
"Ini hanya mimpi,tidak nyata..hiks...Mami..hiks..Papi..hiks Kiki...hiks..hiks..kalian di mana,aku takut hiks..! " ku peluk kakiku dan bersembunyi di dalam selimut.
...06.30 pagi...
pagi sudah datang,tapi Kiki masih bermain main dengan buruannya. Orang-orang sial itu ternyata suruhan ayahnya,itu memebuat Kiki frustasi dan marah pada dirinya sendiri.
"Rey, rokok" pinta Kiki kepada Rey.
Rey sedikit terkejut "Tumben bro, sebegitu frustasinya?"
Kiki mengambil rokok ditangan Rey "Hmmmm" jawabnya.
Walau begitu nyatanya,enam putung rokok tidak bisa mengobati apa yang Kiki rasakan.
Setelah matahari semakin tinggi,Kiki mulai bosan. dia berbalik "Rey,urus sisanya. aku mau pulang" tanpa basa-basi Kiki pergi begitu saja.
'akhirnya aku pulang ke rumah,sepi? Tentu saja' fikir Kiki. Dia bergegas mandi,mengambil beberapa kartu atm dan kunci mobil. pergi secepatnya dari rumah itu dan pergi ke rumah Aru.
Di dalam rumah,Aru tidak mendengar suara pintu di buka atau seseorang memangilnya,dia takut dan meringkuk di bagian dalam temat tidur dengan terus menangis.
Kiki masuk kerumah "Sayang,Bae?"
"hiks...Mami...Papi..Kiki hiks..hiks.." Aru masih memeluk kakinya dan menangis di bawah selimut,Badannya masih bergetar ketakutan sampai membuatnya semalaman tidak tidur.
Kiki pergi kekamar Aru dan langsung berlari saat mendengar tangisan.
Kiki membuka pintu dan menyibak selimut Aru,tanpa menunggu Dia langsung menarik Aru kedalam pelukannya.
"Aru? Bae? Jangan menangis,Aku disini.Tidak apa-apa sayang,Tidak apa-apa. Semuanya akan baik-baik saja"
Kiki mendekap Aru Dengan erat,mengusap punggungnya,guna meredakan tanggis dan gemetarannya.
Walau di dalam hati Kiki berkata lain 'bullshit. Semuanya hanya omong kosong. Tidak akan ada yang baik-baik saja.orang tua itu,tunggu saja pembalasanku'
Aru sadar ada yang mendekapnya,Dia menoleh ke arah orang yang mendekapnya dengan mata sembab.
"Hiks....Kiki? Kamu dari mana? Aku takut!"
Aru memeluk balik Kiki.
"Jangan pergi lagi! Kalau mau pergi beritahu akau,aku takut kamu hilang" Aru mendekap kuat tubuh Kiki dan masih sesenggukan.
Kiki menatap mata Aru,di dalam hati dia sangat marah 'sialan,sial,sial,sial'
Perlahan Kiki mengusap air mata Aru "Maaf, ada tugas mendadak. Gak ada yang perlu kamu takutkan lagi. Aku sekarang disini,Disampingmu,Bersamamu. Semuanya akan baik baik saja,oky" Kiki mengecup dahi Aru dan memberinya senyum hangat.
"Oky..jangan pergi tanpa pamit lagi,janji?" Aru mengusap-usap kepalanya di dada kiki,ala kucing.
"Nanti kalau kamu hilang dan gak tau jalan kerumahku,aku takut kamu di bawa tukang sampah pakek karung trus di jual jadi budak lalu di suruh cuci baju,cuci mobil,cuci rumah,cuci singa...eh singa emang bisa di cuci ya?" Aru berusaha mengalihkan perhatiannya agar bisa melupakan apa yang baru saja dia mimpikan.
Kiki mengusak kepala Aru dengan lembut.
