ini namun mereka akan tau diriku tapi sebaliknya mungkin mereka tau aku karena osis tapi Chelsea dia orang pertama yang selalu membuat ku ingin bertanya dia gadis cerewet yang pernah aku temui tapii memang dia satu² nya sahabat aku🤣


"syaaa tungguin napa" dengan napas ngos-ngosan dia merapikan rambut nya yang sedikit berantakan dan berjalan menyesuaikan langkah kaki ku,dia sedikit kesal karena ku tinggal di parkiran 😬


"lama banget sih"


"sya lu belajar gak tadi malam?"


Chelsea mendahului langkah ku dan berbalik badan membuat langkah ku terhenti mata Chelsea menatap ke arah ku dengan selidik


"apaaan siii chel,gw belajar lah kagak kya lu"


menempelkan pungguh ke tembok dan menatap sahabat nya itu dengan wajah melas mengangkat sebelah halis dan menampilkan senyuman dengan gigi yang rapih


"belajar nyelesaiin dracin gw chel"


setelah itu syahsaa tertawa lepas menggema di kroridor yang sepi membuat Chelsea membulat kan mata nya dengan tatapannya yang terkejut


"lagian kan hari ini jadwal ujian nya sastra Inggris paling cuma ngebahas cerita atau percakapan apa yang harus di pelajari sih chel tenang aja ini bukan mata pelajaran pak yanto"


"lu gak liat jadwal yang udh di perbarui ya syaa?" Chelsea menatap lekat sahabat nya itu dengan wajah yang memalas


membuang napas pelan Chelsea memegang kedua bahu sahabatnya dan mengatur napas nya dengan rapih


"dengar Syahsaa Alena Nabila makanya klo punya grup watshapp itu dibuka lah sekarang lu juga yang bakal rugi"


syahsaa menatap aneh kepada Chelsea dan merogoh saku rok nya membuka grup watshapp yang di bilang Chelsea dan mata nya melotot ke arah Chelsea dengan menggigit bibir dalam nya


"lu kenapa kagak bilang sih chel,mampus gw kagak liat buku catatan ekonomi klo nilai ekonomi gw merah lagi kya tahun kemaren bisa-bisa gw sebelum lulus kena omel pak yanto"


"tapi lu belajar kan chel jadi lu duduk di sebelah gw aka chel please 🥺"


syahsaa memohon merapatkan kedua tangan nya dan menatap chelse dengan sedih


"sayang nya gw pisah ruangan sama lu sya"


"pisah ruangan ?tapi kita sekelas"


dengan raut wajah memelas dan kaget ketika dia ingat bahwa ujian kali ini akan di gabung kan dengan kelas lain dan itu artinya syahsa akan sendirian di ruangan walaupun ia terkenal dengan ramah tapi ia tetap tak nyaman dengan situasi sendirian tanpa orang yang ia kenal


"chel,bisa gak sih gw satu ruangan sama lu,lu liat gw satu ruangan sama si Dea males banget gw"


Chelsea hanya tersenyum dan menepuk bahu syahsaa dia tau bahwa dea dan sahabat nya memang kurang akur apalagi sesudah syahsaa di calon kan ketua osis dea semakin membenci nya dan sering mengganggu atau mencemooh kan syahsa


"hmmm lu duduk di pojok deket jendela aja sya,lagian kalo tuh bocah ngapa-ngapain lu kasih tau gw biar gw tonjok tuh muka so cantik nya"


syahsa hanya mendecak dan pergi masuk ke dalam ruangan yang ramai seperti pasar sesekali murid lain tersenyum ke arah nya dan di balas kembali tersenyum,ada juga yang sesekali bergosip ria tentang nya tapi gadis itu tak memperdulikan nya ia hanya akan fokus pada mata pelajaran semoga dewi Fortuna ada di pihak nya ucap dalam hati nya dan segera duduk di pojokan,tak lama kursi sebelah nya bergeser membuat bunyi kreetttt


dia menatap dari ujung mata siapa yang duduk di sebelah nya mata nya tak henti melihat sosok lelaki yang sedang mengutak ngatik komputer di depan nya,membuat hati nya berdetak kencang dengan gerakan cepat lelaki itu melihat nya dan membuat nya salah tingkah


