
Pagi itu Laville membersihkan rumahnya setelah Violet dan Lian pergi. Setelah selesai membersihkan rumahnya, Laville langsung berganti pakaian.
Dia memakai kemeja putih, dasi kupu-kupu, dan setelan jas berwarna coklat peninggalan ayahnya. Dia juga memakai topi top yang terbelah dua dengan warna yang sama.
Setelah selesai berganti pakaian, Laville kemudian keluar dan menunggu kereta untuk pergi ke Zouthern Street.
…
Setelah setengah jam perjalanan, Laville turun di persimpangan di dekat area Zouthern Street. Setelah itu dia melewati jalan kecil untuk memotong jarak.
Setelah sampai, dia langsung membuka pintu dan naik ke lantai dua, di sana dia mengobrol menemani Claire dan Rick. Setelah mengobrol dan bermain kartu selama setengah jam, dia kemudian melihat arloji sakunya.
Setelah itu dia pergi ke ruangan Dunn, setelah berada di depan pintu, dia kemudian mengetuk pintu itu.
Tok! Tok! Tok!
Setelah itu suara Dunn yang dalam terdengar dari dalam, “Masuklah!”
“Selamat pagi kapten.”, Laville memberi salam sambil sedikit membungkuk. Setelah itu Dunn bertanya, “Apakah ada urusan lain sehingga kamu datang lebih awal?”
Laville pun mengangguk, dia kemudian bertanya, “Bisa dibilang begitu. Tapi kapten, apakah kamu menemukan informasi dari penyusup itu tentang buku catatan itu?”, Dunn mengalihkan pandangannya ke arah Laville, “Sayangnya, tidak.”
Dunn kemudian kembali mengerjakan dokumen-dokumen di depannya, dia lalu melanjutkan, “Bukankah sudah aku bilang padamu untuk tidak terlalu berharap?”, Laville kemudian menjawab, “Itu benar, tapi bukan itu yang ingin aku katakan.”
Dunn kemudian bertanya, “Lalu apa yang ingin kamu katakan?”. Setelah itu Laville mengatur kata-katanya, “Sebenarnya aku merasakan sesuatu yang aneh tadi malam.”
Setelah itu Dunn menatap Laville dan bertanya, “Apa itu?”
Laville kemudian menjawab dan menjelaskan kepada Dunn tentang yang dia rasakan, “Sebenarnya sebelum penyusup itu datang, aku terbangun secara tiba-tiba. Namun itu bukan bangun seperti biasa. Aku merasakan seperti ada suatu perasaan yang familiar dan aneh. Aku merasa seperti sesuatu yang menakutkan menunggu atau mengawasi ku.”
Mendengar pernyataan itu, Alis dan kening Dunn mengerut, dunn kemudian bertanya, “Kapan itu terjadi?”
“Tadi malam sebelum aku memutuskan untuk tidur kembali dan dibangunkan oleh mu, kapten” Jawab Laville kepada Dunn.
Setelah itu Dunn menghela nafas lega, “Kamu benar-benar beruntung, atau haruskah aku katakan bahwa dewa melindungi mu?” Saat itu Dunn tersenyum dan sedikit tertawa. Laville tidak memahami apa maksud Dunn, dia lalu bertanya, “Maaf?”
Dunn pun menjelaskan kepada Laville garis besarnya, “Apakah kamu tahu, benda-benda yang memiliki kekuatan mistis yang gereja sebut sebagai artefak tertutup adalah benda yang sangat berbahaya. benda-benda itu memiliki kekuatan yang hebat namun juga seringkali berbahaya bagi penggunanya.”
Laville memahami beberapa hal, setelah itu dia mencoba bertanya, “Jadi yang aku rasakan sebelumnya adalah efek dari aku yang pernah menggunakan buku catatan itu?”
Dunn menggelengkan kepalanya, “Tidak-Tidak juga, itu lebih seperti kamu diawasi oleh buku itu atau kemungkinan lain adalah orang lain yang memegang buku itu.”, Mendengar kenyataan tersebut, Laville sangat terkejut.
“Jadi apakah akan ada masalah yang terjadi dalam waktu dekat?”, Tanya Laville khawatir, dia khawatir masalah ini akan mengakibatkan keluarganya terseret ke dalam masalah.
Dunn menggelengkan kepalanya dan berkata, “Tidak-Mungkin tidak dalam waktu dekat. Karena itulah penting bagi kita untuk segera menemukan jejak dari buku catatan itu.”
Laville mengangguk setuju dengan wajah yang tegas. Tiba-tiba Dunn memberikan sebuah amplop kepada Laville. Dia kemudian tersenyum sambil menatap Laville, dia lalu berkata, “Bukalah!”
Laville kemudian membuka amplop itu dengan hati-hati, sebelum benar-benar membukanya, dia berhenti dan bertanya, “Apa ini?”, Setelah itu Dunn menjawab, “Kau akan tahu setelah membukanya.”
Laville pun membukanya, itu adalah surat dari petinggi gereja disertai cap dari kepolisian. Surat itu bertuliskan tentang kenaikan posisi Laville disertai dengan kenaikan gaji. Melihat itu, dia sangat senang dengan kenaikan gajinya.