"Kamu ngomong apaan sih bae? Ada yang salah ni sama kepala kamu" Kiki berusaha tertawa agak garing. dia menatap Aru "Maaf udah ninggalin kamu lagi. Maaf ya"
Dia masih setia mengusap kepala Aru.
"Haha..aku cuma bayangi kamu mandiin singa terus di terkam sama singanya,dia ajak mandi bareng..hahahaha" Aru mulai dengan tawa hasnya yang ceria,seakan apa yang terjadi barusan hanya candaan.
"Iya beb,maaf buat kamu kawatir" ~much Aru mencium singkat bibir Kiki dan dengan mata pupy kawai.
Kiki yang terkejut hanya membeku sesaat dan kembali kekesadarannya.
"Babe peyuk" Aru mulai jahil lagi,Mengusap-usap kepalanya di dada Kiki,meraba badannya,dan mencium lehernya.
Kiki kembali terdiam,berusaha menjauhkan diri "Sayang, jangan mulai" nadanya datar.
"Hehehe...babe pelit" Aru masih berusaha menggoda Kiki "Aku kan cuma memberi sevis aja" Dia mendekati Kiki dan menciu Kiki.
Perlahan Kiki mendesah kasar "Kamu yang mulai ya" katnyanya. Dia menatap Aru,mendorongnya kebelakang dan menindihnya dengan tangan disamping kepalanya.
Matanya yang tajam menatap Aru "Satte... Bagaimana?"
Seakan-akan kehilangan nafasnya,jantungnya semakin berdetak kencang,merasa kering di tengorokan. mata Aru menatap fokus pada Kiki
'uwahhh babe keren' di dalam hatinya
"Owya,babe kamu kalau begini bikin gereget deh..hehehe" Aru masih berusaha menjahili Kiki dengan membuka satu demi satu kancing bajunya,tanggannya bermain di badan Kiki,meraba ABS di sana sini yang terlihat sangat berbentuk.
Kiki berusaha menahannya 'tahan,tahan,tahan' dalam hatinya.
Dia lalu menangkap tangan Aru,mengingat kondisinya "Kamu sudah sembuh bae? kondisimu akan memburuk kalau terus memaksa" mencium tangan Aru dan beralih menatap matanya.
"Emm..aku hanya kedinginan,setelah minum obat dan istirahat sebentar udah sembuh kok" menatap Kiki dengan muka memelas dan senyum jahil.
Merasa di yakinkan,Kiki mengangguk-anggukkan kepalanya "Hmm.. Benarkah?"
Dia mendekatkan wajahnya,perlahan dan mengusap pipi Aru. Mengingat Aru yang notabene masih awam,Kiki perlahan melakukannya dengan Aru.
Aru yang gemas,menatap Kiki dan memberi kecupan. ~muach
"Beb kamu wangi banget,mandi pakai parfumya?" Menghisap aroma tubuhnya dari sela-sela lehernya,menghisap terus memberinya kecupan dan mengigitnya meninggalkan tanda.
Kiki di buat terkejut dengan tindakan Aru "Stop it"
Dia melepaskan pelukan Aru "Katakan apa yang sebenarnya kamu inginkan" memegang dagu Aru dan menatatapnya dengan mata tajam.
Aru yang tidak tau dengan tindakannya menatap polos ke arah Kiki.
"Ehh..? Aku...aku hanya ingin memenuhi janjiku,aku memang nakal 90 tapi aku tidak tau hal-hal yang berbau hubungan secaranyata,aku hanya tau di manga dan anime. Aku kira itu sudah benar" Aru menunduk,merasa bersalah.
Kiki mendengar perkataan Aru menaikkan satu alisnya "Kamu sangat ingin berhubungan denganku?" Dengan nada datar.
Aru masih menunduk dan berkata "Aku menginginkan kamu" dengan nada rendah
'aahhhh...Kiki pasti marah,mati aku,mati aku' dalam hatinya.
Kiki mendengarnya dan masih setia menunggu jawaban dari Aru.
