
Gelombang emosi yang kuat muncul di hati Laville setelah Dunn mengatakannya. Dia kemudian bertanya, “Kenapa?”
Beyonders memiliki banyak resiko tersembunyi yang sangat serius? Sampai-sampai pengadilan internal gereja menangani masalah dengan hal-hal yang aneh dengan masalah beyonders dengan sangat serius!
Dunn kemudian masuk ke dalam gerbong kereta, ekspresinya masih tetap sama.
“Ini bukan sesuatu yang harus kamu ketahui, tapi ini juga sesuatu yang tidak bisa kau ketahui karena kau bukan salah satu dari anggota kami.”
Laville terpana sesaat sebelum dia kembali menanyakan sesuatu kepada Dunn Stein.
“Aku tidak bisa memutuskan jika aku tidak mengetahui hal yang berkaitan dengan itu.”
Dia diam sejenak lalu melanjutkan,
“Tapi aku tidak akan tahu jika tidak bergabung, dan jika aku ingin bergabung maka aku harus mengetahui.”
Bukankah jika seperti itu maka akan tidak akan pernah bergabung?
Dunn Stein mengambil pipa sekali lagi dan sama seperti sebelumnya.
“Anda mungkin salah paham, anggota sipil juga termasuk bagian dari kita.”
“Jika seandainya kau menjadi anggota sipil maka kau juga akan bekerja sama dengan kami. Dan lambat laun dengan perlahan kau akan mengetahui tentang rahasia yang relevan, mengetahui bahaya yang ditemui beyonders, dan mengetahui bahaya yang mungkin terjadi. Serta mempertimbangkan apakah kau ingin menjadi beyonders nanti?” Setelah itu Laville mengatur ulang pikirannya dan mencerna apa yang dibagikan Dunn.
Dunn tersenyum dan berkata, “Tapi kau tidak bisa langsung menjadi beyonders hanya karena kau ingin menjadi beyonders. Jika kau ingin menjadi beyonders maka gereja yang akan melihat apakah kamu dapat menjadi beyonders atau tidak.”
Ya.. Itu akan aneh jika gereja tidak ketat… Laville mencerna dalam hati dan memikirkan bagaimana dengan dia yang mungkin dapat dibilang sebagai setengah beyonders.
kemudian Laville menambahkan dengan nada tinggi yang lebih intens dan dengan postur tubuh yang lebih lebih kuat, “Lalu bagaimana dengan anggota sipil? Apakah itu juga akan sangat ketat?”
Dunn dengan kelopak mata setengah tertutup dengan wajah setengah rileks ketika dia menghirup pipa, namun tidak menyalakannya. “Kurasa itu tidak masalah untukmu. Menjadi anggota sipil tidak akan menjadi sangat ketat.”
“Kenapa?” Laville bertanya tentang alasannya.
Dia kemudian bercanda dalam hati.
Apakah pertemuan dan perkenalan saya seperti kunang kunang di malam hari yang perna bersinar begitu cerah dalam kegelapan?
Dunn kemudian membuka kelopak matanya yang tertutup setengah, mata abu-abu peraknya memantulkan ketenangan yang sama seperti sebelumnya.
"Pertama, kamu berhasil lolos dari bencana yang mengerikan yang juga menimpa kedua temanmu tanpa bantuan kami. Itu menunjukan bahwa kau memiliki kemampuan atau mungkin keberuntungan yang besar sehingga bisa lolos dari kematian."
Dunn berhenti sejenak, dia kembali menghirup pipanya dan menghembuskannya. Setelah itu dia kembali melanjutkan.
"Yang kedua, kamu telah masuk dan mengetahui sebagian dari dunia Beyonders. Karena itu kamu mungkin akan bertemu masalah mistis yang lain."
Dunn menoleh melihat keluar jendela, "Selain itu, kamu juga tidak bisa terus memantaumu setiap saat."
