
Hari sudah semakin sore, sepanjang hari Verra hanya duduk diam di kamar (barunya) sambil menelusuri semua yang ada pada ponsel pemilik tubuh asli. Untung saja hanya layarnya saja yang harus diganti, isinya masih tetap utuh.
Kalau dilihat-lihat... Ini hp bagus loh, tapi menurut cerita novelnya Verra gonta-ganti handphone cuma gara-gara tergores dikit. Boros sekali. Tentu saja baginya itu adalah sebuah pemborosan, bahkan dikehidupan lalu dirinya memakai sesuatu apa adanya. Hp yang sudah dari SMP, digunakan sampai usia 25. Kadang-kadang ngelag, penyimpanan cepat penuh, tapi tetap digunakan. Zara tidak berani untuk meminta barang baru kepada orang tua angkatnya.
Verra menemukan sebuah tulisan tulisan keseharian pemilik tubuh asli, selain menulis di buku harian ternyata pemilik tubuh asli juga terkadang menulisnya pada catatan yang ada di ponselnya.
29 Desember
Dear diary, kenapa aku merasa kesepian ya? Kenapa mereka meninggalkanku sendirian? Paman dan bibi pergi ke luar kota untuk urusan bisnis, kakek juga pergi reunian bersama teman teman kuliahnya dulu. Cuma ada Geon saja yang ada dirumah. Itupun dia hanya seharian di kamar. Sedangkan Celine pergi bersama Theo yang menyebalkan itu. Jujur saja, aku membenci Celine sejak pertama kali melihatnya. Wajahnya... rasanya seperti mengejekku dan merasa dirinya paling tinggi dan aku paling rendah. Wajah polosnya ingin aku cabik cabik! Dia juga memonopoli perhatian seluruh anggota keluarga. Apakah kata Tuan Gerion itu benar?
"Tidak apa jika kau membenci pemeran utama wanita, karena kita satu jalan. Polosnya terlalu menyebalkan membuat orang lain ingin selalu marah. Bencilah orang lain, bencilah semua orang di dunia ini, kamu boleh membenci siapa saja. Asalkan jangan membenci dirimu sendiri, itu menyakitkan. Cintai dirimu sendiri, sayangi dirimu sendiri, hargai dirimu sendiri, tidak ada yang bisa memberikan cinta sebesar dan setulus kau mencintai dirimu sendiri." Ucap Verra kepada Verra yang asli. Apakah dia mendengarnya? Entahlah, dia juga tidak tau pasti apakah pemilik tubuh asli masih hidup atau tidak.
Verra terus membaca catatan yang ditulis oleh pemilik tubuh asli, tak sadar sampai dirinya sudah ke catatan terakhir.
1 Januari
Musim dingin yang indah, salju turun. Kembang api yang indah dengan cahaya warna warni di langit hitam. Entah kenapa tiba-tiba saja aku merindukan Papa dan Mama yang bahkan wajahnya tak lagi teringat karena terlalu lama pergi. Bolehkah aku mati?
"He?!!!! Mati? Plot yang menyimpang dari cerita asli!! Kenyataan yang tidak ada dalam novel, bahkan tidak diketahui oleh penulisnya sendiri! Wow, apa ini?!" Tentunya Verra terkejut dengan apa yang tertulis di kalimat terakhir.
Verra dalam novel diceritakan sebagai seorang gadis jahat yang iri kepada saudara angkatnya karena dikelilingi oleh pria pria tampan. Sedangkan dirinya selalu merasa terasingkan. Jahat, jahat, jahat, hanya itu yang orang lain tau tentang Verra.
Ada sesuatu yang tidak beres dengan keluarga ini, meskipun di tuliskan bahwa keluarga ini hanya memanfaatkan Verra tapi tetap saja seperti ada sesuatu yang tersembunyi. Otak kecil yang dulunya hanya dipenuhi dengan cara merawat adik yang baik itu kini berpikir keras.
Dirinya hanyalah 'Zara' yang terjebak dalam dunia novel, menjadi 'Verra'. Hanya beberapa ingatan yang tidak penting saja yang masuk ke dalam pikirannya, secara perlahan pasti seluruh ingatan pemilik tubuh asli akan menyatu dengannya. Apa yang menyimpang itu, Verra harus cari tau.
Verra merebahkan tubuhnya diatas ranjang empuk itu, kemudian memiringkan tubuhnya menghadap sebuah boneka teddy bear berukuran besar berwarna coklat yang ada dihadapannya. Telunjuknya bergerak, menoel-noel perut boneka beruang itu dengan malas.
Sekarang aku kembali tidak melakukan apa-apa. Bosan rasanya diruangan bernuansa biru langit ini sendirian. Dulu biasanya ia menemani adiknya sepanjang waktu, menemaninya mengobrol atau membaca cerita, membantunya makan, mengajaknya jalan-jalan dengan kursi roda di taman sekitar rumah sakit, keseharian yang sudah menjadi seperti bagian dalam hidupnya kini sudah tidak ada lagi setelah adiknya meninggal. Ia akui bahwa dirinya merasa kesepian, namun ini bukanlah dunianya. Ini hanyalah sebatas dunia novel. Dia yang menulisnya sendiri dengan kedua tangannya sendiri, merangkai kata demi kata menjadi sebuah cerita yang utuh. Alur cerita yang asal tulis yang penting selesai. Tidak menyangka jika dirinya bisa masuk ke dunia novel. Bolehkah dirinya menganggap dunia novel adalah dunianya sendiri?