Dia kemudian bertanya kepada Dunn, “Apakah ini sungguhan?”, Dunn dengan mata abu-abunya tersenyum dan menjawab, “Itu benar. Namun ada hal lain yang tidak tertulis di surat itu.”
Laville kemudian merasa bingung, dia kemudian bertanya, “Kenapa tidak ada di surat?”, Dunn kemudian menjawab, “Hanya untuk keamanan.”
“Keamanan?”, Tanya Laville kebingungan. Dunn kemudian langsung memberitahu Laville hal yang tidak ada dalam surat tersebut.
“Gereja telah memberimu sebuah tawaran untuk menjadi beyonders.” Ucap Dunn dengan nada yang tegas dan dalam. Laville lumayan sedikit terkejut mendengarnya, “Menjadi beyonders? Sungguh?”
Dunn mengangguk, “Iya, namun seperti yang pernah aku katakan menjadi beyonders memiliki tanggung jawab dan resiko yang sangat besar.”
Laville mengangguk, “Iya, aku masih ingat itu. Tapi apakah itu berbahaya?”, Tanya Laville untuk memastikan. Dunn Stein kemudian menjawab, “Resiko berarti bahaya.”, Setelah mendengar itu, Laville mengangguk setuju.
“Kamu bisa memikirkannya nanti, kamu masih punya waktu untuk membuat keputusan sampai besok kamis. Lalu… Ini adalah daftar urutan beyonders yang gereja bisa berikan kepadamu. Ngomong-omong, kurasa gereja memiliki pandangan yang baik padamu.”, Ucap Dunn sambil tersenyum.
Laville kemudian bertanya, “Apa maksud dari pandangan baik padaku?”, Dunn kemudian menjawab dengan singkat, “Kamu akan tahu setelah membacanya.”
Kapten, kenapa kamu terdengar agak menyebalkan hari ini?
Ataukah karena promosiku yang begitu cepat?
Setelah itu Laville melihat perkamen kulit yang diberikan oleh Dunn. Di situ tertulis:
-Urutan 10: Seer. -Urutan 10: Marauder. -Urutan 10: Apprentice. -Urutan 10: Mystery Prayer. - Urutan 10: Hunter.
Apakah memang sebanyak ini yang dimiliki oleh satu gereja?
Laville kemudian bertanya kepada Dunn dengan rasa ingin tahu, “Apakah biasanya memang sebanyak ini?”, Tanya Laville penasaran.
“Jadi aku harus memilih salah satu?” Tanya Laville singkat. Setelah itu Dunn menjawab, “Iya, kamu hanya dapat memilih satu.”
Lalu Laville bertanya lagi, “Hanya satu? Kenapa hanya bisa memilih satu? Bagaimana jika suatu saat ingin berganti ke urutan yang lebih tinggi.?”
Mendengar itu, Dunn sedikit mengerutkan alisnya, dia lalu bertanya, “Bagaimana kamu mengetahui ada urutan yang lebih tinggi?”, Merasa dirinya sedang dicurigai, Laville kemudian membuat alasan yang telah dia ketahui, “Bukankah disini tertulis ‘Urutan 10’ yang berarti ada urutan lain yang lebih tinggi, seperti sembilan atau sebelas?”
Dunn kemudian mengangguk dan menghilangkan kecurigaannya setelah mendengar alasan yang cukup masuk akal. “Kamu memiliki kemampuan penalaran dan analisa yang cukup bagus.”
Laville kemudian tersenyum dan berkata, “Terima kasih atas pujiannya.”
Setelah itu Dunn menyuruh Laville untuk kembali, “Baiklah, kamu bisa pergi sekarang.”, Setelah itu Laville langsung pergi ke arah pintu, namun setelah membuka pintu, dia berhenti dan menunggu sesaat.
Dunn yang melihat itu kemudian bertanya, “Ada apa?”, Laville kemudian langsung menjawab, “Apakah ada hal lain yang belum kamu sampaikan kapten?”, Lalu Dunn menjawab, “Tidak-tidak ada.”
“Sungguh?”, Tanya Laville, Dunn pun menjawab, “Iya.”, Setelah itu Laville benar-benar pergi.
Laville kemudian pergi ke ruangan milik Claire, di sana Claire bertanya kepada Laville, “Hai Laville, apa yang kamu lakukan di ruangan kapten setiap kali kemari?”
“Aku? Aku hanya memberikan laporan kepada kapten.”, Jawab Laville. Setelah itu Claire kembali bertanya, “Bahkan sekarang?”.
Laville kemudian menjawab, “Tidak, kali ini aku mendapatkan promosi dan kenaikan gaji.”, Pada saat itu, Claire terkejut tidak percaya, “Apa?! Bagaimana mungkin, aku bahkan sudah bekerja di sini selama sepuluh bulan hanya pernah menerima kenaikan gaji satu kali, dan kamu yang baru saja bergabung beberapa hari mendapatkan kenaikan gaji sekaligus promosi? Dunia ini benar-benar tidak adil!”
