Time And Past

Time And Past
Boleh kah dia bersama ku



...Melepas kan atau dilepaskan sama saja dengan membunuh atau dibunuh...


Gw gak tau ini benar atau salah tapi hati gw ngerasa ini yang harus gw ucapkan gw suka sama lu


Gadis itu bersenandung dan terus saja tersenyum mengingat kejadian pagi itu kata-kata lelaki itu terus saja berputar di kepala nya


"Ternyata gadis mama udah kenal sama cinta nih" katanya dengan mengambil beberapa sayuran di kulkas


dengan terkejut ia menoleh dan tersenyum


"apaaan siih mah" balas nya dengan malu


"Siapa dia yang bikin anak mama senyam senyum seperti ini di pagi hari" celoteh nya dengan tangan di atas pinggang dan senyuman yang khas ke ibuan


"gak ada gak adaaa oh yaa mah pas malam valentine kita nginep di toko yuu udah lama aku gak kesana juga,lagian kan papa pasti cape harus pulang pagi nya kesana lagi"


memasukan bekal ke dalam tas nya dan meminum susu yang sudah tersedia di meja


"Mama sama papa juga ada niatan gitu berhubung kamu ngajak jadi mama gak harus mikirin masakan buat kamu" tersenyum dan mengelus kepala gadis itu


"Syahsaa pergi dulu ya ma" mengecup pipi kanan kiri mama nya yang sedang masak


Ia sengaja berjalan kaki entahlah hari ini membuat nya terasa sangat bahagia terutama mengingat pagi itu senyum nya semakin mengembang syahsaa sadar lu bakal di sangka gila senyam senyum sendiri di jalan gumam nya merogoh handphone dan mengetikan pesan kepada sahabat Chelsea memasukan kembali handphone nya ke saku jaket yang ia kenakan.


Melirik jam tangan 7:30 ia tersenyum bukan tanpa alasan ia sengaja berjalan kaki hanya untuk berngkat bareng lelaki itu lelaki yang menyatakan perasaan nya di pagi hari, suara derungan motor membuat jantung nya kembali maraton ia sedikit tersenyum ketika aroma parfum yang familiar tercium syahsaa menghentikan jalan nya dan pura-pura mengingat tali sepatu namun bukan nya pengendara motor itu terhenti tapi malah semakin menancap kan gasnya membuat gadis itu melongo dan kesal.


Untung saja hari ini adalah hari pertama kelas meeting ia tak kan mendapatkan hukuman di hari senin ia berjalan cepat dengan sedikit berlari tanpa menghirau kan suara handphone nya yang berbunyi


...****************...


Keringat bercucuran dipelipis gadis itu tanpa menghirau kan tatapan anak-anak lain di kloridor ia segera masuk keruangan osis dan mengambil minum dengan sekali tegukan,pintu terbuka menampakan seorang gadis berbadan tinggi dengan tubuh ideal


"Lu abis dikejar apaan syaa,tumben lu gak ikut upacara pembukaan lu abis olahraha?" cerocos nya dengan menatap sahabat nya yang penuh keringat


"Tau ah gw lagi kesel,gw kira bakal kaya di drakor-drakor cewek nya tuh dibonceng berangkat bareng ke sekolah lah ini gak peka banget" balas nya dengan wajah cemberut


Chelsea dengan menatap layar handphone melotot ke syahsaa dan menggeserkan kursi nya lebih dekat dengan gadis itu, ia mengangkat handphone nya dan kembali menatap gadis itu dengan penuh pertanyaan


Syahsaa memutar bola mata nya ia menyesal mengatakan bahwa ia telah mempunyai pacar


"Siapa dia? siapa lelaki itu syaa setau gw lu gak pernah deket sama cowok deh dan sekrang lu tiba-tiba ngasih tau gw lu punya cowok?" dengan penuh penekanan dan penasaran di wajah nya


"ok, gw ceritain" ucap nya dengan senyuman mengembang dan kemudian berubah menjadi masam dan kesal


"Ripan Alexsa"


"apaaaaaaaa, si cowok kutub es gw gak salah denger kan syaa" balas nya dengan suara terkejut dan melengking


"hmm, gw sengaja jalan kaki biar di ajak bareng ke sekolah eeh malah gak dilirik-lirik pas di jalan" wajah yang cemberut


🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 Chelsea tertawa terbahak-bahak mendengar syahsaa


"lu pikir dia bakal peka hah,lu mau aja pacaran sama tuh si kutub tapi gw kira dia gak punya perasaan hati nya udah beku" mengusap air mata yang keluar akibat tertawa


Pintu ruangan itu terbuka seorang gadis dengan rambut terurai tersenyum ke arah mereka


"Maaaf aku novi mengganggu" ucap nya dengan sopan


Syahsaaa maupun Chelsea menggeleng kan kepala dan kembali membalas senyum gadis itu


"Oh,iya kak syahsaa tadi kak Ripan nyariin kak syahsa udah 3 kali nanyain ke novi tapi kata novi kak Syaa nya belum dateng dia pergi lagi entah kemana"


"mau ngapain nyariin gw" katanya dengan memutar bola mata


Chelsea berdehem dan menatap syahsaa dengan senyuman jahil


"Udah lah samperin aja napa mungkin dia kangen uppsss" terkekeh dengan kata-kata nya sendiri


"Hah kak syahsaa pacaran sama kak Ripan?"


balas gadis itu dengan wajah terkejut


"eng...gaaa ini nih asal ngomong aja tuh si Chelsea" pelotot nya ke arah sahabat nya yang pura-pura tak melihat


Syahsaa keluar dari ruangan itu mencari keberadaan Ripan namun nihil lelaki itu tidak ada di sekitar sekolah ia mulah lelah merogoh handphone nya dan mencari nomor lelaki itu lalu menelpon nya tapi tak ada jawaban syahsaa melirik ke atas gedung dan ia melihat seseorang yang tengah melihat nya dari atas, ia berlari menaiki anak tangga dengan napas yang lagi-lagi tak teratur dalam pikiran nya ia akan memarahi lelaki itu dan memaki nya setelah sampai di atas sana.


