
sejenak aku tersadar,ku panggil seseorang ditelepon "Bunuh mereka semua" hanya satu kalimat,ku matikan hpku,aku kembali memeluknya dan pergi ke alam mimpi.
'cahaya matahari menembus sela-sela jendela langsung ke arah sepasang kekasih yang sedan asik tidur berpelukan'
"Eemm...jam berapa sekarang?" aku mencoba mencari hpku.
"Ah ini dia,emm..jam 6 pagi,Oh jam 6 to" aku taruh hp ku dan tidur lagi.
tiba-tiba aku ingat "Uwahh..aku belum buat sarapan untuk Kiki" aku terkjut dan otomatis bangun.
Kiki yang enak tertidur terkejut karna gerakan tiba tiba dari Aru.
"Astaga bae,udah dibilangin hati hati. Calm down"
"Ah maaf Beb,aku tadi kaget jadi reflex deh,maaf ya beb. selamat pagi babe" aku menoleh ke arah Kiki,memeluknya,dan ~muach aku beri dia ciuman selamat pagi di bibirnya.
~muach ku tekan kepala Aru dan memperdalam ciuman kami.
"Hgn...fuah...Udah pagi nih,kamu mau makan apa? Aku masakin kesukaanmu?"
Ku lepas ciuman Kiki dan senyum 100watt sambil mengusap-usap kepala ke dadanya.
"Aku ingin telur gulung" mengecup pucuk kepala Aru.
"Oky bos,segera siap tuan muda" aku buru turun dari tempat tidur dan pergi ke arah pintu,tidak lupa memakai kaos tanpa lengan karena masih pagi.
"Beb,kamu mandi dulu nanti aku pangil kalau masakannya udah matang" keluar kamar,berjalan ke dapur.
"Oke bae,aku mandi dulu ya" Kiki senyum,menatap Aru pergi.
Aku masih belum turun,tiduran telentang di ranjang "aaahh,haruskah?" Aku mendesah panjang,mulai bagun males malesan,menguap dan pergi ke kamar mandi
"Kiki doyan banget ma telur ya? Gak takut jadi ayam apa?" aku bergumam sambil turun ke dapur.
"sekalian aku buat susu hangat aja lah,sama bekal buat nanti" aku sibuk pripare bahan,cuci,masak.
"Babe,sarapannya sudah siap,ayo buruan entar keburu dingin" aku teriak dari dapur.
"Iya bae,bentar" teriakku dari kamar
"Sip,udah cakep" ngaca,Cuma pake kaos sama jeans hitam padahal,berjalan terburu menuju dapur.
^^^(Tingkat kePDan 100% 😓)^^^
Aku yang menata hidangan di meja melihat Kiki turun "Babe? Eh...maaf anda siapa ya? Bagai mana anda bisa keluar dari kamar saya?" tanyaku dengan expresi kaget dan memiringkan kepala ala pupy ke pada Kiki
Aku gemas dengan tingkah Aru "Ini pacar kamu yang paling ganteng bae" mendakati Aru dan mencium keningnya.Tidak lupa dengan senyum
Aku menutup dahiku dan segera menjauh "Wah ada pedofil,babe tolong aku" buru-buru kabur dan lari mengitari meja dapur sambil nahan ketawa.
"Kamuu...nakal ya!" Kiki mulai kesal,dia mengejar Aru.
"Ahahahahaha...babe tolong ada orang ganteng suka culik,lari..hahahaha" aku ketawa sambil lari kecil agar tidak di kejar sama Kiki.
Aku kejar Aru,ku tangkap dan terus mengangkatnya,gendong ala monkey style
"Nakal ya,Aku hukum nih" aku tertawa dan ******* bibirnya,memper dalam ciumannya.
"Aaahhh..aku tertangkap,tidak aku akan di culik.Ahahahahahaha" aku bergaya ala bocah yang kena tangkap sambil terus memeluk Kiki dan tertawa gemas.
