There'S No Place For Me.

There'S No Place For Me.
Prolog



"Arrrggghhh, dasar janin sialan. Kenapa harus ada di dalam tubuhku?!" ucap wanita berusia 32 tahun sambil memukuli perutnya.


"Hana, cukup. Kau jangan memukuli perutmu, kasihan dia di dalam." ucap sang suami menghentikan aksi istrinya.


"Aku mau menggugurkannya, Mas. Dia tidak pantas di rahimku!" teriak Hana.


Memang benar, 4 bulan yang lalu kedua suami istri ini mengalami musibah. Hana mengalami perk*saan sahabatnya, ketika sang suami bernama Radit sedang ada perjalanan bisnis di luar kota.


Kejadian itu sangat cepat, karena sahabat Hana datang ke rumahnya dalam kondisi mabuk. Sedangkan Hana, sedang di rumah sendirian bersama putranya bernama Jean masih balita.


Sementara sahabatnya bernama Burhan, kabur entah kemana setelah kejadian itu. Penyebab pria mabuk adalah tunangannya yang kebetulan tinggal disebelah rumah Hana mengejek dia sebagai pria tidak normal, dan membuat pria baik itu marah.


Setelah kejadian itu, Hana mengalami depresi. Berkali-kali dia terus berteriak, ketika Radit memeluknya sampai anaknya masih balita ikut menjadi korban depresi Hana. Radit dengan sabar mendampingi Hana. Meskipun sang Ibu menyuruh Radit meninggalkan Hana.


Sampai pada akhirnya, Hana dinyatakan hamil oleh dokter. Membuat Radit terpukul, dan menerima kenyataan. Sementara Hana, dia tidak terima dengan kehamilannya ini.


"Aku janji, Hana. Setelah anak itu lahir, aku akan memberikan Jean seorang adik untuk menjadi temannya." ucap Radit dalam hati.


***


Beberapa bulan kemudian...


"Selamat ya, pak. Istri anda telah melahirkan seorang putri." ucap seorang dokter wanita keluar dari ruang operasi.


Semua yang menunggu Hana melahirkan, merasa senang karena adanya cucu perempuan pertama di keluarga mereka. Tanpa Radit ketahui, sang ibu melakukan tes DNA kepada bayi Hana yang baru lahir. Karena dia curiga, tentang kehamilan menantunya itu. Tidak sesuai dengan prediksinya. Karena seharusnya, usia kandungan Hana sekarang jika di hitung masih jalan 7 bulan. Namun kenapa ketika masuk operasi, kata dokter usia kandungan Hana sudah tepat 9 bulan 10 hari.


"Maafkan Oma, Nak. Karena sempat, tidak menerima kamu sebagai cucu Oma. Ternyata benar, kamu benar-benar cucu Oma yang cantik." ucap Nyonya Kusuma setelah membaca hasil tes DNA.


"Hana, kau jangan begitu. Kasihan anakmu, dia butuh ASI dari kamu." ucap Nyoya Gunawan kepada anaknya.


"Dia anak haram, Ma. Aku tidak mau menyusuinya," tolak Hana.


Namun tidak berapa lama, dokter menyarankan Hana memberikan ASI ekslusif kepada bayi Hana. Walaupun dengan perasaan terpaksa, Hana menyanggupinya agar ASInya di pompa untuk anaknya.


Di rumah sakit yang sama, ada wanita sudah melahirkan anak laki-laki. Dia juga merasa kasihan kepada bayi Hana karena Hana selalu terlambat memberikan ASI kepada anaknya.


"Nyonya Kusuma, kalau anda berkenan. Bolehkah saya menyusui cucu anda, selama menunggu susu dari Ibunya datang?" ijin Dinda kepada Nyonya Kusuma yang tak lain atasannya Dinda di Butik dia bekerja.


"Alhamdulillah, akhirnya ada yang membantuku. Terimakasih, Dinda." ucap Nyonya Kusuma kepada Dinda.


Dengan pelan, Dinda menggendong bayi mungil itu kemudian dia berikan ASI sementara.


"***** sama ibu dulu ya, nak. Nanti mamamu datang, bawa susu buat kamu." ucapnya halus sambil melihat wajah cantik bayi mungil itu.


Nyonya Kusuma dan Nyonya Gunawan hanya bisa menitikkan air matanya. Karena sulit sekali, membujuk Hana memberikan ASI kepada anaknya.


****


Bersambung....


...****************...


Hai semua, ini karya baru aku yang ketiga semoga kalian berkenan membaca. Terimakasih....