The Secrets Behind The Dark

The Secrets Behind The Dark
nightmare



(Tokoh Prov)


"Untung deh,kalau engak bisa mati aku. semua kerjaanku ada di sana" membuka-buka hp,geser sini,geser sana.


"Ayo..nanti nasinya keburu dingin" jawabku sembari memeluk lengan Kiki dan tersenyum.


...Di meja makan...


Kiki duduk dikursi samping Aru,masih dengan pandangan kosong.


"Babe.....?" aku melambai ke arah kiki


"Babeeee..oh my,Wake up ms.daydreaming"


"Apaan sih bae, gangguin aja, lagi sibuk mikirin masa depan kita berdua ni"


Ku sentil jidat Aru.


"Auhhh..sakit beb,jahat sekali kamu nih" mengusap dahiku.


"Masa depan apa? Dasar suka ngayal,jangan tinggi-tinggi entar jatuh sakit" tepat setelah Aku merenggek terdengar suara hp.


~ting~  pesan masuk dari hpku


"Ehhh..bukannya masih 2 hari lagi ya? Kenapa di majukan besok,tempatnya juga di ganti?" aku menatap hpku dan mendapati pesan dari teman kampus jurusan budaya yang ku ikuti,perubahan jadwal dan tempat. selebihnya tidak ada yang aneh.


'sudahlah,besok ya besok. Toh makin cepet juga aku bisa berduaan sepuasnya sama babe Kiki'


Kiki yang sibuk makan melihat Aru fokus pada hpnya dan bertanya "kenapa bae?" Sembari mencoba menyuapin Aru.


"Ini beb,temen ku WA katanya jadwal acara di ubah besok dan tempatnya juga di ubah,selebihnya gak ada masalah kok. Jadi gimana beb,kamu besok ada keperluan bukan,aku gak mau ganggu kamu!"  Aru masih memainkan hpnya.


Dia membuka mulutnya *say 'aaaa dan memakan yang Kiki suapkan.


Kiki berfikir sesaat "Ada cara sih.. Hmmm" melanjutkan makannya.


"Uh..cara apa?" Aku menatap Kiki.


"Emang besok kamu jam berapa acaranya?" Kembali Kikk menyuapin Aru.


"Acaraku jam 8 pagi sampak jam 6 sore,tempatnya di taman kota dekat danau.sebelah kampus sih masihan"


Aru memakan suapan Kiki.


"Eemmm...bisa,bisa,Caranya itu....!!" Kiki mulai sok serius.


"Iyaaa" aku menatap kiki ikut serius.


"Aku bolos" mengerling ke arah Aru.


"Ah...dame desu yo,dame..babe ku gak boleh bolos. Da..me..desu" aku mengelengkan kepalaku.


"Btw, lama amat acaranya,Ngapain aja?" Kiki merasa kesal.


"Ow,ini acara cosplay dan bantuan sosial,kamu tau kan kalau aku ikut bantu mendanain panti asuhan jadi sekalian aja ngadain acara baksos gitu,lamanya soalnya ada kontes dan lomba" Aku menyandarkan kepalaku ke bahu Kiki.


Kiki mendengus "Iya..iya besok aku gak bolos,Tapi besok aku anterin sama jemput kamu ya?"


"Nah gitu dong babeku gak boleh bolos oky" Aku mencubit pipi kiki "Lucunya babeku ini. Oky,siap bos ku...hehehe" menatap dan memberi hormat ala polisi.


"Eh nasiku kok masih setengah? tadi kayaknya aku makan semua?" memalingkan wajah kearah Kiki "itu tadi nasimu kan?"


menatap gak suka "Aku? Lucu? Aku lucu? Mata kamu kemasukan batu ya bae?" Jawab Kiki. dia mengalihkan perhatian


"Makan angin tuh kamu. Aku ngabisin punyaku kok" senyum,cium pipi Aru. ~Muach


"Engak kok,mataku kena virus cintamu makannya liat kamu tu lucu..hahahahahaha" aku tertawa sampai menangis.


"Aahh licik gak mau,aku udah makan banyak. Bantu habisin,kalau gak gak boleh tidur ma aku " aku mengancam Kiki.


"Iya. Nanti aku habisin kok" jawab Kiki santai.