"Hmn...hn..hahh" ku tarik rambut Kiki saat nafasku mulai habis.
Kulepas ciumanku saat merasa tarikan dari Aru,kukecup pipinya "Udah ya main-mainnya. Mending kita sarapan" berjalan ke arah meja makan,tersenyum,melepas pelukan Aru dan mendudukan dia di kursi makan.
"Hehehe ~much ... oky babeku" mengnguatkan peganggan saat ke meja makan.
"Babe ini sarapannya,aku buat susu juga dan ini bekalmu Beb" aku menyajikan makanan dan bekal di depan Kiki,sedangka aku hanya memegang segelas susu hangat.
"Wah,keren" menatap makanan trus balik natap Aru "Kamu yang terbaik deh" acungin jempol,Meraih makanan,makan sesuap.
"Makasih babe" aku senyum karena di puji Kiki "Iya lah yang masak sapa dulu"
^^^(mulai sombong lagi 😒)^^^
Kiki melihat Aru "Kamu nggak sarapan?"
"Aku jarang sarapan,paling cuma minum susu terus berangkat. entar di kampus beli roti baru siang makan bekal" dengan santai aku meminum susuku dan menatap ke arah Kiki yang menikmati masakanku.
'senengnya kalau bisa masakin Kiki tiap hari'
"Oooh, gitu ya. Pantes" ngelanjutin sarapan
"Enak bae,bikin nagih" ketawa
"Pantes apa?awas bilang aku kecil yaa!" aku mengacungkan pukulan ke arah Kiki dengan expresi kesal gimana.
"Yaudah dihabisin tuh susu. Abis itu mandi" masih asik menikmati makanan.
"Nanti Aku tunggu diruang tengah"
"Oky,aku mandi dulu ya Beb,sekalian siap-siap buat nanti" aku habiskan susuku dan buru-buru menuju kamar mandi.
"Ah,beb kalau udah taruh aja piring dan gelasnya di wastafel entar aku cuci" teriakku sambil berjalan kekamar.
"Iya sayang" jawabku santai.
Habis sarapan langsung cuci piring sama gelas sendiri "Biar kek suami idaman" ketawa gak jelas. duduk disofa ruang tengah
...Setelah 30 menit...
"uwah,seger banget habis mandi" aku pakai kostum yang di pilih Kiki,sebelum itu gak lupa makeup,rambut sambungan,baju,sepatu,perlengkapan lain,selesai.
"Udah mirip belum yaa? Aah soflan ku belum" aku bersiap memakai semua dan mengambil tasku yang sudah aku isi perlengkapan memakai parfum dan siap-siap turun.
aku keluar dari kamar dan menuruni tangga melangkah ke arah kiki "Babe liat,apa ini sudah mirip dedek nezuko?" aku berputar di depan Kiki dengan senyum bangga.
~ngeblush
"Uhuk" aku berbatuk sok cool untuk mengalihkan perhatian.
"Ehem,udah. Mirip banget"masih ngalihin perhatian
"Aaahhh....babe liat aku dong" aku menarik muka Kiki agar melihatku dan tersenyum lebar ke arahnya.
"Gimana?aku cocok kan,kawai gak? Ada yang kurang gak?" aku memiringkan kepalaku dan bertanya pada Kiki.
Aku melihat Aru "Hmm....Ada satu yang kurang" pegang pipi Aru,tolehin ke kanan kiri.
"Eehhh...apa yang kurang?" aku bingung dan segera mengecek seluruh pakaian,sepatu,rambut,perlengkapan, Putar sana putar sini.
Kutangkap pinggang Aru,mendekat kan dia ke arah ku,melihat matanya "Kamu itu terlalu cantik jadinya kurang cute" kucium bibirnya,********** dan bermain dengan lidahku. Setelah merasa puas aku melepas ciumanku dan tersenyum.
