The Villainess Wants To Die

The Villainess Wants To Die
Ch. 9 – Pembicaraan Empat Mata



Verra buru-buru melangkahkan kakinya menuruni satu-persatu anak tangga, tergesa-gesa untuk menghampiri Gerion yang membakar barang-barangnya. Apa alasannya? Jika memang dalam hati Gerion tidak mau menampung Verra, seharusnya tidak usah dijemput saja. Tidak perlu sampai membakar barang-barangnya begitu!


Ara juga mengikuti langkah Verra, hanya saja Ara lebih berjalan santai daripada tergesa-gesa menyamakan dengan langkah Verra.


Verra langsung mendekati Gerion yang memandang kobaran api kecil yang menghasilkan sebuah asap hitam tipis mengepul diudara tersapu angin lalu.


"Om! Kenapa om Rion bakar barang-barang aku?!" Tanya Verra gusar. Dia merasa itu bukan barang-barangnya, tapi barang milik pemilik tubuh asli, dan dirinya hanya menumpang pada tubuhnya saja, ia merasa bertanggungjawab untuk hal-hal milik pemilik tubuh asli.


Ara yang datang mendekat langsung mengusap lembut puncak kepala Verra. "Mereka (keluarga Atkinson utama) itu sekumpulan orang orang jahat. Karena obsesi ingin menguasai EV Company, mereka melakukan banyak hal dengan memanfaatkan pewaris utama. Semuanya hanyalah tipu muslihat, yang ada di luar mereka berbanding berbalik dengan dalam diri mereka." Ucap Ara menjelaskan dengan lembut.


"Karena itu mereka selalu mengawasi Nona setiap detiknya. Dimana Nona berada, apa saja yang Nona bicarakan dan lakukan, semuanya diawasi secara diam-diam. Si busuk Atkinson (Tuan Xendra) itu memasangkan sebuah penyadap suara yang ukurannya sangat kecil dan tersembunyi di semua barang barang milik Nona. Bukan hanya itu saja, juga pelacak. Si busuk itu pasti akan mengetahui dimana Nona berada meskipun dalam radius ratusan kilometer. Aku selalu mengawasi Nona tanpa sepengetahuannya. Tidak kusangka mereka menggunakan cara-cara ekstrim seperti ini. Jika tahu akan begini, seharusnya dulu aku menghalanginya dengan berbagai cara agar mereka tidak membawa Nona." Jelas Gerion panjang lebar.


"Rasa kalah bersaing dan tidak mau kalah, si busuk menghalalkan segala cara. Bukti-buktinya sudah ada padaku, tapi untuk menuntut Atkinson ke jalur hukum sepertinya itu akan sangat sulit. Mengingat jika Atkinson juga termasuk dalam jajaran keluarga ternama kota ini. Mereka pasti punya banyak penyokong dibalik mereka. Sedangkan kita yang hanya seperti ini, meskipun aku adalah seorang pengacara ternama yang selalu menenangkan kasus namun belum tentu akan menang dalam persidangan jika berhadapan dengan Atkinson. Mereka terlalu kuat, tapi kita tidak akan diam begitu saja." Gerion mengepalkan tangannya, hanya mengingat sebagian bukti bahwa Atkinson berusaha melakukan sesuatu yang buruk kepada Verra saja membuatnya geram. "Bergerak diam-diam untuk melawan, melindungi Nona dari mereka." Lanjutnya.


Ah, sekarang aku mengerti kenapa mereka melakukan hal ini kepada barang-barang ini. Lebih baik membakar kejahatan daripada membersihkan satu-persatu kejahatan. Gumam Verra dalam hati setelah mendengar apa yang Gerion katakan kepadanya.


Untuk melindunginya, Gerion melakukan banyak hal agar bisa melawan secara diam diam, tapi Verra asli dalam novel malah selalu menghindari uluran tangan penyelamat. Penulisnya ingin merevisi keseluruhan isi novel.


Nyut.. Nyut... Kepala Verra seketika merasa sakit yang luar biasa. Kenapa ini? Verra reflek saja menyentuh kepalanya.