"ap......aa lu liatin gw" ucap dengan suara gugup dan melihat mata nya yang tak terlalu sipit tapi sedikit sipit mungkin dia ada keturunan china dalam benak nya, lelaki itu tak menjawab tapi dia terus menatap membuat nya salah tingkah mata nya melihat nametag dan berucap pelan sangat pelan namun dapat di artikan dia mengucap kan nama "Syahsaa Alena Nabila" **


dan dia berbalik kembali menghadap ke depan tapi posisi ku masih sama ini terlalu memalukan syahsaa menghenbuskan napasnya pelan.


...****************...


hari yang sangat sial untuk Ripan Alexsa lelaki yang tampan dan mempunyai mata sipit namun tidak terlalu sipit untuk keturunan cindo,ia gagal dalam misi semalam dan membuat pagi nya harus mendengar segudang ceramah lelaki paruh baya yang tak mempunyai belas kasih itu rasanya ia ingin membunuh lelaki tua itu namun hidup nya tak kan seperti ini jika ia membunuh pria tua itu


"apa kau gagal menghilang kan nyawa mereka?" ucap lelaki tua dibalik koran yang ia baca di pagi hari dan menatap anak asuhan nya dengan mata teliti


Ripan melangkah keluar tanpa mempedulikan tatapan lelaki tua itu dia hanya tersenyum sinis melihat lelaki itu yang sedang membaca koran dan segelas kopi di genggaman tangan nya.


Lelaki tua itu mengulum senyum nya ia percaya bahwa anak asuh nya akan menyelesaikan misi nya dan ia bangga selama ini misi yang diberikan pada nya selalu lancar tanpa hambatan karena itulah dia selalu di nobatkan dengan sebutan pembunuh handal


menyelusuri lorong yang sepi membuat lelaki itu semakin terlihat misterius dengan tatapan yang sulit di artikan datang ke sekolah yang di rasa adalah kutukan ia akan memilih tidak sekolah dan menghabiskan waktu nya di tempat kerja memikirkan cara untuk segera membunuh mereka,3 tahun sudah ia lewati dengan tumpukan buku-buku seolah-olah ia adalah anak yang akan menjadi sukses bekerja di gedung-gedung mewah dan tinggi namun fakta nya adalah anak yang tak mempunyai arah tujuan dan remaja yang sudah membunuh ratusan manusia di tangan nya orang akan mengira dia remaja biasa dengan pergi kesekolah bermain-main fakta nya ia hanya menghabis kan waktu nya cuma-cuma dengan menjalankan seperti remaja normal mengingat itu semua Ripan tersenyum sinis pria tua itu hanya menghabiskan uang demi menutupi dunia gelap nya dalam benak nya iya bergumam.


Ujian? kata yang membuat nya tak terlalu khawatir dengan segala kecerdasan yang ia miliki dalam diri nya


memasuki ruangan yang begitu riuh tak terlalu dihiraukan oleh nya ia melihat beberapa teman sekelas nya dan juga beberapa orang yang tak di kenal walau pun begitu ia pun tak saling mengenal dengan teman yang sekelas karena ia tak ingin mempunyai teman ia lebih senang menyendiri itu sebab nya sering kali ia dengar dengan sebutan si kutub es atau misterius oleh teman-teman nya tapi tetap saja gadis-gadis selalu mengagumi ketampanan nya,


mencari-cari meja paling pojok dan hanya satu meja tersisa di pojok sebelah gadis yang ia tak ketahui namun sering ia lihat dibeberapa kesempatan,melihat gadis itu dengan wajah yang begitu prustasi membuatnya terukir senyum tipis di wajah lelaki yang terkenal dengan dingin nya kulihat gadis itu mendongkak berbalik menghadap komputer namun mata nya masih saja melihat ku.


kulihat dia dengan saksama dia tersadar dan melihat ku bola mata coklat nya seakan mengunci ku dalam pandangan itu.


aku bergumam kan nama nya Syahsaa Alena Nabila.