The Villainess Wants To Die

The Villainess Wants To Die
Ch. 2 – Verra Atkinson



Novel dengan judul Cinta Untuk Dirinya hanyalah sebuah novel drama romansa biasa. Menceritakan tentang Celine Zaelani Atkinson yang merupakan anak angkat keluarga Atkinson dan asmaranya dengan beberapa pria. Ada 4 pria yang menyukainya. Pemeran utama laki-laki yang dingin namun perhatian, adik kelas yang baik dan ramah, teman masa kecil yang tsundere, dan seorang teman sekelas yang pemarah. Berlatarbelakang di sebuah sekolah elite tahun 2061 masehi yang penuh dengan teknologi.


Tentunya cerita ini tidak akan lengkap tanpa hadirnya sang Antagonis sebagai bumbu asam-pedas alur cerita. Verra Atkinson. Dia adalah gadis jahat yang sering mengganggu pemeran utama wanita.


Setelah kejahatan Verra terungkap, orang-orang yang mencintai Celine bersatu untuk membunuh Verra. Verra mati dengan cara yang bisa dibilang sangat sangat menyedihkan, di siksa oleh pemeran utama pria lalu jasadnya dibuang di pinggir hutan saat hujan salju.


Benar benar menyenangkan ya sepertinya, menjadi penjahat yang dibenci lalu mati dengan tragis.


Lagipula Zara Amethyst dan Verra Atkinson itu sama, sama-sama tidak ada yang mencintai. Bedanya adalah Zara selalu diam tak melawan kebencian untuk mendapatkan kasih sayang. Sedangkan Verra menggunakan cara yang salah untuk mendapatkan perhatian, dan itu malah membuatnya tiada dengan tragis.


Baiklah, sekarang kembali ke cerita awal. Hasil pemeriksaan dokter mengatakan bahwa kepalaku baik baik saja, padahal benturan yang dialami Verra yang asli dua minggu yang lalu itu cukup parah, sebuah keajaiban bisa baik baik saja setelah bangun dari koma. Dinyatakan amnesia.


Tau reaksi para anggota keluarga Atkinson? Mereka berbondong-bondong bersamaan mengunjungiku satu persatu dengan wajah sedih.


"Verra, apakah kamu tidak ingat bibi? Kamu sangat menyukai kue buatan bibi."


"Syukurlah kamu baik baik saja, kami sangat khawatir! Tapi.. kenapa bisa menjadi seperti ini..?"


"Verra! Apakah kamu sungguh tidak mengenaliku? Dulu kita sering berangkat sekolah bersama!"


"Verra... Ingat pada kakek? Setiap berangkat dan pulang sekolah, kamu selalu menemui kakek."


Menyebalkan. Sangat sangat menyebalkan melihat wajah sedih yang dibuat-buat itu. Jujur saja, kalian jika mendaftarkan diri di ajang pencarian aktor baru pasti kalian akan menjadi kontestan terbaik. Bahkan akan mendapatkan piala penghargaan aktor terbaik. Akting kalian benar-benar sangat menakjubkan! Aku bisa belajar banyak tentang akting dari kalian.


Wajah wajah yang menunjukkan perhatian palsu, sebenarnya mereka sangat membenci Verra dalam novel. Orang tua Verra bukan berasal dari keluarga Atkinson utama, namun bisa mendirikan sebuah perusahaan yang lebih besar dalam waktu beberapa tahun dari pada yang diwariskan 5 turunan milik keluarga Atkinson utama. Mereka ingin merebutnya dari Verra yang tidak punya orang tua lagi, mereka membuat kedua orang tua Verra kecelakaan dan tiada. Dipikir mudah mengambil harta orang tua Verra, nyatanya tak semudah itu. Makanya mereka berpura-pura seperti sekarang dihadapanku karena ingin harta kekayaan mendiang orang tua Verra.


Verra tidak peduli dengan pewaris perusahaan ayahnya atau harta ayahnya, jadi aku tak perlu peduli kepadanya. Silahkan ambil saja semua harta dan kekayaannya, aku tidak peduli. Ambil, ambil saja sebanyak-banyaknya, aku tidak keberatan.


Ah, sial. Ramai sekali di dalam sini. Rasanya ingin muntah mendengar kata kata manis yang tersimpan kebencian, wajah penuh perhatian palsu, serta senyuman yang.. egh.. terlalu menjijikkan sampai sampai aku tidak bisa mendeskripsikannya.


"Tolong keluar, aku ingin tidur." Muak. Entah bagaimana aku lebih merasa kehidupanku yang sebelumnya itu lebih baik daripada kehidupan ini.


"Bener kamu tidak apa apa?" Tanya seorang wanita dewasa yang menunjukkan raut khawatir dibuat-buat.


