The Secrets Behind The Dark

The Secrets Behind The Dark
Ancaman



Kiki memegang tangan Aru,menekan ke ranjang. cium bibir Aru perlahan semakin lama berubah jadi gigitan dan *******.


'ini pertama kali untukku,rasanya sedikit aneh tapi juga nikmat hanya saja..' fikirku.


"Uumm..mmnn...uumhh..uughh" ku tarik rambut Kiki karena kehabisan nafas.


Kiki menjauhkan wajahnya.


"Maaf,, hehe" Tertawa.


"Hah...hah..ah..aku... kehabisan nafas" ucapku masih terengah-engah,mata berair penuh gairah


"Babe..." memangil Kiki dengan nada serak


"Sial" jawab Kiki. aku menyusupkan kepalaku ke perpotongan leher Aru,kucium,kujilat,Bahkan kugigit beberapa tempat membuat kismark disana sini.


"Aah...Kiki..uhh,pelan..pelan Beb..uhh..! Jangan mengigitku Beb aku bukan kue" aku menatap Kiki dengan mata sendu penuh nikmat.


kutarik kepalaku dari perpotongan leher Aru,ku tatap lekat-lekat matanya.


"Say my name,Bae" pintaku. ku cumbu kembali bibir yang hampir membengkak itu,aku ingin lebih.


"humm..Bebe...Kiki..hm.." aku terus menyebut nama Kiki.


'Hmpp..ummhh..aahh aku mulai gila,Kiki sangan lihai' Fikirku


kulepaskan ciuman ku pada Aru,dengan puncak hidungku,aku menyelusuri tubuh Aru. rahang,leher,selangka,ku cium dan ku gigit,meninggalkan tanda kepemilikan yang gak akan hilang sampai tiga hari kedepan,bahkan lebih.


"MINE..Kamu milikku,Selamanya milikku" desah Kiki di telinga Aru.


"Aahhh...babe pelan..pelan..aahh hhaaa.." badan ku bergetar saat Kiki bermain di leherku. 'aku gak tau apa yang di buat Kiki,tapi semua serasa nikmat.Tubuhku serasa melayang dan penuh kenikmatan'


Ku tarik kepalaku dari leher Aru,Perlahan tangan menyusuri lekuk badanya yang lembut dan sampai pada perutnya. ku lepas perlahan kancing baju yang Aru pakai.


"Uh....Kiki.." kutatap Kiki dengan malu.


"Umm...jangan lihat.." wajah ku terasa panas,reflex aku menutup badan ku dengan tangan ku.


Melihat gerakan Aru,aku menahan tawaku.


"Kenapa?"


"Aku...aku malu" jawabku dengan pelan dan memalingkan wajahku.


"Malu tapi mau kan?Hm?" Melihat wajah Aru yang bersemu merah sampai telingganya membuatku gemas.


"Uh??...aahh...kamu dasar" aku memukul dada Kiki tanpa tenaga.


Baru ku ingat dan terdiam seketika.


"Sialan, aku lupa.." pasang muka datar.


"Eemmm..Kiki? apa kamu perlu ini" aku membuka laci samping tempat tidur.


"Ha?!Chotto matte.." Aku terkejut dan segera mendekati Aru.


"Ah....kenapa Beb? apa ini tidak perlu? ku tatap Kiki dengan mata polos dan berniat mengambil barang yag ada di dalam laci.


Ku pegang tangan Aru "Hmmm.." mengalihinkan pandangan dan mengusap tengkuk.


"Udah,gak usah,Kita stop disini aja" kutahan senyum canggung ke arah Aru.


"Eeehhh? Kenapa?" Aku berhenti menarik laciku dan bertanya ke kiki.


^^^(ni posisi ambigu nih..bayangin sendirilah) 😣^^^


"Kamu beneran mau berhenti Beb?" menatap Kiki dengan wajah polos dan mengalihkan ke bagian bawahnya.


memiringkan kepalaku "punyamu sudah tegang beb,apa itu gak apa-apa?" masih menatap miliknya dari bawah,dan tiba-tiba tanganku reflek menyentuh punyak Kiki.


~touch


^^^(Tangan oe,tangann...😱)^^^


Aku menangkap tangan Aru,


"Gak,Gak sekarang" ku gelengkan kepalaku,menegakan badan Aru.


"Maaf ya" ku beri senyum ke arah Aru dan merasa bersalah.


"Eemmm....baik lah.." jawabku perlahan dan menunduk.


Ku tatap jam dindingku "Sudah hampir malam,aku mau masak makan malam dulu. Beb kamu mau makan apa?" Aku turun dari tempat tidur,memakai baju,mengambil salep yang ada di meja belajar,menggoles ke luka lebamku,selesai mengancing baju.


"Aku ingin omurice" ku ambil kemejaku dan menyampirkannya di bahu.


"Omurice lagi gak bosen kah kamu Beb?" Ku miringkan kepalaku.


"Aku suka omurice buatanmu" Aku merasa canggung,segera Aku melangkah turun dari ranjang.


"Aku.....aku ingin mandi dulu" karena binggung,Aku segera masuk ke kamar mandi.


"Eehh..oky,handuknya aku taruh meja dekat pintu kamar mandi ya beb! Aku kebawah entar nyusul ya" Berjalan keluar kamar.


"Makasih handuknya bae. iya,nanti aku nyusul" teriak Kiki dari dalam kamar mandi.


"ada apa dengan Kiki ya? Apa aku salah? Apa dia lagi ada masalah ya?" Berjalan,menuruni tangga dan pergi ke dapur. Aku mulai menata bahan dan memasak.


'sudahlah,aku gak mau buat dia makin pusing entar malah kenapa-napa,masak,masak,masak yang enak buat Kiki' kembali Aku fokus memasak,menatanya di meja makan beserta segelas minuman.