Tunggu! Apakah alasan Verra asli ingin mati adalah karena dia tau yang sebenarnya? Atau... Memang dia tidak punya tujuan hidup? Verra asli dalam novel hanyalah seorang antagonis, tidak pernah ditunjukkan bagaimana tentang dunia dari sudut pandangnya.


Verra duduk dengan menyilangkan kakinya, paha kiri berada diatas paha kanan. Sambil melipat kedua tangannya di depan dada, manik merah muda indah itu menatap pria berkacamata didepannya. "Jadi, apa yang ingin Tuan Gerion katakan sampai-sampai bersikeras menemuiku? Gara-gara Tuan Gerion, bajuku tertumpah minuman, dan harus berganti dengan pakaian tidak nyaman ini." Tidak ada keramahan dalam nada bicaranya, tersirat sebuah ketidaksukaan pada matanya. Dia tidak suka waktunya terbuang sia-sia.


Baru saja Verra berganti baju dengan kemeja kotak-kotak berwarna coklat dan celana jeans panjang. Dia baru saja ketumpahan minuman yang dibawakan oleh pelayan.


Gerion yang duduk tenang di seberangnya, keduanya saling berhadapan di sebuah meja, pria itu berkata. "Maaf jika saya mengganggu waktu bersantai Nona setelah ujian kelulusan, apa yang saya bicara itu sangat penting untuk Nona. Maaf juga untuk ketidaknyamanannya, Nona Verra."


"Lupakan. Kenapa Tuan, apa yang ingin kau bicarakan? Jika tidak penting maka aku akan pergi." Ujar Verra.


Sebuah ruangan di restoran hanya ada mereka berdua dan dua gelas minuman diatas meja. Sebuah restoran yang menyediakan ruangan khusus untuk suatu keperluan, biasanya disewa oleh para pekerja kantoran untuk menemui klien. Tempat ini sudah disewa oleh Gerion untuk berbicara dengan Verra, pembicaraan empat mata.


"Entah ini kabar baik atau buruk, saya telah menyelidiki tentang keluarga Atkinson utama, mereka itu orang jahat! Mereka hanya memanfaatkan Nona untuk menguasai EV Company, mereka hanyalah sekumpulan orang-orang bermuka dua." Gerion mengeluarkan beberapa berkas dan sebuah flashdisk dan meletakkan diatas meja, memberikannya kepada Verra.


Verra diam mendengarkan kata demi kata yang keluar dari mulut Gerion. Dia juga menatap berkas dan flashdisk yang ditunjukkan oleh Gerion. Diam bergeming.


"Mereka juga––"


"Cukup!!" Potong Verra sebelum Gerion menyelesaikan kalimatnya. Dia sudah tak tahan lagi dengan ucapan ucapan Gerion. "Jika Tuan hanya datang untuk mengatakan hal buruk tentang mereka seperti ini, lain kali jangan memaksaku untuk bertemu! Aku muak, Tuan!"


Verra menggertak, dia beranjak dari duduknya kemudian berjalan untuk keluar. Verra berjalan dengan kesalnya, wajahnya menunjukkan bahwa dia benar-benar kesal. Verra tidak suka jika 'keluarganya' dikatakan melakukan hal-hal buruk kepadanya, mereka sangat baik kepada Verra.


"Nona! Saya bersungguh-sungguh! Wasiat ayah anda yang menuliskan bahwa saya harus memastikan anda hidup dengan baik, tolong percayalah kepada saya!" Gerion menahan tangan Verra, membujuknya agar percaya dengannya.


Verra akhirnya keluar meninggalkan Gerion sendirian disana. Pergi dengan suasana hati yang buruk.


Dia mendapatkan ingatan pemilik tubuh asli lagi. Ini adalah yang kedua kalinya. Rasa sakit yang tadi adalah sebagai bayaran atas ingatan yang didapatkannya. Mungkin, dengan adanya suasana yang berhubungan dengan suatu ingatan yang hilang, ingatan itu kembali muncul. Dengan ini Zara yang berada di dalam raga Verra bisa bersikap selayaknya Verra asli dalam novel.


