
19.00 pm
Aru Prov (chatingan on)
"Aku benci" Kiki mengirim pesan kepada Aru
"Benci sama siapa Beb?" Ku balas pesan dari Kiki
"Gak,lupain. gimana kabarmu?" Balas Kiki
"Eh....kabarku baik,kamu gimana?" Tanyaku
"Aku gak baik" Balas Kiki
"Eh..kenapa? sakitkah Beb?" Balasku buru-buru duduk dari posisiku
"Aku kangen kamu!" Balas Kiki
"Hee..kamu kesini aja kalau kangen!" Balasku dengan cengar cengir sendiri
"Aku mau peluk kamu bae" Balas Kiki
"Sini dah kalau mau" aku membalas pesan Kiki
"Bae, you will stay with me right?" Balas Kiki,nadanya terdengar sedikit tidak enak
"I will always be with you,babe" balas ku dengan emoti π
"Kamu gak akan pernah ninggalin aku kan?" Balas Kiki dengan nada memelas.
"Engak kok Beb" Kubalas dengan tenang
"Kamu bakal tetap disini kan?" Balas Kiki
"Eemmm,gak yakin!" Balasku
"Kenapa?" Balas kiki dengan nada sedikit panik
"Karena aku harus pergi ke taman buat ngehibur babe ku yang lagi bete..hehehehe" balasku sambil ketawa di kamar
"Kamu nakutin Bae,aku pikir kamu bakal ngejauh!" Balas Kiki
"Ahahaha...ahirnya kamu bisa santai Beb" balasku walau sekarang aku masih ketawa bayangi experi Kiki
"Bae,aku sayang sama kamu!" Balasnya
"Iya,Aku juga sayang kamu" balasku sambil senyum.
'gak nyangka Kiki bilang sayang ma aku' fikirku.
"Maaf selama ini aku kasar dan gak bisa romantis ke kamu!" Balas Kiki
"Gak papa Beb,yang lalu biarlah berlalu. selama kamu mau berubah aku akan bersama mu!" Aku membalas sambil memeluk bantal
'oh my,kikiku romantis banget' fikirku.
"Ini yang bikin aku makin sayang sama kamu. aku gak tau apa jadinya kalau kamu nantinya pergi dari hidupku" balas Kiki
"Jangan fikirkan apa yang belum tentu terjadi Beb" aku membalasnya dengan senang
"Tapi liat sekarang? Orang-orang yang katanya sahabat-sahabat bodoh sekarang pada kemana? Mereka pergi" balasan Kiki terdengar sedih
"Hehe..mereka manusia Beb dan itu memang sifat manusia. Siapa tau aku juga seburuk mereka" jawabku dengan senyum
"Kamu manusia Dan Aku juga" balas Kiki
"Hahaha..kita manusia dan aku manusia yang cinta dengan manusia jelek ini..haha" balasku yang mulai jahil denganya
"Jelek? Aku? Kamu mau aku cium?" Balasnya
"Iya...Iya.... Ahahaha...kalau berani siniππ€£" Balasku denga semua emotikon sebagai expresi
"Shit,Sejak kapan kamu jadi nakal gini ha?" Balas Kiki
"Ahahaha..hayo kejar aku pangeran kodok..hahaha. Sejak aku tau kamu bete..haha" balasku yang masih ketawa gulung-gulung sampai kejedot
"Aku benci sama jarak. Andai aku disana!" Balas Kiki
"Hemmm..ada yang baper nih...Hahahahahaha. I LOVE YOU BABE πβ€οΈ" kubalas dengan bahagia
"Dan cuma kamu yang bisa buat aku jadi kek gini! I love you too bae" balas Kiki yang terdengar bahagia
"Hahahaha...dasar gombal. Udah reda betenya beb?" Tanyaku pada Kiki
"Napa? Gak suka? Kalau udah,kamu bakal ngilang lagi?" Balas Kiki
"Gak napa-napa! Suka-suka aja! aku bakal ngilang dan datang ke alam mimpi mu..hehehe" balasku dengan nada jahil
