The Villainess Wants To Die

The Villainess Wants To Die
Ch. 7 – Konflik Akhir



Jika novel cacat buatan Zara dilihat dari sudut pandang Verra, maka genrenya bukan lagi drama romansa melainkan tragedy-angst. Kenapa? Karena isi hati Verra yang berlawanan dengan sikap semena-mena nya ketika dihadapan orang lain. Yang paling menyedihkan bukanlah Celine yang merupakan anak angkat dan selalu menjadi sasaran kebencian Verra. Tapi, yang paling menyedihkan adalah Verra. Gadis kecil polos yang tidak tau apapun kehilangan kedua orang tuanya, dimanfaatkan selama bertahun-tahun hanya untuk mendapatkan apa yang seharusnya menjadi miliknya, orang-orang yang melindunginya secara diam-diam mati satu-persatu, dan... berakhir dengan kematian serta tidak mempunyai teman satupun.


Ada 3 orang yang tiada karena melindungi Verra. Yang pertama adalah anak pemilik sekolah yang diam diam menyimpan rasa kepada Verra, yang kedua adalah Pengacara kondang Gerion Miller, lalu yang ketiga adalah seorang wanita tua pemilik toko bunga yang membantu Verra sebelum ditangkap oleh pemeran utama pria.


Death flag.


Antagonis juga manusia yang makan nasi minum air, bukan robot yang tidak makan dan minum. Dia itu punya hati maka punya perasaan, tidak seperti para pemeran utama pria yang hatinya hanya untuk Celine dan tidak memiliki simpati untuk orang lain.


Bukan berarti disini membela antagonis, namun menurutku pribadi semua orang berhak mendapatkan kebahagiaannya sendiri.


Andai saja Verra asli dalam novel mengetahui semua ini, akankah dia menyelamatkannya?


*******


Dunia ini memang luas, terdapat banyak jenis manusia didalamnya. Kata orang... Orang baik itu hanya tinggal sedikit, sisanya adalah orang jahat. Dunia memang kejam, tapi apa itu cukup kejam jika untuk memanfaatkan seorang gadis polos yang haus akan kasih sayang?


Dalam novel aslinya, pengacara Gerion Miller adalah salah satu orang penting dalam keberlangsungan kehidupan Verra. Karena dia adalah pelindungnya, sebisa mungkin pengacara Gerion melindungi Verra dari jarak jauh. Verra sering kali membuat ulah di sekolah kepada protagonis wanita, memangnya para protagonis pria akan diam saja melihat orang yang disukainya ditindas oleh gadis jahat? Tidak terjadi apapun. Verra pikir kakek Xendra yang menyelesaikan masalah yang dibuatnya, tapi sebenarnya yang menyelesaikan masalah Verra adalah pengacara Gerion. Verra sama sekali tidak mengetahui hal itu.


Ini adalah novel cacat, novel tidak sempurna yang alurnya tidak jelas. Dramanya belum semuanya terselesaikan. Karena terlalu fokus kepada protagonis wanita dan protagonis pria, ada beberapa drama yang belum terselesaikan, sudah berakhir dengan happy ending protagonis wanita dengan pasangannya, dan yang lainnya tak happy ending.


Tidak adil.


Zara bukanlah penulis novel handal yang alurnya sangat bagus dan kekurangannya tertutup oleh kelebihannya, dia hanyalah seorang pembaca dan pengagum novel bergenre drama. Pada dasarnya juga Zara adalah lulusan SMA biasa jurusan IPA dengan nilai terbaik. Zara adalah seorang pejuang, berjuang hidup bersekolah mengandalkan beasiswa meskipun keluarganya termasuk keluarga mampu. Tidak ada yang mengetahui kenyataan bahwa Zara adalah anak angkat keluarga Amethyst. Padahal bisa saja Zara melanjutkan kuliah di Universitas ternama dengan kepintarannya, tapi kekangan orang tua angkatnya mengharukan melepaskan beasiswa dan menjaga adiknya setiap hari.


