
Laville menatap jalan gelap yang disinari oleh cahaya lampu, dia lalu menghirup udara segar malam hari.
Udara pada malam hari dingin dan menyegarkan. Setelah itu, Laville berbalik ke apartemennya dan menyusuri lorong dan tangga yang gelap. Cahaya merah masuk lewat jendela dan beberapa ventilasi yang terbuka. Setelah beberapa saat, dia kemudian sampai di depan pintu ruangannya.
Dia kemudian merogoh sakunya dan mengambil kunci ruangan. Dia kemudian membuka pintu secara perlahan hampir tanpa suara.
Namun setelah itu Laville terkejut, saat dia membuka pintu dia melihat sosok wanita dengan rambut hitam panjang, wajah yang cantik, dan mata coklat muda. Itu tidak lain adalah adiknya, Violet Maurly.
Setelah beberapa detik tanpa reaksi, Violet kemudian bertanya kepada kakaknya dengan penasaran, "Laville, dari mana kamu? Aku bangun untuk pergi ke kamar mandi saat aku menyadari kamu tidak ada di kamarmu."
Tanya Violet dengan wajah yang datar namun terlihat penasaran.
Dihadapkan dengan pertanyaan mendadak, Laville langsung bisa menemukan suatu alasan. Dia kemudian menjawab pertanyaan adiknya, "Sebelumnya aku terbangun saat tidur dan aku tidak bisa tidur lagi, sehingga aku memutuskan untuk keluar dan berlari beberapa putaran untuk merilekskan tubuhku."
Setelah mendengar jawaban dari kakaknya, merasa curiga, Violet kemudian menatap punggung kakaknya yang basah, dia kemudian menjawab, "Benarkah."
Lalu dia berpikir sejenak, dia lalu menambahkan, "Laville, kamu tidak perlu memaksakan dirimu untuk wawancara besok. Aku yakin kamu pasti akan berhasil." Ucap Violet.
"... Baiklah aku tidak akan memaksakan diri." Jawab Laville singkat sambil tersenyum.
Aku bahkan belum memikirkan tentang wawancara sama sekali.
Violet kemudian kembali berkata, "Kamu tidak perlu khawatir. Bahkan jika kamu gagal wawancara, eh-maksudku mungkin kamu dapat memilih hal lain yang mungkin lebih baik, lagi pula kamu pasti bisa lulus."
Laville pun menjawab, "Ya, kurasa itu akan baik-baik saja."
Setelah itu itu, Violet yang masih melihat kakaknya berpikir kembali ke kamarnya dan mengambil sebuah kura-kura.
Violet lalu memperlihatkannya kepada Lavill. Violet menekan torsi pegas benda itu dan setelah itu benda itu berbunyi.
Klan! Klak! Klak!
Bam! Bam! Bam!
Kura-kura itu pun kemudian bergerak sedikit meloncat ke depan dengan perlahan. Setelah itu Violet berkata, "Ketika aku merasa frustasi, aku suka melihat kura-kura ini, itu membuatku merasa tenang."
Melihat adiknya yang seperti sedang menghiburnya, Laville tersenyum dan berkata, "Keteraturan dan kesederhanaan memang dapat menenangkan hati, itu bagus."
Violet tampak biasa saja, dia kemudian memberikan kura-kura itu kepada kakaknya, "Laville, cobalah.” Dia memberikannya kepada Laville.
Saat itu Laville merasa tidak enak kepada adiknya, sebagai anak laki laki yang tidak pandai dalam hal permesinan, dia kesulitan untuk membuat mesin sederhana sekalipun.
Seorang anak yang bahkan tidak pandai dalam mesin sekalipun membutuhkan cukup banyak waktu untuk membuat sebuah mesin, bahkan akan sedikit kesulitan untuk memperbaiki mobil kecil.
Setelah melihat beberapa saat melihat kura-kura itu, Laville berterima kasih kepada Violet, “Terima kasih, aku sudah agak tenang sekarang.” Kemudian Violet pun menjawab, “Baik-baik saja maka.”
Setelah itu Laville menambahkan, “Ini kura-kura kan?” Violet terdiam sesaat sebelum membalas, “Itu sebuah boneka!”
Boneka?
“Ngomong-ngomong, kapan kau membuat ini, aku tidak pernah kau membuatnya?” Lanjut Laville. Violet menjawab pertanyaan kakaknya dengan ekspresi yang sama, dia berkata, “Aku menggunakan bahan-bahan yang tidak diinginkan di universitas dan benda-benda yang ada di jalan. Aku baru selesai membuatnya dua hari yang lalu.”