"Begitu banyak pengetahuan membosankan juga dapat membuat Beyonders menjadi tertidur, bahkan untuk Beyonders seperti sleepless. Selain itu para tenaga kerja juga sudah banyak yang melampaui usia yang baik mereka." Dunn kemudian menoleh ke arah Laville dan menunjuk dengan tangannya ke arah kepalanya, dia mencela dirinya sendiri. "Bahkan aku juga hampir masuk seperti itu. Ya, hampir. Dan juga, sebagian besar dari kami, anggota sipil juga adalah bagian dari dalam Gereja."
Dunn melengkungkan bibirnya dan tersenyum, "Kami juga tidak mungkin mengawasimu terutama ketika anda sedang berdua di ranjang dengan wanitamu."
Saat mendengar itu Laville memahami sebagian tujuan Dunn menawarinya bergabung dengan Mystery Hand. Dia memikirkan perkataan Dunn dan kembali mendengarkan perkataan Dunn.
"Kami sebagai anggota Mystery Hand tidak dapat membiarkanmu begitu saja ketika terdapat kemungkinan kamu akan membocorkan informasi tentang Beyonders. Itu akan membahayakan rekan-rekanku dan mempersulit Gereja." Dunn kemudian menoleh kembali ke arah Laville, mata abu-abunya tampak memantulkan sosok Laville. "Jika informasi Beyonders bocor ke publik dan masyarakat mengetahui keberadaan Beyonders dan kekuatan mistis, maka akan ada bencana yang terjadi."
Setelah mendengar penjelasan Dunn dari awal sampai saat ini Laville memutuskan untuk bertanya kepada Dunn Stein.
"Tapi bukankah akan lebih baik jika kita memberikan pengetahuan tentang mistisme dan Beyonders kepada masyarakat agar dapat menghindari bencana serupa terulang lagi, dan memudahkan mengatasi bencana yang akan terjadi?"
Dengan wajah yang terlihat acuh, Dunn yang sangat tenang kemudian tersenyum dan menjelaskan, "Hal seperti itu tidak akan terjadi."
Karena bingung dengan maksud Dunn, Laville bertanya kembali, "Mengapa?'
Senyuman di wajah Dunn Stein terlihat, " Manusia itu begitu bodoh dengan apa yang tidak pernah mereka alami. Kebodohan manusia berada di luar imajinasmu. Mereka benar-benar menyebalkan dan justru akan menirunya, menciptakan berbagai macam insiden dan masalah lainnya."
Setelah mendengar itu, Laville mendapatkan sedikit pencerahan. Saat itu Dunn kembali berkata sambil tertawa tipis, "Anggap saja ini pertanyaan yang lucu. Dulu kami para Beyonders sering bekerja sama dengan orang lain yang bukan Beyonders. Contohnya adalah kerjasama dengan arkeolog, ketika itu kami sering melakukan pekerjaan dengan arkeolog. Namun sebagai lulusan universitas sejarah Vhey kau juga pasti tahu bukan. Para bidat sering mencari kekuatan dari hal-hal seperti itu."
Dunn melirik Laville dan melihat bahwa pria dihadapannya juga memikirkannya sambil memberikan pernyataan setuju.
Dunn kembali menjelaskan, "Pada suatu hari, insiden muncul satu persatu. Fenomena mistis ikut muncul kepada para arkeolog bahkan kepada yang bukan Beyonders dan sama sekali tidak berkaitan. Itu menyebabkan jatuhnya korban, karena itu pengetahuan Beyonders tidak dipublikasikan ke publik."
Jadi begitu… Aku paham sekarang… Laville mendapatkan pencerahan yang lebih dalam setelah mendengar tuntas penjelasan dari Dunn Stein.
Laville kemudian memberikan pendapatnya yang sesuai dengan alasan merahasiakannya dari publik. "Satu-satunya pelajaran yang didapat manusia melalui sejarah adalah bahwa manusia tidak pernah belajar dari sejarah, dan mereka mengulangi tragedi yang sama."
