
Lucia masuk ke kamarnya dan mengunci pintu, setelah itu dia menunggu beberapa saat. Tiba-tiba visinya menjadi merah, namun kemudian kembali normal perlahan.
Setelah visinya kembali normal, Lucia kembali melihat ruang misterius yang diselimuti oleh kabut dan terbagi menjadi dua bagian. Di depannya terdapat sebuah meja perunggu panjang dengan banyak kursi perunggu yang mengelilinginya.
Di hadapannya juga terdapat sosok pria kekar yang tidak bisa dia lihat dengan jelas seperti apa wajahnya. Di sisi lain dia juga melihat sosok pria dengan setelan jas hitam dan tongkat bertatahkan perak sedang duduk di kursi kehormatan tinggi.
Itu tidak lain adalah Laville yang menyebut dirinya sendiri sebagai The Fake. Dan di sisi lain, Barth Wilson membungkuk dan memberi salam kepada sosok The Fake, “Selamat sore Tuan kepalsuan.”
Melihat Barth yang memberi salam, Laville hanya mengangguk untuk mempertahankan citranya yang misterius dan untuk memperlihatkan bahwa saat ini dia yang berkuasa di tempat ini.
Melihat The Wisdom memberi hormat kepada The Fake, Lucia berpikir sejenak. Dia masih tidak terlalu paham maksud dari the wisdom.
Di sisi lain, The Wisdom, Barth bergumam dalam hati, “Apakah The Honesty masih tidak paham kenapa aku memberi hormat? Kurasa dia masih berpengetahuan dangkal.”
Kembali ke sisi Lucia, dia kemudian ikut memberi hormat setelah melihat bahwa The Wisdom masih memberi hormat kepada The Fake. “Selamat sore Tuan kepalsuan.”
Laville kembali mengangguk sebagai jawaban, dia kemudian berkata, “Duduklah, mari kita mulai pertemuan ini!”
Setelah itu, The Wisdom merasa lega dan menghela nafas dengan hampir tak terlihat.
Sepertinya The Honesty adalah gadis yang belum berpengalaman dalam pertemuan seperti ini.
Untung saja ini adalah pertemuan kedua dan tuan kepalsuan tidak terlalu menanggapi. Meskipun dia menunjukan kepada kami dengan posturnya, bahwa dia adalah penguasa di sini.
…
Lucia masih memikirkan apa yang sebenarnya terjadi tadi, namun dengan statusnya sebagai bangsawan, Lucia akhirnya dapat mengetahui alasannya.
Uh… Apakah maksud the wisdom tadi adalah kita harus memberi hormat setiap kali datang ke sini? Tapi mengapa?
Di sisi lain, Barth yang duduk dengan posisi tegak kemudian mengambil pandangan ke arah Laville, Laville merasa sedikit tahu maksud dari tatapan Barth. Laville kemudian mengangguk dan berkata, kamu bisa mulai.
Barth pun mengangguk, setelah itu dia menunggu selama beberapa detik lalu berkata, “Nona Honesty, bagaimana dengan perjanjian kita di pertemuan sebelumnya apakah kamu mendapatkan darah Hiu Hantu?” Tanya Barth dengan santai namun masih menjaga kesopanannya di hadapan The Fake.
Lucia lalu menjawab, “Iya, mereka bilang sedang dalam perburuan. Mungkin akan memakan waktu tiga sampai empat hari untuk sampai di tempat yang kamu tempatkan.” Setelah mendengar itu, Barth lalu mengangguk dan menjawab, “Itu tidak masalah. Aku juga sedang dalam misi di laut untuk saat ini.”
Setelah itu Barth lalu melanjutkan, “Jadi bagaimana dengan kekurangan dari formula ramuan yang kamu inginkan?” Lucia terkejut, dia kemudian langsung menenangkan dirinya dan berkata, “Kekurangan? Maksudmu aku masih harus membayar lagi untuk ramuan itu?”
Barth kemudian menjawab, “Tentu saja, lagipula formula ramuan beyonders tidak semudah itu untuk didapatkan, mereka semua dijaga dengan ketat oleh gereja dan kekaisaran.”
Setelah itu kemudian Lucia pun bertanya, “Jadi berapa yang harus aku bayar?” Mendengar Lucia yang menyetujui untuk memberikan pembayaran tambahan, Barth agak sedikit terkejut. Namun dia masih tenang, dia lalu berpikir sejenak.
Setelah beberapa detik dia lalu memutuskan harga, “Aku ingin seribu Pound.”
Formula ramuan beyonders sequence sepuluh biasanya seharga empat ratus pound, namun formula spectator lumayan langka dan sulit dicuri, jadi kurasa seribu pound tidak masalah.
Gumam Barth dalam pikirannya.
Setelah itu Lucia menjawab dengan nada yang begitu santai, “Hanya seribu Pound? Baiklah, kalau begitu aku setuju.”
