
Tak! Tak! Tak!
Suara langkah kaki bergema saat Laville menaiki tangga. Setelah beberapa langkah, Laville akhirnya sampai di sebuah pintu berwarna merah.
Laville saat ini berada di sebuah ruangan, di sudut kanan terdapat dua buah sofa panjang berwarna kuning kecoklatan.
Mungkin kah sofa itu digunakan untuk tamu duduk? Mungkin ruangan ini adalah ruang tunggu…
Setelah itu Laville kemudian beralih untuk membuka pintu dan mendorongnya perlahan, dia melihat seorang wanita berusia awal dua puluhan dengan sikap ceria, dia memiliki rambut coklat, kulit putih, dan mata berwarna coklat muda.
Gadis itu sedang membaca sebuah koran yang diterbitkan oleh Brecklund News, gadis itu terkejut lalu membaca koran itu dengan tiba-tiba dan dengan keras sampai Laville bisa mendengarnya di jarak empat meter.
“Area pertambangan di pegunungan Serosa kembali digali setelah sekian lamanya. Hmm, wau apa ini, para perancang berencana membuat jenis pakaian baru untuk mengatasi perubahan tipe iklim di daerah kerajaan Leon dan kerajaan sekitarnya, semoga mereka membuat desain pakaian yang indah… Oh maaf aku hanya sedang… Tunggu siapa kamu?" Wanita itu syok dan agak tidak fokus saat menanyakannya.
Setelah itu, Laville tersenyum dan berjalan mendekat, dia sedikit membungkuk dan memberi salam, setelah itu dia berkata, “Saya Leville Maurly. Aku kesini atas undangan dari Dunn Stein.” Gadis itu kemudian menjawab, “Namaku adalah Claire, aku adalah
“Dari kapten? Baiklah tunggu sebentar, kapten sedang berada di gerbang Canish saat ini, aku akan memanggilnya.” Ucap wanita itu kepada Laville. Laville kemudian menjawab, “Baik.”
Gerbang Canish? Tempat seperti apa itu kira-kira?
Dalam beberapa saat, wanita itu kembali dan berkata, “Tuan, kapten saat ini berada di ruangannya. Kamu bisa pergi ke sa melalui jalur itu.” Kata wanita itu sambil menunjuk ke arah kiri ruangan.
Laville kemudian berterima kasih dan menuju ke ruang kapten dengan dipandu oleh gadis itu, setelah beberapa langkah yang cukup panjang, dia akhirnya menemukan ruangan yang merupakan ruang kapten. Laville kemudian mengetuk pintu itu tiga kali, setelah itu suara Dunn Stein terdengar, “Masuklah!”
Laville kemudian menjawab, “Baik.” Kemudian mendorong pintu itu dengan agak kuat, dia kemudian melihat sosok pria berusia tiga puluhan namun terlihat seperti berusia empat puluh tahun dengan mata abu-abu yang dalam, itu tidak lain adalah Dunn Stein.
Laville kemudian sedikit membungkuk dan memberikan hormat. Setelah itu suara Dunn terdengar lagi, “Jadi, apa keputusanmu?” Laville pun kembali ke posisi semula dan berkata, “Aku menyetujui tawaran untuk menjadi anggota sipil Mystery Hand.”
“Begitukah, itu bagus. Kalau begitu bacalah dan tanda tangani perjanjian ini jika menurutmu sesuai! Heh, sekarang ini orang-orang suka menyebutnya dengan ‘kontrak’.” Ucap Dunn Stein. Laville kemudian menandatangani formulir itu dengan mengisi nama dan tempat tinggal lalu menyerahkannya kembali ke Dunn Stein.
Setelah itu Dunn Stein berkata, “Kalau begitu selamat anda telah menjadi bagian dari kami.”
Laville kemudian bertanya kepada Dunn Stein saat berjabat tangan, “Ngomong-ngomong, aku tidak menyangka anda akan menggunakan nama ‘Whitethorne Security Company sebagai nama samaran. Jadi bagaimana jika ada yang menyewa layanan keamanan?”
Dunn Stein pun menjawab, “Itu tidak masalah karena itu juga masuk sebagai pekerjaan. Tidak ada alasan untuk menolaknya, lagipula kita juga membutuhkan uang, dan uang dari pekerjaan itu dapat menjadi gaji bonus, jadi semua sama-sama diuntungkan.”
Dunn Stein kemudian melanjutkan, “Sebenarnya kami juga memiliki sebuah papan pengumuman yang berisi bahwa kami adalah anggota bagian dari kepolisian yang anggota pertama adalah polisi biasa.”
Setelah itu Dunn Stein berkata, “Kalau begitu selamat anda telah menjadi bagian dari kami.” Lalu Laville mengajukan pertanyaan, “Kalau boleh, bisakah kamu memberitahuku seperti apa yang dimaksud dengan kehilangan kendali itu?”
Dunn Stein pun menjawab, “Kehilangan kendali dialami oleh para beyonders, mereka menjadi gila dan tubuh mereka berubah menjadi seperti monster. Mereka bisa berubah menjadi seperti iblis atau bahkan melebihi iblis itu sendiri, itulah yang disebut dengan kehilangan kendali.”