Kemudian Laville menjawab pernyataan adiknya, “Begitukah?!” Suasana menjadi agak canggung, Laville kemudian bertanya kepada adiknya, “Kenapa kali ini kau terbangun di malam hari, bukankah biasanya kau tidak pernah bangun saat malam hari? Oh, sebelumnya kau juga dari kamar mandi apa yang kau lakukan?”
Suasana kembali hening, Violet tampak agak kebingungan lalu setelah beberapa saat dia berkata, “Baiklah, aku akan kembali tidur.” Violet lalu mengambil kembali kura-kuranya dan menutup pintu kamarnya.
Bam!
Kenapa dia terbangun di malam hari? Mungkinkah makanan tadi malam terlalu enak dan membuatnya sulit mencernanya? Yah itu mungkin saja… Laville kemudian memikirkan tawaran dari Dunn Stein. Dia menuju ke mejanya dan duduk sambil memikirkan keuntungan dan keperluannya.
Saat ini aku harus mencari tahu lebih dalam tentang mistisme agar aku bisa kembali ke bumi. Dalam hal ini, salah satu yang paling aman tentu adalah bergabung dengan Mystery Hand, namun aku akan terikat oleh gereja.
Aku mungkin bisa bergabung dengan Alkemis Alchemist namun aku juga tidak tahu di mana tempatnya.
Aku saat ini memiliki yang disebut Gathering di dunia misterius, sayangnya aku tidak bisa mendapatkan informasi lebih dari pria itu. Bahkan juga tidak mungkin untuk meminta pria itu mengatakan lebih banyak karena tidak akan ada waktu yang cukup. Lagipula aku bahkan tidak memiliki sesuatu yang membuat mereka tertarik.
…
Saat itu Dunn bilang bahwa menjadi beyonders akan memiliki resiko kehilangan kendali, aku masih belum paham tentang itu. Jadi jika aku bergabung menjadi anggota sipil di sana, aku mungkin dapat memperoleh banyak pengetahuan yang berguna.
Meskipun aku akan sangat terikat oleh gereja, mungkin itu bukan masalah besar. Meskipun pemilik asli tubuh ini adalah pengikut Dewa Misteri, aku tidak percaya dengan dewa, jadi aku hanya bisa berpura-pura untuk waktu yang lama.
Di sana, selain mendapatkan pengetahuan tentang mistisme aku juga akan mendapatkan gaji yang cukup untuk meningkatkan kehidupan keluarga pemilik asli tubuh ini. Lagipula aku juga tidak bisa terus bertanya hal-hal sepele di dalam gathering. Itu tidak hanya akan merusak citra agung dan misterius dari The Fake, tidak hanya itu, ini juga akan menimbulkan kecurigaan mereka.
Dan jika saja aku naik menjadi orang yang tinggi di Mystery Hand dan sekaligus aku menjadi ketua dari sebuah organisasi rahasia, maka aku menjadi seorang bidat. Lucu membayangkannya.
Ditambah, organisasi seperti Mystery Hand adalah organisasi resmi yang yang berhubungan dengan pemerintah, jadi selain hal-hal di atas, aku juga mendapat perlindungan dari mereka juga.
Bergabung dengan Mystery Hand memang memiliki bahaya yang besar seperti kehilangan kendali yang biasanya terjadi pada orang-orang yang rakus akan kekuatan dan juga orang yang sudah ada pada usia lanjut.
…
Tapi itu masih baik baik saja untukku, kurasa… Baiklah aku sudah memutuskannya!
Pada saat itu, cahaya keemasan matahari bersinar menyinari dan bulan merah tenggelam dan berganti menjadi pagi yang cerah nan dingin.
Laville pun menjawab, “Aku sedang memikirkan suatu hal.” Dengan ekspresi biasa, Violet kemudian berkata, “Biasanya aku selalu menuliskan pro dan kontra di kertas kemudian membandingkannya sehingga mendapatkan penyelesaian.”
Laville kemudian menjawabnya dengan senyum, “Aku juga sering melakukan itu.”
Violet kemudian mengambil selembar kertas kekuningan dan peralatan mandi lalu pergi ke kamar mandi.
Setelah selesai membersihkan diri, Laville dan Violet membuat sarapan. Dan setelah selesai sarapan, Violet pun pergi untuk bersekolah.