Mendengar ucapan The Honesty yang terdengar santai, Barth lalu terkejut. Bagi orang biasa, seribu pound bukanlah jumlah yang kecil tapi dia mengatakannya seperti itu adalah harga yang murah?
Apakah dia atau keluarganya begitu kaya? Jika seperti itu seharusnya aku meminta lebih.
Di sisi lain, Laville yang duduk di kursi kehormatan dengan menyandarkan kepalanya di tangannya juga sangat terkejut.
Se-Seribu Pound? Apakah harganya memang semahal itu hanya untuk satu formula sequence 10?
Laville kemudian melihat posisi duduk The Wisdom yang agak aneh.
Jadi begitu… Dia berbohong, itu bukan harga aslinya. Namun tetap saja, gadis itu, The Honesty menerimanya begitu saja?
Seberapa kaya dia? Jika aku mendapatkan seribu pound itu aku bisa memberikan apartemen atau bahkan rumah baru untuk aku dan kedua saudaraku.
Aku merasa sakit mendengar seribu Pound dihamburkan begitu saja, aku bahkan kekurangan makanan dengan gaji Lian yang hanya satu setengah pound. Tapi jika aku pikirkan lagi…
Bagaimana Lian bisa membiayai sekolahku dan Violet? Biaya sekolah itu cukup mahal untuk kami.
Beralih ke Barth dia kemudian bertanya, “Lalu bagaimana kamu ingin menyerahkan uangnya?” Lucia tidak tahu menahu tentang cara transaksi seperti itu, dia kemudian berusaha memberanikan dirinya untuk bertanya.
Lucia kemudian memutuskan untuk bertanya, “Menurutmu cara apa yang bagus untuk aku melakukan pembayaran?”
Barth berpikir sejenak, setelah sekitar setengah menit, Barth kemudian berbicara, dia kemudian berbicara kepada Lucia, “Bagaimana jika kamu mengirimnya ke salah satu akun bank samaran ku, apakah kamu bisa?”
Lucia kemudian mengangguk dan menjawab, “Ya, aku bisa melakukannya.”
Setelah itu, semua terdiam dan menjadi sunyi, kemudian Lucia memecah suasana. Lucia kemudian bertanya, “Tuan Wisdom, bolehkah aku bertanya?”
Barth pun mengangguk, “Iya, apa yang ingin kamu tanyakan. Memangnya misi apa yang kamu jalankan?” Setelah mendengar itu, Barth lalu mengerutkan alisnya.
Tunggu, apakah sejelas itu terlihat? Padahal aku sudah berusaha menyembunyikannya sebaik mungkin.
Lalu Barth melanjutkan perkataannya sebelumnya, “Namun sayang sekali, menurutku sopan santunmu dalam melakukan kegiatan seperti pertemuan kurang. Kamu masih dangkal untuk hal seperti itu. Kamu masih harus belajar lagi dari orang tuamu.”
Lucia merasa tersinggung dengan perkataan Barth, Lucia lalu meminta maaf kepada The Wisdom. “Maafkan aku tuan Wisdom.” Barth pun menjawab, “Itu bukan masalah, aku hanya mengingatkan.”
Tiba-tiba suara ketukan terdengar bergema di dalam ruangan. Barth dan Lucia terkejut, mereka kemudian mengalihkan pandangan ke arah kursi kehormatan The Fake di mana suara itu berasal.
Sosok misterius yang diselimuti oleh kabut abu-abu tebal itu mengetuk kursi dengan jarinya seolah sedang memikirkan sesuatu.
Saat itu juga, Laville menatap ke arah Barth dengan santai. Namun bagi Barth yang berpengalaman itu bisa menandakan beberapa hal, dan salah satunya adalah peringatan.
Setelah itu Barth kemudian meminta maaf kepada The Honesty, “Maaf untuk ketidak kebijaksanaanku sebelumnya nona Honesty .” Ucap Barth sambil sedikit membungkuk.
Kemudian Lucia pun menjawab, “Itu tidak masalah, aku juga minta maaf atas ketidak sopanan ku sebelumnya.”
Setelah itu Barth menjawab pertanyaan The Honesty Sebelumnya, “Aku hanya ditugaskan untuk mengawasi daerah laut kabut atas permintaan seseorang. Kami sering menerima tugas seperti itu sebagai pekerjaan tambahan.”
Setelah mendengar itu Lucia kemudian bertanya lagi, “Apakah kamu seorang bajak laut? Atau pemburu harta karun?” Barth kemudian menatap Lucia kembali, “Bukankah kita seharusnya merahasiakan hal seperti itu?”
Laville kemudian masuk ke dalam percakapan, “Iya, itu benar, kita harusnya merahasiakan identitas kita bukan? Ini adalah sebuah pertemuan dengan orang dari tempat yang berbeda, maka dari itu kita harus merahasiakan identitas kita masing-masing.”
