
Cinta ku akan tetap bersama mu,walau kau pergi jauh hati ini akan tetap memilih mu
Pagi ini hujan turun dengan deras nya membuat siapa saja enggan untuk keluar rumah namun tidak mengurung kan niat lelaki itu untuk pergi ke suatu tempat dengan mengendarai motor nya tanpa memperdulikan hujan yang menyerang dirinya ia hanya fokus pada tujuan nya saat ini,terlihat sebuah rumah minimalis dengan desain bergaya eropa berwarna biru tua halaman yang cukup luas dengan beberapa permainan anak seperti perosotan,jaring laba-laba dan ayunan lelaki itu turun dari motor dan berlari ke depan rumah lalu mengetuk pintu dengan tubuh yang sedikit gemetar.
Pintu itu terbuka menampakan sosok wanita tua dengan gadis kecil di pangkuan nya membuat wanita itu setengah panik ketika melihat seseorang dengan wajah pucat dan tubuh basah kuyup oleh hujan ia mempersilah kan lelaki itu masuk lalu membawa pakaian kering dan menyuruh lelaki itu berganti pakaian ia merasa khawatir dengan keadaan lelaki itu saat ini,setelah melihat lelaki itu berganti pakaian ia tersenyum dan menyodorkan secangkir teh hangat
"Apa yang membuat mu kemari dengan menerobos hujan kau bisa menunggu hujan reda nak" Ucap nya dengan suara parau
Lelaki itu menggeleng dan memegang tangan wanita yang berumur sekitar 35tahunan itu
"Siapa anak kandung ayah Dody?"tegasnya.
"Kau kesini hanya untuk mengetahui itu Ripan___"mengehela napas "Sekarang kau sudah waktu nya tau !" wanita itu menduduk kan gadis kecil di pangguan nya.
"Dulu aku memang bekerja sebagai pengasuh Reza sekaligus teman almarhum Yuni,istri Dody"tegasnya.
"Yang ku ketahui malam itu adalah dua laki-laki membawa istri dan anak mereka awal nya diruang tamu hanya ada canda gurau namun Dody memancing emosi lelaki berbaju hitam itu,sebelum nya memang Yuni berselingkuh dengan Rio sahabat nya sendiri"
tersenyum kecut
"Lantas apa yang terjadi setelah itu" dengan rasa penasaran Ripan membenarkan duduk nya menjadi menghadap ke depan
"Ku dengar saat itu suara tangisan perempuan dan anak laki-laki berumur sekitar 2 tahun atau 3 tahunan namun tidak dengan anak perempuan dia menatap tajam ke arah dua laki-laki yang sedang berteriak satu sama lain,aku yang berdiam diri di ruang sebelah memberanikan diri untuk mengajak Reza tidur di kamar atas namun" hening seketika pandangan nya kosong
"Namun namun apa bi luna" katanya dengan dingin
"Baru saja menaiki beberapa anak tangga suara tembakan mengisi ruangan rumah itu tangisan dan jeritan menggema di ruangan itu begitu pun aku yang mengurung kan niat untuk ke atas kembali ke lantai bawah melihat perempuan itu tergeletak dengan penuh darah" mengusap air mata nya yang menetes mengingat kejadian itu
"Kulihat Dody yang terdiam melihat istri nya yang sudah menutup mata begitu pun orang-orang di sana yang terlihat syok,sesudah kejadian itu seminggu atau dua minggu Dody membawa mu yaa kau anak dari teman Dody entah itu ayah mu yang berselingkuh dengan Yuni atau ayah dari Derren begitu pun setelah Reza berumur 10 tahun Dody membuat atau bekerja sama dengan mafia pembunuh handal ia bekerja sebagai pembunuh dengan bayaran termahal."
Ripan menghela napas lalu membuang nya
"Lantas mengapa aku berada di rumah itu sekaran dimana orang tua ku" ucapnya dengan penasaran!!