Tok tok tok...
Terdengar suara ketukan pintu, Verra beranjak dari tidurnya dan kemudian berjalan kearah pintu. Tapi, siapa yang berkunjung? Penghuni mana yang inisiatif mengetuk pintu kamar Verra? Bahkan didalam novel aslinya, semuanya benci kepada Verra sampai ke tulang-tulang. Mereka jahat. Verra juga jahat.
"Verra, apa kamu sedang istirahat?" Suara lembut dan manis itu terdengar dari balik pintu. Tangan Verra yang akan membuka pintu terhenti, seorang yang paling dibenci oleh Antagonis. Celine Zealani Atkinson, sang pemeran utama wanita.
Tangan Verra menyentuh kenop pintu, pintu elektronik itu mendeteksi sidik jari Verra kemudian pintu terbuka setelah ditarik oleh tangan Verra. Manik merah muda berkilau Verra bertemu dengan manik hijau zamrud Celine yang dipasangkan dengan surai coklat gelap. Tatapan polos yang terlihat menyebalkan untuknya, Verra rasanya ingin membanting pintu tepat dihadapan Celine. Tapi, antagonis tidak boleh langsung bertindak kasar saat pertama kali bertemu protagonis. Harus ada alasannya.
"Kamu...?" Akting dimulai. Verra harus tetap bersikap seolah-olah dirinya amnesia, tidak ingat siapapun orang yang ada disekitarnya. Walaupun dirinya sudah tau bahwa gadis berusia 17 tahun didepannya ini adalah protagonis wanita.
"Aku, Celine Zaelani Atkinson. Aku sepupumu, Ver! Apakah kamu lupa denganku? Setiap pagi kita berangkat dan pulang sekolah bersama dengan satu mobil. Kamu... juga sering membantuku ketika aku kesulitan di sekolah. Kita juga sering bersama. Kita... sangat dekat... Masa, kamu tidak ingat padaku?" Celine menatap Verra dengan mata berbinar, bukan berbinar karena bahagia namun berbinar karena mengharapkan sesuatu. Aura positif yang dipancarkan dari wajah dan kelakuan protagonis wanita memang berbeda.
"Benarkah?" Apakah ada alasan untuk aku percaya padamu? Aku lebih mempercayai diriku sendiri. Apa yang Celine katakan adalah kebohongan, yah walaupun tak semua itu kebohongan. Celine mengatakan seolah-olah Verra adalah saudara yang baik, nyatanya Verra adalah penjahat yang selalu merendahkan bahkan merundungnya dihadapan banyak orang. Kepalsuan lagi.
"Tapi, perasaanku mengatakan bahwa kita tak sedekat itu. Disaat didalam ingatanku sedang tidak mengingat apapun, firasatku mengatakan bahwa kata hati adalah kebenaran. Memangnya, kamu meragukan perasaan yang tertinggal ketika ingatan hilang?" Ucap Verra sambil menatap gadis yang tinggi badannya lebih pendek beberapa centimeter darinya.
Memang benar jika Celine adalah protagonis wanita dalam novel, tapi sifatnya yang agak buruk sama sekali tidak mencerminkan protagonis yang baik hati. Celine aslinya sangat sombong tapi ditahan. Merasa dirinya paling tinggi dan orang lain paling rendah. Selalu mengunggulkan dirinya sendiri. Dalam novel aslinya juga, setelah kematian antagonis Celine tertawa bahagia merayakan matinya Verra.
"Ehh?" Celine terdiam membatu ditempat. Keringat dingin mulai bercucuran ketika Verra menjawab perkataannya dengan menatap matanya tanpa rasa apapun. Tatapan mata Verra terlihat kosong.
"A-anu... itu.." Bola mata bergerak kesana kemari, mencari-cari alasan untuk menjawab kembali saudara sepupunya. Bingung. Celine tidak bisa berpikir dalam keadaan terdesak.
Celine membuat dirinya sendiri terdesak. Kenapa dirinya harus berbohong sampai sampai Verra menanyakan hal itu? Celine bisa saja mengalihkan topik pembicaraan agar tidak menjawab perkataan Verra. Celine memang sombong dan agak licik di dalam hatinya, namun manusia manapun tidak akan bisa berpikir jernih dalam keadaan terdesak. Dan, Celine menganggap bahwa Verra adalah musuhnya.
Nggak seru ah, lama banget njawabnya. Verra malas menunggu Celine yang terdesak, lebih baik mengalihkan obrolan saja. "Bisakah kamu membawaku berkeliling mansion? Aku... Sedang bosan."
Celine langsung tersentak. Nada bicara Verra yang terdengar datar tanpa ada tujuan. Bukankah biasanya Verra akan membentaknya?
"O-oke..."
********
Yuhuu!!!!!!
Maaf nggak bisa rutin update π Lagi ada proyek novel lain, cuma selingan aja iniπ£ Yah... Update sesuai mood aja sih...
IG: @kuriyama.mirai_098
Follow aja kalau mau, blng aja klo mau follback π