Mendengar itu Laville menjadi merasa agak tidak enak, dia kemudian mencoba memberikan alasan kenaikan gajinya, “Tenanglah, mungkin aku hanya beruntung. Kenaikan gaji ku kali ini juga berkat penyusup dari sebuah organisasi rahasia yang menyusup ke rumahku untuk bersembunyi.”
Claire terkejut, dia kemudian bertanya, “Jadi apakah ada korban?”, Alis Laville agak mengerut, “Apakah biasanya memang ada korban?”
“Tidak-tidak juga, namun ku dengar kebanyakan dari mereka sangat kejam dan beberapa bisa menggunakan manusia sebagai alat mereka untuk melakukan sesuatu. Katanya mereka seringkali membunuh saksi mata yang mengetahui yang mereka lakukan.” Jawab Claire dengan cemas.
Kemudian Laville mengangguk dan menjawab, “Kalau begitu aku sangat beruntung karena aku tidak terbunuh.”, Claire merasa lega mendengarnya. Namun setelah itu Laville memberitahu Claire tentang penawaran dari gereja.
“Ngomong-ngomong aku mendapatkan penawaran dari gereja untuk menjadi beyonder.” Seru Laville, Claire agak terkejut mendengarnya, “Kamu mendapatkan tawaran menjadi beyonder? Ku dengar itu sangat berbahaya, kamu bahkan bisa kehilangan kendali dan menjadi monster!”
“Iya, aku tahu itu.” Jawab Laville singkat, setelah itu Claire kembali bertanya, “Dan kamu masih ingin menjadi beyonders?”. Laville kemudian menatap Claire, dia kemudian menjawab, “Sebenarnya aku belum memutuskannya.”
Setelah itu Claire mencoba untuk membujuk Laville untuk tidak menjadi beyonder, “Kenapa kamu tidak menjadi pegawai sipil saja? Kamu juga akan mendapatkan gaji setidaknya sekitar seratus enam puluh Pound setelah kenaikan gajimu, di sini juga lebih aman!”
Laville menghela nafasnya dan menjawab, “Itu benar, namun masalah yang berkaitan dengan beyonders padaku juga masih belum selesai, aku juga harus mempunyai kekuatan untuk mencegah keluargaku terluka jika insiden itu kembali lagi.”
Namun Claire bersikeras untuk membujuk Laville agar tidak menjadi beyonder, “Tapi, bukankah kamu bisa meminta bantuan anggota beyonder dari Mystery Hand yang lain?”
“Itu, memang benar, karena itu kita perlu melihat dulu. Kalau begitu sampai jumpa besok Claire!” Jawab Laville singkat, dia memberi salam lalu pergi.
“Kamu ingin pergi?” Teriak Claire, setelah itu Laville menjawab, “Iya, aku tidak ingin melewatkan petunjuk yang bisa membuat gajiku naik lagi.”
“Tunggu, apa?” Claire agak bingung dan heran. Namun setelah itu dia membalas, “Baiklah, berhati-hatilah!”
“Tentu.”, Jawab Laville singkat, dia sedikit membungkuk dan meletakkan topinya di depan. Setelah itu dia langsung pergi kembali ke rumah.
…
Setelah sampai di rumahnya, Laville berkeliling area apartemen dan juga are di sekitar, namun dia tidak menemukan petunjuk yang berguna.
Apakah jejak dari buku itu telah menghilang lagi?
Laville terus dan terus mencari, namun dia tidak menemukan apapun. Setelah mencari selama lebih dari satu jam, dia memutuskan untuk berhenti, saat dia kembali ke apartemennya, dia melihat seorang kurir pos.
Laville kemudian mendekat dan bertanya, “Permisi, adakah yang bisa saya bantu?”, kurir itu sedikit terkejut, dia kemudian menjawab, “Ah, aku ingin mengirimkan surat ini ke seseorang yang bernama Laville Maurly, apakah anda kenal? Jika iya saya ingin meminta tolong untuk memberikannya.”
Untuk ku?
Laville penasaran siapa yang mengirimkan surat itu, Laville lalu menjawab kurir itu, “Itu saya sendiri, aku adalah Laville Maurly.”
“Begitukah? Kebetulan sekali, kalau begitu ini surat anda tuan.”, Kurir itu menyerahkan surat itu kepada Laville. Setelah menerima surat itu dia kemudian bertanya, “Siapa yang mengirim surat ini?”
Kurir itu berpikir beberapa saat sebelum menjawab, “Saya juga kurang tahu, tapi sepertinya itu dari seseorang dari Universitas Vhey.”
Laville kemudian mengangguk dan berterima kasih kepada kurir itu. Dia kemudian langsung membukanya. Surat itu berasal dari profesor Alden, di surat itu tertulis bahwa dia harus pergi ke rumahnya untuk menerima hasil dari wawancara.
Lebih cepat dari perkiraan?
Kurasa itu adalah hal yang bagus.
Setelah itu Laville langsung pergi ke rumah Professor Alden di North Brought.
…