The Truth Of The Mysteries

The Truth Of The Mysteries
Penyusup



Setelah Laville dan kedua saudaranya selesai makan, mereka kemudian mengobrol di ruang tamu. Lian juga bersantai sambil membaca koran sambil minum teh seperti biasa dia lakukan.


Di tengah tengah obrolan ringan mereka, Lian teringat akan sesuatu, dia kemudian bertanya kepada Laville, “Laville, apakah kamu sudah memiliki rencana untuk mencari pekerjaan yang cocok untukmu.?”


Laville kemudian menatap Lian dan sedikit tertawa, “Tentu saja aku punya.?” Lian kemudian bertanya kepada Laville, “Jadi, dimana kamu ingin mencoba bekerja?” Laville kemudian menatap Violet dan kemudian menatap Lian sekali lagi dan berkata, “Itu rahasia!”


“Hei, ada apa dengan adikku hari ini. Apakah dia sudah belajar untuk menyembunyikan sesuatu dari kakaknya? Tapi kamu tidak melakukan pekerjaan ilegal bukan?” Ucap Lian kepada Laville dengan senyum namun dengan nada yang tegas.


“Tentu saja bukan. Kenapa aku harus memberitahumu lebih awal jika aku bisa mengejutkanmu?” Laville tertawa dan melanjutkan, “Dan tentu saja aku tidak akan mencoba hal yang ilegal. Memangnya seperti apa aku di matamu untuk melakukan hal semacam itu?”


Lian kemudian tertawa dan menjawab, “Baiklah, aku hanya memastikan saja.”


Setelah itu mereka kembali mengobrol dan bercanda. Obrolan itu berlanjut sampai pukul sepuluh malam. kemudian mereka semua memutuskan untuk tidur.



Laville kemudian terbangun di tengah malam. Dia merasakan ada sesuatu yang aneh yang membuatnya terbangun.


Laville kemudian berjalan ke arah jendela, dia mengamati ruangannya dan melihat semuanya terlihat normal, termasuk Lian yang tertidur di kasur atas. Setelah itu Laville mencoba melihat keluar jendela.


Dia tidak melihat apapun…


Kenapa aku terbangun? Dan juga perasaan aneh apa ini? ini membuatku merasa tidak nyaman!


Tunggu, mungkinkah ini disebabkan oleh buku catatan yang menghilang itu? Kalau begitu aku harus mencarinya di sekitar sini.


Tiba-tiba pikiran Laville menjadi kosong. Dia berdiri seperti sedang melamun. Tiba-tiba kakaknya, Lian terbangun. “Hem… Laville, apa itu kau?”


Setelah itu laville kemudian menjawab, “Iya, ini aku.”


Lian lalu bertanya, "Apa yang kamu lakukan di tengah malam seperti ini?" Laville langsung memikirkan sebuah alasan, "Aku baru saja dari kamar mandi dan aku mendengar sebuah suara saat aku kembali. Tadinya aku berpikir itu adalah pencuri."


"Begitukah? Kalau begitu kembalilah tidur, mungkin itu hanya petugas polisi yang berjaga." Ucap Lian kepada Laville.


Setelah itu Laville merelakan kesempatannya untuk menghindari kecurigaan yang tidak perlu dan menghindari bahaya laten. Laville kemudian dengan cepat kembali ke tidurnya.



Tiba-tiba Laville terbangun di dunia mimpi. Dia Mendengar suara ketukan pintu dan suara yang berat namun tenang.


"Selamat malam Laville."


Laville kemudian tersentak kaget, dia lalu melihat ke arah pintu. Dia melihat suasana yang begitu sepi, dan saat itulah dia menyadari sedang berada di dalam mimpi.


Dia kemudian pergi ke arah pintu, dia kemudian mendorong pintu kamarnya. Setelah itu dia melihat sosok yang dikenali nya.


"Kapten Dunn Stein?!" Seru Laville dengan ekspresi terkejut. Dia kemudian bertanya kepada Dunn Stein, "Apa yang anda lakukan di sini?"


Dunn masih mempertahankan ekspresi wajah yang datar seperti biasanya, "Bangunlah, ada penyusup yang masuk kemari. Kamu mencurigai dia berhubungan dengan organisasi yang memiliki suatu hubungan dengan buku catatan yang hilang darimu."


Laville benar-benar terkejut, dia kemudian bertanya lagi kepada Dunn Stein, "Apakah dia sengaja datang ke sini?" Dunn lalu menjawab, "Iya, kami hanya mengawasinya sejak dua hari yang lalu, namun dia mulai beraksi malam ini."


Dunn kemudian melanjutkan, "Setelah kamu bangun, pergilah ke dapur dan pancing pria itu untuk menunjukkan jati dirinya."


Laville kemudian mengangguk, tanpa peringatan, Laville kembali terbangun. Dia masih merasa mengantuk.