"Uummm...aahhhhh..hah..ah..dasar,tukang gombal" aku menutup mukaku yang sudah merah,semerah tomat.
"Oh..jam berapa ini? Aku bisa mati kalau telat" aku segera melihat hp,dan menarik Kiki.
"Eh...aku lupa piringnya belum aku cuci,bentar ya beb" melepas tangan Kiki.
Kutarik tangan Aru "Udah aku beresin bae
Sekarang kita berangkat yuk" aku menggandeng tangan Aru,jalan keluar rumah.
"WAh,babe emang terbaik ~muach makasih babe" mengikutimu keluar rumah.
"Bekalnya gak lupa kan Beb?" aku menatapnya untuk memastikan.
"Sudah aku bawa kok" berjalan ke arah garasi,membuka gerbang.
"Oky kalau begitu,jangan lupa di makan" aku senyum ke arah Kiki.
"Iya sayang" jawab Kiki santai.
~tring~ hp ku berbunyi,pangilan dari temanku
"Moshi-moshi,ada apa Ruka? Oh ini aku sudah jalan kok! Eh,oky entar aku belikan sekalian. Oky" aku ngerti,iya.bye ~tut..tut..tut~
Kiki melirik Aru "Dari siapa bae?"
"Oh,ini temenku yang ikut acara" aku berjalan didepan "Beb,entar mampir ke supermarket bentar ya. Ada bahan yang kurang" mengunci pintu dan menyusul Kiki.
"Oh,Oke" aku angguk-angguk aja.
"Yosh..Ayo beb berangkat,biar gak telat" aku buru-buru menutup gerbang,mengunci dan masuk mobil.
"Dasar" masuk ke dalam mobil,menyalakan mesin mobil,langsung jalan.
-Oh, hush, my dear, it's been a difficult year.
-And terrors don't prey on.
-Innocent victims.
-Trust me, darling, trust me darling.
-It's been a loveless year.
-I'm a man of three fears.
-Integrity, faith and.
-Crocodile tears Trust me, darling, trust me, darling
^^^(Nah loww,,autho nyanyi deh semua 😜🙊)^^^
Tanpa sadar aku terdiam,berusaha fokus pada jalan didepanku,menggenggam erat setir mobil.
'Aru cuma bernyanyi oke,aru cuma bernyanyi' batin Kiki.
saat melihat supermarket,aku menepikan mobilku "Jadi ni?" Aku menatap Aru.
"Eh..jadi,jadi beb. bentar ya" aku buru-buru mematikan musikku dan mengambil tasku,turun mobil,masuk supermarket.
...setelah 10 menit...
"ah banyak juga ya barangnya" aku bawa semua barang ke troli dan merjalan ke arah mobil kiki,mengetuk kaca mobil "beb,tolong buka bagasi belakangnya"
Aku melihat Aru mendekat,lalu ku anggukkan kepalaku untuk mengiyakan.
aku berjalan ke belakang mobil dan tanpa sengaja menabrak orang "Ah..maaf,maaf,maaf saya tidak sengaja,anda baik-baik saja?" tanyaku sembari membantunya,tapi orang itu tiba-tiba berdiri dan berjalan menjauh.
"Ehh...aneh banget" gumam ku.
Aku turun dari mobil,mendekati Aru.
"Kenapa bae?"
"Oh..tadi aku gak sengaja nabrak orang,pas aku minta maaf orangnya tiba-tiba berdiri trus pergi gitu aja kan aneh. Apa dia takut liat aku pakek ini ya? Kayak orang aneh kali ya beb?" aku bicara sambil memasukan barang-barangku ke dalam bagasi mobil.
"Ouh...." melihat sekeliling.
"Yosh,udah semua. ayo Beb" aku mendorong troli ke arah depan supermarket dan kembali ke arah Kiki,masuk mobil.
