The Secrets Behind The Dark

The Secrets Behind The Dark
Kamu Yang Tersakiti (Part 1)



Sesampainya di kamar Aru


(Thor" prov)


Kiki memeluk Aru dari belakang "Bae,mereka udah pergi lho..!"


Aru merasakan pelukan dari kiki langsung menjawab "iya beb?"


Kiki mulai mencium tengkuk Aru "Wanna do something?"


"Hhmm...What is that?" Jawab Aru yang masih belum sadar akan janjinya.


Tanggan Kiki memeluk Aru "Bae!" Kiki masih berjuang,dia lalu meniup telinga Aru.


Perasaan aneh muncul di badan Aru "Aahh..Beb,geli tau.." seketika dia sadar dengan apa yang terjadi.


Aru berusaha melepas tangan Kiki secara perlahan,dia mencari alasa lain "Bantu aku ngerjain soal dulu entar aku kasih deh,ya,yaa,yaaa babe baik deh" dia menggunakan jurus handalan lainnya,pupy face. "Come one babe,help me please" 😻


Melihat expresi Aru,Kiki ahirnya mengalah dangan berat "Ah, baiklah. Oke,apa yang bisa aku bantu?"


Mendengar persetujuan kiki,Aru langsung menarik kiki duduk "Bantu aku kerjain soal ini,aku gak bisa. Sekalin ini,trus ini,dan ini..." Aru menyerahkan 4 soal ekonomi mikro,makro,sastra,dan sejarah di hadapan kiki,Agar kiki mau Aru memberinya ciuman pipinya ~muach "Babe baik deh entar aku masakin" aku tersenyum ke arah kiki


Kiki yang melihat tumpukan soal milik Aru denga expresi pokerface "Ini namanya aku yang ngerjain Bae" dia mengambil salah satu soal. mendapat ciuman dari Aru,kiki pun membalasnya sama ~muach "Bayarannya mahal ya?" Kikipun menatap ke arah Aru.


"Ayo lah Beb,kan kamu juara umum di kampus,selain itu kan kamu carming kampus,masak tega buat aku gak lulus" aku mencoba merayu kiki


"Yaudah deh, kita kerjain bareng2 ya. Soal bayarannya nanti kamu gak boleh protes. Awas aja sampe nolak,aku ikat kamu" sembari membuka buku


Aru mangambil perlengkapan dan duduk di samping kiki "Oky bos,entar aku bayar pakek masakan istimewaku hehehe" Aru memberi senyuman manis pada kiki


'ahh,semoga dia nanti lupa,semoga dia lupa,aku gak mau dia liat bekas luka ini walau udah di ttup tetap aja' dalam pikir Aru.


Aru yang merasa berhasil mengalihkan perhatian kiki segera tersenyum dan mengikuti kiki mengerjakan soal.


...Jam 17.20...


Kiki yang fokus mengerjakan soal dengan Aru tidak sadar akan waktu,melihat ke arah Aru dan menoel-noel pipi Aru "Bae bangun,Udah sore. Bae" ~muach ciuman hangat melayang di pipi Aru.


"Eemm...aaahhhh aku ketiduran oh my. maaf ya Beb,aku ketiduran jadi kamu yang ngerjain semua" karena merasa bersalah Aru bangun menunduk minta maaf pada kiki.


Kiki menatap Aru "Gak papa kok,Cuma... Aku laper,masakin ya?" Sambil senyum gak jelas.


Karena tadi janji pada kiki,Aru langsung membereskan tugasnya dan turun ke dapur bersama kiki "Oky siap Beb,Kamu mau makan apa Beb?" Sambil menyuruh kiki duduk Aru mulai Mengacak-ngacak kulkas.


Melihat itu,kiki menjahili Aru "Makan kamu" sambil Menjulurkan lidah.


Aru yang terkejut segerak mengangkat kepalanya."Eehh..babeeee." ~brak "aduhhh" dan berakir kepentok pintu kulkas.


"Hahaha..Cie baper" kiki berdiri ke arah Aru dan mengusap kepalanya "Apapun, buatanmu pasti enak" jawabnya dengan senyum.


