Time And Past

Time And Past
today's story



...Tidak semua kesalahan obatnya adalah kata maaf,dan juga kata memaafkan kadang semua tak adil namun begitu bukan cinta?...


Aku berjalan menuruni anak tangga masih dengan perasaan yang aneh apakah ini cinta ? lelaki yang beberapa hari ini beradu cekcok dengan ku mampu membuat jantung ku maraton ini aneh sebelumnya tak pernah kurasa kan hal seperti ini apa aku harus ke dokter memeriksa kesehatan jantung gumam nya setelah melihat Chelsea yang berdiri membelakanginya


"Sorry guys tadi ada kecelakaan kecil jadi gw terlambat" ucapnya sembari menampilkan senyum ke semua yang sudah berada di ruang meeting


Chelsea berdiri dan mendekati syahsaa menyipitkan kedua mata nya


 "kali ini gw butuh penjelasan dari kecelakaan kecil itu syaa" tegasnya menyenggol lengan syahsaa bukan hanya jawaban penjelasan yang ia dapat melain kan senyuman yang aneh tertera di wajah sahabatnya


"ya kali ini memang harus dijelaskan" mata nya memincingkan dan terkekeh


...****************...


Setelah beradu cekcok dengan semua permasalahan acara yang akan dilalukan semuanya selesai terpecahkan 30 menit lama nya berada di ruangan yang tak terlalu luas dengan suara melengking Chelsea dan keysha ditambah lagi dengan Novia yang sekarang memang sudah menggantikan syahsaa


"Jadi semuanya setuju ya acara meeting nya kita mulai setelah di acc kepala sekolah jadi hmmm ada pertanyaan lagi ?" Dengan wajah serius dan menatap ke semua mata yang memandang


"Jika tidak ada pertanyaan,kita tutup aja rapat kali ini" ucapnya dengan semangat dan semua para anggota lelaki menyetujui nya


"ya itu benar sya gw mau futsal" ucap Riki dan yang lainnya


"baiklah kalian boleh pulang sekarang" berjalan ke arah Chelsea dan Novia yang sedang membereskan berkas-berkas


Keysha yang sedari menatap syahsaa berdiri dan memutarkan bola matanya dengan jengah melangkah pergi meninggalkan ruangan


"kenapa tuh bocah" menyiku syahsaa yang berdiri disampingnya


"lu tau kan dia emang gak suka sama gw jadi biarin aja deh udah untung gw ajak gabung jadi anggota osis kan"


Syahsaa memang tidak pernah mempermasalahkan orang lain terutama key yang selalu mengusik nya dia membiarkan anak itu seperti angin lewat karena hidup nya ingin selalu damai tanpa ocehan yang benar-benar serius


"kak syahsaa thanks ya udh bantuin sama mau di ajak rapat maaf ngerepotin" dengan perkataan yang sopan gadis itu tersenyum


"yaelah Nov tenang aja selagi gw ada disini kalo lu emang butuh bantuan tinggal bilang aja gak usaj sungkan lagian kan,lu juga masih butuh bimbingan hmm udah sore pulang gih gapapa biar ini gw beresin sama Chelsea lagian rumah lu kan cukup jauh"


Dengan kembali menampilkan senyuman Novia memeluk syahsaa gadis itu emang tak henti-henti nya memberikan senyuman pada kakak kelas nya itu


"yaudah Novi mau pulang dulu ya kak Chelsea ,kak syahsaa makasih lohh"


Setelah kepergian Novia ruangan terasa hening dan memang beberapa anak lainnya sudah berlalu lalang meninggalkan sekolah hanya sebagian kecil masih asyik dengan kegiatan masing-masing seperti futsal atau hanya bermain di lapangan


"Lu dari mana sih tadi dan gw liat lu berdua sama si Rip___" katanya terpotong oleh tangan syahsaa yang membekap nya lalu beberapa detik dilepaskan


"Jangan kencang-kencang chel nanti si key bisa-bisa ngacak rambut gw" dengan reflek tangannya memegang kepala dan tersenyum