Merasa tidak ada pergerakan,Aru mencoba menjawab "Aahhh itu..itu...aaa..aku...aku malu,aahhh" karena maerasa malu,Aru segera menutup mukanya dengan kedua tangan,telinganya merah dan wajah berubah seperti tomat.
"Babe jahat" teriaknya dari balik tangan.
"Hah?! Kok aku si? Kan yang mulai duluan itu kamu" jawab Kiki yang masih datar. Dia melepas tangan dari wajah Aru "Jadi?" Dia bertanya dengan lembut.
"Aku mau" jawabnya pelan dan mata mengarak ke arak Kiki.
"Heeee...." Kiki menyeringai,Perlahan melepas sisa kancing kemejanya sambil tertawa.
Melihat Kiki yang masih tertawa membuat Aru semakin malu "Aaaahhhhh,mo..Beb kamu nyebelin,huh" ucap Aru sembari kembungkan pipinya dengan expresi marah ala babyface cute.
"Ekspresimu tolong dikondisikan bae. Astaga, aku ingin tertawa" Kiki berusaha menahan tawa.
"Kalau ketawa gak jadi aja deh,sana ketawa dulu dasar nyebelin" Aru menarik tangannya menutupi bagian depan tubuhnya.
"Hee... Jangan ngambeklah,Kita jadi gak nih?" Kiki memasang wajah memohon,mencoba menarik tangan Aru.
"Au'..aku sebel ma kamu" Aru manyun panjang sudah seperti donalduck.
'rayu napa,masak di diemin aja sih,dasar gak peka' fikirnya
"Yaudah, gak jadi aja ya?" Kiki mengancingkan kembali kemejanya
'yak mari kita lihaaat....' fikir Kiki.
Aru melihat gerakan Kiki,reflek dia langsung menahan tangan Kiki "Ah jangan di pakai lagi...huh" autho frozen,dalam sekejap dia kembali sadar.
"Aaaahhhhhhhhh...babe nyebelinnnnnnn...haa. Aru kamu malu-maluin,masaka kalah sama si nyebelin sih aahhh" heboh sendiri karena malu + jengkel + pengen jadi satu.
Kiki tersenyum bangga karena menang dari Aru "Nah gitu doang" dia segera lepas kemejanya,Melempar sembarangan dan mengelus pipi kiri Aru.
"Huh..dasar babe nyebelin" Aru mencubit pingag Kiki.
Kiki kembali memasang muka serius.
"aduh..duh..sakit Bar" manahan tangan Aru "Bae,makasih ya buat selama ini. Aku sayang kamu. Kemarin,hari ini,besok dan seterusnya. Gak akan pernah ada yang lain" menatap mata Aru lekat lekat.
"Eemm..aku juga sayang kamu babe,selamanya cuma kamu. Aku milikmu" ~muach
Aru menciumnya "jangan pernah bahayakan dirimu untuk aku ya Beb,aku gak mau kehilangan kamu" Aru memeluknya,mengecup lehernya,dagu,dan pipi dengan lembut dan hangat.
"Iya aku tahu, kamu gak usah khawatir" Kiki tersenyum,mencium kening Aru dengan menahan perasaannya.
'maaf,maaf,maaf,maaf kan aku Aru' dalam hatinya.
'aahhh..badan babeku bagus banget,Gak kayak aku yang kecil putih pula udah kayak ubur-ubur aja..uahh ABSnya juga enak di pegagng' fikirku.
Tanpa sadar kuraba semua lekuk tubuh Kiki,mulai dari dada sampai perut dan bermain di antara ABS nya.
Kiki memegang tangan Aru,menekan ke ranjang. cium bibir Aru perlahan semakin lama berubah jadi gigitan dan *******.
.
.
.
Woaaaa...ahirnya selesai 1 lagi.
Maaf atas keterlambatan Upnya.
.
Oky seperti biasa,jangan lupa tingalkan jejak.bukan jejak astral lowww.π
Bye π,ketemu lagi di chap 8 πβ€οΈ