"Baper apa laper dasar jelek" Aru pun memalingkan muka menuju meja dapur.


"Aku mau buat omurice,kamu suka pedes gak? Aku mau buat pedes nih" Aru mulai menyiapkan bahan dan memotong sayur,serta bahan lain.


Kiki berjalan kembali duduk di meja makan "Dasar tsundere " sembari menyangga kepala. "Aku Suka, apapun buatanmu" jawab kiki dengan senyum.


"Oh,oky kalau begitu. tunggu sembentar ya!" Aru melanjutkan memasaknya.


Kiki yang menatap Aru sibu di dapur mulai berhayal "Nanti kalo kita nikah, apa bakal kek gini ya?" Kata kiki yang mulai ngelantur.


Sesaat Aru membeku dan kembali melanjutkan kegiatannya "huh....Kamu ngomong apa sih,lulus juga belum udah ngayal. Emang orang tua mu ngizinin anak satu-satunya nikah sama anak biasa?mana kelakuan udah kyak preman!" Jawab Aru sembari menghampiri kiki,menyerahkan makan dan minuman "Udah ayo makan dulu,keburu dingin. ngayalnya di lanjut entar" Aru mengikuti duduk di samping kiki.


Di dalam hati kiki mengumpat 'sialan'. dia pun membuang fikirannya tadi "Yuk makan" dia memilih lanjut makan bersama Aru "Enak Bae masakanmu" kiki menyuapin Aru "Enakkan? Hehe" jahil kiki dengan senyum gak jelas


"Enak lah,kan aku yang masak. kalau engak manamungkin kamu suka" Aru berkata dengan nada sombong.


Kiki mengiyakan "Iya deh,Waifuable banget hehe.." canda kiki


"Mulai dah gombalnya" Jawab Aru dan dia ingat dengan jadwalnya "Oh..ya Beb,mami sama papi bakal gak ada di rumah 2 minggu,selain itu aku juga ada even buat baksos dua hari lagi. Kamu gak apa-apakan?" Aru menatap kiki bersalah


"Aku gak ngegombal" bela kiki. melihat expresi Aru,kiki tidak bisa berkata tidak "Tidak masalah sih,kan aku mau nginep dirumahmu seminggu ini. mungkin bisa lebih" dia menjawab sembari melanjutkan makannya


"Em..oky deh gak maslah kalau gitu,entar sekalian biar kamu liat baju mana yang cocok aku pakai buat even besok" Aru selesai dengan makannya dan langsung mencuci piring serta gelas yang di pakai kiki.


Kiki yang tidak percaya jawaban Aru jadi bingung sendiri "Seriusan aku boleh nginep disini?"


Dari belakang kiki memeluk Aru "Bayaran buat aku mana?" ~muach,kiki mengecup tengkuk Aru


"Aiz...mandi sana kamu bau beb,baru entar bayaran" Aru memutar badannya menghadap kiki,mencubit pipi kiki dan melepas pelukan kiki,pergi ke ruang tv.


Kiki hanya bisa menurut perkataan Aru "Yaudah deh aku mandi dulu" dia berjalan ke kamar dengan malas.


Melihat gerakan kiki,Aru dengan usil mengusirnya "Hus...hus..hus..sana mandi yang bersih" Aru kembali menonton tv


Sesampainya di kamar Aru,kiki segera masuk ke kamar mandi,dia berteriak dari dalam "Bae!! Handuknya ketinggalan di luar. Ambilin!!"


Aru mendengar teriaka kiki dan segera mematikan tv "Nani? Dasar sembrono,bentar aku ambilin" jawab Aru sambil berjalan ke kamar.


Aru mengambil handuk baju di lemarinya "Nih beb,aku kasih di meja dekat pintu kamar mandi yaaaaa" Aru berbicara dari luar.


"Kesini sekalian lah Bae. Pelit baget dih" jawab kiki dari dalam "di depan pintu sini"


"Aizz...dasar manja" Jawab Aru,segera dia membuka pintu dan berdiri di depan pintu ruang shouwer "Beb ini handuknya" mengetuk kaca ruang shouwer.


