The Secrets Behind The Dark

The Secrets Behind The Dark
Saat Bersamamu



(Prov thorthor live action)


"Loh,kalian tidak jadi keluar?" Mami yang melihat Aru dan Kiki kembali,membuat penasaran.


"Em..tanya aja dia" Aru menunjuk ke arah kiki dan berjalan pergi mengambil cemilan dan minuman ringan.


Kiki yang bingung sendiri berbicara denga tawa canggung "Aha ha ha, tempatnya ramai, jadi..kami batal pergi hehe. Mau dirumah sama aru aja"Β  kiki mengusap tengkuknya yang tidak gatal.


"Pftt..babe bilang dia mau bantu Aru ngerjain kerjan yang belum kelar sekalian nginep soalnya papi ma mami mau honny moon buat dedek lagi" Ucapa Aru yang langsung membawa cemilan dan menyerahkan sebagian ke arah kiki


mami dan papi yang denger perkataanku seketika frozen dan menatap aku serta kiki.


"Bahasamu Bae" ucap kiki yang malu sendiri. "iya om,mau nemenin aru. Maafin aru ya om. Omongannya ngelantur


Kalo gitu permisi dulu ya om, tante" Sebelum keadaan makin rusuh,kiki mengikuti Aru ke kamarnya.


"Hahahahaha...beb,mukamu kondisikan..hahaha" Aru melihat expresi kiki yang aneh membuatnya ketawa dan saat dia di tarik kiki kembali ke kamarnya "Aiyooo..pelan-pelan babe nanti jatuh semua iissss" aku mendekap cemilan dan minuman yang aku bawa.


Sesampai di depan kamar Aru,kiki segera membuka pintu, tutup, ambil cemilan dari tangan Aru dan menaruh di meja duduk kecil lalu menatap Aru "Udah?"


"Eehh..udah apa?" Aru yang masih linglung baru sadar kembali "Aaahhh jangan liat kamarku dulu,keluar aku bersihkan dulu kamarku" Aru yang panik nutup mata kiki dengan tangannya.


'auwuwu,aku malu kalau kiki liat kamarku berantakan kayak gini.belom lagi poster-poster ikemen ku tarepampang nyata lagi,aduh mami longtong' dalam fikir Aru


Kiki melepas tanggan Aru dan masih memegang tanggannya melihat mata Aru "So? Masih inget yang semalam"


"Eehhh...." Mendengar itu ~bluss muka Aru semerah tomat


"Hmm?" Kiki masih memegang tangan Aru,maju selangkah.


"Aahh..beb,jangan sekarang. masih pagi" jawab aru yang mulai malu,menutup mukanya,telinganya merah.


"Terus kenapa kalo masih pagi?" Kiki masih memegang tangan Aru, dia berbisiki ditelinga Aru.


Aru yang malu lalu menutup matanya "Ah..aku..aku malu,mami dan papi masih belum berangkat"


Kiki memeluk pinggang Aru dan mencium lehernya "Hmmm... Jadi?"


"Uhh...jangan di situ" Aru yang merasa seperti tersetrum langsung menahan muka kiki dengan kedua tangan di pipi kiki "Nanti setelah papi ma mami berangkat,sebentar lagi mereka pergi" Aru langsung saja mencium bibi kiki singkat ~muach


Kiki hanya bisa mencium balik Aru,dengan nafas berat "Hah! Oke. Baiklah" kiki melepaskan pelukannya dan merebahan diri ke ranjang Aru.


"Hehe sabar lah bentar beb" Hanya itu yang bisa Aru katakan karena dia sendiri juga malu


Aru dengan segera membereskan beberapa alat dan kertas yang berserakan beserta barang-barang yang berantakan. tanpa sengaja tangan Aru terkena cuter "Ouchh...ternyata disini pantas aku mencarimu tidak ketemu" sembari menahan tangan yang terluka.


Kiki yang mendengar jeritan Aru segera bangkit dari rebahannya "Kamu ngapain sih Bae?" dia langsung berjalan ke arah Aru memegang tangannya yang terluka,menjilatnya dan menyuruhnya duduk "Udah kamu duduk aja. Aku yang beresin"


"Eh tapi beb aku gak enak sama kamu lo,ini kan kerjaanku.aduh babe" Aru duduk di samping ranjang dan mengambil kotak P3K yang selalu terpampang nyata di dekat ranjangnya,maklumlah Aru anak gak bisa diem wajar kalau terluka sana sini.


"Bisa diem gak? Nurut dikit napa?" Kiki membantu beresin barang-barang Aru.


"Eh,tapi nanti kamu kena alatku lo babe" membuka kotak P3K.