“Jadi begitu… Baiklah terima kasih itu saja yang ingin kutanyakan.” Balas Laville, setelah itu Dunn memperbolehkannya untuk kembali, “Baiklah, kamu bisa kembali sekarang.”
Laville pun berbalik dan bergumam. Hanya begitu saja dan selesai? Sudah selesai?
Setelah itu, tiba-tiba Dunn Stein memanggil Laville, “Tunggu sebentar!” Laville pun menjawab, “Iya kapten, apakah ada hal lain?”
Kapten Dunn Stein kemudian berkata, “Kamu tentunya tidak bisa bekerja dengan penampilan seperti itu bukan. Pakaian seperti itu tidak akan menunjukan kesopanan sebagai seorang pria yang bermartabat.”
Dunn berhenti sejenak dan melihat Laville tersenyum tipis, dia kemudian melanjutkan, “Pergi ke bagian keuangan setelah ini, temui Nyonya Noile dan katakan padanya bahwa kamu adalah anggota baru dan mintalah uang gaji satu minggu sudah dengan persetujuanku untuk membeli pakaian baru yang lebih bagus untuk bekerja.”
Mendengar itu Laville sangat senang dan berterima kasih kepada Dunn Stein, dia awalnya berencana langsung pergi namun dia tetap di tempat sejenak. Dia menunggu jika mungkin Dunn Stein memiliki hal lain yang ingin diberitahukan.
Setelah itu Dunn Stein meliriknya dan Laville bertanya, “Apakah ada hal lain lagi?” Dun Stein pun menjawab, “Tidak-tidak ada. Kamu bisa pergi sekarang.”
Laville kemudian berbalik, namun setelah tiga langkah, Dunn Stein kembali memanggilnya, “Oh, tunggu sebentar ada satu lagi!”
Kapten! Bukankah kau baru saja bilang tidak ada hal lain?
Kenapa sekarang kau memanggilku kembali jika tidak ada, bisakah langsung saja katakan semuanya yang diperlukan!?
Laville kemudian berbalik dan bertanya, “Iya kapten, ada hal apa lagi yang diperlukan?”
Dunn Stein pun menjawab, “Setelah kau mengambil uangmu, pergilah menemui gadis yang kamu temui tadi yang membawamu kemari, katakan padanya untuk memasukkanmu ke daftar anggota sebagai anggota baru.”
Laville pun menjawab, “Baik kapten. Apakah ada lagi?” Dunn Stein pun menjawab, “Tidak, tidak ada hal lain lagi.”
Setelah beberapa saat, Dunn Stein yang menyesap kopinya melihat Laville masih diam di dalam ruangan menunggu, Dunn lalu tersenyum dan tertawa tipis, “Tidak ada, sungguh sudah tidak ada hal lain lagi.”
“Baiklah kalau begitu, aku akan pergi sekarang.” Laville kemudian keluar dari ruangan dan menuju ke ruangan keuangan.
Dalam perjalanan, Laville melihat seorang pria turun dari lantai atas. Pria itu memiliki mata berwarna hijau kusam, rambut hitam panjang, dan pakaiannya dikeluarkan mencerminkan penampilan yang santai.
Um…? Pria itu juga ada di sini?
Pria itu pun kemudian mengalihkan pandangannya ke arah Laville dan meliriknya.
Dia kemudian mengetuk pintu dan memberikan salam.
Tok! Tok! Tok!
"Halo, selamat siang nyonya Noile. Aku kesini atas perintah dari kapten Dunn Stein!" Ucap Laville dengan agak keras namun sopan.
Kemudian terdengar suara dari balik pintu kayu berwarna coklat itu. "Masuklah!"
Laville pun memegang gagang pintu itu, memutarnya lalu mendorongnya.
Setelah masuk, Laville langsung melepas topinya, sedikit membungkuk dan meletakkan topinya di depan dadanya. Dia berkata, " Selamat siang nyonya."
Wanita di depannya itu kemudian melirik ke arah Laville. Wanita itu tampak berusia sekitar tiga puluh empat tahun dan sudah menikah, dilihat dari cincin di jarinya.
Wanita itu tampak seperti seorang wanita yang tegas namun cukup humoris, dia memiliki rambut coklat panjang dan mata berwarna biru keabu-abuan. Dia memakai gaun berwarna biru dan hitam dengan sedikit corak berwarna hijau.
Wanita itu kemudian berkata, "Oh… Aku belum pernah melihatmu sebelumnya.?" Setelah itu Laville kembali memasang topinya dan menjawab, "Aku baru saja bergabung menjadi anggota sipil."
Wanita itu kemudian berkata, "Jadi begitu… Lalu, ada keperluan apa kamu kemari?"
Laville menjawab, "Kapten Dunn Stein menyuruhku untuk mengambil uang sebesar gajiku selama satu Minggu!" Jawab Laville jujur sambil menyerahkan surat pengeluaran dari Dunn Stein.
