
Acara pemakaman untukku pun dilaksanakan.
Ibu yang menangis di depan pemakamanku, Kenzo yang terlihat pucat dan tak menyangka kepergian diriku.
Sangat menyedihkan bahwa kenyataan ini harus aku terima. Acara pemakamanku berlangsung hanya satu jam. Setelah selesai, orang-orang pada berpergian.
Tante Sarah yang merupakan Ibu dari Kenzo, memeluk anaknya yang tengah berduka dan tak percaya akan hal ini. Tersisa ibu, Kenzo dan Tante Sarah. Ibu dan Tante Sarah berencana akan pulang.
"Kenzo? Apakah kamu tidak akan pulang nak?" tanya Tante Sarah pada anaknya yang tengah berdiri dimakam milik orang yang disayanginya.
"Ibu, Aku akan disini. Aku ingin mengatakan sesuatu berdua dengan Aria." Jawab Kenzo.
Ibu Kenzo ingin Kenzo pulang dan melupakan hal-hal ini, Tetapi ibunya sadar. Bahwa kejadian itu telah disaksikan sendiri olehnya. Tante Sarah pun pergi.
Kenzo sendirian sekarang. Dia berdiri didepan makam ku, Sambil mengepalkan tangannya. Tanpa disadari air matanya jatuh deras.
"Hiks! kenapa..? kenapa kau melindungku Aria? KENAPA?! Bukankah aku sudah bilang agar untuk tetap duduk disana!"
Kenzo yang menangis dan menyalahkan dirinya sendiri, Membuat hatiku ikut sedih...
Mau bagaimana lagi. Jika aku bersamamu kembali, Maka kejadian yang tak terduga akan terulang. Akan hal itu aku memilih untuk pergi, Tetapi tenang saja. Walaupun kita tak bersama kembali, Aku tetap akan selalu melihat dan menjagamu.. Dari jauh...
Setelah melihat pemakamanku sendiri. Aku sadar akan banyak hal. Kepergianku bukan hanya menjadi kesedihanku seorang, tetapi juga menjadi kesedihan orang lain...
Tes...
Hujan turun... Sekarang aku tahu, kenapa orang-orang sangat suka hujan. Karna bagi mereka, disaat mereka sedang sedih ataupun menangis. Suara hujan akan membuat suara tangisan mereka tak terdengar..
Hari ini, tepatnya di hari ulang tahun seorang yang ku sayangi. Kehidupanku telah berubah untuk selamanya...
Aku berjalan ditengah derasnya hujan sambil mengenakan pakaian rumah sakit.
Sekarang aku telah memutuskan, bahwa aku akan memulai kehidupan yang baru..
...****************...
"Ah nona Aria! Apa yang membuat anda kemari?"
"Selamat siang. Aku datang hanya untuk melihat lukisan milikku."
"lukisan milik anda sangat luar biasa. Kami memajangnya ditempat yang dapat dilihat banyak orang."
Aku berjalan menuju lukisanku yang dipajang. Tenyata benar, lukisan milikku dikerumuni oleh banyak orang. Setelah selesai melihat-lihat, aku pergi dari pameran tersebut.
"Riana!"
"Oh Dayn! Apa kau menunggu lama?"
"Tidak. Ayo kita pergi makan. Kau pasti belum makan bukan?"
"Ya, baiklah."
Kalian pasti bertanya-tanya siapa itu Riana? Lalu siapa itu Dayn? Apa hubungannya kami berdua?
Daripada basa-basi aku akan menceritakan semuanya.. Dari di mulainya kejadian ulang tahun Kenzo itu..
~ Flashback ~
Setelah kejadian itu, aku dibawa ke rumah sakit. Aku juga langsung dimasukkan ke dalam ruang ICU... Tetapi apakah kalian tahu, bahwa aku telah meninggal dua kali dalam sehari?
Ya. Kematian keduaku adalah ulah dari dokter sialan ini! Dokter yang menangani diriku, dia tidaklah menjalankan operasi untukku. Setelah aku dimasukkan ruang ICU, Dokter itu bukanlah langsung menjalankan operasinya melainkan memberikanku pil.
Pil itu adalah pil kesadaran. Jika ada pasien yang meminum pil itu maka keadaan apapun dia akan sadar. Dokter itu memberikan diriku pil itu dan langsung menyuruhku menelannya.
Tanpa waktu lama, aku membuka mataku. Pil itu benar-benar manjur. Saat itu aku benar-benar tidak tahu apa yang terjadi..
"Aria.."
Aku duduk dengan perlahan.. Lalu dokter itu menarik tanganku dengan kasar. Aku marah lalu menepis. Di saat aku lengah, tiba-tiba para perawat menggenggam tanganku dengan paksa.