Setelah selesai sarapan, Laville tidak segera pergi menemui Dunn. Karena setahunya, tidak ada bar yang buka pada pagi hari. Jadi dia berencana pergi pada siang hari, Laville pun memanfaatkan waktu ini untuk tidur.
…
Laville terbangun pada pukul sebelas siang, dia kemudian bersiap-siap untuk pergi menemui Dunn Stein, dia memakai pakaian yang juga dia gunakan untuk wawancara.
Setelah memastikan semua aman dan rapi, Laville langsung keluar dari apartemennya namun dia berhenti di pinggir jalan.
Dia menunggu sebuah kereta sewaan, di kerajaan Leon ada dua tipe kereta sewaan. Yang pertama adalah kereta umum dimana gerbong memiliki dua atau empat roda dan ditarik dengan kuda, kereta tipe ini berjalan di jalan biasa dan bukan di rel. Sedangkan yang satu lagi, gerbong itu berjalan di jalur rel.
Laville menunggu di pinggir jalan kemudian dia memberhentikan sebuah kereta umum.
“Ke Ceral Street.” Ucap Laville kepada pengemudi kereta itu. Setelah itu Pengemudi kereta itu pun menjawab, “Untuk ke Ceral Street anda akan di transfer ke Cargen Street."
Dia tidak ingin semakin membuang jam kerja para Mystery Hand, jadi dia segera menerimanya.
"Baik, ke Cargen Street." Ucap Laville, pengemudi itu pun membalas perkataan Laville, "Itu lebih dari empat kilo, empat sen." Ucap pengemudi kereta yang terlihat pekerja keras dan seorang pribadi yang jujur, seorang pria muda dengan wajah yang adil dan bersih mengulurkan tangannya.
Itu adalah seorang pekerja yang bertanggung jawab atas pengumpulan uang.
“Baik.” Laville mengeluarkan empat koin tembaga dari sakunya dan menyerahkannya ke pihak lain.
Dia berjalan ke gerbong dan menemukan bahwa tidak ada banyak penumpang. Bahkan di lantai pertama, ada beberapa kursi kosong. "Aku hanya punya tiga pence untukku sekarang, jadi aku hanya bisa berjalan ketika aku kembali..." Laville menekan topinya dan duduk dengan kuat.
Di lantai ini, sebagian besar pria dan wanita berpakaian bagus meskipun ada beberapa pakaian dalam pakaian kerja mereka, sambil membaca koran dengan santai. Hampir tidak ada yang berbicara, dan itu cukup sunyi. Laville memejamkan mata dan mengisi ulang kekuatannya, tidak menyadari kedatangan dan pergi penumpang di sekitarnya.
Stasiun demi stasiun berlalu hingga akhirnya dia mendengar beberapa kata "Champagne Street." Setelah turun dari kereta kuda, dia bertanya sepanjang jalan dan segera mencapai Jalan Besik, di mana dia melihat pub dengan logo anjing kuning kecoklatan.
Laville mengulurkan tangan kanannya dan memberikan dorongan kuat. Pintu yang berat itu perlahan-lahan terbuka, membanjirinya dengan gelombang suara gaduh dan gelombang panas yang terburu-buru.
Meski masih sore, sudah ada banyak pelanggan di pub. Beberapa adalah pekerja sementara, mencari peluang di sini, menunggu untuk dipekerjakan. Yang lain hanya tinggal diam, mati rasa dengan alkohol. Pub itu remang-remang. Di tengah, ada dua kandang besi besar dengan sepertiga bagian bawahnya tenggelam jauh ke dalam tanah tanpa celah.
Orang-orang memegang gelas anggur kayu dan mengelilinginya, terkadang berdiskusi dengan keras sambil tertawa, terkadang mengutuk dengan keras. Melihat sekilas keheranan, Laville menemukan dua anjing dikurung di dalam.
Salah satunya hitam dan putih, mirip dengan husky yang ditemukan di Bumi. Yang lain sepenuhnya hitam, dengan bulu mengkilap, membuatnya tampak sehat dan ganas.
"Apakah kamu ingin bertaruh?" Doug telah memenangkan delapan pertandingan berturut-turut!" kata seorang pria kecil mengenakan baret cokelat, saat dia mendekati Laville dan menunjuk ke anjing hitam.
Laville awalnya terkejut kebingungan sebelum kembali ke kesadarannya, dia kemudian bertanya, “Apakah yang kau maksud adalah pertarungan tinju atau pertarungan dengan anjing atau semacamnya?”
