Time And Past

Time And Past
Senyuman mu



...Cinta datang dengan sendirinya,begitu pula luka tanpa kita sadari cinta akan membawa luka...


Hari-hari berlalu dengan semestinya dilewati dan dilupakan namun tidak dengan gadis yang memiliki warna coklat pada mata nya, ia mengenang hari kemarin dan seterusnya bertemu dengan nya membuat akhir sekolah nya begitu berwarna sosok lelaki itu mulai menghiasi tahun akhir nya di sekolah semejak pertemuan pertama di hari pertama ujian membuat gadis itu semakin penasaran dengan sosok yang sering di bicarakan siswi lain di koridor sela-sela jam kosong atau istiharat, tak pernah ia sepenasaran itu dengan orang lain namun kali ini nama Ripan Alexsa membuat nya ingin bergabung di dalam kerumunan gosip itu.


"Chel,kita jadi kan rapat nanti sore lagian kan ini hati terakhir kita ujian kasian osis baru nyusun-nyusun acara nya kagak kelar dari kemaren" kata ku dengan menatap lorong yang mulai ramai dengan siswa/siswi dan pikiran yang entah kemana


"Jadi lah lagian gw juga pengen liat si Ruki maen basket,eh Syaa lu pernah denger pembunuh bayaran gak sih gw denger sekarang-sekarang ini lagi marak lagi pembunuhan gw jadi takut"


sahut nya dengan wajah yang polos dan mengambil susu di tangan sahabat nya dengan cengiran khas kuda


"orang itu kan misterius banget susah di dapet apalagi polisi selalu gagal mendapatkan identitas nya,dia pembunuh cerdik menurut gw udh beberapa kasus yang sama tapi polisi gak nemuin pembunuh nya"


Berjalan mundur menghadap Chelsea memegang tas gendong nya yang sedikit berat dengan buku-buku yang harus ia kembalikan ke perpustakaan membuat tas itu sedikit berisi


"iya juga sih tuh orang gak takut dosa apa ya ngebunuh sesama orang gak punya belas kasihan"


Langkah nya terhenti ketika sosok lelaki dengan tatapan dingin berjalan di depan nya dan memegang tangan syahsaa namun langkah gadis itu pun keburu terhenti bersamaan ketika sosok lelaki itu berjalan melewati mereka dapat tercium wangi parfum yang akhir-akhir ini familiar di indra penciuman gadis itu syahsaa gadis itu tersenyum ke arah punggung lelaki yang baru saja melewati nya


"gw tau kok dia bakal lewat udh kecium dari bau parfum nya" dengan sedikit senyum yang memudar


"lu suka sama cowo es itu syaaa gak salah?" ucapnya dengan suara melengking yang membuat siswi lain melihat ke arah kita


"suuuttt,apaan sih chel gw gak suka cuma penasaran aja kok gw baru nyadar ya dia angkatan kita" melanjutkan langkah nya dan kembali merebut susu di tangan Chelsea yang sudah habis membuat nya mendesah dan membuang kotak susu itu ke tempat sampah


"ya karena lu terlalu sibuk dengan dunia lu sampe-sampe lu juga gak pernah tau nama-nama satu angkatan kita"


"Yeeee,emang lu tau nama orang satu sekolah ini chel kagak kan" memutar bola mata nya dan berlari ke arah kelas yang sudah penuh dengan suara-suara riuh nya seperti pasar.


Dikelas ini aku mengenal nya sosok yang membuat ku penasaran akan dirinya sosok lelaki yang terlihat dingin namun dibalik dingin nya tersimpan banyak rahasia yang membuat ku ingin mengetahui nya,lamunan ku tersadar ketika seseorang mengaitkan kaki ku dan akhirnya terjatuh yang awal nya semua orang dengan kegiatannya masing-masing berhenti lalu tertawa seisi kelas menertawai ku malu dan kesal bercampuran dengan kejadian ini.


Kulirik Keysha tertawa terbahak dan menyipitkan mata nya memandang ku dengan senyuman miring membuat ku geram dengan apa yang baru saja ia lakukan


"Kenapaa cakit yaaa uppss maaf gak sengaja,makanya kalo jalan tuh liat depan pake mataa jangan pake dengkul" dengan suara melengking dan tawaan yang dibuat-buat


awww ringis ku ini cukup sakit melihat lutut ku yang tergores ke lantai dan sedikit memerah ada sedikit cairan merah mengalir di sana


tiba-tiba saja semua orang terdiam hening membuat ku menengok ke sekeliling dan lelaki itu berjongkok mengeluarkan plester dari saku celana nya,aku melihat nya wajah nya tanpa ekspresi parfum nya yang menyengat ke dalam penciuman ku


Ripan yaa Ripan dia mengulurkan tangan nya dan menatap ku kulihat ia memutar bola mata nya dan mengambil tidak tidak lebih tepat nya menggenggam tangan ku semua orang diruangan itu melihat ku dengan tatapan aneh ada yang menatap membunuh,bersorak dan bertanya-tanya begitu pun dengan diriku.