"Oh ya,aku lupa nyalain lampu taman sama depan" Aru berjalan ke luar


Aku segera berlari,meraih tangan Aru "Kamu mandi aja. Aku yang ngidupin lampunya" senyum kikuk


"Setuju" ~muach  kucium Kiki dari pipi kanan,kiri penuh "babe ku terbaik,oky kalau gitu. sakelarnya di luar dekat garasi ya beb" aku jalan ke arah kamar,terus ke kamar mandi.


"Iya...iya paham" Kiki berjalan keluar,menghidupkan lampu,melihat sekitar


"Berani menyentuhnya,Kalian mati ditanganku" dia kembali masuk kerumah,mengunci pintu.


Aru menghentikan langkahnya "Oh ya hp ku ke tingalan di meja makan,sudah lah entar aja di ambil" masuk kamar mandi.


Kiki mengambil hp Aru,Membuka,menyeringai "Pesan sialan" dia menghapus pesan tak dikenal tadi,berjalan ke ruang tengah dan menonton tv sembari duduk di sofa.


...30 menit kemudian...


"Uwahhh segernya..uuhhhh" aku segera benganti pakaian dan menyusul Kiki.


"Babe,apa lampunya sudah nyala?" berjalan turun.


"Udah aku nyalain bae" jawab Kiki dari ruang tengah.


"Eh..Hp ku mana Beb,apa kamu bawa?" Ku cari hpku di meja makan.


"Hpnya ada disini,Aku pegang" Kiki teriak dari ruang tengah.


"Eh kamu di sana ternyata..hehehe" jalan ke arah Kiki.


"Babeeee... i'm coming" aku melompat kesamping Kiki.


"Astaga bae,pelan pelan aja" kucubit pipi Aru.


"Hehehe..maaf babe" ~muach  aku mencium pipi Kiki.


Kuangkat Aru pindahin keatas pahaku,Memutar badan Aru kearahku dan memeluk pinggangnya.


Aku terkejut dan segera berpegangan ke pundak Kiki "Uwah...Kiki" aku kembali fokus ke fotoku dan aku pilih beberapa.


"Beb,kalau besok aku pakai neko kawai gak?" menunjukan cospaly ku saat pakai costum neko dengan celana hitam selutut dan baju menutupi sebagian badan atas telinga kucing kalung kucing berwana hitam,ekor kucing yang berlonceng.


Kiki terkejut dan menatap horor ke arah Aru "Hmmm...Eh,Jangan pernah pake kostum kucing lagi oke. Itu terlalu hmmm..Pokoknya jangan pake


Aku gak mau kamu dilirik orang lain" jawab Kiki.


"Eh,tapi ini bagus low. aku dulu pakai ini pas even hellowins dan dapet banyak hadiah..hehehe" mengingat waktu itu,


"Itu aku masih belum kenal kamu,andai saja udah kenal. Fufufufu" aku menutup mulutku untuk menahan tawa.


"Gak..Pokoknya gak boleh lagi pake kostum neko-nekoan" kesal.


"Iya..iya gak lagi deh,gak lagi" aku mencubit pipi Kiki


"Tapi kalau pakai di rumah boleh kan. Cuma ada mami ma papi aja kok" nyengir.


"Apa yang ini aja? Kostum samurai jepang ala token ranbu? Atau pelayan ala black butler? Atau china ala MDZS? Ah semua bagus yang mana beb pilihin aku" Aku menunjukan fotoku saat memakai cosplay satu-persatu dan menyandarkan kepalaku ke pundak Kiki.


"Cosplay Wei wu xian gak papa. Kamu cantik soalnya" ku usap rambut Aru


"Tapi jangan centil" ngegas.


^^^*kok ngegas? 🤣^^^


"Oh yang ini ya Beb? Oky,aku besok pakai ini aja deh. Makasih babe" aku memeluk kiki


"Eh,sejak kapan aku jadi centil? Emang aku makana apa kok centil" manyun dikit sok marah.


^^^(Itu cenil ruru..bener" dah ni bocah 😒)^^^


"Kali aja kamu niat selingkuh" cium bibir manyun Aru.


"Ahh..siapa juga yang doyan ama *tombay kayak aku nih kecil,tinggi,putih,udah kayak spidol papan tulis" menghina diri sendiri tanpa sadar.