"Tolonglah! Aku ingin sendirian!" Aku sedikit meninggikan suaraku, hanya untuk sebuah gertakan kecil agar mereka keluar. Disini ada pasien yang baru satu hari bangun dari koma, memangnya boleh menjenguk beramai ramai membuat ruangan ini sesak?!


Mereka keluar satu persatu, tidak ada yang berbalik hanya untuk melihat wajah pasien ini. Benar ya, kepalsuan mereka sangat jelas dari tingkah sehari-hari dan gelagat mereka.


Huh… Aku bahkan belum sampai 48 jam di dunia novel ini sebagai Atkinson, mereka sudah secara tidak langsung menunjukkan kebencian mereka terhadap diriku. Lihatlah wajah itu, topengnya sangat tebal mereka belajar dari mana ya? Iri sekali dengan mereka yang bisa berpura-pura dalam jangka waktu yang lama, bahkan sampai bertahun-tahun. Kalau mereka berpura-pura dan membohongiku maka aku juga akan membohongi mereka. Tenang saja, semua harga kekayaan mendiang orang tua Verra akan jatuh ke tangan kalian. Aku tidak peduli.


Lebih baik aku tidur saja...


...****************...


"Tolong... aku... Aku... kedinginan..."


"Ughh... siapapun… tolong…aku…"


"Maaf... Aku salah... Semuanya adalah kesalahanku.. Aku mohon siapapun selamatkan aku... Tidak... Aku tidak mau mati... Aku akan meminta maaf kepada Celine... Pasti... Makanya, tolong selamatkan aku... Aku kedinginan.."


Apa ini adalah bayangan Verra sebelum meninggal? Dibawah hujan salju, diantara tumpukan salju putih, seorang perempuan terlungkup. Kesadaran Verra sepertinya masih tersisa. Bagaimana mungkin? Aku menuliskannya bahwa Verra dibuang ke pinggiran hutan. Ternyata ada persimpangan sedikit dalam alur cerita ini. Verra belum meninggal ketika dibuang saat hujan salju, dan detik detik kematiannya Verra terus menerus mengatakan kata maaf. Sebagai penulis novel ini, aku tidak pernah menuliskan bagian Verra meminta maaf seperti ini.


Ah iya, entah bagaimana aku bisa ada disini. Ditengah hujan salju dengan tubuh kehidupan lalu yang transparan, menatap masa depan pemilik tubuh yang asli. Menyedihkan sekali.


Verra sejak tadi hanya menyebutkan maaf maaf dan maaf, aku bosan mendengar hal itu.


"Setidaknya... tolong siapa saja temani aku... Sendirian seperti ini... rasanya sangat menyakitkan..."


"Seperti ini... ini karena aku jahat... Aku benci ini!"


Kau kacau sekali, Verra. Apakah kau memanggilku untuk menggantikanmu? Kamu ingin aku mencarikan teman agar ada orang yang menemanimu ketika kau mati? Kenapa kau memilihku? Apakah karena aku tidak memiliki penyesalan apapun dalam hidupku?


Aku melompat dari gedung untuk bunuh diri itu adalah keinginanku sendiri, bukan karena dorongan dari orang lain ataupun karena penyesalan. Karena sudah tak ada lagi yang bisa aku lakukan, makanya aku memutuskan untuk mengakhirinya saja.


Beberapa saat kemudian, Verra tak bergerak. Dia sudah mati. Aku jongkok dan membelai kepalanya walaupun tangan ini menembusnya, tapi hanya seorang teman saja tidak masalah kan? Aku tidak pandai dalam berteman. Satu saja tidak masalah...


Pada dasarnya Zara dan Verra itu sama, sama-sama ingin dicintai namun tak dicintai. Sekarang aku adalah Verra Atkinson, seorang antagonis dalam novel romantis yang aku buat sendiri untuk dibacakan kepada adikku yang sedang sekarat.


Tidak apa, aku hanya perlu menempati tubuh Verra sampai waktunya tiada. Sampai waktu itu datang, setidaknya aku akan mencari seorang teman untuk memenuhi keinginan terakhir Verra.


******


Hi guys! Saya disini sebagai author cerita ini. Mungkin akan ada beberapa part yang agak rumit, seperti flashback. Nah, karena jika melihat dari sudut pandang pemeran utama saja, saya merasa agak kurang nyaman karena biasanya saya menggunakan POV orang ketiga, yaitu saya sendiri. Dua Chapter menggunakan POV pemeran utama sebagai perkenalan, seterusnya akan menggunakan POV author, mungkin ada beberapa chapter khusus yang menggunakan POV pemeran utama.


Salam hangat,


Kuriyama Mirai