The Secrets Behind The Dark

The Secrets Behind The Dark
Kepercayaan



"Ah kalian sunguh menyebalkan awas yaa..." aku berlari mengejas mereka berdua,tanpa sengaja aku menabrak seseorang,untung dia tidak jatuh.


Buru-buru aku minta maaf dan 2 temanku tadi mengikutiku.


"Ah..awas..wah maaf,maaf,maaf kan saya,saya yang salah mohon maaf" aku membungkuk berkali meminta maaf begitupun 2 temanku.


Maaf kan kami,kami yang salah sehinga menabrak anda.


orang itu menepuk kepalaku dan berkat "tidak apa-apa,lain kali hati-hati dan jangan sampai terluka" aku mengangkat kepalaku dan menatap kearah orang itu,Tidak jelas laki-laki atau perempuan karena dia memakai kimono dan topeng rakun.


orang itu melambai dan pergi begitu memberi aku bungkusan penuh makanan.


"Wah,terima kasih kakak dan maaf" ucap Jesi,aku ikut melambai dengan kedua temanku.


"Ini gara-gara kamu,dasar nenek lampir" aku memukul pelan punggung Ruka.


"Udah ayo balik ke stan dan bersih-bersih,kita akan pulang lebih awal" perintah Jesi yang melerai kami.


kami langsung beranjak ke stan,beres-beres dalam waktu ½ jam semua selesai. aku dan teman-temanku menunggu mobil jemputan anak-anak,sembari menunggu Kiki menjemput,karena lelah aku tertidur di pangkuan Ruka dan yang lain santai-santai.


"Wah itu mobil anak-anak,ayo kita kesana " Jesi menuntun anak-anak ke arah parkiran,yang menjadi masalah Aru sedang asik tidur susah di bangunin,sampai-sampai Ruka pengen jitak dia.


"Ni anak kalau tidur kaya orang mati,hey Aru ayo bangun" Ruka mencoba membangunkan Aru.


...Pemain prov...


tingkat kebosananku nunggu Aru udah samapi level SS. "Tapi ini belum jam 4" kuusak rambut kasar.


"Ah bodo ah" aku keluar dari mobil, jalan ke stan milik Aru.


"eh..Udah sepi" kucari keberadaan Aru dan kawan-kawannya,setelah ketemu aku menghampiri Aru yang rebahan di paha Ruka "Dia ketiduran?" tanyaku pada Ruka.


"Oh kamu datang! Bukannya masih jam ½4 ya,cepet banget? Udah kangen"  jahil Ruka yang sambil menutup mata Aru.


"Engak juga,wajar kangen sama pacar sendiri" jawab Kiki datar.


"Aru kecapean,dia tadi suruh aku bangunin pasa mobil jemputan anak-anak sampai,sayang dia kalau tidur udah kayak orang mati,susah banget bangunnya. Duduk gih sini" Ruka menyuruh Kiki duduk di sampingnya dan tiba-tiba dia mindahin kepala Aru ke paha Kiki.


"Tutupi matanya,dia bisa demam kalau tidur di ruang terbuka tanpa menutup mata" Ruka tersenyum menatap Kiki sembari berdiri memberikan minuman pada Kiki.


Dua orang dan para pasukan kecil tadi yang sibuk berkemas sudah selesai dan mau pamit berjalan ke arak Ruka.


"Dih ni anak masih aja tidur padahal rame kayak gini" gumam Jesi.


"kamu pasti pasangan Aru kan? Salam kenal Yuki dan ini Jesi" Yuki menyapa dan mengulurkan tangan.


menjabat tangan Yuki "salam kenal juga,aku kiki. pacar nya Aru" senyum ramah.


melepaskan jabatan tangan,lalu menutupi mata Aru dengan tangan kiriku,aku menunduk melihat Aru.


"Hmmm...Aru itu orangnya gimana menurut kalian?" Aku bertanya pada teman-teman Aru,mendongak, menatap mereka "Apa,Aru itu selalu baik ya?"


"Oh jadi kamu pacar Aru! Pantas saja dia membanggakan pacarnya" balas Yuki dengan senyum.