Ny. Noile kemudian menjawab, "Baiklah, tunggu sebentar. Duduklah terlebih dahulu sambil menunggu pencarian uangmu!'
"Baiklah!" Jawab Laville singkat. Tiba-tiba suasana menjadi hening dan agak canggung. Laville pun mencari sebuah topik lalu dia mengawalinya dengan bertanya sejak kapan dia bekerja dengan Mystery Hand.
"Ny, bolehkah aku bertanya sesuatu?" Ucap Laville, Ny. Noile kemudian menjawab, "Tentu, apa yang ingin kamu tanyakan?"
"Sebelum itu, bolehkah aku bertanya sudah berapa lama anda bekerja dengan Mystery Hand?" Tanya Laville untuk memulai pembicaraan, Ny. Noile kemudian menjawab, "Hm… Aku sudah bekerja dengan Mystery Hand selama enam tahun. Dan aku memi bekerja sebagai akuntan di perusahaan ini."
"Enam tahun? Itu sudah cukup lama. Namun, meski dihadapkan dengan banyaknya dokumen di sini, anda masih terlihat cukup muda." Ucap Laville sambil sedikit bercanda.
Ny. Noile pun kemudian menjawab, "Benarkah? Apakah menurutmu wanita yang sudah bersuami dan memiliki dua orang anak masih muda? Ku rasa kau tidak memiliki bakat untuk menggoda seorang perempuan.”
Laville merasa agak malu setelah mendengar itu, dia kemudian agak memalingkan wajahnya saat bibirnya melengkung.
Wanita itu kemudian melanjutkan, “Yah, namun kamu masih bisa banyak belajar. Lagipula ku lihat kau masih cukup muda.”
Tik! Tik! Tik!
Wanita itu berbicara dan mengobrol beberapa hal dengan Laville sambil mengetik di sebuah mesin tik.
Setelah sekitar sepuluh menit mengobrol, Laville akhirnya dapat mengambil uangnya.
“Baiklah, uangmu sudah cair, ini dia tiga pound sesuai gajimu selama satu minggu.” Kata Ny Noile sambil menyerahkan uang tiga lembar satu Pound.
Setelah itu Laville berencana segera keluar, dia mengucapkan salam dan keluar dari ruangan.
“Baik, terima kasih Ny Noile. Aku akan pergi sekarang, sampai bertemu di lain waktu.” Ucap Laville lalu melepas topinya dan sedikit membungkuk.
Dia kemudian pergi keluar dari ruangan itu. Dia kemudian berjalan kembali ke tempat sebelumnya.
Dia kembali melihat gadis yang sebelumnya membawanya ke ruangan Dunn Stein. Laville mendekat dan menyapanya, “Hai Claire!”
Claire sedang meminum segelas teh sambil membaca koran, Claire yang mendengar suara Laville kemudian mengalihkan pandangannya. Dia kemudian berdiri, “Iya tuan, apakah kamu akan segera pergi?”
Laville tersenyum dan kemudian menjawab, “Iya tapi sebelum itu aku memiliki sesuatu.” Claire agak bingung lalu bertanya kepada Laville, “Apa itu?”
Setelah itu Laville menjawab dan berkata, “Tolong tuliskan namaku di daftar anggota sipil. Aku akan bekerja di sini sebagai anggota baru mulai sekarang. Oh, dan tidak perlu memanggilku secara formal, panggil saja aku dengan namaku, Laville.”
“Benarkah!? Sungguh?” Tanya Claire dengan suara yang terdengar senang. Laville lalu menjawab, “Ya, itu benar.” Claire lalu menghembuskan nafas lega dan berkata, “Yey, akhirnya aku tidak perlu terlalu sibuk mengurus semuanya sendirian.”
Laville kemudian bertanya, “Sendirian? Apakah hanya kamu yang bekerja sebagai anggota sipil selain Ny Noile?” Tanya Laville. Claire lalu menjawab, “Tidak. Selain aku dan Ny Noile masih ada Rick dan Ny Leisy. Sebelumnya juga ada satu orang lagi, namanya Maya. Tapi dia baru saja menikah dan memutuskan berhenti bekerja sebagai anggota Mystery Hand.”
Laville kemudian mengangguk, “Jadi begitu…” Pada saat itu Claire kembali dari rasa senangnya dan segera menuliskan nama Laville di daftar anggota.
“Oh benar, maaf aku hampir saja lupa menuliskan namamu. Oh, kamu ingin kopi atau teh?” Ucap Claire. Laville kemudian menjawab, “Tidak masalah, dan tidak perlu membuatkanku minum, aku akan langsung pergi. Aku masih punya sesuatu yang harus di lakukan.”
“Begitukah…” Claire kemudian segera menuliskan dan memasukan Laville sebagai anggota sipil.
“Baiklah, sudah selesai. Apakah kau benar-benar akan langsung pergi?” Ucap Claire kepada Laville sambil menata kembali dokumen-dokumen yang ada.
Laville kemudian menjawab, “Ya, aku akan pergi. Baiklah, terima kasih dan sampai jumpa lagi besok. Aku akan pergi sekarang.” Ucap Laville sambil memberi salam.