"hehhh lu kenapa senyam senyum sejak kapan si keysha berani ngacak rambut lu" melihat sahabat nya dengan gelagap aneh sambil mengunyah permen karet


"hah menganyak rambut ? lu tau dari mana dia ngacak rambut gw" merapatkan punggung nya ke tembok dan menatap Chelsea dengan pandangan was-was


"lu apaan sih kagak ngerti gw,ok ceritain apa sebenarnya terjadi" dengan penuh penekanan Chelsea mulai penasaran lalu membenarkan duduk nya


Syahsaa menghela napas dan menatap sahabatnya menengok kanan kiri menghembuskan napas secara teratur


"Ok,tadi tuh sehabis selesai ujian si keysha nyamperin si Ripan ya gitulah (dengan muka yang cemberut) terus gw memutuskan keluar dari kelas eh tangan gw di tahan sama tuh cowok terus si Keysha natap gw kaya samurai deh kaya nya😬🤣"


mengingat perlakuan Ripan yang tiba-tiba saja mengacak rambut nya membuat syahsaa kembali mengulum senyum


"Tuuhh apaan sih senyam senyum sendiri ngerii gw liatnya" cerocos nya membuat lengan kiri kena cubitan syahsaa


"Dia ngajak gw ke atap sekolah ah engga lebih tepat nya nyeret gw ke atap dan lu tau chel dia gak seperti kebanyakan yang di gosip tau" memutar-mutar kan bangku nya membayangkan kejadian beberapa jam lalu


"stoppp syaa gw kagak ngertiii" memasang wajah kesal


"inti nya Ripan gak sedingin yang beredar di gosip chell dan lu tau di ngeroko" senyum nya memudar dan digantikan dengan wajah kesal


"Gak aneh,lu baru tau" tangan nya mengetuk-ngetuk kan ke meja


"lu tau dia ngeroko chel? dan jangan bilang lu tau juga kalo dia sering ke ruangan pak Jely guru bp" Dengan wajah yang penasaran sekaligus penasaran banget😬


"hmm,tunggu....tunggu lu kok tertarik banget sama tuh orang biasa nya lu gak kaya gini Syaa jangan jangan lu suka sama si Ripan ya" suara melengkingnya mengisi lorong-lorong


"Kagak apaan sih lu chel ya.....yaaaa apaaa yaaa gw cuma...cuma penasaran aja penasaran bukan berarti suka kan" celah nya dengan segera membawa tas dan buku-buku ditangan nya


Chelsea mengikuti langkah sahabatnya keluar ruangan dengan menggoda-menggoda yang tertera di wajah syahsaa hanya senyum dan pipi yang merah merona, Chelsea sudah menduga bahwa sahabatnya itu sedang jatuh cinta


"Ayolah Syaaa sudah di wajah lu tuh benih-benih cinta tumbuh" godanya dengan menyiku lengan kanannya


"kagak anjir lu apaan sih, ngomong-ngomong lu katanya mau liat si Ruki maen basket sanaaaa luuuuu"


mendorong dari hadapan ku yang membuat telinga ku panas dengan ocehan manusia satu itu Huuuhhff kenapa rasa penasaran semakin terlihat siih gumam nya pelan


Sepanjang perjalanan menuju perpustakaan Syahsaa menggerutu dalam pikiran nya dan tanpa sadar ia telah berada di perpustakaan melihat Bu Gea penjaga perpustakaan yang sudah merapikan barang-barang sedikit terdengar ia mengobrol dengan seseorang namun belum pasti karena terhalang dinding rak buku setelah melewati dinding itu barulah ia tahu siapa yang sedang mengobrol dengan Bu Gea lelaki itu berdiri di samping rak buku,entah kenapa darah di tubuh ku tiba-tiba saja naik ke pipi membuat pipi ku panas


"Huuhhh" menggigit bibir bawah bibir bawah pelan


"Ah haii Alena"


panggilan untuk ku ya bu gea memang sering memanggil ku dengan sebutan alena di banding syahsaa karena katanya ia ingin memanggil seseorang dengan beda karena nama tengah atau nama terakhir di diri seseorang itu jarang sekali di pake fakta nya memang benar