Pria itu kemudian menjawab dengan menggelengkan kepalanya, “Tidak-Tentu saja tidak. Kami adalah orang yang bersih, tidak seperti orang-orang kasar yang melakukan hal seperti itu. Ditambah, beberapa minggu yang lalu telah diberlakukan undang-undang untuk larangan hal-hal seperti itu.”
Mendengar kata-kata yang diucapkan pria kecil itu, Laville agak kebingungan dan kembali bertanya, “Lalu, apa yang kalian pertaruhkan?” Lalu pria itu kembali menjawab Laville, “Selain permainan biasa seperti kartu, kami juga memiliki permainan untuk mengadu anjing.”
“Mengadu antara anjing?” Tanya Laville ingin tahu, setelah itu pria itu kembali menjelaskan, “Tidak, bukan seperti itu, kami biasanya mengadu anjing-anjing dengan segerombolan tikus dan bertaruh anjing mana yang paling banyak menangkap tikus.”
“Begitukah?” Jawab Laville, dia kemudian sedikit tersenyum dan pergi menuju tempat bartender.
Jadi begitu, itu cukup lucu. Pantas saja banyak yang membeli tikus-tikus yang ditemukan yang ada di sepanjang Iron Cross Street, untuk inilah gunanya tikus-tikus itu. Itu adalah metode pemanfaatan yang bagus.
Setelah itu Laville terus berjalan ke arah bartender dan kemudian duduk, bartender itu pun menghampirinya, “Apa yang ingin anda pesan?” Tanya bartender itu.
Laville tidak berencana memesan apapun namun dia penasaran, dia lalu bertanya kepada bartender itu, “Ada apa saja di sini?” Bartender itu pun menjawab, “Yang paling murah adalah bir Lanti dengan harga empat sen, dan bir Southville dengan harga empat setengah sen.” Ucap bartender itu dengan wajah datar sambil menyeka gelas.
Laville kemudian berkata kepada bartender itu, “Aku di sini untuk mencari Osnald.” Bartender itu kemudian berteriak dan memanggil nama orang yang dicari Laville, “Pak tua Osnald! Ada seseorang yang mencarimu!”
Setelah beberapa saat, sesosok pria tua berjalan ke sisi Laville, dia terlihat agak mabuk, “Oh, siapa yang mencariku? Nad apa kau yang mencariku?” Laville pun menjawabnya, “Iya, aku ke sini untuk menyewa tentara bayaran kecil.”
Pria tua itu kemudian diam sesaat, dia kemudian bertanya, “Apakah kau tidak sengaja masuk ke sebuah perselisihan atau yang lain.” Ucap pria itu dengan sedikit tawa. Dia lalu melanjutkan, Dari mana kamu tahu tempat ini untuk menyewa sebuah tentara bayaran? Siapa yang memberitahumu tentang ini.” Setelah mendengar itu, Laville kemudian menjawab dengan jujur, “Dunn Stein.”
Setelah mendengar itu pria itu langsung tertawa dan kemudian berkata, “Begitu ya. Ya, sepertinya kita masih memiliki beberapa tentara bayaran kecil yang dapat kau temui. Kalau begitu pergilah ke 28 Zoutern Street, pergilah ke lantai dua untuk mengajukan permintaanmu.”
Laville agak kebingungan namun dia mengiyakannya dan memberi salam untuk pergi.
Setelah keluar dari bar, dia kemudian berjalan sambil bertanya-tanya ke orang-orang yang dia temui kemana arah ke Zoutern Street. Setelah beberapa saat dia akhirnya telah sampai di Zoutern Street dan mulai menghitung nomor bangunan di sana.
22, 23, 24, 25, …
Dia lalu menemukan tempat yang dia cari, dia kemudian melihat ke atas untuk mengetahui nama tempat itu. Di situ tertulis ‘Perusahaan Keamanan Whitethorne dengan logo pohon dengan akar berwarna hitam dan abu abu dan terdapat gambar anjing di kedua sisinya.
Dia kemudian mengamati sekeliling sesaat.
Perusahaan keamanan? Ada tempat seperti ini sebenarnya?
Dia kemudian masuk ke tempat itu, dia melihat tidak ada orang disana, Laville berpikir mungkin sedang ada beberapa pekerjaan. Dia kemudian naik ke lantai dua seperti yang dikatakan Osnald sebelumnya.