Dia masih mengingat perintah Dunn Stein, kemudian pergi ke dapur. Dia berjalan sambil memperhatikan sekeliling. Tiba-tiba dia merasa merinding dan hawa dingin yang menusuk.


Alisnya sedikit mengerut, dia kemudian mengambil minum lalu meminumnya sambil melihat sekeliling. Masih tidak menemukan apapun, Laville kemudian berjalan ke arah ruang tamu.


Dia berjalan seakan mengantuk dan tidak bisa berpikir jernih sambil mencoba memancing penyusup itu.


Dimana penyusup itu bersembunyi? Aku bisa merasakannya namun aku masih tidak bisa menemukannya.


Tunggu … Aku punya sebuah ide yang cukup bagus.


Laville kemudian berdiri dan memegang kursi di ruangan itu. Setelah beberapa detik terdiam, Laville sengaja sedikit berteriak untuk mengejutkan penyusup yang masuk.


“Siapa di sana!?”, Pada saat itu juga Laville mendengar sebuah suara dari sebelah kirinya, tepat di dekat jendela.


Melihat rencananya berhasil, Laville melanjutkan Aktingnya, “Tunggu … dimana aku? Apakah aku baru saja tertidur di sini? Ku rasa aku terlalu lelah.”


Laville kemudian berjalan menuju jendela, dia menutup korden lalu berbalik. Dia kemudian berjalan perlahan ke arah kamarnya. Tiba-tiba dia merasakan hawa kehadiran yang samar-samar lagi, rasa dingin yang menusuk tubuhnya kembali terasa.


Laville kemudian beralih ke posisi siaga namun tetap terlihat berjalan dengan santai. Dia berjalan perlahan-lahan dan sangat hati-hati sampai langkah kakinya hampir tak terdengar.


Kemudian penyusup itu mengendap di belakang Laville, berusaha untuk mengurus Laville agar tidak menimbulkan bahaya bagi nya. Namun Laville sudah siap untuk hal itu, dia kemudian semakin memperlambat langkahnya.


Setelah merasa penyusup itu sangat dekat dengannya, Laville langsung berbalik dengan cepat dan memukul penyusup itu dengan kepalan tangannya.


Brukk!


Penyusup itu terjatuh ke lantai, melihat rencananya berhasil, Laville berencana memukulnya sekali lagi. Namun penyusup itu berhasil lolos dan bersembunyi di balik bayangan.


Sial! Dia lolos.


Akan sulit untuk menangkapnya sekarang!


Tiba-tiba, sosok bayangan melompat di depan Laville. Sebuah kilauan cahaya melewati tangan Laville bersama dengan bayangan itu.


Aghh!


Apakah itu pisau?


Laville kembali ke posisi waspada dan lebih waspada, dia kemudian melihat kilauan cahaya memantul di dekat tembok. Dia segera tahu bahwa itu adalah pisau yang digunakan untuk menyerang nya.


Setelah dia melihat Bayangan itu melompat, Laville langsung melompat ke samping dan menghindarinya. Setelah itu dia langsung berlari dan mendorong penyusup itu.


Namun penyusup itu membalas dengan menendang perut Laville. Alhasil Laville pun merasa kesakitan. Penyusup itu kemudian mengunci pergerakan Laville dan berusaha untuk membunuhnya.


Sialan! Apakah aku akan mati seperti ini?


Tiba-tiba Laville mendengar suara dari luar apartemennya. Suara itu sangat indah dan menenangkan, membuat siapapun yang mendengarnya ingin tertidur.


Karena perasaan bahaya, Laville langsung tersadar dan mendorong penyusup itu. Penyusup itu yang telah menyadari ada sesuatu yang aneh memutuskan untuk kabur.


Sial, dia ingin kabur!


Laville berusaha berdiri namun dia kesulitan karena rasa sakit di tubuhnya. Suara dengan nada yang berat namun lembut terdengar dari belakangnya, “Tidak perlu mengejarnya.”, Laville sontak terkejut, dia kemudian langsung berbalik dan melihat siapa yang ada di belakangnya.


Dia melihat seorang pria berusia tiga puluh tahun setengah baya dengan setelan jas hitam, mata abu-abu, dan topi top tinggi. Itu adalah sosok yang dikenalnya, itu adalah Dunn Stein.


“Kapten? Tapi dia berhasil kabur!”, Seru Laville pada Dunn. Dunn lalu menjawab sambil tersenyum, “Tidak perlu khawatir tentang itu. Ada banyak beyonder lain yang aku tugaskan untuk berjaga di luar. Dia tidak akan bisa kabur.”


“Beyonder lain?”, Tanya Laville penasaran. Dunn lalu mengangguk dan berkata, “Iya, apakah kamu mendengar nyanyian sebelumnya?”, Tanya Dunn Stein.


Laville lalu mengangguk dan berkata, “Iya, aku mendengarnya”. Dunn lalu tersenyum kembali dan berkata, “Dia adalah rekan kita.”