Drama yang belum terselesaikan... Misalnya penyelesaian masalah konflik akhir, Prof. Geraldine Kyle yang membuat para AI di seluruh negara ini menjadi kacau terkena virus, virus yang membuat para AI menggila dan saling bunuh membunuh antar AI. Banyak korban yang berjatuhan karena kekacauan AI ini. Dan... Disinilah kesalahpahaman antara protagonis wanita dan protagonis pria selesai. Bukti-bukti merujuk kepadanya, namun Prof. Geraldine Kyle tidak mengakuinya dan malah menyebutkan nama orang yang sudah lama meninggal. Juga kejelasan tentang kematian pengagum rahasia Verra yang dikatakan bunuh diri. Kematian Gerion Miller yang diberitakan kecelakaan maut.


Ini adalah novel cacat. Drama konflik yang belum selesai, mungkin bisa diselesaikan oleh sang penulis sendiri dengan menghadapinya sendiri.


Akan lebih baik jika aku mengikuti pengacara Gerion saja, tidak apa jika konflik rumah dilewati. Lagipula setting utama cerita ini adalah di lingkungan sekolah. Juga, aku bisa merasa aman dibawah perlindungan dari pengacara Gerion.


Baiklah, sudah aku putuskan.


Setelah berpikir selama beberapa saat, akhirnya Verra memutuskan. "Aku ingin ikut Om Rion, karena hanya om Rion saja yang aku ingat. Itu juga wasiat ayah, aku... mau."


"Sesuai keinginan anda, Nona. Mulai hari ini saya yang akan merawat anda, dirumah saya bersama istri saya!" Ucap senang Gerion.


Tuan Xendra panas dingin mendengarkan jawaban dari Verra. Laki-laki tua itu tidak ingin kehilangan emasnya, tidak mau kehilangan orang yang akan menjadi penambahan kekayaannya. "TIDAK BISA!!"


Brak!


Tuan Xendra memukul meja dengan tongkat yang selalu membantunya berjalan. Suara gebrakan yang tercipta begitu keras, tentunya itu menggema diseluruh ruang tamu yang luas ini. Juga mengagetkan dua orang yang sepertinya tidak mengerti apa yang dirinya khawatirkan.


Verra adalah pewaris utama EV Company, perusahaan yang berani-beraninya menyaingi ATKINS GROUP hanya dalam hitungan tahun yang singkat. Tuan Xendra tidak suka itu. Dia berambisi untuk menguasai EV Company melalui pewaris utamanya sendiri, membuat cara agar si pewaris menyerahkan EV Company dengan mudah tanpa perlu merebutnya dengan paksa.


"Kenapa? Memangnya kenapa aku tidak boleh pergi? Lagipula Om Gerion adalah sahabat Ayah sekaligus orang yang dipercayai oleh Ayah, aku akan aman bersamanya." Ujar Verra tenang setelah kaget Tuan Xendra menggebrak meja dengan tongkatnya.


Verra menghela napasnya pendek, rasa tidak aman ketika di mansion mewah ini membuatnya sesak. Hanya merasa aman ketika didekat Geon, hanya saja Geon tidak selalu berada dirumah. Jika ada peluang besar untuk keluar dari tempat menyesakkan ini, maka ia akan menggunakannya dengan sangat sangat baik.


Rasa tidak aman yang mengganggu, jika terus berada di zona tidak aman mungkin saja Verra bisa menjadi seperti mereka. Seperti kata orang, jika kau bertarung dengan iblis maka berhati-hatilah agar tidak menjadi seperti iblis itu. Tidak ingin balas dendam, karena tidak punya kebencian kepada mereka. Benci dan dendam hanya akan menghancurkan diri sendiri.


Seharusnya aku melakukan sujud syukur, karena Bibi Nita dan Celine sedang pergi. Jika mereka ada disini maka sudah pasti cara mereka mencegah aku pergi akan sangat merepotkan. Pikir Verra.


Tuan Xendra berpikir harus mengatakan apa lagi agar Verra tetap tinggal, beberapa saat kemudian laki-laki tua itu berkata. "Verra, aku sangat mengkhawatirkanmu. Sejak kecil kamu sudah tinggal disini, kami yang merawatmu seperti anak sendiri. Aku khawatir jika kamu jauh."


Khawatir jika peluang untuk menguasai EV Company melalui pewaris utamanya sendiri semakin mengecil. Lanjut Verra dalam hati yang sudah tau seperti apa kebusukan pria tua itu.


Verra mengulas senyuman lembut tentunya palsu seperti perhatian mereka kepadanya. "Tidak apa-apa, Kakek. Om Rion adalah kepercayaan Ayah, dan tentunya dia akan melindungiku memastikan aku aman. Benar kan, Om Rion?" Verra menoleh kearah Gerion.