“Begitukah… Kalau begitu aku minta maaf atas kelancanganku.” Ucap Lucia mengakui kesalahannya. Uh… Kenapa aku merasa seperti anak kecil di sini? Aku seperti seorang anak kecil yang sedang dididik di sekolah. Apakah aku seburuk itu? Ini benar-benar memalukan sebagai bangsawan. Aku harus terlihat lebih baik lagi lain kali.
Ucap Lucia dalam benaknya mengintrospeksi dirinya sendiri.
Kemudian Barth juga membalas perkataan Laville, “Mr. Fake benar, kita harus merahasiakannya. Tapi, Mr Fake, bolehkah aku bertanya?”
Laville masih mempertahankan sosok misteriusnya, dia memandang ke arah Barth kemudian mengangguk.
Barth kemudian bertanya, “Kalau begitu bukankah kita harus memiliki aturan dalam pertemuan ini? Lalu apa saja peraturan yang akan dibuat?”
Laville kemudian berpikir sejenak, “Baiklah, kalau begitu bagaimana dengan dilarang menyebutkan identitas masing-masing kecuali mengetahuinya secara kebetulan ataupun diungkapkan. Selain itu, pertemuan ini dapat digunakan sebagai sarana bertukar informasi ataupun pertukaran bebas. Bagaimana?”
Mendengar pendapat The Fake, The Wisdom dan Honesty mengangguk dengan setuju, “Ya aku setuju.” Ucap The Wisdom dan The Honesty hampir bersamaan.
“Baiklah, kalau begitu itu adalah kesepakatan kita, dan tidak boleh dilanggar.” Ucap Laville kepada dua sosok di hadapannya.
Setelah itu Laville, sebagai The Fake memberi isyarat untuk menyelesaikan pertukaran mereka.
Lalu The Wisdom, Barth melanjutkan percakapan sebelumnya. “Jujur saja, selain mengawasi laut, aku juga memiliki misi untuk mencari potongan dari buku catatan Kaisar Kione.”
Kaisar Kione?!
Laville terkejut sesaat, namun dia kembali menyesuaikan dirinya. Dia memutuskan untuk mendengar sedikit lebih banyak.
“Apakah itu dari penggemar ide-ide Kaisar Kione?” Tanya Lucia penasaran. Setelah itu Barth kemudian menjawab pertanyaan Lucia dengan santai, “Kurasa tidak, kamu harusnya juga tahu bukan. Terdapat sekelompok orang yang menganggap bahwa buku catatan milik Kaisar Kione dapat memberikan kekuatan yang hebat.”
Lucia kemudian mengangguk dan menjawab, “Iya, aku tahu. Jadi apakah kamu akan tetap memenuhi misi itu?”
Barth kemudian menjawab, “Kenapa tidak? Lagipula dia pastinya juga tidak akan bisa mengartikannya.” Setelah itu Lucia mengangguk dengan setuju, “Iya, itu ada benarnya. Hanya sedikit yang dapat menafsirkannya.”
Apa maksudnya mereka tidak bisa menafsirkannya? Apakah Kaisar Kione menulis menggunakan huruf dari bumi?
Memangnya huruf apa yang dia gunakan? Apakah itu huruf china, jepang, atau semacamnya?
Gumam Laville sambil berpikir tentang bentuk buku catatan itu.
Laville kemudian mengetuk kursi lagi, itu membuat kedua sosok di depannya menatap ke arahnya.
Untung saja ada banyak kabut di sini, dan juga kami semua diselimuti oleh kabut yang tebal sehingga sulit melihat ekspresi satu sama lain.
Setelah beberapa detik suara ketukan bergema, Laville kemudian mulai bertanya, “Apakah yang kalian maksud adalah Kaisar Kione yang menjadi penguasa Kerajaan Birtish pada Zaman Keempat?”
Wisdom dan Honesty lantas bingung, lalu Barth memutuskan untuk mencoba bertanya, “Mr. Fake, apakah kamu tidak tahu tentang Kaisar Kione? Apakah kamu berasal dari daerah terpencil, mengasingkan diri atau semacamnya?”
Laville kemudian tersenyum tipis, dia kemudian berkata , “Aku tahu sedikit tentang dia. Lagipula aku bahkan tidak tahu seperti apa dunia ini saat ini.”
Barth dan Lucia kemudian menjadi bingung dengan ucapan Mr. Fake. “Mr. Fake, maaf atas kelancangan pertanyaan saya sebelumnya dan yang akan saya tanyakan lagi. Tapi… Apa yang anda maksud dengan ‘Dunia ini saat ini’?”
Laville kemudian kembali tersenyum dan menjawab, “Entahlah. Bagaimana menurutmu?”
Tentu saja aku tidak tahu, lagipula aku baru saja berpindah ke dunia ini beberapa hari yang lalu. Jadi bagaimana aku bisa tahu? Bahkan ingatan pemilik asli tubuh ini juga agak kacau karena alasan yang tidak diketahui.
Barth terdiam, dia tidak tahu apa maksud dari ucapan Laville. Sambil berpikir, Barth kemudian sedikit menjelaskan tentang Kaisar Kione yang dia ketahui…