Kiki membuka pintu"Nah gitu dong" dia menarik tangan Aru dan mendorong tubuh Aru ketembok bawah shower "Kena kamu"


"Aahhh penipu,dasar mesum" Aru berjuang melarikan diri


Kiki menekan kedua tangan Aru ketembok "Hehehe, kan aku hanya ingin bayaranku.." kiki masih menahan Aru


"Ah bajuku basah semua,kamu jahat beb" Aru masih memberontak.


Kiki menyeringai,dia lalu Membuat kissmark dileher Aru "Buka sendiri atau dibukain nih?" Tangan kiki mulai meraba badan Aru


Aru panik,dalam fikirnya dia sudah kalang kabut 'gawat,kalau dia tau luka lebamku bisa habis di marahin nih,apa lagi mami ma papi tau..ahhh menyebalkan'


"Aaahhh..babeee...tapi gak di kamar mandi juga" jawab Aru yang memutar mata mencari alasan sejuta umat.


Kiki menyatukan tangan Aru,menekan dengan satu tangan keatas. Lanjut membuka kancing baju Aru satu persatu.


"Beb,Aku...aku buka nanti,sekarang kamu mandi baru aku mandi" Aru yang bingung melepas tangannya dan mencoba mencari alasan.


Kiki tidak mendengar perkataan Aru "Bentar doang,Janji. Kissmark doang" kiki menjilat telinga Aru.


Aru merasakan telinganya di jilat oleh kiki ada perasaan aneh dari tubuhnya "Aahh..ta..tapi nanti kamu ke dinginan babe" dia masih berusaha mengalihkan perhatian kiki.


'Aduh aru bodo,ngapain nganter handuk sampai depan pintu sih..baka' dalam fikir Aru' "Babe...." Aru memangil kiki sembari menutup matanya.


Kiki membuka kancing terakhir,mengecup tiap inchi tubuh bagian atas Aru. meninggalkan kissmark di tubuh Aru.


Aru menahan mulutnya "Emh..hmnn..Hah" badan Aru mulai bergetar


Kiki mendengar suara Aru dan merasakan getaran tubuhnya "Bae.. Liat mataku!Kamu takut?" Kiki menatap sendu ke arah Aru.


Aru membuka matanya "Eh.." dan menatap kiki "Ak..aku..aku takut,ini pertama kali buatku dan..dan" dia tidak bisa menjelaskan masalahnya dan menundukkan kepalanya meyesal.


Kiki melepas tangan Aru,mendesah perlahan "Hah.. Aku kelewatan ya? Maafin aku Bae" Kiki menangkup wajah Aru,kecup ringan dibibirnya "Yaudah, kamu mandi gih" Kiki mengusak rambut Aru,tersenyum dan keluar dari kamar mandi 'hasrat sialan' dalam hatinya.


'aaahhhhh...aru baka..gimana nih..kiki pasti marah' dia dalam fikiran Aru pusing gak karuan,ingin rasanya jedotin kepa ke dinding tapi takut dindingnya rusak.


Sambil melepas pakaiannya Aru berbicara Sendiri "Aku takut dia marah. mana aku gak tau beginian,entar kalau halim gimana? kan belum nikah,aahhhh..Bagaimana iniπŸ’«" dia menghela nafas berat dan cepat-cepat mandi,menghapus semua badannya dan memperlihatkan bekas luka lebamnya.


.


.


.


.


Nah lo kenapa tuh si Aru pusing sendiri?πŸ™„ Terus gimana kabar kiki hayo?πŸ˜•


Yah kita lihat saja part 6 lanjuttan ini biar gak penasaran.hehe😘


Masih rajin nih aku ingetin tingal jejak,karena jejak kalin tuh berhaga buat diriku agar tau ada kesalahn atau tidak dan di bagian mana saja yang perlu di ravisi.oky πŸ€—


Jadi ketemu lagi,bye πŸ‘‹