"Pikiran mu di klabui nak setelah kau besar kau akan mendengar cerita lain dari Dody seakan² ibu mu atau istri Dody meninggal karena seseorang lantas kau akan membalas kan dendam itu fakta nya akan begitu"
Dengan raut wajah yang berseri
"Bisa dibilang bigitu karena aku tak terlalu mengenal kedua orang tua mu,namun yang pernah ku dengar ia meninggal kan kota ini,ahh ku dengar kau akan menjalan kan misi pembunuhan lagi apa itu benar" dengan mata menatap lelaki itu
"Ya,itu benar dan setelah misi ini selesai aku akan berhenti dan mencari pekerjaan yang lebih baik" ucapnya dengan dingin
"Siapa yang akan kau bunuh sehingga misi mu terlihat sangat sulit seorang konglomerat kah ?atau orang penting lain nya"
"tidaak aku tak tau pasti namun seseorang biasa hanya pengusaha kecil yang ku dengar ia mempunyai hutang kepada glorio"
Luna menghela napas nya kembali lalu meminum teh hangat nya terdiam memandang rintikan hujan diluar sana
"Aku takut kau membunuh keluarga mu atau keluarga Derren apalagi kali ini anak itu terlibat bukan?________" balasnya dengan suara sendu "Dody sudah merencanakan ini dari jauh hari dendamnya lalu ia tak ingin mengotori lengan nya namun ia menghancurkan musuh nya dengan orang yang mereka sayangi"
"Apa kau percaya begitu saja dengan cerita ini Pan,jika itu orang biasa yang kau bunuh dan karena hutang glorio tak mungkin membunuh nya ia akan mengambil toko bunga itu ia tak mungkin meminta pembunuh bayaran seperti mu dan yang ku dengar kau di bayar 3x lipat bukan ini hal yang konyol bagi ku"
Ripan mencerna kata-kata mantan pengasuh nya itu dan seketika ia merasa curiga dengan hal ini benar kata bi luna ini tak masuk akal gumam nya.
Namun siapa sebenar nya yang akan ia bunuh apakah keluarga nya atau keluarga Derren ia tak akan gegabah dengan ini jika keluarga nya ia akan menyesal seumur hidup telah membunuh kedua orang tua nya tanpa merasakan kasih sayang mereka begitu pun Derren ia akan sangat terpukul ketika keluarga nya yang sedang ia cari terbunuhnya oleh orang terdekat nya
"Apa yang harus ku lakukan misi itu 5 hari lagi dan aku tak tau apa-apa ini membuat ku kacau" menyisir rambut nya kebelakang dengan kedua tangan nya
"Cari tahu dengan kau datangi toko itu mungkin ini terlihat bodoh,tapi dengan cara itu kau akan mengetahui siapa pemilik toko itu ayah Derren bernama Rio Dewanto dan istri nya Leni Marlina ia juga mempunyai anak perempuan namun aku tak begitu tau siapa nama anak perempuan itu"
"Apa Derren tau tentang ayah nya ?" katanya dengan suara pelan.
"Ia sempat bertanya ketika aku di toko namun saat itu aku tak sempat memberi tahu bahwa keluarga nya mempunyai toko bunga yang ku beri tahu hanya ia mempunyai kakak perempuan dan ku pikir ia masih sekolah atau seangkatan dengan mu" Luna mengambil sepotong foto yang telah usang dan memberikan nya pada Ripan
"Hanya foto ini yang ku punya saat ku ambil dari rumah Dody semoga ini membantu mu nak, waktu nya kau bertindak dan bebas dari jebakan Dody dunia mu bukan bersama lelaki itu namun dunia mu menanti di luar sana setelah misi mu selesai ku harap hal baik menanti mu"
Ripan termenung dengan semua yang abstrak di kepala nya membuat lelaki itu terdiam sesaat ia tak mengerti dengan semua ini ia sudah terlalu jauh sekarang mengetahui hal-hal yang bodoh itu Ripan menatap gadis di foto itu yang tengah tersenyum dan 2 anak laki-laki di samping kiri kanan yang tengah mencium gadis itu,lalu 3pria dengan merangkul istri mereka dengan satu wanita menggendong anak laki-laki balita,ia memperhatikan foto yang usang namun cukup jelas diantara mereka ia berpikir bahwa kedua orang tua nya ada di salah satu mereka.