Ternyata begitu kejadiannya ya. Saat itu adalah hari setelah ujian kelulusan SMP, maklum saja jika Verra bersikap seperti itu, dia itu remaja labil. Gumamnya dalam hati.


"Ah, dan ya... Om dan tante tidak bisa menjenguk saat kamu kecelakaan, kami berada di luar negri karena mendengar adik laki-lakimu jatuh dari tangga." Gerion berucap membuyarkan lamunan Verra.


Apa katanya? Adik laki-laki? Memangnya tokoh antagonis ini memiliki saudara kandung?


Melihat wajah bingung Verra, Ara menjelaskan. "Verra punya adik laki-laki, usianya dua tahun dibawah Verra. Namanya Zayn Stevenson. Dia anaknya pemalu. Mungkin Verra akan mengingatnya nanti."


Gerion menambahkan penjelasan Ara yang masih kurang lengkap. "Adik laki-laki yang disembunyikan, dia adik kandungmu kok, bukan anak haram atau semacamnya. Saat orang tua kalian meninggal, usianya baru dua tahun. Zayn tinggal di mansion Stevenson yang ada di luar negeri. Tenang saja, Zayn hidup dengan aman dan nyaman tanpa gangguan disana."


Zayn? Namanya mirip dengan nama adikku dikehidupan lalu. Duh, apa aku harus menjadi kakak yang baik lagi dikehidupan kali ini? Pikir Verra yang mengingat sesuatu dari kehidupan pertamanya.


Adik laki-laki yang kurus dan tidak bisa bergerak banyak, kalau ada maunya selalu harus dituruti. Selalu tersenyum kepada Zara dan semua orang yang ditemuinya, walaupun tidak banyak. Itulah Zayn, Zayn Amethyst.


"Kenapa disembunyikan?" Tanya Verra.


"Jika keberadaannya diketahui oleh Atkinson utama, maka Zayn juga akan menjadi sasaran dimanfaatkan untuk menguasai EV Company. Makanya sejak lama memang disembunyikan. Awalnya tidak disembunyikan, hanya belu terekspos saja keberadaannya, tapi sekarang harus disembunyikan untuk mencegah berbagai kemungkinan terburuk." Jelas Gerion panjang lebar menjelaskan tentang alasan adik laki-lakinya disembunyikan.


Gerion menatap Verra dari balik kacamatanya. Gadis itu mengangguk-anggukkan kepalanya ringan kala mendengarkan penjelasan darinya. Dulunya Verra adalah pendengar yang buruk, tidak memperdulikan pendapat orang lain tentang dirinya. Tapi sekarang dia berubah menjadi seorang pendengar yang baik, seperti teman curhat yang setia. Dia menjadi lebih dewasa.


"Jadi, Nona mau tinggal disini berapa lama? Setelah mendengar kebusukan Atkinson, apakah Nona ingin kembali ke tempat itu?" Gerion bertanya untuk mengetahui apakah anak mendiang sahabatnya itu bisa memilih keputusan yang benar, keputusan yang menguntungkan orang yang mengambilnya dimasa depan nanti.


Verra tidak perlu berpikir berkali-kali untuk menjawab pertanyaan seperti ini. Meskipun kini ia sudah mengubah masa kini dalam novel, pasti masa depan novel juga berbeda. Walaupun berbeda, tetap saja tak jauh-jauh dari alur novelnya. Lagipula Verra asli bukanlah orang yang lama berpikir, sekali berpikir langsung memutuskan.


"Aku tinggal saja bersama Om dan Tante." Ucap Verra dengan tersenyum.


"Aku hargai keputusan baik Nona." Ujar Gerion senang.


Ara langsung memeluk Verra dengan erat, bahagia mendengar keputusan Verra yang memutuskan ingin tinggal bersamanya dan suaminya. "Selamat datang di rumah, Verra!"


Kehangatan yang Verra rasakan. Seperti inilah suasana rumah yang sesungguhnya.


\=×\=×\=×\=×\=×\=×\=


Oh iya, di eps lalu ada revisi dikit. Soal namanya Ara. Aku ubah marganya. Dari Arabella Kyle, jadi Arabella Kafella.