
Kulihat anak-anak di depan ku mulai mengutak ngatik soal yang di depan monitor komputernya masing-masing dan aku? hanya bisa mengutuk diriku sendiri dengan kebodohan yang ku buat sendiri "huhhh"
aku membuang napas ku,dan kulirik sekilas lelaki di samping dia terfokus dengan soal-soal yang membuat otak ku ingin meledak kulirik jam dinding di depan 30 menit lagi dan sangat tidak mungkin aku menyelesaikan soal-soal ini dengan mudah
"gw kira lu pinter ternyata bodoh"
apaaaa....apa dia barusan berbicara pada ku? kulihat lelaki itu masih dengan posisi yang sama,dan dia berbalik melihat ku membuat mata ku melotot karena terkejut
"apaa lu ngomong ke gw?" ucap syahsa dengan wajah kesal
"menurut lu" Ripan hanya memutar bola mata nya dan berbalik kemonitor
seakan kesal dengan omongan lelaki itu syahsa reflek mencubit lengan lelaki di samping nya membuat lelaki itu meringis kesakitan,dan lelaki itu menatap nya dengan dingin membuat syahsaa menyeringit kan halis nya
"apaaaa?,lu mau bilang gw bodoh lagi hah"
lelaki itu mengepiskan lengan mungil itu cubitan nya tidak terlalu sakit,namun membekas kemerahan di lengan nya membuat syahsaa merasa bersalah namun ia pun tak merasa bersalah sepenuh nya karena lelaki itu yang memulai terlebih dahulu
syahsaa hanya pasrah dengan feeling nya kali ini ia hanya ingin segera keluar dari ruangan ini dan berganti mata pelajaran ini membuat otak nya tak berpikir jernih seakan-akan otak nya akan mengeluarkan apii.
Entah apa yang dipikirkan lelaki itu ia menulis beberapa jawaban di kertas menggeserkan secara pelan ke arah gadis di samping nya,dan bergegas mengambil jaket melangkah keluar tanpa pedulikan tatapan gadis itu dengan aneh
syahsaa membuka kertas itu dan mata nya melotot apa yang dituliskan lelaki itu namun tak banyak berpikir ia kembali mengetikan isi jawaban soal persoal ia isi dengan teliti entah itu jawaban yang benar atau salah ia tak ambil pusing.
****************
"cheelll" ia tersenyum ke arah gadis yang sudah duduk di kursi kantin dan melambaikan tangan nya, namun seseorang menabrak bahu nya dengan kencang membuat tubuh nya tersungkur ke belakang sebuah tangan memegang siku tangan nya dengan reflek ia memeluk lelaki itu entah siapa lelaki itu namun ia menyelamatkan dirinya tidak jatuh ke lantai yang pertama ia mencium wangi mint sangat wangi membuat suasa seperti damai sangat damai,suara cempreng menyadarkan nya dari lamunan
"Syaaaaaa" suara tegas dan penuh ancaman
"enak ya meluk-meluk pacar orang"
pemilik suara itu mendorong tubuh gadis yang berada di pelukan lelaki yang menatap nya dengan dingin
"maksud lu apaan sih key" keysa adalah teman ku dulu tapi semejak pemilihan osis dia sangat membenciku dan sering mengolok-olok kan ku dengan geng nya dia pula yang mendorong ku tadi dengan sengaja namun seseorang menahan lengan ku tapi tunggu apa katanya pacar ?
syahsaa melihat ke arah samping dan mengangkat halis nya, dia__jadi dia kekasih Keysha syahsaa menggerutu dalam benak nya
seolah-olah tau apa yang di pikirkan syahsaa Ripan melihatnya dengan tatapan tanpa ekspresi
"gw bukan kekasih nya" ucap Ripan dengan dingin dan melangkah keluar kantin membiarkan dua gadis itu beradu omongan yang tidak penting bagi nya
setelah punggung lelaki itu menghilang dari pandangan syahsaa melihat keysha dengan melipat tangan nya di dada
"lu masih dendam sama gw? dari dlu gw gak mau jadi osis ketika gw ngasih lu jabatan ketua osis kenapa lu gak mau? dan sebentar lagi kita lulus dan gw udah gak jadi ketua osis lu masih marah,sekarang mau lu apa key?"