"Iya terus?" Jawab kiki santai dan lansung merebut kotak P3K di tangan Aru,menutupin luka Aru. Lalu lanjut beresin kamar


"Makasih bebe" Aku tersenyum kepada Kiki "tapi kan nanti kamu kena alat ku low beb" Aru mulai khawatir


Kiki menjitak dahi Aru "Jangan cerewet. Noh udah bersih" menunjuk kertas dan alat yang sudah rapi.


"Ouu..eh cepet sekali..makasih babe" Aru memeluk kiki karena sudah membantunya.


Kiki membalas mengeratkan pelukannya "Bayarannya mana?" Menatap Aru.


"Bae?" Sapa kiki pada Aru


"Ya" jawab Aru singkat yang masih menikmati cemilan dan tontonanya sambil bersandar di kaki kiki


"Cium boleh?" Tanya kiki sambil mengangkat dagu Aru


"Boleh" Aru yang sekarang menghadap ke atas karena dagunya di tarik kiki menatapnya dengan senyum 100watt


"Kalau lebih boleh gak?" Kiki bertanya lagi


"Gak boleh,,hehehe" Aru menundukan kepalanya dan kembali menatap layar leptop sambil nyemil.


Kiki tersenyum dan mencium pipi Aru ~muach satu kecupan sayang melayang di pipi halus Aru "Mau ngapain Bae?" Kiki bingung mau ngapain,dia turun dan duduk di samping Aru.


~muach Aru mencium balik kiki dan bersandar di dada kiki "babe,kamu inget awal kita ketemu gak? waktu itu kan aku lagi main-main ma temen-temen,kok kamu bisa nerima pernyataan cintaku sih. secara aku kan pakek pakaian cowok?" Aru bertanya sambil nyemil


"Inget kok,kenapa bahas itu?" Jawab kiki sembari memeluk Aru dari belakang.


Masih dengan cemilannya Aru dengan santai bersandar "Bae....gak nyangka aja,kamu yang primadona di kampus bisa terima ungkapan cinta main-mainku, padahal waktu itu kamu tau aku cuma main-main?"


Kiki yang juga nyaman itu membelai rambut Aru "Ada yang aneh sama hal itu?" Jawaban singkat kiki.


"Engak sih cuma penasaran aja,kan kamu carming di kampus aku cuma anak wibu yang suka jadi cosply bahkan di katain tomboy. Ya walau iya sih." Aru semakin menempel kearah kiki.


"Gimana kalo aku bilang aku udah kenal kamu sejak SMA dulu?" Kiki menahan tubuh Aru,di dalam hati 'tahan diri bro'


Aru yang terkejut sepontan bangun "Eh...sejak kapan?" Tanpa sengaja kakinya menabrak meja "Aduhhh...yah tumpah" buru-buru Aru mengambil tisu dan membersihkan bekas tumpaha airnya.


"Kepo aja" kiki yang juga terkejut langsu memegang meja sebelum makin parah "Awas..aaah,kotor kan!"


"Maaf beb,sini aku bersihin. aduhh bajuku juga kena dah" Aru membantu membersihkan noda yang ada di baju kiki "Kamu sih bikin Kepo,aku aja kenal kamu di kampus gimana kamu kenal aku sejak SMA?" memasukan bekas tisu ke tong sampah.


Kiki juga ikut membersihkan. berkata ke Aru "Gak papa tenang" Kiki memegang tangan Aru" Percaya atau enggak, aku yang lebih dulu suka sama kamu. Udah kuduga kalo kamu engak pernah notice aku selama di sma dulu" menjelaskan perlahan kepada Aru. "But, it's okay" kiki tersenyum ke pada Aru.


"Ah,,bajumu kotor biar aku cariin baju ganti dulu,beb." Aru coba pergi mengambil baju untuk kiki dan menemukan baju yang sesuai,dia lalu berjalan ke arah kiki "Yaaa...maaf kalau itu,aku di SMA lebih sering ngimbrung sama anak-anak seni dan olahraga jadi mungkin gak kenal kamu" Aru menunduk gak berdaya,merasa bersalah.


Kiki mengangkat dagu Aru "Hey, gak papa oke, jangan gitu lah" kiki mengecup kening Aru."Jangan dipikirin lagi oke"


.


.


.


.


.


.


Woaaaa part 3 selesai juga,maaf nih banyak typo beredaran.


Gimana menurut kalian?


Seru gak sampai sini?


Kira" ada masukan apa dari kalian nih! πŸ€”


Seperti biasa. jangan lupa tingalkan jejak kalian. bukan jejak astral low yaaa πŸ˜‚


Dan jangan lupa pencet tuh bintang,follow sang thor" dan share stortnya ke temen kalian tapi janga buat ngeracuni..hahaha 🀣 oky jumpa lagi di part 4 πŸ‘‹ byee,selamat menikmati