"Ah haii buu aku mau balikin buku-buku yang sempat aku pinjem mungkin ada yang dari tahun kemaren hehehe" tersenyum dengan deretan gigi nya


"Udah gak aneh,kamu sakit ?" memegang kening dan pipi dengan raut wajah yang khawatir


"Eng.....ggaa bu kenapa?" ucap nya dengan senyuman


"Pipi kamu merah tapi kamu gak panas kok"


Tiba-tiba saja seseorang berdiri di samping ku tanpa melihat pun sudah bisa ku tebak ya Ripan dari parfum nya saja sudah tercium membuat tubuh semakin panas tanpa tersadar aku menunduk dan tiba-tiba saja Ripan menunduk melihat ke arah ku menyelipkan rambut yang menghalangi wajah ku,sontak saja perlakuan nya membuat ku kaget dan mundur sekarang aku terlihat sangat bodoh pastinya bu Gea dan Ripan menatap ku aneh


"kamu sakit"


bersamaan dengan ucapan bu gea dan ripan membuat ku semakin gugup berada di ruangan ini


"Pipi lu merah syaa"


kali ini ripan yang mulai terlihat aneh dengan kata-kata nya menurut ku ada rasa cemas dimata nya apakah dia mencemaskan ku


tiba-tiba saja kata-kata itu berputar di kepala ku


huuuhhff "engga buu aku baik-baik aja iya pipi ku panas karena tadii abis main bola volly kena sinar matahari"


ucap ku berbohong tanpa melihat ke arah lelaki itu dengan cengiran,tentu saja bu gea percaya dan tak banyak pertanyaan lagi aku segera keluar dari perpustakaan tanpa pedulikan ripan


...****************...


Melihat gadis itu tak lagi terlihat membuat senyum Ripan mengembang rasa nya aneh baru kali ini ada orang yang berani pada nya apalagi seorang gadis biasa melarang meroko? perasaan nya mulai aneh ketika melihat mata nya tiba-tiba saja jantung nya berdetak kencang tangan yang reflek mengacak rambut gadis itu membuat ripan penasaran dengan gadis itu dan ia segera turun dan pergi ke perpustakaan ia yakini syahsaa akan pergi ke perpus.


Disinilah ia sekarang tanpa membaca hanya berdiri di samping rak buku selama 30 menit lama nya membuat bu gea penjaga perpustakaan sesekali melirik dan menggeleng kan kepala nya


"Jika hanya menunggu seseorang kau sia-sia saja di sana ini bukan tempat kencan wahai anak muda"


Bu Gea yang sedang merapikan barang-barang karena ini sudah waktu nya jam pulang


"Tidak menunggu seseorang hanya menenang kan pikiran" bohong ku dengan melangkah akan keluar ya tentu saja ini sia-sia sudah 30 menit lama nya gadis itu tidak muncul


Tiba-tiba saja langkah ku terhenti ketika sosok yang ku tunggu muncul dia mentap ku sekilas dan tersenyum ke arah bu gea rasa senang bercambur aneh dalam diriku,entah kenapa ada rasa cemas saat bu gea memegang kening gadis itu pipi nya memerah secara refleks kata itu begitu lancar ku ucap kan


"Kamu sakit" bersamaan dengan bu gea namun suara bu gea lebih terdengar


dia menggeleng kan kepala namun masih ada rasa khawatir dalam diriku setelah ia pergi meninggal kan perpustakaan bu gea melihat ku dengan selidik


"Apakah dia yang kau tunggu selama beberpaa menit Ripan Alexsa"


ucapannya membuat ku melirik ke arah wanita itu tentu saja dengan wajah yang dingin dan segera pergi meninggal kan perpustakaan tak ingin mendengar pertanyaan aneh lagi namun sebelum keluar dari perpustakaan aku sempat menjawab perkataan nya dengan jawaban "Bukan".