Saat itu aku benar-benar tidak bisa apa-apa. Dan apa kalian tahu apa yang lebih gilanya lagi? dokter itu mengatakan..
"Hari ini kalian semua bebas bereksperimen dengannya. Ayo lakukan sekarang juga!"
"Baik!"
Setelah mengatakan itu, para perawat langsung menidurkan diriku dan ..
Jleb!
Aku dibunuh hidup-hidup saat itu juga. Dokter itu keluar sambil tersenyum dan menyebarkan informasi yang tak seharusnya.
Karna terlalu marah, tubuhku tiba-tiba hidup kembali. Saat itu aku tidak memikirkan apa yang terjadi. Aku melompat keluar melalui jendela.
...****************...
Karna ini kehidupan yang baru jadi aku tidak lagi memakai nama Aria. Melainkan Riana. Tetapi nama seniman ku tetaplah Aria. Karna nama itu, nama yang sangat berarti bagiku..
"Riana!" Dayn menggoncang tubuhku. Refleks aku tersadar.
"Eh! Ada apa sih!"
"Seharusnya aku yang bertanya begitu. Apa kau kelelahan? Wajahmu sedikit pucat." Tanya Dayn dengan nada khawatir.
"Tidak apa. Mungkin karna aku terlalu bekerja keras untuk pameran hari ini."
Dayn menyentil dahi ku.
"Sudah kubilang apa.. Kau itu terlalu memaksakan diri. Dasar keras kepala. Sudahlah, Ayo kita jalan-jalan." Dayn beranjak pergi.
Sedangkan aku mendengus kesal karna sentilan Dayn.
Senyomur Dayn. Laki-laki tampan yang terkenal dikalangan seniman lainnya. Dia juga seniman terkenal sepertiku. Level kami hanya beberapa persen saja. Karna itu kami berdua bisa akrab.
Tapi sayangnya, dia mirip sekali dengan Kenzo. Cinta sejati ku yang kini aku tidak pernah lagi mendengar kabarnya...
"Yak! Katanya kau mau membawaku jalan-jalan, kenapa malah bawa aku ke galery?"
"Apa maksudmu Riana? Seniman terkenal seperti kita inilah jalan-jalannya ke galery.."
"Dasar Dayn sialan!"
Dayn hanya tertawa. Sedangkan aku kesal sekali. Apa yang dia katakan memang tidak salah. Mungkin hanya aku saja yang terlalu berekspektasi tinggi..hah..
Disaat kami melihat-lihat lukisan dari seniman lainnya, hp ku berbunyi. Aku mengangkat telfonnya.
"Halo Sora?"
"Ah! Ria! Apa bisa kau pergi ke agensi sekarang? Direktur ingin membicarakan sesuatu padamu sekarang!"
"Ah baik. Aku akan kesana."
"Dari manajer mu?"
"ya. Katanya direktur ingin membicarakan sesuatu padaku. Aku harus kesana sekarang."
Aku berlari keluar dari galery. Dayn memberiku tumpangan.
Setibanya disana, Aku langsung berlari menuju ruangan direktur.
Tok..tok! Ceklik..
"Ah Ria!"
"Selamat siang direktur"
"Akhirnya kau datang juga Ria-- Senyomur Dayn! Apa yang kau lakukan disini?!"
"Ah halo. Kebetulan tadi saya berjalan-jalan bersama Riana."
"Ini bagus. Kalian berdua datang bersama. Ada sesuatu yang ingin aku kau mengerjakannya Riana."
"Apa itu pak direktur?"
"Buatlah sekitar 100 Lukisan terbaik milikmu!"
"APA!!!!!"
Buset! 100 lukisan! Aku gak salah dengar kan..
"Itu terlalu banyak untuk Riana pak direktur!!"
"Aku tahu. Apa jawabanmu Riana?"
"Saya.. Setuju! Saya akan melakukannya."
Semuanya mematung tak percaya dengan jawabanku. Dayn juga mengomel tidak jelas. Aku tahu ini gila. Tetapi ini adalah kesempatan yang sangat amat aku tunggu-tunggu dari aku kecil. Mana mungkin aku menolak!
"HAHAHA! Sungguh jawaban yang ku harapkan. Riana kau akan berkerja sama dengan tuan besar Jevano. Aku akan memberikanmu nomernya. Akrab lah dengan beliau."
Jevano..?
Sepertinya aku pernah mendengar nama itu deh..
!! BODOH DIA ADALAH JEVANO HURZY. CEO TERKENAL, TERTAMPAN DAN TERKAYA DI SELURUH DUNIA BEGOO!!!