"Ya, itu benar. Kutipan Kaisar Kione Benaporte memang selalu memiliki makna filosofis di dalamnya." Jawab Dunn singkat.
Kaisar Kione Benaporte? Senior transmigrator ini bahkan tidak memberikan tempat pertunjukan pada teman sedunianya yang tertinggal untuk berpose.... Laville tidak dapat merangkai kata-kata untuk membalas Dunn.
Dunn menoleh keluar kereta kuda, cahaya kuningan lampu gas menampilkan kemegahan dari peradaban.
“Apa itu?” Laville tampak senang bahwa dia tampak sedang memata-matai informasi penting, sehingga minatnya terguncang.
Wajah Dunn sedikit berkedut, lalu menariknya hampir tidak terlihat.
“Iman dan ketakutan membawa bahaya, semakin besar iman dan ketakutan maka bahaya yang dihadapi juga semakin besar.”
Setelah mengatakan itu, Dunn menandai, “Selain berdoa dan memohon kepada dewa, manusia tidak dapat menyelesaikan masalah mereka yang sebenarnya.”
“...Semakin besar iman dan ketakutan maka semakin besar bahaya yang lebih banyak dan lebih besar…” Laville mengulangi kalimat itu.
Yang terjadi selanjutnya adalah ketakutan dan ketidakpastian yang datang dari yang tidak diketahui. Itu seperti bayangan besar gelap yang tercipta dari cahaya lampu di jalan luar.
Dunn melihat Laville yang terlihat agak kosong, lalu dia memberikan alasan lainnya.
"Yang ketiga, jika kamu bergabung dengan kami, atau bergabung dengan anggota sipil. Maka kami dapat lebih mudah memantau perkembanganmu dan petunjuk untuk kasus ini." Dunn kembali ke ekspresi wajahnya yang tenang dengan kelopak mata setengah tertutup. "Selain itu kami juga bisa mengetahui masalah yang mungkin timbul dari insiden ini, dan kita mungkin dapat mengatasinya dengan persiapan."
Setelah itu Dunn menghirup pipa dan membuka kelopak matanya yang setengah tertutup. Bahasa tubuh Dunn menjadi tegas dan nadanya menjadi agak berat.
"Jadi, bagaimana menurutmu? Apakah kamu ingin bergabung dengan anggota sipil kami?"
Laville lantas terbenam dalam pikirannya, "Aku mungkin bisa tapi mungkin juga tidak." Setelah itu Laville teringat sesuatu dan memutuskan untuk bertanya kepada Dunn.
"Sebelum itu, boleh aku tahu berapa gaji yang akan aku dapat jika aku bergabung." Tanya Laville.
Ayo ini adalah pertanyaan serius…
Dunn lantas tersenyum dan sedikit tertawa setelah mendengar pertanyaan Laville. Dunn pun menjawabnya dengan tenang, "Kamu tidak perlu khawatir tentang itu."
"Gaji kami dikelola oleh gereja dan juga pemerintahan." Dunn kembali menghirup pipanya dan bersandar, "Untuk orang baru sepertimu, gaji yang kau dapat adalah dua Pound sepuluh Soli, dan sepuluh Soli tambahan sebagai biaya kerahasiaan. Jadi kamu akan mendapatkan tiga pound. Kamu akan mendapatkan gaji yang cukup untukmu."
Laville berpikir kembali tentang penawaran itu, namun Dunn kembali berbicara, “Tapi, kau tidak akan memiliki hari libur, kau akan bekerja bergantian dari masing masing kalian yang sudah kalian sepakati.”
“Gajimu juga akan naik ketika kau memberikan banyak poin kontribusi.”