Syahsaa berjalan pelan ke arah gerbang sekolah entah ada dorongan apa membuat ku berlari dan mencegat nya, ini sungguh reflek membuat tubuh gadis itu terkejut dengan kedatangan ku


"lu pulang sendiri ?"


mungkin sekarang wajah ku terlihat bodoh di depan nya dengan kata-kata itu


"Awal nya pulang bareng Chelsea tapi a..."


jawaban nya membuat hati ku senang tanpa meneruskan kata-kata nya segera ku potong omongan nya


"Tunggu di sini jangan kemana-mana"


entah itu terdengar memperintah atau kata-kata biasa tapi terserahlah batin nya berkata seperti itu


Syahsaa berjalan keluar parkiran dengan kesal Chelsea mengingkari janji nya jika tau Chelsea akan pulang bareng Ruki ia akan meminta di jemput oleh mama nya namun sekarang sudah terlambat karena ia tak ingin merepotkan mama nya


tiba-tiba saja seseorang berlari dari arah belakang namun gadis itu dengan malas berbalik untuk melihat tapi jantung nya kembali berdetak maraton aroma parfum dan benar saja Ripan mencegat langkah nya.


Terdengar suara motor mendekat berhenti disamping gadis itu Ripan membuka kaca helm nya


"Ayo naik gw anter pulang" suara yang lembut dan tetap dengan wajah dingin


"Gak usah Pan gw bisa naik bus kok"


Ripan memegang tangan Syahsaa menyuruh nya naik motor


"gw gak nerima penolakan ayoo gw mau nunjukin sesuatu" ucap nya dengan tatapan lembut


Syahsaa pun menaiki motornya dengan perasaan gugup dan hati yang tak tenang seperti maraton


"Pegangan nanti jatuh"


Tanpa penolakan syahsaa menurut dan memang benar ia tak ingin hal buruk terjadi


selama perjalanan tak ada yang membuka topik pembicaraan hanya terdengar suara motor dan angin yang berhembusan menerbangkan rambut gadis itu,beberapa menit perjalanan yang tak cukup lama motor pun berhenti di sebuah bukit kecil namun tak jauh dari jalan raya Ripan turun dari motor nya meninggal kan gadis itu Syahsaa mengikuti langkah lelaki itu menaiki bukit yang tak terlalu tinggi namun membuat kaki nya pegal


"Heeeehhh lu ngapain sih ngajak gw kesini " ucap nya dengan suara keras dan napas ngos-ngosan


"Ikut aja nanti tau sendiri"


tanpa melihat kebelakang Ripan terus melanjutkan langkah kaki nya


tanpa pikir panjang syahsaa berlari sekuat tenaga menyusul Ripan yang sudah hampir sampai di atas bukit itu


"Huuuhhff"


mengatur napas nya dan melihat ke arah lelaki itu yang sedang tengah terkekeh


"Gak lucu ngapain sih ngajak kesini cape tau"😒


"liat tuh" memegang bahu gadis di samping nya


"Waaaaaawwwww indah" melihat ke arah lelaki di samping nya dengan senyuman


"cape gw terbayar dengan semua ini sungguh wawww ini...iniiii indah sekali"


ucap nya dengan takjub melihat sunset dan gedung-gedung tinggi semua terlihat kecil syahsaa tak menyangka ada tempat seperti ini ia melihat bahu kiri nya yang di pegang oleh Ripan membuat darah di tubuh nya memanas dan kupu-kupu diperut nya berterbangan tak karuan


"indah kan apalagi kalo pagi hari sunrise nya lebih indah"


"Benarkah ? waaaaaaw indah lebih indah dari tayangan drakor yang gw tonton"


Ripan mentap syahsaa dengan senyuman yang tak pernah ia tunjukan pada siapa pun gadis di samping nya membuat suasana ruang hati nya berbeda


"Mau liat sunrise sama gw gak sya"?


Syahsaa menggangguk dan tersenyum, senyuman bahagia selalu ia selalu menampilkan senyuman kesemua orang namun kali ini senyuman itu sangat bahagia terlihat di wajah nya


Dua insan itu tertawa bersama sesekali tertawa melihat tingkah laku dan lelucon yang di lontar kan gadis itu,es yang semula dingin perlahan mulai mencair