
07.30 am
Aru prov (chating on)
~ping
"Pagi sayang?" Pesan dari kiki
"Pagi babe!" Balasku yang masih males-malesan buat bangun
'ah,ngantuk,bobok lagi lah' fikirku
"udah mandi belum?" Balas Kiki
"belum,masih males" balasku setelah merenggangkan badan
" idih,udah pagi masih belum bangun! cepet mandi sana,bikin bau aja!" ledek Kiki
"biarin,yang bau juga aku bukan kamu juga" aku mulai bangun dan duduk di ranjang
'maklumlah kaum rebahan' fikirku
"Tambh gendut sukurin" balas kiki
"Biarin,kalau gendut kan artinya sehat!Kamu gak suka cewek gendut ya? Oky gak masalah!" balasku yang sudah sadar dari tidurku
"Dih ngambek,Ututu ngambek" balas kiki
"Aku gak ngambek.Udah aku mau mandi,katanya ngajak kencan!" Aku bangun dari kasur dan merapikannya,mengambil handuk mau mandi.
~tiba-tiba pesan lain masuk.
"Aku Udah didepan rumah kamu sekarang" pesan dari kiki
"Eehhhh...aku belom mandi tayooo" aku balas pesan kiki dan menaruh handuk
~prov aru berahir
(live story thorthor prov)
"Terus?" Kiki menggirim pesan sembari menunggu aru
"Udah deh masuk aja dulu,mami baru masak juga" balas aru yang keluar kamar
"Gak mau bukain pintu?" Balas kiki kepada aru dan duduk kursi samping
"Aahh...iya bentar,dasar manja" balas aru berjalan ke pintu rumah.
(Berjalan ke depan pintu)
"Babe....." membuka pintu dan memeluk kiki
Aku peluk balik aru "Kurang lama bukainnya"
melepas pelukan dari kiki "Salah kamu gak pencet bel,kan mami ada di dapur!" Jawabku menariknya masuk
"Maunya kamu" kiki menyeringai jahil
"Duh..Mulai deh" balas aru berjalan masuk menarik tagan kiki.
Kiki menggikut masuk "So? Kita mau ngapain?"
"Duduk aja dulu,aku mau mandi" aru pergi ke dapur dan berjalan ke arah mami papinya
"Mami,kiki datang" ucap aru sambil menyium pipi maminya
Kiki duduk di ruang tamu
'aku pengen ke kamarnya aru aja' fikir kiki yang masih santai duduk di ruang tamu
Aru pergi ke ruang tamu dan menghampiri kiki "Beb,mami bilang makan dulu,mami udah masak banyak papi juga di sana nunguin" pesan aru menarik tangan kiki
Kiki memegang tangan aru dan menggelus tangan aru "Iya,kamu buruan mandi gih" kiki menyuruh aru sembari jalan ke dapur.
"Iya beb" jawab aru sambil menyuruh kiki duduk di kursi makan.
"Ma,Pa aku mau pergi nanti sama kiki,apa mami dan papi ada titip? Biar aku sama kiki yang beli sekalian. katakan saja sama kiki,aku mau mandi dulu" aku mengecup pipi papi dan berlari ke kamar mengambil handuk lalu masuk kamar mandi.
*Kamar aru berada di lantai 2 rumahnya dan memiliki kamar mandi pribadi sendiri dengan luas ruangan setara 15X10 m dan kamarnya juga punnya kamar ganti berisi aneka pakaian dan sepatu. maklumlah si aru ini seorang cosplayer ternama di kampusnya dan sering ikut lomba-lombah bahkan ke luar negeri. kalau ada luar planet sekalian.😝
Kiki berjalan kedapur dan meyapa mami dan papi aru "Pagi om,tante"
Mami,papi aru menjawab bersama
"Pagi kiki".
Mami menyuruh kiki duduk dan berbincang-bincang bersama
"Gimana kabarmu kiki? Tanya mami
"Kabar saya baik tante. om dan tante juga gimana kabarnya?" Tanya balik kiki dengan senyum dan ramah
"Ya...setidaknya masih hidup dan sabar mengurus anak kelinci" jawab papi yang masih membaca koran
"Aiz...jangan gitu dengan aru,dia kan putrimu. Ya walau memang ada aja ulah yang dia buat..haha" mami yang berbicara membela aru sembari menata semua makanan dan memberi piring tambahan untuk kiki
Aru selesai mandi dan berpakaian rapi,dia turun ke dapur dan duduk di sebelah kiki "Kalian asik sekali ngobrolnya?" Tanya aru kepada mereka.
Kiki menoleh sebentar dan berkata "Kurang lama mandinya" sambil menyeringai,dia lalu melihat papa aru "Nanti anaknya saya pinjem dulu ya om?" Kiki bertanya pada papi aru
Aru mengambil piringnya, "Engak juga,kan mandi harus wangi gak kayak kamu! Wekk" menjulurkan lidah,dia juga melihat ke arah papinya "memang aku tas ransel di pinjam!" Kata aru dengan nada santai.
Kiki membalas menjulurkan lidah ke arah aru dan menyentil dahinya "kamu bukan tas ransel,tapi burung beo" sindir kiki.