^^^*tomboy.ais radak sengklek emang aru nih 😥^^^


"Kamu liat apaan beb?" Aku membalik badan ke arah tv.


Memutar badan Aru lagi "Gak liat apa-apa" memeluk Aru erat sambil memejamkan mata.


"Alee..kamu aneh banget sih beb,kan aku juga mau nonton. Ya udah lah aku main game aja" aku main game sambil meluk Kiki.


'gak kerasa udah jam 10,karena asik main game sampai lupa jam dan ketiduran di pelukan Kiki'


"Astaga,Ni anak...Hmm" mengangkat Aru masih dalam posisi monkey style,berjalan menuju kamar. perlahan aku membaringkan Aru,cium keningnya,menarik selimut agar Aru tidak kedinginan


"Eemmh.. " aku merasa akan jatuh segera kukalungkan tanganku.


Kiki berjalan ke balkon kamar Aru,Mengambil satu batang rokok disaku,meraba raba kantong.


"Pematiknya dimana?"


Kiki masuk kekamar sembari bibir menghimpit rokok "Ah.. Disini rupanya"


mengambil pemantik di meja,keluar lagi,nyalain rokok


Aru merasa enggak nyaman,lalu dia lepas baju luarnya dan melempar entah kemana,menarik selimut kembali ke alam mimpi.


...Memasuki alam mimpi....


"Eh...ini dimana? Kok aku di sini? Hallo,ada orang di sini. Hallo" suaraku menggema.


aku berada di jalan sempit dan gelap,tidak tau di mana tempat itu aku terus berjalan sampai pada ujung jalan buntu,aku mendengar banyak suara orang sedang berbicara. Aku berjalan ke arah mereka dan aku lihat orang tinggi besar satu sisi seperti preman sisi lain orang berjas hitam,entah kenapa aku teringat saat aku di culik dan di pukul. Aku hendak pergi,tapi rasanya Kaki ku beku dan gak bisa bergerak.


Tiba-tiba orang itu melihatku dan menghampiriku,semua menatap ku dengan mata ganas,tubuh ku bergetar takut,mataku mulai menangis mereka terus mendekat dan aku teru berteriak minta tolong tapi tidak ada yang datang sampai suaraku habis dan leherku serak.


"Tolong...tolong aku...mami...papi...Kiki..tolong aku..siapa pun tolong..tolong aku" Tubuhku menggeliat gak karuan dan terus bergerak ketakutan.


...Di barkon luar...


kumatikan teleponku dan kubuang putung rokokku setelah mendengar suara aru,aku berjalan mendekati aru,naik ke ranjang dan memeluknya erat.


Aku hanya bisa diam,tidak ada kata kata manis penghibur. orang-orang itu telah mati namun trauma yang Aru dapatkan tidak akan hilang,itu akan selalu ada bersama dengan bayang-bayang orang orang itu dan juga masa lalu. aku kecewa dengan diriku sendiri,yang bisa kulakukan hanyalah memeluknya erat sembari mengusap rambutnya perlahan.


"Mami..Papi...Kiki..hisk..." aku terus menangis,tanpa terasa tubuhku seolah-olah mendapat kehangatan terus dan semakin hangat. Bayangan orang-orang tadi menghilang,berubah menjadi pemandangan danau di sore hari yang sejuk dan hangat. Aku merasa nyaman,sangat nyaman sampai aku tidak sadar kalau aku sudah keluar dari mimpi burukku tadi. menerima kehangatan,aku tidur dengan lelap tanpa melepas pelukanku,pada saat itu aku teringat "Kiki...terima kasih " .aku tersenyum dengan mengeratkan pelukanku


Mendengar ucapan Aru,aku tercengang,senyumku merekah.


"Aru..Aru..Aru...Maaf,maaf,maafkan aku"


kupanggi namanya berulang-ulang bersamaan dengan kalimat permintaan maaf tanpa henti.


sejenak aku tersadar,ku panggil seseorang ditelepon "Bunuh mereka semua" hanya satu kalimat dan ku matikan hpku,aku kembali memeluknya dan pergi ke alam mimpi.


.


.


.


.


Hora....minna 👋 thor" balik lagi nih.😉


Jangan lupa tingalin jejak ya,jangan jejak astral.🤗


Yosh ketemu lagi di chap 10


Bye...bye..👋