"Paan" katanya dengan melepas kan pelukan lelaki itu


"Gw nyari lu gw kira lu gak mau ketemu setelah kejadian pagi itu gw mimpi lu ngehindarin gw lu benci sama gw gara-gara gw nyatain perasaan" dengan wajah yang sendu mata yang menanatap gadis nya


Syahsaa terkekeh dengan ucapan lelaki itu amarah nya tiba-tiba saja hilang setelah melihat lelaki itu di depanya,mengusap pipi lelaki itu dan tersenyum


"Itu cuma mimpi Pan gw udah terlanjur suka sama lu mana mungkin gw ngehindarin cowok gw sendiri tanpa sebab dan itu tidak akan mungkin"


lagi-lagi Ripan memeluk gadis nya rasa khawatir di dalam dirinya tiba-tiba saja muncul setelah mimpi itu,mimpi dimana Syahsaa menghindari nya dan menyuruh lelaki itu pergi dari kehidupan nya


"gw marah sama lu" ucap nya dengan melibat tangan di dada


Ripan mengangkat halis nya


"Kenapa apa salah gw" kembali dengan suara dingin nya


"lu gak peka napa gw sengaja jalan kaki biar bisa barengan ke sekolah tapi lu gak ngajak gw" balas nya dengan wajah kesal dan bibir cemberut


Ripan mengacak rambut gadis itu dengan gemas


"oh itu elu gw kira anak sd makanya punya badan jangan kaya bocah" menyuging kan senyuman dan tertawa


"apaaaa lu bilang iih gw marah sangat marah" tegas nya dengan membelakangi lelaki itu


Tiba-tiba saja Ripan memeluk nya membuat hati syahsaa berdetak maraton dan pipi nya memerah


"maafin gw yaa lain kali kalo lu mau bareng lu bisa bilang atau kirim pesan atau apalah jangan kaya tadi"


Syahsaa berbalik dan melihat Ripan dengan senyuman ia tak sanggup marah lebih lama lagi dengan lelaki ini ia memeluk dan menghirup parfum beraroma mint itu


"Mau gak pulang bareng"


dengan senyuman yang mengembang di bibir lelaki itu lalu mengacak rambut gadis nya


"Mauuu tapi gw gak bisa lama-lama disini gw harus bantuin si Novi gapapa kan gw tinggal"


Dengan wajah yang polos dan senyuman yang manis syahsaa memegang tangan Ripan


"Yaa gapapa jangan nakal" ucap nya dengan mencubit hidung gadis itu dengan gemas


Syahsaa melangkah pergi dan melambaikan tangan ia berhenti lalu berbalik melihat lelaki itu


"Jangaaan ngerokooo" teriak nya lalu berlari


"Waaawww kita sebut apa ini drama atau sinetron"


Suara lelaki itu membuat Ripan kembali ke wajah dingin nya berbalik dan melemparkan korek api ke arah lelaki itu


"Apa dia tau kita Pan"


kata lelaki itu dengan menatap ke arah lapangan yang di penuhi anak-anak yang sedang berlomba


"Setelah misi itu gw akan kasih tau dan gw akan bekerja layak nya orang diluaran lu bener Der gw juga sama gw iri sama mereka yang hidup nya normal tanpa dunia gelap"


Derren menghela napas dan tersenyum menepuk bahu Ripan yang sudah ia anggap kakak nya


"Gw mulai mencari keberadaan keluarga asli gw dari anak buah ayah dan kata nya ia hanya keluarga biasa menurut gw itu bukan masalah tapi ayah kandung gw pernah terlibat hutang sama ayah dody dan ayah gw gak bisa ngelunasin dia pergi,namun ayah dody menemukan nya gw di ambil dan yah sekarang gw di sini dibesarkan dengan dunia gelap"


Balas nya dengan panjang lebar menatap Ripan yang termenung mencerna kata-kata Derren


"Lu tau pan semejak lu mengenal gadis itu lu banyak berubah gw baru liat seorang Ripan tertawa lepas,manja dan senyuman yang tak pernah gw lihat sebelum nya gadis itu mengubah lu entah ke jalan yang benar atau salah"


Ripan menatap Derren dan tersenyum


"Banyak yang akan gw hadapi setelah Syahsaa berada di dalam hidup gw Der dan gw takut syahsaa seperti Kiara kekasih zey atau Jean kekasih Reza"


Derren menghadap Ripan dengan wajah yang tak di mengerti


"maksud lu Pan"


"Gw takut Syahsaa meninggal kan gw setelah ini setelah dia tau gw yang sebenarnya Der, gw gak mau hidup lagi dengan kegelapan dan gw bersumpah setelah misi ini selesai gw akan keluar dari dunia gelap ini dan menjalani kehidupan layak nya orang di luaran sana boleh kah gw bersama gadis itu menjalani sisa hidup gw"


Derren yang yang termenung menatap sosok lelaki yang notabe terkenal dingin dan kejam dalam hal misi nya ia melihat mimik wajah Ripand dengan ketulusan tertera di sana,baru kali ini ia melihat sosok Ripan yang sedikit rapuh dengan kata-kata terpanjang yang ia denger dari mulut seorang Ripan Alexsa.