Dunn memperhatikan Laville sesaat dan melihat bahwa dia masih mendengarkan, “Dan jika semisal kamu ingin berlibur seperti pergi ke Soutvile, maka kau harus mengirim surat izin terlebih dahulu kepada gereja. Dan saat kau pergi jadwal kerjamu akan digantikan sementara, namun jika di tempatmu terdapat insiden, maka kau juga harus ikut menanganinya jika diperlukan.”
Setelah berhenti sejenak Dunn menambahkan, “Dan untuk pembagian kerja kamu sendiri yang mengurusnya dengan rekan-rekanmu.”
“Namun seperti sebelumnya, kamu masih harus merahasiakan hal ini termasuk orang yang kau sayangi. Ini karena banyaknya bidat yang mengejar kekuatan untuk memuaskan hasrat mereka.” Ucap Dunn sambil menunggu jawaban dari Laville.
Laville masih belum memutuskannya, tetapi dia kembali bertanya kepada Dunn, “Lalu bagaimana ada orang lain yang bukan dari organisasi gereja dan pemerintah dapat mengetahui tentang beyonders?”
Mendengar itu Dunn sedikit tersenyum, “Itu sama seperti tadi, meskipun kami adalah organisasi yang dibuat oleh gereja, namun pasti akan ada pembelot dan penghianat gereja. Dan mereka yang mengkhianati gereja memiliki persentase yang besar untuk membocorkan informasi beyonders entah disengaja ataupun tidak.”
Laville pun mencapai pemahaman yang lebih dalam tentang dunia beyonders, dia mengetahui bahwa masih ada resiko lain untuk menjadi beyonders.
Setelah itu Dunn kembali bertanya kepada Laville,
“Jadi, bagaimana menurutmu. Apakah kau ingin bergabung?”
Laville masih agak ragu, lalu dia bertanya kepada Dunn, “Bisakah memberikanku waktu untuk memutuskan?
Dunn masih dengan ekspresi tenang yang sama seperti sebelum-sebelumnya, “Itu tidak masalah. Aku akan menunggumu sampai hari minggu.”
Mendengar itu Laville menjadi sedikit bersemangat karena dapat mendapatkan pekerjaan dan melangkah untuk kembali ke bumi tempat asalnya.
Saat itu Dunn memberitahukan kepada Laville cara untuk menemuinya ketika sudah mengambil keputusan, “Kalau begitu, jika kau sudah mengambil keputusan, pergilah ke tempat menyewa tentara bayaran di daerah North Brough di Ceral Street.”
Setelah mendengar itu, Laville agak kebingungan, “Maaf?”
Dunn lalu memberikan alasannya, “Tempat kami juga rahasia, kami tidak akan memberitahumu kantor kami sebelum kamu memutuskan untuk bergabung dengan kami, kami mungkin hanya akan menunjukan padamu secara tidak langsung.”
“Jadi begitu…” Jawab Laville, dia kemudian menyuarakan pendapatnya, “Itu tidak masalah.”
Setelah beberapa saat hening, kereta kuda telah sampai di depan rumah Laville. Setelah itu Dunn memberikan salam kepada Laville, “Baiklah, sampai jumpa lagi, semoga mimpimu indah tuan Laville Maurly.” Kata Dunn sambil tersenyum.
Laville melepas topinya dan memberi hormat sambil melihat kereta kuda pergi menjauh. Dia kemudian mengambil arloji sakunya.
Klik!
Itu baru jam empat pagi, angin dingin yang sejuk berhembus dan cahaya kuning redup menyinari jalan-jalan.
Laville menarik napas dalam-dalam menikmati keheningan malam di sekitarnya.
Distrik yang paling ramai saat di siang hari dapat menjadi sangat sepi di hari yang sedang gelap. Itu begitu kontras dengan pemanggilan arwah di rumah Welech.
Setelah itu Laville berbalik menuju apartemennya, saat itu dia menyadari bagian belakang kemeja linen nya basah tanpa sadar oleh keringat, dingin, dan lembab.
…