Kiki menyusul masukke mobil "Dia tercengang liat kecantikanmu kali" melirik Aru sekilas,lalu menghidupkan mobil,jalan lagi.
aku memasang sabuk pengaman " ya kan aku emang kawai jadi wajar kalau dia tersepona" mulai sombong lagi,aku ambil hp dan menelfon temanku.
^^^(Terpesona ruru,,buka tersepona! 😒)^^^
"Heem... mulai narsisnya mulai" aku mengejek Aru.
"Biarin...kalau gak narsis bukan Aru namanya dong...hehehe" aku senyum pada Kiki dan mengambil hp sefi dengannya.
'Kiki biarpun serus nyetir masih ganteng,ah bikin iri aja' walau gitu aku tetep edit trus pasang di sosmetku.
~tut..tut..tut~ "hallo Ruka,barang-barangnya sudah aku beli semua tinggal siapin aja stannya dan jangan lupa siapain juga buat para pasukan kecil kita oky. iya aku udah siapin buat tampil entar,masalah lomba kalian ja aku mau jaga pasuk kecil aja. eehhhh...biarin toh pacar ku gak masalah wekk,iya bawel ini aku udah deket,bye" aku menutup telfonku dan cengar-cengir sendiri sambil nyanyi.
"Nanti kamu disana jangan capek-capek,Kalo disuruh-suruh terus jangan mau" liat Aru sekilas.
"Siap honny ku,babe ku. aku cuma jagain para pasukan kecil doang kok,lagian mereka gak senakal dan seheboh anak-anak pada umumnya" aku tersenyum mengingat polah pasukan kecilku saat aku baru datang dulu.
"Beb,entar aku kenalin ke pasukan kecil ma teman-temanku ya? Aku penasaran gimana expresi mereka nanti hehehe" aku tertawa dan memainkankan hpku.
Aku mendengus mendengar usulan Aru. "Kenalin aku ke orang lain? Gak takut nanti diselingkuhin ya?"
"Gak mungkin lah,meraka udah punya pasangan mereka sendiri,selain itu semua temen-temenku aneh judi,gak mungki mau sama kamu beb..hahahaha" aku ketawa karena kata-kata ku sendiri.
"Udah sampai,ayo beb tolong bantu aku bawa barang ya" aku menunjuk parkiran kosong dan segera turun mobil.
"Kan siapa tau aja" aku memarkirkan mobilku,turun dan mengikuti membawa barang-barangnya Aru "Mau dibawa kemana ni?"
"Ahahaha...dasar PD" aku mengangkat barang-barang dan berjalan memimpin Kiki
"Disana,stan yang ada tulisan pasukan kecil" aku berjalan ke arah stan dan tanpa di duga para pasukan kecil segera bertriak serempak memangilku dan beberapa melangkah ke arah ku.
"kakak Aru,selamat datang..hahaha. kakak liat bajuku baguskan? Kak Aru liat aku buat bunga untukmu. Kak liat,liat aku buat lukisan untuk kakak" mereka berbodong-bondong menunjukan karya mereka.
"Aku datang..owaa..hati-hati sayang,wah ini bagus,terima kasih sayangku,wah cantik sekali" aku menaruh barangku dan merangkul mereka
"Oky,sekarang dengar kakak mau mengenalkan seseorang" ku ambil barang Kiki,menariknya ke depan anak-anak dan memperkenalkannya. "ayo beb kenalkan dirimu pada mereka" ku dorong Kiki di depan anak-anak.
'Aru banyak yang suka ya' di dalam hati Kiki
Aku tersenyum ramah,seramah ramahnya
"Hai adik-adik Kenalin, kakak namanya Kiki. Salam kenal ya" memandang anak-anak.
semua anak menatap Kiki kagum dan senang "hay kakak Kiki,salam kenal juga. aahh...apa kakak pacar kakak Aru? ganteng,iyaaa ganteng cocok sama kakak Aru,kak Aru cantik pacarnya ganteng" semua anak-anak tiba-tiba berbicara aneh.