Syahsaa gadis itu diambang pintu dengan senyuman nya yang selalu ia tampilkan untuk semua orang membuat ku terkekeh entah apa yang lucu namun rasa nya bibir ku ingin tersenyum melihat nya,ia melihat ku tanpa memperhatikan jalan nya berjalan pelan mengarah ke arah tempat duduk tentu saja disamping ku dan sial nya mata coklat itu kembali menghipnotis ku tanpa ku sadari ia terjatuh membuat semua orang mengkerumuni dirinya entah dorongan apa membuat tubuh ku bergerak mendekati orang-orang yang sedang menertawai nya namun disisi lain ada amarah yang menyelimuti diriku tentang kejadian ini,biasanya aku tak pedulikan orang lain namun kali ini hati ku merasa sakit melihat nya terluka


...****************...


Setelah kejadian pagi tadi syahsaa mencuri pandang kadang melirik ku dengan ujung mata nya atau hanya sekedar pura-pura melihat ke samping membuat ku gemas dengan gadis di samping ku


"Gadis bodoh" gumam ku dengan melirik nya sekilas ku tebak dia melotot ke arah ku dan benar saja dia melipat kan kaki nya menatap ku dengan tajam


"apaaa lu bilang bodoh"!!!!!! tegas nya dengan kata penuh penekanan di akhir kalimat


bukannya jawaban yang di dapat dari Ripan malah anggukan dan senyuman sinis,membuatnya kesal saat akan mengucapkan kata "Siaaal....n"


bu Yanti datang dengan senyuman ramah khas ke ibuannya mengurung kan niat untuk mengomeli lelaki itu syahsaa hanya mendengus dan memalingkan wajah nya ke depan monitor.


30 menit menatap soal-soal yang membuat otak ku cukup bekerja sama untuk ujian terakhir ini itu semua membuat ku puas atau mungkin soal nya yang tidak terlalu rumit atau juga otak ku yang pintar membayangkan itu aku tersenyum membangga kan diri sendiri,setelah ini hari-hari bebas dari soal atau pelajaran yang membosan kan


Beberapa anak mulai meninggal kan ruangan membuat ruangan ini sebentar lagi sepi,lelaki itu masih dengan posisi duduk yang sama


tanpa niatan untuk menegur atau hanya sekedar mengingat kejadian pagi tadi aku lebih memilih pergi meninggal kan ruangan dan segera pulang tapi rencana ku hanya sebatas rencana


"Ripaaan sayaanggg" memutar kan bola mata ketika gadis di samping kekasih nya menengok


"Berhenti panggil gw dengan sebutan menjijikan itu,dan jangan ganggu gw" tegas nya dengan tatapan tajam membuat gadis itu berhenti tersenyum


"Karena gw gak suka sama lu Keysha Sanjaya dan lu bukan tipe gw" menekan kan gigi nya menatap sekilas gadis yang selama ini selalu mengganggu


"gw cantik, pinter apalagi kurang apa gw Pan" mengibas kan rambut nya dan memoles bibir nya dengan lipstik yang selalu di pegang kemana-mana


Melihat perdebatan mereka membuat syahsaa bergeges merapikan meja dan hendak keluar dari kelas namun tangan nya di tahan oleh Ripan yang masih menatap monitor,membuat tubuh nya sedikit bergeser mendekat lelaki itu


"bukannya lu mau ngomong sesuatu ke gw sya" beralih menatap gadis itu dengan memiringkan wajah nya dan mengakat-ngangkat halis nya


syahsaa menunjuk dirinya sendiri dengan tatapan bingung apa maksud nya "engga kapan gw bilang gitu"


"itu jawaban yang gw tunggu"


Ripan menggenggam tangan nya keluar kelas yang di tatap tajam dan menohok oleh Keysha jika tatapan tajam itu adalah samurai maka syahsaa sudah mati di tempat dengan tatapan keysha yang tidak menyukai hal ini