"Bae, aku gak tau bakal ngapain kamu kalo besok kita ketemu. Membayangkanmu bikin aku pengen memakanmu!" Balas Kiki
"Aahhhh..jangan beb aku masih harus belajar membuat bento untuk mu...Aaahhh saya bukan makanan,saya orang" Balasku sambil cecengiran
"Hiss,kamu itu makanan buatku" Balas kiki
"Ketawa aja terus,Besok kamu bakalan habis,liat aja besok!" Ancam Kiki
"Ahahaha...tidak tolong aku ada singa
Mengamuk,Besok kamu kesini?" Balasku yang posisi udah gak jelas gimana
"Entahlah,siapa yang tau!" Balas Kiki
"Eh..kenapa? Kamu sibuk?" Balasku dengan expresi bertanya-tanya
"Segitunya pengen ketemu aku" balas Kikk
"Emm,iya..memang siapa yang bilang kangen duluan tadi..kan aku jadi ikut kangen!" Balasku
"Emang siapa yang bilang kangen?" Balas kiki yang sepertinya mulai jahil
"Eh,tadi kamu?" balasku sedikit kesal
"Masa? Mau ngeles kan? Kangen baget sama aku ya?" Balas Kiki
"Eeehhh...tadi kan kamu yang bilang! iiihhh kok aku yang di bilang ngeles sih!Β Sekarang udah engak,aku sebel ma kamu huh!" Aku mulai marah sama kiki
"Idih ngambek! Manyun tu bibir! Panjang amat!" Jahil kiki
"Au ah,, Bodo amat,Biarin..kamu nyebelin!" Aku mulai malas sama kiki karena dia masih jahin aku
"nyebelin gini,nyatanya kamu tetap cinta! Manyun berapa senti tuh bibir?Jadi pengen nyium!" Kiki mulai jahil
"Nyebelin,nyebelin..aku marah! Au...Cium sana tembok..π€" ku pasang emotikon marah
"Rela ni aku ciuman sama tembok?" Balas Kiki
"Cium sana tembok huh" balas ku
"Ututu,ada yang marah. Uuu,takut. Udah tidur ya bae?" Tanya kiki
"Biarin aku marah kamu nyebelin. belum,lagi nunggu orang jelek" balas ku yang mulai gemes
"hahaha,Good night,Sweet dream" balas Kiki
"Selamat malam babe,jangan lupan mimpiin aku!" Ku balas walau rada sebel
"Ogah,entar mimpi buruk lagi!" Balas kiki
"Ah,udah lah aku mau tidur,kamu nyebelin ihh" balasku yang mulai memperbaiki posisi tidur
"Jangan lupa doa ya babe" balasku lagi
"Iya sayang" balas kiki
"Oh ya. bay the way,besok pagi aku kerumah mu! Negedate yuk? Dandan yang cakep! Gak usah deh,kamu udah cakep kok. Tapi masih cakepan aku" Balas kiki
"Huh..ni orang obatnya habis apa ya? Iyain aja biar cepet" balasku yang kesel
"Kan bener,aku lebih cakep dari pada kamu?" Balas kiki
"Hhuuhh,,apa? Aku kan cewek,wajar lah kalau aku cakep ma imoet?" Aku gak terima balas celaan Kiki
"Kamu tu gak cakep ,tapi ganteng,dasar tomboy...hahahaha" balas Kiki
"Ahh,,dasar nyebelin. udah aku mau tidur aja" balasku yang udah kesel
"Wah,ada yang marahni. oky,oky,udah malam,selamat malam sayang" balas kiki
"Malam babe" balasku singkat
.
.
.
.
.
.
Uwaaaa...sampai sini menarik gak kawan"?
Menurut kalian?
Aru dan kiki carakternya gimana?
Kalau kalian punya saran jangan tanggung" bagi lah,kritik juga gak masalah karena itu bisa membantu.π€
Ini karya pertamaku jadi harap maklum lah masih banyak typo sana sini..oky π
Senang berkenalan dengan kalian,ketemu lagi di story lanjutnya. π
Bye π