"Iya,Aru selalu bilang kalau pasangannya baik,ganteng dan romantis walau kadang kalau ngambek sering buat dia kelimpungan karena takut dan buru-buru ngedamaiin" sela Jesi yang memberi minum untuk Yuki.


anak-anak yang menatap Kiki berteriak "kakak Kiki,kakak Kiki" Mereka semua mendekat ke arah Kiki dan 4 orang lainnya,sudah saatnya mereka kembali jadi mereka mau pamit.


melihat Aru yang sedang tidur anak-anak itu mencium pipinya secara bergantian dan berkata "terima kasih kak Aru,kami sayang sekali padamu,semoga sehat selalu dan selalu bahagia" Mendengar itu,Jesi,Yuki,dan Ruka memeluk mereka semua. tidak lupa Kiki yang menatap mereka dengan senyum dan mengusap rambut Aru.


dengan tawa anak-anak bilang "kami sayang kakak Ruka,Jesi,dan Yuki. semoga di beri kesehatan dan bahagia selalu" Serempak mereka mencium Ruka,Jesi,dan Yuki secara bergantian.


"Ya kalau menurut kami berdua Aru teman yang baik,dia sabar dan riang. Kami tidak pernah melihat dia menangis walau dia terluka atau di hina,kami selalu merasa Aru sangat kuat,dia bisa mengerti dengan masalah kami dan menerima kami apa adanya. Ya kamu bisa lihat kan aku dan Yuki,padahal kami memiliki masalalu yang kelam. hahaha dengan santai Aru menerima kami dan berteman dengan kami" jawab Jesi yang di anguki Yuki.


"Ya itu lah Aru,sejak kecil selalu ceria. Aku berteman dengannya sejak kecil jadi tahu seperti apa dia,dia juga tidak pernah menangis di hadapanku walau aku selalu mengatakan menangislah kalau itu bisa membuatmu nyaman,tapi dia selalu saja bisa menjawab dan bikin aku sebel pengen getok dia" balas Ruka yang mulai mengeluarkan hp.


"Beritahu nomer mu,kami akan senang memberi kabar tentang Aru" Ruka memberikan hpnya ke Kiki.


Sekatika aku membeku sesaat,mengingat bagaimana Aru tampak rapuh,menangis sampai seperti itu.


"ah..seperti itu ya. Jadi makin sayang" membelai pipi Aru,mencoba tersenyum walau hati tersayat.


Aku mengambil hp yang disodorkan,mengetik nomorku. "Kalian bisa menghubungiku kapan saja Dan juga saat Aru tidak baik-baik saja" menyerahkan kembali hpnya.


"Oky aku save,kita sekarang teman" jawab Ruka sembari menatap hpnya.


"Ya,sudah jam segini,mupung bisa pulang awal ayo pulang. besok masih ada even penutup jadi kasian Aru kalau kecapean,dia yang paling giat dan semangat di sini,tanpa dia bisa hanyut stan kita..hahaha" ucap Jesi yang sembari membawa beberapa alat dan pamit ke Ruka dan Kiki


"Baik kami duluan ya,bye. ketemu besok" Jesi melambai tangan dan pergi menuju mobil Yuki.


"Aku akan bantu bawa barang Aru,kamu bawa Aru. dia tidak berat-berat amat,apa lagi dengan badannya yang kecil begitu. Hah,gak berubah sama sekali padahal doyan nyemil,kemana semua cemilannya" Ruka mengangkat barang Aru dan mengemasnya rapi.


"Silahkan kakak ipar Kiki..hehe" jahil Ruka.


Aku mengangkat Aru ala bridal style "Kakak ipar apaan?" ketawa.


"Ya kan kamu pacar Aru,secara Aru berbeda 1 tahun dari ku..hahaha" Ruka mengikuti Kiki dari belakang dan membawa barang Aru.


berjalan menuju mobil "Hmmm,aku bisa percaya kamu?" Tanya Kiki,menatap ragu-ragu


"Huh..Kamu bisa yakin,Aru orang yang ku sayang,tidak mungkin aku menghianatinya" meletakkan barang milik Aru ke mobil.


"Oh...Pacar ku sudah datang,terima kasih sudah jaga Aru" Ruka pamitan.


"Oh ya satu lagi,jangan buat dia marah besar kalau tidak mau selesai dalam 1 jam,aku pamit bye" Ruka melambai dan pergi ke arah pacarnya yang sudah mengambil barangnya menuju mobil. pacarnya pun pamit dari jauh kepada Kiki.


Aku menatap Ruka dan pacarnya,senyum ramah. masuk ke mobil setelah sebelumnya menidurkan Aru di samping kursi kemudi,menjalankan mobil.


"Siapa? Siapa yang bisa ku percaya?" berbisik mencengkram erat setir mobil.


.


.


.


.


Fuaa...maaf kalau ada kata yang  eror atau rusak,karena sistem saya sedang eror. 🙏😫


Seperti biasa jangan lupa jejak ya.bukan jejak astral low..😘


Sampai ketemu di chap 13


Bye 👋