Syahsaa hanya melihat tangan nya yang masih di genggaman oleh Ripan lelaki itu membawa nya ke atap sekolah tanpa ia sadari senyuman entah untuk apa bibir gadis itu tersenyum,Ripan melepaskan genggaman nya membuat syahsaa berhenti berjalan dan menatap lelaki itu


Ripan menyadari itu ia langsung berbalik badan melihat gadis itu dengan tatapan dingin nya


"apaa" tegas nya yang menghampiri syahsaa


Syahsaa melihat tangan nya dan menatap milik suara dingin itu "enggg....ggaa gw gak mau terlibat cekcok sama masalah lu dan kekasih lu itu"


Ripan terkekeh mendekati syahsaa dia memiringkan wajah nya dan tersenyum miring "dia bukan kekasih gw bukan nya lu udah cekcok sama tuh cewek sebelum kejadian barusan"


Ripan menjentikan jari tangan nya membuat syahsaa melohok menatap lelaki itu, sementara Ripan melangkah ke sisi gedung dan menghembus kan napas nya mengikuti lelaki itu dan berdiri di samping nya menatap awan yang bergumpal membentuk titik-titik kecil


"Waaaw" gumam gadis itu dengan mata melebar "pasti akan terlihat indah kalo liat sunset dari sini gw baru sadar kalo dari atap sini bisa ngeliat semuanya lapangan luas,taman dan gedung-gedung waaawww"


Ripan terkekeh mendengar ucapan syahsaa seolah-olah ia baru kali ini melihat dunia


"lu berlebihan"


"ini serius mungkin gw terlalu sibuk di kamar dengan laptop dan drakor atau dracin yang gw tonton sampe lupa bahwa dunia nyata tak kalah indah" merasa takjub dengan awan-awan yang bergerak pelan mata nya tak henti-henti melihat ke atas


Ripan menyenderkan punggung nya ke tembok dan mengeluarkan sebatang roko dari saku nya menghilangkan rasa bosan melanda walau pun di samping nya mantan ketua osis tapi ia tak merasa takut dihadap kan kembali keruangan BP karena ruangan itu adalah hal yang sering ia datangi,ketika ia akan menyala kan roko nya seseorang merebut roko itu dari mulut nya membuat mata kembali berhadapan dengan mata coklat gadis itu


"Ini sekolahan dan lu dilarang meroko" tegas nya dengan menatap lelaki itu


"kita di atap bukan di sekolah"


merebut rokonya dari tangan gadis itu namun kalah cepat dengan gerakan badan nya yang mundur dari hadapan ku membuat ku tersenyum dengan tingkah nya bisa saja aku membunuh nya disini karena dia membuat ku kesal


"Lu lupa ini tetap area sekolah gw bakal laporin lu ke ruangan BP karena lu melanggar aturan sekolah" ucap nya dengan sedikit maju


"silahkan saja lu laporin paling tuh guru bp mulai bosan dengan kedatangan gw keruangan nya" Mata nya yang sipit ia kedipkan sebelah dan tersenyum berjalan mendekati gadis itu dengan refleks tangan nya mengacak rambut gadis di depan nya


Dia.....dia mendekat ada rasa takut namun kaki ku terasa terkunci di tempat membuat ku menelan ludah tatapan nya,wajah nya sangat tidak berekspresi namun sedetik kemudian dia tersenyum bukan senyuman dingin melainkan senyuman yang tulus baru kali ini ia menampilkan senyuman itu yaa kulihat dia tersenyum dan dan mengacak rambut ku tiba-tiba saja jantungku berdetak maraton apakah dia mendengar detak jantung ku? seseorang tolong sadarkan aku senyuman nya seolah menghipnotis ku


DREETTTT..DRETTT getaran handphone menyadarkan ku dari lamunan itu namun Ripan masih saja tersenyum dengan posisi itu kulihat layar handphone ku tertera nama Chelsea disana


"Ya chel, kenapa"


suara di sebrang sana mengerut tak jelas karena banyak suara cerocosan yang ku yakini Novia ya ketua osis yang baru


"cepet kesini keruangan meeting syaa lu dimana sih gw cariin dari tadi" bentak nya dengan suara melengking


Ripan hanya memandang ku dengan tatapan ah bukan lagi tatapan tajam melainkan tatapan yaa aneh, setelah mematikan telpon dari Chelsea kulihat Ripan tersenyum dan kembali mengacak rambut ku


"Sana mereka menunggu lu"


seakan-akan kata-kata adalah hipnotis bagiku tanpa sadar aku berjalan dengan senyuman begitu pun jantung ku