~tring..tring~ "eh,telefon?siapa ya?" aku mengangkat telefon.


"Apaan sih ini,salah sambung apa ya? Udah lah lanjut lagi" ku tutup telefonku,dan lanjut menata meja makan.


"Babe makanannya udah siap ayo keburu dingin" Aku berjalan ke kamar dan mengetuk pintu kamar mandi.


Aku mendengar pangilan dari Aru "Iya bae,bentar lagi selesai"


"Aku tunggu di bawah ya Beb,jangan lama" entar sakit low.


"Iya,kamu duluan aja aku turun setelah ini" jawab Kiki.


Belum sempat aku keluar kamar hp ku berbunyi,sebuah pesan masuk.


"Eh,pesan dari siapa ya? Kok nomernya kayak operator ya? Coba deh liat dulu,siapa tau promo makanan...hehehe. kan lumayan" aku ambil hpku dan benjalan keluar kamar,menuruni tangga,tiba-tiba saat pesan itu aku buka berisi foto-foto mayat berceceran dengan darah yang terlihat segar dan mereka seperti orang yang menyerangku.


"ugh..apa ini?" aku merasa perutku mual dan segera berlari ke kamar mandi bawah,dan mengeluarkan semua isi perutku. tanpa sadar aku melempar hpku di sofa.


"Hah..hah..hah..apa-apaan ini? siapa yang mengirimnya?" Aku berlari dan mengambil hpku,belum sampai aku mengambilnya hpku sudah hilang.


"Eeehh di mana hpku,tadi aku lempar di sofa,apa jatuh ya?" Aku mencarinya.


Kiki berjalan menuruni tangga sambil mengusak rambut dengan handuk


"Bae?" Aku mendekati Aru,handuk bertengger di bahu.


"Eh Kiki,kamu sudah selesai?" Aku berdir menghadap ke arah Kiki.


"Udah,Ada apa bae?kamu mencari apa sih!" Ku lihat Aru yang melihat ke arah manapun.


"Beb,bantu aku cari hp ku dulu nanti aku jelasin deh. Mana ya hpku tadi? Seingatku di sini aku lempar tadi" Aku mencari di bawah sofa,bawah meja,gak ketemu.


Aku membantu Aru mencari hpnya "Kenapa kamu lempar?"


"Aku tadi kaget jadi aku lempar,terus aku ke kamar mandi" melirik kanan kiri.


Aku mencoba mencari ke kolong lemari tv "ah..ada" segera Aku mengambilnya.


"Ini sayang?" Ku serahkan ke arah Aru.


"Aa..tasukatta makasih Beb" ~much ku beri cium di pipi kiki. aku buka hpku dan Aku liha pesan tadi,tapi pesannya sudah hilang.


"Eh...hilang,apa ke hapus ya? Coba aku balikin dulu" mengutak atik hp.


Aku liat Aru yang sibuk otak atik hpnya "Kenapa sih Bae?"


"Aku tadi dapet pesan dari nomer gak jelas,kayak operator gitu terus aku kira promo makanan atau apa lah,pas aku buka isinya tuh foto. Dan foto itu bikin aku mual iss,masih sakit perutku kalau ingat itu" aku menjelaskan ke Kiki sembari mengutak atik hp,buka Apk,otak atik lagi.


Kiki hanya diam menatap Aru yang fokus dengan hpnya,tanpa sadar tangannya memeluk pinggang Aru yang ramping.


"Wah ahirnya bisa,nungu bentar lagi *lola" menatap layar hp serius ampek lupa orang di samping.


"Kebuka..kebuka...ugbb..aku mau muntah" ku lepas pelukan kiki dan lari ke kamar mandi. ku lempar hpku ke arah Kiki.


^^^*Lola: Loding Lama 🀣^^^


Ku tangkap hp Aru "wops..Bae,hati-hati kali" menatap Aru sampai hilang di kamar mandi.


"Astaga,punya pacar ceroboh banget,ck"


Aku buka hpnya,ku liat hp dan benar saja,aku terkejut dengan isi foto itu.


"B*n*s*t,Orang itu" Aku menggenggam hp aru erat-erat.


Aru keluar dari kamar mandi,sempoyongan. "Aduh,kepalaku ikut pusing,perut ku juga sakit..uuhh" tanganku membelai perut.


"Maaf beb,aku tadi kaget makannya reflek. Hpku selamat kan,kalau rusak mati aku,semua kerjan ku di sana" Aku segera menghampiri Kiki dan mengambil hpku.


Kiki masih berada dalam lamunannya,entah apa yang dia fikirkan.


Ku tatap Kiki yang sedang melamun "Beb...? Hello someone in hier?" melambai-lambaikan tanganku.


Kiki yang kaget segera kembali ke alam sadarnya,tapi sok cool.


"No one here, someone in your heart" ku beri senyum ke Aru.


"Mulai sudah sang raja gomal merayu. Bikin gemes deh" ~cubit ... ku cubit kedua pipinya.


"Aduh..duh..sakit. Hpnya gak apa-apa,Yok makan" ku tarik tangan Aru perlahan dan menuntun ke meja makan.


"Untung deh,kalau engak bisa mati aku. semua kerjaanku ada di sana" membuka-buka hp,geser sini,geser sana.


"Ayo..nanti nasinya keburu dingin" jawabku sembari memeluk lengan Kiki dan tersenyu.


.


.


.


.


Wuahhhhh..hy minna saya bangkit lagi 😣


"Anjai udah kyak apa aja bangkit"


Oky kita sampai sini juga.😁


Tetep kayak biasa jangan lupa tinggalin jejak bukan jekak astral lo yaaa..πŸ˜‰


Oky,ketemu lagi di Chap 9..byee πŸ‘‹