"Tentu saja benar. Saya akan memastikan nona hidup dengan baik dan aman bersama saya." Ucap Gerion dengan senyuman profesionalnya.


"Nah, sekarang kakek percaya saja kepada Om Rion. Aku juga percaya kepadanya."


Tuan Xendra pasrah, tidak tau lagi bagaimana dirinya akan membujuk gadis yang merupakan pewaris utama sebuah perusahaan besar. Tidak apa, tidak sampai satu hari mungkin Verra akan kembali... "Baiklah, jika kamu ingin. Jangan lama-lama, kakek akan merindukanmu."


Bukan Verra yang menjawab, melainkan yang menjawabnya adalah Gerion. "Tidak perlu terburu-buru, jika nona mau lama ya silahkan jika mau sebentar juga tidak apa-apa. Pintu rumah saya selalu terbuka untuk nona kapanpun itu."


***********


Sudah beberapa menit setelah Verra dan Gerion keluar dari area mansion Atkinson. Verra duduk di kursi penumpang disamping pengemudi sedangkan Gerion duduk fokus menatap kedepan memegang kemudi.


Hening. Keduanya tak saling berbicara. Gerion fokus mengemudi dan Verra duduk sambil melihat keluar.


"Nona, kamu tak seperti biasanya. Bukankah lebih menyenangkan jika menghindariku? Kau kan lebih suka disana." Gerion membuka suara membuyarkan keheningan diantara keduanya. Tidak ada 'saya' dan 'anda'. Adanya 'aku' dan 'kau'. Gerion berbicara kepada Verra dengan santai.


Verra masih menatap keluar menjawab, "Aku tidak tau apapun. Hanya saja berada di mansion itu rasanya tidak aman, seperti di tengah-tengah hutan penuh dengan predator yang siap memangsa. Tidak aman, itu menyesakkan. Jadi apakah salah jika aku mengikuti Om Rion saja?"


Dalam novel telah Zara tuliskan bahwa Verra sama sekali tidak membenci Gerion. Tidak dijelaskan detailnya seperti apa kelanjutannya, Zara hanya menuliskan Verra tidak membenci Gerion.


Gerion mengulas senyum. Bukan senyum profesional yang kerap muncul untuk menghadapi orang-orang diluar sana, melainkan sebuah senyuman tipis yang membahagiakan. Bagaimana tidak bahagia? Akhirnya Gerion bisa menjalankan wasiat mendiang sahabatnya. Apakah kamu melihat itu, Stevan? Aku akan membuat putri sulung kesayanganmu ini selalu aman dan memiliki kehidupan yang baik.


Verra menoleh kearah Gerion yang sedang mengulas senyum tipis. "Apakah om Rion melakukan semua ini karena tugas om? Om hanya melakukan tugas saja kan?" Tanya Verra. Tidak... Ia hanya ingin memastikan bahwa Gerion itu benar-benar tulus menyayangi Verra. Tidak apa jika hanya melaksanakan tugasnya, yang penting ia bisa hidup baik dan aman saja.


"Tentu saja tidak. Aku sudah berjanji kepada Ayahmu jika aku akan merawatmu dengan baik, jika tidak ada Tuan Atkinson dari keluarga utama sudah sejak kecil kamu tinggal bersama Om dan Tante!" Balas Gerion dengan tetap senyumannya. Jika keluarga utama tidak mengambil Verra, sudah dipastikan bahwa Gerion dan istrinya tidak akan kesepian karena adanya Verra ditempat mereka. Mereka juga akan merawat dan membesarkan Verra dengan sepenuh hati seperti membesarkan anak sendiri. Tentu. Karena sudah belasan tahun menikah namun belum juga di karuniai momongan oleh Tuhan.


"Tante Ara juga pasti seneng banget kalau kamu datang. Kalau kamu tidak ingat sama tante Ara, dia itu istri Om!" Lanjut terang Gerion. Gerion sangat mencintai istrinya, selalu berjalan beriringan menuju masa depan dengan bergandengan tangan, keduanya saling mencintai dan melengkapi. Hanya saja tidak punya anak setelah belasan tahun menikah, tentunya itu menjadi kecaman bagi kerabat dan tetangga.


Tante Ara istrinya pengacara Gerion... Aku tidak tau apa yang terjadi kepadanya setelah kematian suaminya...