mulai jengah dengan omongan ini apalagi semua siswa siswi menatap nya dengan berbisik-bisik hal yang paling di benci oleh syahsaa
"syaa lu bener-bener pelakor di segala bidang ya,tapi tunggu sekarang lu gak bakal dapetin Ripan dari gw udah cukup jabatan osis lu rebut dari gw tapi kali ini engga"
Keysha menabrak bahu nya dan pergi dari kantin bersama geng nya dan berteriak menyebutkan kata sayaaaaang dengan berteriak
"Dari mana sih lu chell" melipat tangan nya di dada dan melihat sahabat nya yang memutar bola mata
"gw sakit perut syaa malam nya gw makan mie doer,denger-denger tadi pas gw di toilet kata si suci lu berantem sama di keysha?"
meneguk minuman nya dan menatap sahabat nya itu dengan penuh penjelasan
"tau tuh si Keysha nyari masalah mulu sama gw,hmmm eehhh lu tau gak si keysha punya cowok?" syahsaa menompang dagu nya dengan tangan dan menatap Chelsea yang sedang berpikir-pikir dengan perkataan tadi
"Pacar? gw rasa kagak deh,tapi gw denger gosip nua dia emang lagi ngejar cowok sih siiiiii hmmm riiii apa ya nama nya gw lupa"
oh iyaaa nama lelaki Ripan sahut mereka bersamaan
"lu tau dari mana chel?" membuat syahsa semakin penasaran dengan arah pembicaraan Chelsea
"gw tau dari gosip lah sekolah kan banyak mulut syaa,dan lu sendiri gw rasa lu bukan tipe yang dengerin gosip deh kecuali gw yang mulai" Chelsea mengedipkan sebelah mata nya
"gw duduk di samping nya tadi pas ujian,kok gw baru sadar ya di angkatan kita ada lelaki yang hmm kya dia" entahlah syahsaa hanya penasaran dengan lelaki itu yang membuat hati nya tak tenang,namun sangat di sayang kan dia adalah kekasih Keysha
"Wah yang bener sya,lu beruntung banget bisa deket tuh cowok gw denger-denger sih dia tuh dingin ke semua cewek dan gak mudah bergaul sama temen cowok nya juga tapi dia punya temen satu di sekolah ini dan sikap nya juga sama tapi tuh beda nya si derren lebih mudah bergaul"
Cerocos Chelsea dengan menyantap makanan nya dan baru kali ini ia mendengar rasa penasaran seorang syahsaa kepada gosip dan seorang lelaki
"Tapi dia ngasih contekan ke gw tadi menurut gw gak kya gosip yang beredar deh chel buktinya tadi dia senyum ya walau senyum simpul"
Semakin penasaran dengan Ripan entah apa yang membuat nya semakin ingin mengenal lelaki itu
"syaaaaaa" Chelsea melambai-lambai kan tangan nya di depan syahsa yang sedang melamun entah apa yang di pikirkan nya namun ia mulai kesal omongan nya tak di dengar
"eeehhh apa chel, sorry😬" dengan senyum menampakan gigi kurasa Chelsea kesal dengan yang barusan ia omongkan tapi apaa dan pikiran ku entah kemana
"Dahlah lupain,yuu ke kelas bentar lagi bel bunyi" sahut Chelsea dengan minuman jus di tangan nya dan melangkah lebih dulu meninggal kan syahsaa
"Jangan marah dong chel" teriak nya dengan berlari menyusul sahabat nya yang lebih dulu meninggal kan kantin
"Enggaaaa"
"Ripan" kata itu meluncur begitu saja dari bibir ku aroma parfum nya
"hah apa syaa Rip__" kata nya terhenti saat seorang lelaki mendahului mereka dan membuat Chelsea menatap lawan bicaranya dengan selidik
"bagaimana kau tau di belakang kita cowok itu" dengan tatapan selidik namun sahabat nya itu hanya membalas dengan senyuman
"Bau mint, parfumnya aroma nya sangat arrghht"
berjalan mendahului Chelsea mengedipkan sebelah mata dan masuk ke ruangan tempat ujian nya,disana lelaki itu menutupi wajah nya dengan jaket membuat hati kembali berdetak
"khmmmm,makasih ya tadi lu udh bantuin gw ngisi soal ekonomi" dengan senyuman ia berbalik menghadap monitor dan menggigit bibir bagian dalam nya
Ripan tersenyum dalam balutan jaket yang menghalangi wajah nya membuka mata nya dan kembali berekspresi dingin menyimpan jaket kebelakang kursi nya dan menatap gadis itu sekilas ada rasa yang aneh dalam diri nya tapi entah apa itu jantung nya berdetak kencang,dia tersenyum ke arah ku senyuman yang begitu tulus mata coklat yang teduh membuat ku terhipnotis dalam tatapan itu.