"Eizzz...kalian ini masih kecil pacar-pacaran,entar gak bisa gede tau rasa looo,hyoo sini siapa tadi yang mulai mau kakak gelitikin yaa" aku menangkap salah satu anak dan mengelitiknya sampai tertawa keras,teman ku Ruka datang dan memberi salam pada Kiki.
Aku cuma bisa ketawa liat tingkahnya Aru 'Aru anaknya baik,tapi kenapa?' pertanyaan muncul di benakku.
ada seseorang mendekat dan menyapaku,ku balas sapaan nya sembari tersenyum "Hai"
aku menyudahi menjahili anak itu dan menaruhnya kembali ke kursi roda.
"Ah Ruka,kenalkan ini pasanganku Kiki dan Kiki kenalkan ini pembantuku Ruka" aku mulai jahil pada Ruka.
Ruka anak holangkaya,seorang cewek cakep sayang cerewetnya melebih ibu-ibu komplek pas arisan,dia udah punya pacar seorang Arsitek walau belum terlalu terkenal dan satu kampus denganku. Sedangkan anak-anak tadi semua anak panti yang memiliki kekurangan,aku setuju menjadi pendana mereka karena salah satu anak pernah membantuku dan beberapa dari mereka semua yatim atau piatu,ada juga yang sudah tidak punya keluarga dan di campakan oleh orang tua mereka,papi dan mami gak keberatan dan aku sering ngadain acar buat mereka.
"Cih..siapa pembantumu dasar Rubah ekor 9" jawab Ruka mulai mengejekku.
"Kau.....huh nyebelin" aku cuma bisa nahan,karena ada anak-anak. aku takut mereka menangis kalau aku mulai berdebat dengan Ruka.
Aku merangkul pinggang Aru "Heeei..jangan seperti itu bae" mencium pelipisnya.
"Tapi dia....Hhuhh awas kamu aku aduin ke pacarmu tau rasa kau" aku mengancam Ruka.
"pengadu" jawab Ruka sambil melipat tangan.
"Oh iya,Tadi kamu belum sarapankan, aku belum tenang kalau belum melihatmu makan" mengambil roti salah satu saku,lalu menyumpalkannya ke mulut Aru.
Aku hanya tertawa melihat pipinya yang menggembung,terlihat seperti hamster.
"Uummm..makasih babe,kamu paling the best deh" aku peluk Kiki gak pedulia orang lain liat.
"Hah..dasar rubah,sok manja padahal biasanya kejam" sela Ruka yang sembari membuka barang yang ku bawa.
"Urusai ne..dilarang membuka aib orang,dasar nenek lampir" aku melepas pelukanku dan merjalan ke arah anak-anak.
"Sayang bantu kakak Ruka untuk menyiapkan baranya ya,tapi ingak,kalau gak bisa minta tolong yang lain oky" dengan memberi isyarat tanggan dan melihat ke arah Kiki.
"Kamu jangan bolos lo ya,udah sana berangkat entar telat lo" memeluk Kiki dari belakang dan perlahan mendorongnya ke arah parkiran.
Aku mengelus tangan Aru "Iya,iya" aku balik badan "Kalo gitu, aku berangkat dulu ya" usap kepala Aru sambil senyum,aku berjalan menuju mobil dan melambai ke arah Aru.
"Iya beb,hati-hati di jalan" aku melambai kantanganku ke arah Kiki.
Tepat setelah aku masuk mobil,aku menelepon seseorang.
"Aku ada kelas sebentar,Tunggu aku ditempat biasa. Tidak ada penolakan" tanpa menunggu jawaban aku matikan telepon dan pergi ke kampus.
.
.
.
.
.
Oky desu,lanjut nih evennya..fufufufu😏
Seperti biasa,jangan lupa tinggalkan jejak,bukan jejak astral loww..😉
Ketemu lagi di chap 11.
Bye...👋