Rekan? Jadi seperti ini yang dimaksud dengan bekerja berkelompok sebagai beyonders?


Laville berhasil memahami beberapa hal yang belum terlalu dia pahami sebelumnya. kemudian dia mendengar suara Dunn Stein. Dia berkata, “Ngomong-ngomong … kerja bagus untukmu. Kamu bahkan bisa sedikit memojokkannya meskipun aku hanya menyuruhmu untuk memancingnya saja.”


Laville masih diam hingga Dunn menambahkan, “Ini pujian.”, Ucapnya dengan senyum yang cukup lebar. Melihat itu, Laville tertawa dan berkata, “Terima kasih atas pujiannya. Aku merasa cukup tersanjung.”


Setelah itu Dunn memberi pesan pada Laville, “Besok pagi jam 10, temui aku di ruanganku. Dan jangan khawatir tentang penyusup itu, kami akan menginterogasinya. Dan jika kami bisa mendapatkan informasi tentang keberadaan buku catatan itu, maka sesuai janji. Gaji dan posisimu akan dinaikkan.”


mendengar itu Laville terkejut tidak percaya, “Benarkah? Sungguh?”, Dunn tertawa dan berkata, “Itu benar … Namun Jangan terlalu berharap karena itu tergantung informasi yang akan kami dapatkan.”


Laville kemudian membalas, “Itu tidak masalah, bukankah itu termasuk sebuah harapan?”. Dunn tertawa mendengarnya, dia kemudian menjawab, “Iya, itu memang benar.”


Setelah itu Dunn berjalan ke arah jendela dan membukanya. Setelah itu dia menatap Laville dan berkata, “Istirahatlah dan rawat lukamu itu. Kamu telah banyak berkontribusi malam ini.”. Dunn kemudian melompat melewati jendela dan menghilang.


Tunggu sebentar, kenapa kapten tidak keluar melalui pintu depanku saja?


Apakah itu karakteristik organisasi beyonder gereja? Datang dan pergi dari jalur jendela atau cerobong seperti penyusup? Atau hanya dalam kondisi tertentu saja?


Setelah itu Laville membersihkan lukanya, luka di tangannya sebenarnya sangat ringan dan tidak parah.


Apakah lukanya memang sangat dangkal atau karena aku masih memiliki kemampuan regenerasi?


Entahlah, sebaiknya aku tidur saja.


Dia kemudian kembali ke kamarnya dan kembali tidur. Dia tidak merasakan ataupun melihat keanehan apapun dari keluarganya kecuali tentang mereka tidak terbangun selama perkelahian singkat yang dia lakukan.


Entah itu karena tertidur lelap atau karena memang tidak terdengar dari kamar. Setelah beberapa saat, Laville pun tertidur.



Dentang! Dentang!


Suara lonceng katedral berbunyi … Setelah itu Laville terbangun dari tidurnya. Dia pertama kali adalah melihat luka yang dia dapat saat malam. Tapi luka itu masih normal dan tidak beregenerasi.


Itu menandakan bahwa kemampuan regenerasi yang dia dapatkan sebelumnya hanyalah hadiah kecil dari transmigrasinya.


Jadi ini tidak sembuh? Kalau begitu maka aku harus menyembunyikannya!


Setelah itu Laville menarik lengan kemejanya yang dia sebelumnya lipat untuk menyembunyikan lukanya. Setelah itu dia berusaha untuk membangunkan lian yang masih tertidur pulas.


“Lian! Bangunlah! Ini sudah pagi …”, Lian kemudian terbangun, dia kemudian bertanya, “Memangnya jam berapa sekarang?”, Laville pun menjawab dengan singkat, “Jam lima.”


Setelah Lian bangun, Laville dan kedua saudaranya bergantian untuk mandi.



Setelah semua selesai mandi, Laville kembali memasak di dapur untuk membuat sarapan seperti beberapa hari sebelumnya. Kali ini dia hanya menggunakan kentang dan wortel sebagai bahan utama.


Dia membuat semacam sup dengan sedikit kuah kaldu yang dibuat dengan bumbu goreng dan bumbu yang telah dihaluskan.


Setelah selesai makan, Violet dan Lian pun pergi… Laville kemudian melihat lukanya lagi, meskipun tidak bisa di bilang itu adalah regenerasi. Namun jelas terlihat bahwa bekas luka yang ada di tangannya mulai menutup meskipun masih terasa sakit.


Ku rasa aku tetap bisa menyebutnya regenerasi meskipun sangat lemah…


Yah, ini lebih baik. Setidaknya ini masih berguna.


Mungkin saja kekuatan ini akan menghilang dengan sendirinya setelah beberapa waktu.


Faktanya adalah lukaku masih bisa sembuh lebih cepat dari luka pada umumnya, jadi aku harus bersyukur.