Mami yang mendengar aru bicara dan berdebat dengan kiki ikut tertawa karena putrinya ini paling bisa beradu mulut. mami bertanya kepada kiki dan aru "Kalian mau kemana? Mami dan papi akan keluar kota untuk seminggu mungkin lebih" jelas mami.
"Gak tau? Kiki yang ngajak,aku ikut aja..hehe" jawab aru yang mulai meminum airnya.
Mami memberikan makanan ke papi dan selanjutnya ke kiki,mami mendapat protes dari aru "lah mami,kan anak mami aru kok kiki dulu sih?" Dengan nada manja.
Kiki pun menjawab protesan aru "Tapi mama mu lebih sayang nya ke aku,Ya kan tante?" Kiki memandang mami aru
mami ketawa dan mengusap kepala kiki dan aru,dia bilang kalau "kalian berdua anak mami dan papi" dengan senyum
Aru merespon dan segera memeluk maminya "ah...mami.aku sayang mami" ~much ciuman di berika oleh aru untuk mami.
Kiki yang mendapat jawaban dari mami merespon senyum dan berkata "Ah gitu ya tante...Hehe" walau begitu di dalan hati kiki
'ah, ini membuat ku iri'
"Sudah ayo makan,nanti keburu dingin" papi yang dari tadi diam menyuruh semua untuk makan.
Suasana di meja makan tenang dan hangat walau masih ada keributan karena keusilan aru.
"Babe..cobain ini,telur gulung ala mami. Say 'aaaaaa" aru menyuapkan telur gulung ke kiki
Kiki menerimanya dan memakannya,dia bilang "Enak. Mama kamu pinter masak ya. Kamu kapan?" Tanya kiki pada aru
"Eh..aku juga bisa masak kok,tapi gak masak buat kamu" jawab aru yang lagi-lagi menyuapi kiki.
Kiki penasarn dan bertanya "kenapa?" Dengan mulut yang masih di suapi aru
"Yaaa..Karena masakanku bisa buat kamu makin sayang ma aku entar aku yang susah..hahahaha" jawab santai aru sambil tertawa.
"Ha? Jadi kamu gak suka kalo aku makin sayang sama kamu?" Kiki kembali bertanya ke aru
Belum menjawab Aru mendapat Deat glared dari mami,dan mami yang menatap kesal ke arah aru menginjak kakinya dan memarahinya agar tidak bercanda keterlaluan dengan kiki. "Ouw..mami sakit,aku hanya bercanda dengan kiki,mami. Ya ampun gak pakek injek kaki napa sakit tau,gimana kalau aku gak bisa jalan lagi,kan aku mau kenca sama babe ku." Jawab aru sambil membelai kakinya yang di injak maminya tadi
"Pfftt...Makanya jadi pacar jangan nakal" jawab kiki sambil menahan tawa.
"Uh..bukan bantuin malah ketawain sebel dah,mami juga kejam sekali,pantes papi takut ma mami" mulut aru yang gak pakai filter berkata.
sang papi yang santai ahirnya tersedak karena perkataan aru.
kiki yang melihat itu langsung memberi papi minum dan memarahi aru "Hih, gak baik ngomong kek gitu. Minta maaf sama papi!" Aru kena dead glared 2x dan meyerah.
"Maaf papi" sambil menundukan kepala
Kiki juga meminta maaf atas tingkah aru "maaf ya om,aru suka gak ada rem kalau ngomong"
Papi yang sudah tenang seger berkata "tidak masalah,aru memang begitu. dia apa adanya walau kadang gak ada rem" papi membela aru karena kasihan melihat putranya di marahi dua orang.
Aru mengunakan jurus mata pupy nya kepada sang papi seakan-akan dia sangan berterima kasih dan kembali melanjutkan makan mereka.
Pagi itu menjadi penuh kehangatan dan tawa di sela-sela sarapan,terkadang ada sedikit adu mulut ringan yang di mulai oleh aru. setelah semua beres aru berdiri dan berjalan ke arah mami dan papinya mengecup pipi mereka serta berpamitan untuk keluar.
"Papi,mami aku mau keluar dulu sama kiki ya?" Sembari aru menarik tangan kiki.
"Baik sayang,hati-hati di jalan,jangan menggoda kiki terus" jawab mami sambil mengingatkan aru.
"Siap bos" Aru menjawab dengan nada ala tentara.
"Oky,kita mau kemana sekarang?" Tanya aru kepada kiki dan menggandeng tangannya.
Kiki ber bisik di telinga Aru "bagai mana kalau di kamarmu aja?" Tanya kiki yang memegang pinggang aru.
Aru mengangat sebelah alisnya "eh...oky kalau begitu" aru tersenyum dan kembali ke dalam rumah.
.
.
.
.
.
Woaaa part 2 usah,aduh gatel pengen lanjut tapi penasarn sama yang baca 🤔
Menurut kalian gimana nih novel pertamaku?
Maaf lo kalau banyak typo"nya!
Jangan lupa tingalin jejak yaa..😉
Ketemu di part 3 yang makin hot 😱 udah kaya pangganganan...hahaha bye 👋